NovelToon NovelToon
SENTUHAN SANG MAFIA

SENTUHAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

"Jika besok pria tua itu datang lagi untuk menagih jawabanmu, katakan padanya kau lebih memilih membusuk di sel ini," suaranya rendah, nyaris seperti desisan yang berbahaya.

Aku tersentak, mencoba mencerna kalimatnya. "Apa? Kau... kau menyuruhku tetap di penjara ini?"

"Ya," sahutnya pendek. "Aku tidak ingin menikah. Terlebih lagi, aku tidak ingin menikah denganmu. Kau tidak tahu apa yang akan kau hadapi jika melangkah masuk ke mansion utama sebagai istri seorang Grisham. Di sana, kau tidak akan hanya melihat darah, tapi kau akan mandi di dalamnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12.

Matahari mulai tergelincir ke ufuk barat, menciptakan semburat warna jingga yang kontras dengan dinding-dinding mansion yang kelabu dan dingin. Aku sudah siap, mengenakan gaun sederhana namun elegan yang dipilihkan oleh Marta. Jantungku berdebar tak karuan, bukan karena antusias, melainkan karena rasa takut yang masih membekas sejak kejadian malam itu.

Suara deru mesin mobil mewah terdengar berhenti di lobi depan. Darrel sudah datang.

Dia masuk dengan langkah tegap, masih mengenakan setelan jas kantornya yang kaku. Wajahnya datar, matanya dingin, seolah tak ada jejak kegilaan yang terjadi di antara kami beberapa jam yang lalu. Dia hanya menatapku sekilas, lalu memberikan isyarat dengan kepalanya.

"Ayo berangkat," ucapnya pendek. Suaranya serak, mengirimkan getaran aneh ke tulang belakangku.

Aku mengikutinya tanpa suara. Selama perjalanan di dalam mobil, kesunyian di antara kami terasa begitu menyesakkan. Aku sengaja duduk merapat ke pintu, menatap ke luar jendela, menghindari kontak mata apa pun. Darrel fokus mengemudi, rahangnya mengeras, jemarinya mencengkeram kemudi dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Dia tidak mencoba membuka percakapan, dan aku pun terlalu takut untuk sekadar bertanya tentang kabarnya.

Setiap kali mobil berguncang sedikit saja, aku tersentak. Trauma malam itu membuatku merasa Darrel adalah predator yang bisa menerkamku kapan saja. Namun, di balik itu, ada rasa bingung. Pria ini memaksaku meminum obat penghambat kehamilan, sebuah tindakan pembangkangan terhadap ayahnya yang berkuasa. Mengapa dia melakukannya?

Hingga akhirnya, mobil berhenti di depan sebuah rumah sakit swasta eksklusif. Di setiap sudut pintu masuk, aku melihat pria-pria berjas hitam dengan telinga yang terhubung kabel komunikasi. Penjaga klan Grisham ada di mana-mana.

"Masuklah. Aku menunggumu di luar," ucap Darrel dingin saat kami sampai di depan pintu kamar VVIP Nenek.

Aku segera masuk dan melihat Nenek Zela sedang duduk bersandar di tempat tidurnya, wajahnya sudah jauh lebih segar dan tidak sepucat terakhir kali aku melihatnya. Air mataku langsung tumpah.

"Nenek!" aku berlari dan memeluknya dengan sangat kuat. Bau khas Nenek, aroma minyak kayu putih dan kehangatan yang sudah lama kurindukan, membuatku merasa aman sejenak.

"Lily... cucuku sayang," Nenek membelai rambutku dengan tangan yang sudah tidak lagi gemetar hebat. "Kenapa kau menangis? Nenek sudah sehat, Nak."

"Aku takut, Nek. Aku sangat takut kehilangan Nenek," isakku.

Nenek terkekeh pelan, lalu pandangannya beralih ke pintu yang terbuka sedikit, di mana bayangan Darrel terlihat berdiri di luar. "Lily, suamimu itu... Dia pria yang luar biasa baik."

Aku tersentak dan melepaskan pelukan. "Baik? Apa maksud Nenek?"

"Setiap pagi, sebelum dia pergi bekerja, dia selalu datang menjenguk Nenek. Dia sendiri yang memeriksa catatan medis Nenek, berbicara dengan dokter spesialis di sini, bahkan kadang membawakanku buah kesukaan nenek," Nenek bercerita dengan mata berbinar. "Dia bilang kau sedang sibuk menyiapkan ujian akhir, jadi kau belum bisa datang. Dia sangat menjagamu, Lily. Nenek tenang melihatmu bersamanya."

Aku terpaku. Aku menatap ke arah pintu dan tak sengaja tatapan kami bertemu melalui celah kecil. Darrel menatapku, namun saat mendengar Nenek memujinya, dia hanya memberikan tatapan sinis—tatapan yang seolah mengatakan bahwa apa yang dia lakukan bukan karena dia peduli padaku, melainkan hanya bagian dari tugasnya.

Aku menghabiskan waktu beberapa jam menyuapi Nenek, bercerita tentang rencana kelulusanku, dan tertawa kecil untuk menghibur hatinya. Namun, saat jarum jam menunjukkan pukul sembilan malam, Darrel masuk tanpa mengetuk.

"Waktunya pulang, Lily," ucapnya tanpa ekspresi.

"Bisakah aku menginap di sini satu malam saja? Kumohon," pintaku dengan nada memelas.

"Tidak. Mansion lebih aman untukmu. Ayo," dia tidak memberi ruang untuk negosiasi.

Aku mencium kening Nenek dengan berat hati. "Aku akan segera kembali, Nek. Janji."

Begitu kami masuk ke dalam mobil, suasana kembali mencekam. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Darrel terus-menerus melirik ke arah kaca spion tengah. Matanya yang tajam menyipit, dan dia mulai memacu kendaraan lebih kencang dari biasanya.

"Darrel, kenapa kau mengebut? Ini berbahaya," ucapku sambil mencengkeram sabuk pengaman.

Dia tidak menjawab. Tiba-tiba, dia menyalakan interkom kecil yang tersangkut di telinganya.

"Unit 1, ada satu SUV hitam mengikuti sejak keluar dari area rumah sakit. Tutup akses jalan utama. Aku akan mengambil rute pintas melalui area industri," ucap Darrel dengan suara rendah dan tegas.

Aku mendengar suara dari interkom itu—suara berat Erlan Grisham. "Darrel, cepat bawa dia pulang. Jangan biarkan mereka mendekat!"

Tubuhku gemetar hebat. Darrel memutar kemudi dengan kasar, membelokkan mobil ke arah jalanan yang sepi dan gelap, jauh dari keramaian kota. Aku bisa melihat di belakang kami, sebuah mobil hitam besar terus menempel, lampu jauhnya menyorot tajam, membutakan pandangan.

"Pegangan yang kuat, Lily!" teriak Darrel.

Dia menginjak pedal gas hingga maksimal. Mobil melaju kencang, meliuk-liuk di jalanan yang sempit. Aku menutup mataku, air mata ketakutan mengalir deras. Tiba-tiba, sebuah dentuman keras terdengar. Mobil kami ditabrak dari samping.

"Sialan!" Darrel merancau. Dia menarik pistol dari balik jasnya dan meletakkannya di pangkuannya. "Tetap merunduk di bawah dasbor! Jangan berani-berani mendongak!"

Aku merosot ke lantai mobil, menangkupkan kedua tangan di telingaku. Di tengah ketakutan itu, aku menyadari satu hal: hidupku sekarang bukan lagi milikku. Aku berada di tengah perang antar klan, dan satu-satunya orang yang melindungiku adalah pria yang semalam menghancurkanku, namun pagi tadi memberikan obat penghambat kehamilan untuk melindungiku dari takdir yang lebih kejam.

Hingga kemudian, mobil pengintai itu berhasil menyalip dan memotong jalan kami dengan manuver yang sangat berbahaya. Darrel menginjak rem dengan paksa, membuat tubuhku terlempar ke depan meski tertahan sabuk pengaman. Mobil berhenti di tengah jalanan yang sangat sepi dan gelap gulita.

Pintu mobil Darrel terbuka. Dia keluar dengan pistol di tangan, berdiri tegap menghadapi bahaya yang ada di depan mata.

"Tetap di dalam, Lily. Apapun yang terjadi, jangan keluar!" terangnya sebelum suara tembakan pertama memecah kesunyian malam.

***

Bersambung...

1
Syarwiti Aulia
episode ny sdikit,,bttul Nungguin ny lma bnget
MissSHalalalal: baik, Author usahakan lebih banyak lagi. 🙏
total 1 replies
Mia Camelia
semangat thor😄👍
makin seruu dan bikin penasaran🥰
double up dong biar makin puas 😂
Tuti Handayani
bagus banget
MissSHalalalal: terimakasih kk🙏
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰🥰🥰
Mia Camelia
thor ceritaiin dong siapa ortu nya liliy???? kepoo nih thor🥰🥰🥰🥰
Mita Paramita
lagi Thor update 🔥🔥🔥
apakah Lily juga anak dari klan mafia juga? jadi penasaran 🤨🤨🤨
Vanni Sr
semkiin kereen yaaaa , mungkin lily ank angkt org tua nya dlu py kuasa
Mia Camelia
darel kejam gak mau denger penjelasan lily😔
Nanik Arifin
mengertilah Lily, Darrel hanya ingin melindungimy. dr awal hanya itu yg ingin Darrel lakukan, tapi kamu aj yg keras kepala, pakai acr kabur segala. sepertinya Darrel ingin memutus generasi klan ini. sepak terjang klan ini tak sejalan dg rasa kemanusiaan Darrel yg begitu besar. nyata dia seorang dokter yg empati & jiwa menolongnya tinggi.
Lily ikuti kata Darren, cukup kamu tersiksa 30 hari + 9 bulan. setelahnya kamu bisa bebas ( mungkin 🤔)
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Mia Camelia
semangat thor, 🥰🥰🥰
Erna Tazmania
seru..semangat tor
Mita Paramita
lagi Thor update lagi 😘😘😘
seru banget ceritanya
Vanni Sr
kereeeen darrel mulai cmburuu
Mia Camelia
gak sabar mau ngliat pesta nya , mpe lily merasa tertekan😂
Mia Camelia
ceritaiin sedikit thor tentang kaka nya darel ky gimana ??? jdi penasaran😂
Mia Camelia
seru banget thor🥰, ayoo update lgi yg banyak☺😄
Mita Paramita
lagi Thor 🤣🤣🤣seru banget ceritanya
Mia Camelia
seru banget ini👍🥰😄
Fariza Imut: seru aku suka ceritanya
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut lagi double up 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!