NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Sang Duda

Gadis SMA Milik Sang Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Vava olive

Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Dua hari berlalu.

Nadia kembali mengingatkan dirinya kemana ibu aldo,

Seorang perempuan yang dulu amat dia cintai dan diharapkan untuk menjaga keluarga agar tetap utuh.

Bertahun-tahun saga menutup diri tentang perempuan,ia sama sekali tidak mau berhubungan dengan wanita manapun,

Bukan karna dia belum bisa melupakan cintanya kepada sang mantan istri,

Tapi saga merasa trauma dengan apa yang ia alami.

Namun setelah mengenal nadia,meskipun pada akhirnya ia dibohongi dengan status umur dan pendidikannya,ia tetap memilih bertahan.

"Ntah ini firasat atau ingatan itu kembali menggangguku.."

"Aku sangat yakin ada yang ditutupi oleh nadia"

"Beberapa kali aku mergokin dia dengan dua cowok yang berbeda,aku yakin salah satu dari mereka."

"Kaka? Berarti satu lagi siapa?"

Klek..

Saga meremas pulpen di tangannya hingga patah.

Dua hari ini dia menutup komunikasi dengan nadia,

Ia sengaja mengabaikan setiap pesan yang di kirim dan tak menjawab panggilan telfon.

"Miraa..jika ada yang datang ingin bertemu denganku bilang aku tidak ada.."

"Atau kamu bisa menghubungiku terlebih dahulu.." saga meletakkan kembali gagang telfon yang ia pakai untuk menghubungi sekretaris yang duduk tepat di depan ruangan kerjanya.

Tok tok tok..

"Maaf pak.." ucap mira yang membuka pintu secara perlahan.

"Bukankah aku sudah memberi tahumu untuk tidak mengganggu.."

"Cepat ada apa?"

"Begini pak..jadwal bapak hari ini mengunjungi sekolah pelita."

"Tadi saya ingin memberitahu bapak lewat telfon tapi terlanjur terputus"

"Cari perwakilan yang lain..jangan aku!"

Mira pun kembali menutup pintu saga dengan pelan-pelan.

Mira pun terkejut dengan perubahan sikap atasannya itu.

"Tak biasanya dia seperti itu.."

"Ada apa mir?" Tanya sarah yang melihat kepanikan dari wajah mira.

"Oh ini kak..hari ini harusnya pak saga kunjungan di sekolah pelita,tapi ia tidak mau dan memintaku mencari pengganti.."

"Yaudah nanti aku yang akan wakilkan.." ucap sarah.

"Jam berapa?"

"Kabari aku sebelumnya ya,biar aku menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu."

Mira pun menghela nafas panjang dan menganggukkan kepalanya.

"Terimakasih ya kak..lagi-lagi aku membuatmu repot.."

********

"Nad..ada apa?"

"Kamu dari kemarin tampak aneh.."

"Apa aku membuat kesalahan.."

Nadia menatap vino.

Seorang murid yang sangat tampan berkulit putih,dengan bola mata yang berwarna coklat tengah duduk di sebelahnya.

"Engga ada..mungkin aku sedang lelah!"

"Pulang sekolah mau nonton!"

"Atau mau kekosku?"

Nadia mengernyitkan dahinya.

"Kos?"

"Jangan berfikir yang aneh-aneh.."

"Aku dan temen-temen sengaja menyewa kos untuk kita jadikan basecamp.."

"Nanti kalau temen-temen kamu datang gimana?"

"Engga bakal.."

"Iyaa itu namanya sarah..gila cantik banget yaa.." ucap seseorang yang melewati nadia dan vino.

"Coba dari kemarin pak saga bawa sekretarisnya itu"

"Pak saga..bukankah sekretarisnya bernama mira!" Bathin nadia.

"Kenapa nad,kok tiba-tiba diem!"

"Engga..yuk kita masuk kelas..disini mulai panas.." ajak nadia.

Jam pun berlalu,kini bel pulang sekolah pun berbunyi,

Terlihat beberapa murid berhamburan berlari kesana kemari untuk menuju parkiran motor.

Sementara vino dan nadia berjalan sangat santai.

"Kamu mau beli sesuatu dulu?"

"Untungnya aku kemarin meninggalkan ps di kosan!"

"Kamu tau cara mainnya?" Tanya nadia.

"Tentu,nanti aku akan mengajarimu.."

Nadia pun berboncengan dengan vino,sekilas ia melewati seorang berparas cantik tengah duduk di kursi taman sekolah.

"apakah itu sekretaris baru pak saga.." bathin nadia.

"Kamu yakin ga mau nonton aja!"

"Iyaa,aku capek kalau harus jalan-jalan terus.."

"Yasudah.." vino pun langsung tancap gas menuju kosannya yang tak jauh dari sekolah.

Mereka berhenti tepat di depan rumah mewah yang ternyata di alih fungsikan menjadi kos-kosan.

"Wahh ternyata kosan kamu bagus,bersih juga.."

"Mau minum sesuatu?"

Saga pun mengeluarkan dua botol air mineral dari kulkas kecil di salah satu sudut kosan'nya dan nadia pun langsung membuka dan meminumnya.

Vino hanya menatap nadia yang terlihat sangat haus.

"Aku ga nyangka kamu mau ikut kesini.." ucap saga yang kini duduk tepat di sebelah nadia.

Secara perlahan tangan vino meraih tengkuk leher nadia dan mencium bibir nadia yang merah alami tanpa adanya lipstik atau lipbalm.

"Emmm.." nadia pun mulai menikmati ciuman yang diberikan oleh vino.

"Berkali-kali aku mengingat,vino memang lebih halus melakukannya.." bathin nadia.

"Nad.."

"Apa boleh?"

"Engga vin.."

Mendapat penolakan dari nadia,membuat vino berfikir sejenak lalu melanjutkan aksinya mencium bibir nadia.

Meskipun tangan nadia menahan tapi dorongan vino lebih kuat,

Kini tangan kanan vino sudah mulai meremas satu persatu payudara nadia.

"Ahhkk engga vin.."

"Aku tidak akan melakukan lebih nad.."

"Aku janji.."

Nadia pun akhirnya membiarkan kembali tangan vino yang bebas menggerayangi tubuhnya.

Bahkan kini vino menuntun tubuh nadia untuk tidur di atas kasur berukuran single di kamar itu.

Vino cepat-cepat melepaskan sabuk dan menurunkan celananya.

"Aku hanya minta untuk di pegang nad.." bisik vino di telinga nadia.

Nadia yang kini berada di antara gairah dan ketakutan pun menuruti permintaan vino,ia mulai menyentuh batang milik vino yang ia perkirakan lebih besar dan berotot milik saga.

"Apa faktor umur bisa berpengaruh!" Bathin nadia.

Vino terus mencium bibir nadia,menggerakkan lidahnya di dalam mulut nadia secara liar.

Vino pun mulai melepas dua kancing seragam milik nadia dan meremas payudara yang masih tertutup kain berbusa.

"Aahhkk sayang..gerakkan tanganmu.."

Cukup lama vino bermain dengan bibir nadia,

Bahkan sesekali nadia berani melepaskan ciuman vino dan mengeluarkan desahan hingga akhirnya membuat vino tidak dapat menahan hasrat kenikmatannya pecah.

Cukup banyak cairan yang keluar dan menetes di sela-sela tangan nadia dan membasahi lantai.

"Aku berjanji tidak akan meminta lebih sayang.."

Ucap vino yang mulai membersihkan cairan milinya sendiri.

"Sudah gila,kamu gila nad.."

"Apa yang akan terjadi jika tadi kamu melakukan hubungan dengan vino.." rutuk nadia dalam hatinya sendiri.

"Sayang.." panggil vino,yang membuat nadia langsung menengok ke arahnya.

"Tak apa kan aku memanggilmu sayang!"

"Vin.."

"Sebenarnya aku ingin ngomong sesuatu denganmu!"

"Engga nad..jika kamu ingin berhenti hanya karna merasa bersalah dengan pasanganmu aku tidak akan mau.."

"Aku tidak akan melepaskanmu nad." Ucap vino yang kini berdiri meninggalkan nadia di dalam kos sendiri.

"Apa yang akan terjadi.." ucap nadia sembari memijat kepalanya sendiri.

"Astaga..ponselku!"

"Ponselku akan otomatis mengirimkan lokasiku kepada saga.."

Nadia dengan cepat mengambil ponsel di tasnya dan menyetingnya menjadi mode pesawat.

"Akan sangat bahaya jika saga tau aku berada di sini.."

"Ah tapi untuk apa?"

"Toh dia beberapa hari ini mengabaikanku!"

"Mungkin memang sudah saatnya aku harus memilih salah satu dari mereka.."

"Tapi apakah mungkin vino akan menerimaku dengan keadaan yang sudah seperti ini"

"Tapi bagaimana dengan kuliahku jika aku berhenti jadi guru les aldo.."

Nadia pun membuka aplikasi whatsapp dan menatap beberapa pesan yang ia kirim ke saga namun tetap tidak ada jawaban.

"Yasudahlah.."

"Terserah dia.." ucap nadia.

"Kamu sudah menghubungi pacar pertamamu!" Kemunculan dan Ucapan vino seketika membuat nadia seperti tersambar petir di siang bolong.

Nadia meneguk kembali air mineralnya.

"Maksud kamu apa?"

"Aku tau nad.."

"Aku akan menunggu sampai kapanpun?"

"Jangan berkata seperti itu?"

"Aku tidak ingin kamu terlalu berharap padaku vin.."

"Kita masih tidak tau kedepannya akan seperti apa!"

"Aku sungguh-sungguh nad.."

"Kamu mau ikut denganku di acara pernikahan saudaraku!"

"Kapan?"

"Sabtu minggu.."

"Aku akan meminta ijin kepada orang tuamu"

"Aman kok,villa perempuan dan pria dipisah"

"Atau kamu mau yang jadi satu?" Ledek vino.

"Hisss.."

"Nanti aku kabarin ya"

"Iyaa..yaudah yuk makan"

"Tadi aku membeli makanan ke depan.."

"Aku sangat lapar.." ajak vino sembari membuka dua bungkus nasi padang yang ia bawa dari luar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!