NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta

Cahaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Dihari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun, Cahaya harus terkejut melihat perselingkuhan Fery dengan wanita lain yang masih satu rekan kerja dengan suaminya.
Karena patah hatinya ia mengajak sahabatnya untuk minum dan menginap dihotel, namun sahabatnya tak bisa menemaninya karena adiknya tak ada yang menemani dirumah.
Kejadian tak terduga dihotel ia tak sengaja bertemu pria asing yang dalam keadaan sakit, karena berpikir itu adalah suaminya yang mengejarnya akhirnya ia mengajaknya bermalam dalam keadaan mabuk.
Namun saat pagi menjelang, Cahaya baru sadar bahwa yang tidur bersamanya itu bukanlah suaminya tapi pria yang terkenal berkuasa dan galak dikantornya.
apa yang harus cahaya lakukan?
kabur kah?? atau ...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosip kantor.

Keesokan harinya ...

Cahaya mengerjapkan matanya, ia bangun dengan cepat saat ingat kejadian semalam. Ia menutup matanya dengan jemari tangan kanannya, sungguh hal itu sangat memalukan baginya. Namun, untuk pertama kalinya ia merasakan kenyamanan kala berada didekat Rayyan.

Selama ini belum ada pria yang mau menenangkan hatinya, kala keburukan datang menyerang mentalnya. Ia menangis sendirian, benar-benar sendirian. Tapi semalam, Rayyan menemaninya dan menenangkan hatinya yang berantakan.

"Dia sangat lembut dan perhatian semalam, tapi aku malah membentaknya," gumam Cahaya, menghela nafas berat dan merasa bersalah.

Ia turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah kamar mandi, ia membersihkan diri lalu berganti pakaian menjadi formal. Bukan kah hari ini ia harus bekerja.

Dia keluar dengan langkah ragu, sampai dipintu ruang makan ia melongokkan kepalanya. Bisa wanita itu lihat, Rayyan tengah menikmati sarapannya sambil membaca sesuatu ditangannya.

"Pak Amir, siapkan sarapan untuk Cahaya! Dia pasti sudah bangun sekarang," titah Rayyan sembari melirik arloji mahalnya.

"Jangan berikan ia selai strawberi! Ia alergi buah asam itu," lanjut Rayyan memberitahukan.

"Baik, tuan," sahut pak Amir, kepala asisten rumah megahnya itu.

Cahaya terperangah mendengarnya, ia tak pernah bercerita tentang alerginya pada siapapun. Lantas dari mana bosnya tahu soal itu?

Wanita itu terdiam sejenak, menghela nafas lalu melangkah masuk ke ruangan tersebut. Ia duduk dikursi sebelah kiri Rayyan, dimana lelaki itu duduk diujung meja.

"Selamat pagi!" sapa Cahaya pelan dan tentunya gugup.

Rayyan meliriknya sejenak, "Sudah mendingan?" tanyanya.

Cahaya hanya mengangguk pelan, "Iya."

Suasana mendadak canggung, kala ingatan mereka tertuju pada waktu malam.

Rayyan berdehem, mengiyakan. Ia mengambil roti lalu melapisinya dengan selai kacang, selesai itu ia taruh dipiring Cahaya. "Makanlah, jangan sampai kamu kelaparan!" ketusnya.

Cahaya meliriknya sejenak, ia mulai berpikir bosnya kembali ke setelan awal. "Makasih," jawabnya.

"Hmmm," lagi Rayyan hanya berdehem mengiyakannya, seolah mengabaikan cerita semalam.

Cahaya ingin mengatakan perihal semalam, namun rasa gugup itu membuatnya bingung bagaimana memulai percakapan. Tapi pada akhirnya ia memilih menyuapkan roti ke dalam mulutnya, untuk menghilangkan kesan linglung.

Perasaan tak nyaman disamping Rayyan kembali menderanya, mau mulai dari mana sedangkan hatinya tak karuan menatap wajah santai pria disampingnya.

Hening.

"Soal semalam, terima kasih," ucap Cahaya dengan pelan, setidaknya ia sudah memberanikan diri.

Rayyan tersenyum tipis. Melihat keadaan Cahaya pagi ini membuatnya lebih tenang, walau semalam ia cemas tak bisa tidur.

"Kalau mau berterima kasih, temani aku ke pameran lukisan minggu ini," ucap Rayyan mengambil kesempatan.

"Pameran lukisan minggu ini," ulang Cahaya yang kemudian diam. Yang ia tahu pameran lukisan minggu ini hanya di Galeri tama, ia berharap ada tempat lain yang juga mengadakan pameran lukisan. Karena kalau ia kesana, ia bisa bertemu dengan orang yang ia kenal.

"Pameran lukisan dimana?" tanya Cahaya memastikan bahwa tempat itu bukanlah yang ia ketahui.

Rayyan melirik Cahaya sejenak, ia mengambilkan gelas yang berisi susu pada wanita itu.

"Galeri tama," jawab Rayyan singkat.

Cahaya tersedak saat meneguk susunya. Ia terbatuk-batuk sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan kanan, setelah tahu dimana pemeran lukisan tersebut diadakan.

Rayyan mengambilkan tisu dan memberikannya pada Cahaya. "Makan minumlah dengan pelan, tak ada yang merebut milikmu sekalipun itu cintaku," ujarnya.

Mata Cahaya membulat mendengarnya, tangannya terulur meraih kertas tipis tersebut. Namun pikirannya melayang memikirkan maksud dari ucapan lelaki itu.

"Tak ada yang merebut milikmu, sekalipun itu cintaku. Apa maksudnya?" pikir Cahaya diam-diam melirik bosnya.

***

Dikantor Cahaya bekerja sambil melamun, ia bingung bagaimana cara menolak ajakan bosnya untuk ikut ke pameran lukisan minggu ini. Kadang ingatannya mendadak pada perkataan terakhir Rayyan dimeja makan, sekalipun itu cintaku.

Ah, kepala Cahaya pening memikirkan bosnya itu. Sikapnya kadang dingin kadang hangat, membuatnya didera oleh banyak pertanyaan.

Tunggu

Dari mana bosnya tahu ia alergi strawberi?

Nah kan, pertanyaan lain mulai muncul dibenaknya.

"Apa ia mengawasiku selama ini?" tanya Cahaya dalam hati.

Bahkan Fery saja tak pernah tahu ia alergi buah asam itu, tapi bosnya yang baru dekat dengannya beberapa hari sudah tahu. Tahu dari mana?

Kini ia merasa aneh, kedekatannya dengan Rayyan serasa familiar.

"Kesini! Kesini! Gue punya gosip baru!" suara lelaki yang baru kembali dari ruangan bosnya mendadak ribut, ia mengajak para wanita atau lelaki untuk mendekat padanya.

Katanya ada gosip baru.

Entah soal impoten atau ogah disentuh, itu sudah pasti soal bos kita.

Seketika ia dikerumuni para pegawai lainnya, kecuali Cahaya yang tetap duduk bersikap biasa saja.

"Tadi aku gak sengaja dengar, pak Rayyan udah punya pacar. Katanya mereka udah tinggal bareng, dijamin ini gosip anyar," ungkap lelaki si pembawa gosip itu.

Semua terkejut dibuatnya, termasuk Yumi yang ikut nimbrung. "Sejak kapan om bontot punya pacar? Wah, ini baru gosip," benak Yumi bergumam sambil mengangguk pelan.

"Serius lo?" tanya rekan lain bergender wanita, merasa tak percaya.

"Bukannya lo bilang, pak Rayyan itu Impoten?" kata lainnya masih bergender wanita.

"Iya, Jon. Dulu lo bilang gitu, kok sekarang mendadak pak Rayyan punya pacar. Bawa gosip yang benar dong!" sahut lainnya tapi bergender pria.

"Syukurlah kalo gitu! Artinya, pak bos kita otaknya udah waras," seloroh Yumi tersenyum senang. Dalam hatinya ia masih bertanya tentang siapa pacar om nya itu.

Ah, soal itu ia bisa lakukan apa saja, begitulah si Yumi.

"Ya sih, berarti pak es batu kita sudah menghangat dan lagi berapi-apinya," sahut lainnya terkikik membayangkannya.

"Mungkin juga sudah wek wek," timpal Yumi yang membuat seisi ruangan menjadi penuh tawa.

Kecuali Cahaya.

Wanita itu sesekali melirik ke sana, ada rasa penasaran tentang gosip apa. Tapi, mana boleh ia ikut gosip yang gak bermutu. Dulu saja, katanya pak Rayyan impoten lah, gak suka disentuh sembarang orang lah, faktanya ia yang sudah menyentuhnya malah gelagapan melawan pak bos diatas ranjang.

Tapi, kepo juga akhirnya.

"Hei! Gosip apaan sih sampe kalian ketawa gitu?" Cahaya bertanya akhirnya, karena kalah dengan ke kepoan-nya.

"Katanya, pak Rayyan punya pacar dan mereka tinggal bersama," jawab Yumi sambil berjalan ke arah meja kerjanya.

Mata Cahaya membulat, wanita yang menginap dirumah pak Rayyan cuma dirinya. Yang mereka maksud pasti dia, kalau begini namanya salah paham.

"Jangan dianggap benar dulu! Mungkin saja itu cuma temannya," ujar Cahaya berusaha menyanggahnya.

"Teman apaan, kita semua tahu bagaimana sifat pak es batu itu. Atau jangan-jangan pacarnya itu kamu, iya kan?" ujar Yumi menggoda Cahaya sembari menaik turunkan alisnya.

Cahaya mulai gelagapan, tapi yang lainnya malah curiga.

"Ma, mana mungkin! Aku gak seakrab itu sama pak Rayyan," bantah Cahaya dengan gugupnya, lalu kembali menyibukan diri ke layar komputernya.

"Cuma canda, lagian gak mungkin es batu ketemu janda baru." Yumi terkikik geli.

Cahaya menyenggol lengan temannya itu, ia merasa gak nyaman dengan sebutan janda baru. Karena sidang perceraian mereka belum dimulai sama sekali, inget mereka baru daftar!

"Ya udah lah, siapa pun itu kita harus menghormati pilihan pak es batu. Semoga nyonya es batunya gak sedingin antartika," ujar Joni si pembawa gosip.

"Setuju!" seru mereka bersamaan, kecuali Cahaya yang merasakan firasat buruk.

***

Cahaya pulang dengan Yumi seprti sedia kala, tapi ia tak pulang ke rumah Rayyan melainkan ke rumah pribadinya. Karena kalau tahu, si mulut ember itu akan membuat masalahnya dengan Rayyan jadi rumit.

Padahal mereka gak pacaran!

Bukan gak pacaran, tapi belum pacaran saja.

Jadilah Rayyan harus menjemput Cahaya ke apartemen mewah milik wanita itu, walaupun dengan rasa lelah yang menyengat. Lelaki itu akhirnya menemukan tempat tinggal wanita itu dengan no yang Cahaya kirim lewat ponsel.

Klek

Cahaya keluar dari rumah itu, masih dengan pakaian yang sama.

"Aku gak diijinkan masuk dulu, cuma minum kek," ucap Rayyan penasaran dengan rumah milik karyawannya.

"Gak baik berduaan dirumah sepi, nanti ketiganya setan," ujar Cahaya menolak Rayyan untuk masuk, ia sudah siap untuk pulang kerumah Rayyan lagi malam ini.

"Ayo!" ajak Cahaya menarik tangan Rayyan yang matanya masih menatap pintu yang terkunci itu.

1
falea sezi
🤣🤣 mertua toxic
🌀 SãñõõR 💞
yap ntar ceritanya jadi membingungkan.
partini
saling terhubung suami selingkuh dengan wanita yg pernah di sukai lelaki yg tidur dengan cahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!