Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.
Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian Lanjutan
Semua sudah siap menunggu ujian selanjutnya, walau sudah berhasil melewati ujian pendaftaran masih belum bisa membuat para calon murid menjadi murid resmi perguruan Langit Tinggi.
Para ketua yang sudah memiliki rencana dari awal langsung berdiri di tengah lapangan, sebelum menyampaikan tentang ujian Lanjutan para ketua mencoba memperhatikan calon murid mereka dengan sangat teliti.
"Ujian kali ini akan berbeda, apa kalian sudah siap masuk ke perguruan Langit Tinggi," ucap ketua Wa setengah berteriak.
"Kami siap ketua," ucap semua serentak.
"Apa kamu tidak siap masuk perguruan Langit Tinggi?" Tanya ketua Puang yang melihat Lue Ang hanya diam saat yang lain menjawab siap.
Semua langsung menatap ke arah Lue Ang, ketua Puang yang berada di depan Lue Ang mengernyitkan dahinya, walau Lue Ang berkemungkinan memiliki dua spirit bukan berarti mereka akan membiarkan seorang murid berbuat sesuka hati.
Lue Ang sendiri merasa tidak ada yang salah dengannya, dirinya yang tidak menjawab bukankah tidak melanggar aturan apapun karena tidak ada aturan yang tertulis kalau calon murid harus menjawab yang dikatakan oleh para ketua.
"Aku tanya sekali lagi apa kamu tidak yakin masuk ke perguruan Langit Tinggi?" Tanya ketua Puang.
"Aku memang tidak yakin," ucap Lue Ang mengejutkan semua orang termasuk para ketua.
Ketua Puang terkejut dengan jawaban Lue Ang, Bagaimana bisa anak muda yang membuat batu hitam menjadi dua warna malah tidak yakin ingin memasuki perguruan Langit Tinggi.
"Apa alasanmu tidak yakin memasuki perguruan Langit Tinggi?" Tanya ketua Puang.
"Alasan pertama karena aku masih belum tahu seperti apa ujian masuknya, karena belum tahu ujian masuknya aku tidak tahu apakah aku bisa lolos atau tidak, itu membuat ku tidak yakin," ucap Lue Ang.
"Apa hanya karena alasan itu?" sahut ketua Puang
"Alasan lain, sebenarnya aku datang hanya untuk menemui seseorang di sini, aku mengikuti ujian pendaftaran juga bukannya sengaja," ucap Lue Ang semakin membuat ketua Puang terkejut mendengarnya.
Tidak ingin lagi berdebat dengan Lue Ang ketua Puang bergegas pergi, ketua Puang bahkan tidak bertanya pada Lue Ang siapa yang dirinya cari.
Sebelum ketua utama memutuskan keempat ketua tidak ada yang berani mengusik Lue Ang, karena Lue Ang adalah calon murid yang berbeda dengan lainnya.
"Kita putuskan saja setelah ketua utama mengambil keputusan untukmu," ketua Puang bertelepati pada Lue Ang.
"Ujian kali ini sangat mudah," ucap ketua Qiu yang langsung memindahkan para calon murid tidak jauh dari kandang kuda.
Terlihat semua kebingungan tidak mengerti kenapa mereka berada tidak jauh dari kandang kuda, ujian kali ingin apa mereka di minta untuk menaiki kuda pikir mereka serentak.
"Di dalam kandang kuda terdapat jerami, tugas kalian adalah mencari jarum emas di antara jerami yang ada di kandang kuda, kalian harus mengumpulkan lebih dari lima," ucap Ketua Qiu.
"Mencari jarum di tempat seperti ini," gumam salah satu calon murid.
"Diamlah, kamu mungkin akan langsung dikeluarkan jika ketua mendengar," sahut calon murid lainnya dengan suara pelan.
"Mencari jarum biasa saja sangat sulit apalagi jarum berwarna emas yang warnanya sama dengan jerami," gumam Ameng.
"Mereka sengaja mempersulit," sahut Lue Ang.
"Apa kalian semua mengerti harus melakukan apa," ucap ketua Pixu mempertegas dengan nada tinggi.
"Mengerti ketua," ucap semua kembali serentak.
Lue Ang memperhatikan semua tumpukan jerami dengan sangat teliti, mencari jarum emas di tumpukan jerami tidak mungkin bisa di dapat, pasti membutuhkan cara khusus untuk mendapatkannya.
"Apa kamu membutuhkan bantuanku? Mataku bisa langsung menemukan dengan cepat di mana jarum-jarum itu berada," ucap Ameng.
"Tidak tidak, aku bisa melakukannya sendiri," sahut Lue Ang.
"Apa kamu yakin?" Tanya Ameng.
Lue Ang hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Ameng, Lue Ang masih memikirkan cara agar bisa menemukan jarum emas.
"Ketua apa boleh kami membuat tim?" Tanya Pangeran Zuan.
"Tidak ada larangan membuat tim, lakukan apapun dan bagaimanapun caranya kalian harus bisa mendapatkan jarum emas, ingat ada batas waktunya," ucap ketua Pixu.
Mendengar ucapan ketua Pixu semua langsung mencari orang untuk membentuk tim, mencari dengan banyak orang akan lebih mudah mendapatkan jarum emas pikir mereka.
"Apa kamu mau satu tim denganku?" Tanya Pangeran Zuan.
Mendengar suara dari belakangnya Lue Ang memutar badannya, Lue Ang menatap Pangeran Zuan yang menunggu jawaban darinya.
"Tidak masalah mari kita satu tim," sahut Lue Ang membuat Pangeran Zuan terkejut, Pangeran Zuan mengira Lue Ang akan menolak.
"Ujian di mulai, waktunya hanya satu jam," ucap ketua Pixu.
Semua calon Murid sudah berpencar membongkar tumpukan jerami yang ada di depan mereka, Pangeran Zuan yang melihat Lue Ang hanya diam saja masih tidak mengerti apa yang sebenarnya dipikirkannya.
"Kita berpencar saja," ucap Lue Ang.
"Tapi di setiap jerami sudah ada orangnya," sahut Pangeran.
"Tidak apa lakukan saja, waktunya juga lebih dari cukup," ucap Lue Ang.
"Setelah menemukannya nanti diam saja, jangan memberitahu siapapun termasuk aku," sambung Lue Ang.
Pangeran Zuan langsung pergi meninggalkan Lue Ang, Karena dirinya seorang Pangeran ikut bergabung dengan calon murid lainnya mencari di tempat yang sama dengan mereka tidak ada yang berani menolak.
Lue Ang meminta Pangeran Zuan mencari pelan pelan dan tidak perlu terburu-buru mengitu yang lain, Karena Pangeran Zuan mencari dengan sangat pelan semua menertawakannya.
"Apa ini kita sudah membongkar semuanya tapi tidak menemukan apapun," ucap salah satu calon murid.
"Benar, kita seperti dipermainkan," sahut calon murid lainnya.
"Apa kalian tahu seberapa besar jarum yang disimpan di dalam jerami?" Tanya Pangeran Zuan.
"Tentu saja, tapi bukannya semua jarum ukurannya sama," ucap calon murid yang berdiri di samping Pangeran Zuan.
"Kalian sudah tahu itu dan mencarinya dengan cara seperti itu," ucap Pangeran Zuan membuat semua terdiam.
Tidak berbeda jauh dengan Pangeran Zuan Lue Ang juga mencarinya dengan pelan, Lue Ang yang memang sangat teliti dan memiliki ingatan bagus bisa menemukannya walau tidak mudah.
"Jika kamu mencarinya seperti itu sampai waktu habis juga tidak akan menemukannnya," ucap calon murid dengan sombong.
"Cih, mereka sangat sombong, mereka tidak mengetahui caramu benar-benar ampuh," ucap Ameng.
"Itu gunanya kita menggunakan otak bukan hanya mulut, biarkan otak dan tangan yang bekerja mulut tetap diam," sahut Lue Ang.
"Mereka tidak tahu saja caramu yang sangat pelan itu malah membuat mu mendapatkan lebih banyak dari yang lainnya, bahkan yang bicara seperti itu padamu masih belum menemukan satupun jarum emas," ucap Ameng membuat Lue Ang yang mendengarnya tersenyum.