NovelToon NovelToon
Celestia Online

Celestia Online

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Aksi / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: alicea0v

Seorang gadis terbangun di tengah rimbunnya hutan benua Vlagria tanpa ingatan bagaimana ia bisa sampai disana. Ini adalah dunia Celestia Online, sebuah MMORPG megah yang menjanjikan petualangan tanpa batas. Namun, bagi Alice, petualangan itu berubah menjadi teka-teki mematikan. Bisakah Alice pulang ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alicea0v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARC 1-Alice Atau Monster?

Di lantai atas, Arthur menghantamkan pedang raksasanya ke celah bebatuan secara membabi buta. Wajahnya bersimbah peluh dan debu, sementara matanya memerah oleh amarah serta rasa bersalah yang menghimpit dada.

​"Alice! Bertahanlah!" raungnya, mengabaikan peringatan Xena agar tidak terlalu panik.

​Tiba-tiba, ledakan cahaya hijau pekat menembus celah-celah lantai batu. Tekanannya begitu dahsyat hingga melempar Arthur, Albertio, dan Violet mundur beberapa langkah. Cahaya itu bukan lagi sihir support yang hangat, melainkan energi murni yang terasa tajam, dingin, dan berwibawa. Energi tersebut menyebar cepat, membuka lubang yang dalam di hadapan mereka.

​Dari lubang kegelapan yang menganga, sesosok figur melayang naik secara perlahan.

​Itu adalah Alice.

Namun, ia bukan lagi Alice yang mereka kenal. Rambut merah mudanya kini berpendar perak di ujung-ujungnya, berkibar seolah ditiup angin. Kalung kristal di dadanya berdenyut, memancarkan aura yang membuat udara di sekelilingnya berderak. Saat kakinya menyentuh lantai, sebuah gelombang kejut lembut menyapu seluruh aula, membekukan teman-temannya di tempat mereka berdiri.

​Wuuush...

​Hening sejenak.

​Suasana di aula itu mendadak sunyi, hanya menyisakan dengung samar dari energi tubuh Alice kian meredup bersamaan dengan terhuyungnya tubuh wanita itu.

​"Alice...?" bisik Arthur. Ia hendak melangkah maju, namun kakinya terasa seberat timah. Ada sesuatu yang menahannya, bukan sihir pengikat, melainkan insting yang memerintahkannya untuk tetap di tempat.

​Alice tidak menjawab, ia hanya diam mencoba menjaga keseimbangan tubuhnya. Di balik tatapannya, ia teringat betapa perihnya berada di bawah reruntuhan yang gelap tadi seorang diri. Ia teringat rasa tidak berdaya melawan ketakutan yang selama ini ia hindari.

“Aku tidak peduli dunia ini jadi sempurna atau tidak…

Tapi aku tidak akan membiarkan orang lain merasa sendirian seperti aku.” batinnya dengan penuh pertimbangan."Selain itu, aku butuh informasi dan perlindungan dari mereka, untuk pulang ke duniaku."

setelah beberapa saat yang terasa sangat lama itu,

​Alice perlahan tersenyum, sebuah senyuman yang begitu tulus hingga membuat kegelisahan Arthur mereda seketika. Tapi di sorot mata wanita itu, ada sedikit kegelisahan yang mendalam, ada kesedihan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

​"Maaf membuat kalian khawatir, teman-teman," suara Alice terdengar sedikit bergetar.

​"Alice! Kau tidak apa-apa?" Xena berlari kecil, wajahnya dipenuhi kekhawatiran meski ia gemetar karena tekanan aura Alice.

"Kami pikir kami sudah kehilanganmu! Dan aura ini... apa yang sebenarnya terjadi?"

​Alice tidak menjawab Xena. Ia langsung memeluk Arthur, membenamkan wajahnya di dada pria tersebut.

"Aku takut... Di bawah sana... Di bawah sana terlalu gelap." Ia memeluk Arthur sambil menahan isak tangis. Arthur terdiam. Tangannya sempat ragu sejenak… sebelum akhirnya membalas pelukan itu dengan pelan.

​Xena segera mengarahkan mata sihirnya, mencoba memindai rekan setimnya itu.

"Tidak mungkin..." bisiknya dengan wajah pucat.

"Mana di sekelilingnya... mata sihirku tidak bisa membacanya. Ini bukan Mana yang biasa digunakan manusia, Arthur!"

​Albertio tidak lagi bersikap tenang. Ia berdiri tegak, matanya yang tajam mengamati setiap inci pergerakan Alice.

"Alice, kau jatuh ke dasar lubang dan kembali tanpa satu goresan pun?"

​Violet, sang pembunuh, berdiri di samping Arthur. Belatinya sudah terhunus, namun ia tidak menyerang.

"Ahaha... Alice yang asli punya aroma kelinci yang lembut," Ucap Violet dengan seringai haus darah.

"Wanita ini... dia berbau seperti sesuatu yang lain. Tapi aku menyukainya." ia lalu menyarungkan belatinya, menandakan bahwa ia menyukai sosok yang hadir di depannya itu.

​Keadaan tim saat ini sangat memprihatinkan. Arthur hampir tumbang karena kelelahan setelah menahan napas laser Salamander, Xena kehabisan Mana total setelah Exa Blast, dan Albertio mulai melambat akibat luka gores di kakinya.

​Alice melepaskan pelukannya dari Arthur dengan pelan. Ia mundur beberapa langkah perlahan.

"Teman-teman, terima kasih." ucapnya tulus sebelum bersiap menggunakan kekuatan barunya.

​Alice melihat kondisi mereka dengan tatapan sedih, namun penuh perhitungan. Ia mengangkat tangannya. Pendaran cahaya suci berwarna keemasan mulai terbentuk di sekitar tubuhnya.

​[Divine Magic: Full Recharge]

​Bukan cahaya biru standar dari sihir Support. Sebuah gelombang energi kuning keemasan yang murni mengalir dari pusat tubuh Alice, memasuki setiap tubuh teman-temannya.

​Shhhhh...!!!

​Seketika, rasa sakit di tubuh Arthur menghilang. Luka di kaki Albertio menutup dalam sekejap. Dan yang paling mengejutkan, Mana Xena yang tadinya kosong melompong kini terisi penuh hingga meluap hanya dalam satu detik.

Tidak ada yang berbicara.

Untuk beberapa detik, mereka hanya berdiri diam… mencoba memahami keajaiban yang baru saja terjadi.

Hening...

Beberapa saat kemudian suara Xena memecah kesunyian itu.

​"Waa..waa..waa.. Apa-apaan ini?!" seru Xena, menatap tangannya yang kembali dialiri energi magis yang luar biasa.

"Pemulihan instan untuk seluruh tim? Support tingkat tinggi saja, butuh waktu untuk ini!"

​Energi di tubuh Alice mulai menghilang. Alice menahan rasa sakit yang menjalar di kepalanya dengan satu tangan, akibat penggunaan mana yang berlebihan, namun ia mencoba tetap terlihat kuat. Dia memberikan senyuman yang hangat, begitu hangat kepada teman-temannya.

Sunyi sejenak...

"Sakit... kekuatan ini terlalu berbahaya bagiku. tapi aku ingin tetap hidup, aku harus membuat tempat dimana aku bisa hidup aman di dunia ini." batin Alice berkonflik sembara menahan rasa sakit di pelipisnya.

​ia menurunkan tangannya perlahan. "Teman-teman, kumohon, pinjamkan aku kekuatan kalian. Aku ingin mengubah dunia ini menjadi lebih baik lagi. Dengan kekuatan ini, aku yakin." Alice berhenti sejenak, sebelum melanjutkan.

"Aku yakin bisa membawa cahaya bagi dunia yang kejam ini," ucapnya sambil menundukkan kepala.

Ekspresi teman-teman Alice melunak sejenak. Sayangnya itu tidak berlaku bagi Albertio, bukannya bersyukur, ia justru semakin curiga. Kekuatan yang ditunjukkan Alice terlalu besar, terlalu asing, dan terlalu mendadak. Rasa waspada kini berubah menjadi ketakutan yang nyata di matanya.

Arthur membuka suara, memecah udara yang membisu di ruangan itu.

​"Jelaskan padaku, Alice'," suara Arthur pelan meminta penjelasan.

"Bagaimana kau mendapatkan kekuatan ini? Apa yang kau temui di bawah sana?"

​"Aku menemukan kalung ini di saat aku hampir kehilangan harapanku, Arthur," ucap Alice sambil memejamkan mata.

​"Cukup dengan aktingmu!" Albertio mengambil jarak di antara mereka.

“Aku ingin percaya… tapi aku tidak bisa,” ucap Albertio pelan.

“Jadi jawab aku… sebelum aku memaksamu.” Ia mulai memasang kuda-kuda menyerang. Tangannya menggenggam erat katananya.

​"Apa yang kau lakukan, Albertio?" tanya Arthur yang mulai panik di tengah situasi yang memanas ini.

​"Albertio, ku mohon hentikan, aku tidak ingin bertarung dengan kalian," Alice berbicara sambil menggenggam kalung dewinya. Ia mencoba mundur beberapa langkah dengan sikap waspada.

​Albertio menyeringai, matanya memancarkan kecurigaan yang mematikan.

"Alice yang asli tidak memiliki mana semurni dan sekuat ini. Tapi kau... kau bahkan menyembuhkan kami hanya dalam waktu singkat. Katakan padaku, makhluk apa yang sedang memakai kulit temanku? Jika kau tidak bicara, aku akan membelahmu sekarang juga!"

​"Gimana nih... Apa yang harus ku lakukan? Bersujud? Tidak… tidak… itu memalukan! Tapi kalau aku mati di sini gimana?! Kalau aku tidak melakukan apa pun, dia akan menebasku," batin Alice panik, namun wajahnya tetap terlihat tenang demi menjaga harga dirinya.

​Alice tidak bergerak.

Jika satu langkah saja ia salah. pedang itu akan memisahkan kepalanya dari tubuhnya. Alice benar-benar tidak tahu apakah ia akan selamat atau tidak.

1
T28J
buset, kebablasan bah, jauh banget 20 meter 🤣
alicea0v: Eh, Kejauhan kah🤭🤭🤭 gomenasaai..
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
aku akan selalu mendukungmu/Rose/
Manusia Ikan 🫪
TUH SUDAH AKU DUGA DARI AWAL CHAPTER 🤣
Manusia Ikan 🫪: insting ku ini cukup kuat loh/Doge/
tidak ada yang kebetulan untuk nama author dan MC yang sama... kecuali keduanya saling terhubung🥴
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
inilah tantangannya :v
Manusia Ikan 🫪
semangat ya, aku juga gitu T_T
cape😅
alicea0v: makasih bg 🤣 semangat atta halilintar.
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
Hai sayang☺
Manusia Ikan 🫪
is is iiis :v
Manusia Ikan 🫪: iyaa, cantik kok kayak authornya🌹
total 6 replies
Manusia Ikan 🫪
wow bisa ganti POV gitu ya dari sudut pandang ketiga ke pertama... menarik manrik... 🥴
Manusia Ikan 🫪
ooh bagus bagus, aku bakal copy skill ini untuk ceritaku selanjutnya😜
Manusia Ikan 🫪: iya iyaaa :v
total 4 replies
Manusia Ikan 🫪
baru juga aku selesai nulis pertempuran di reruntuhan kuno juga, sama sama di ganggu oleh debu yang bikin sedak sama sakit mata😹 malah ketemu bab ini di sini, kebetulan macam apa ini. 😹
Manusia Ikan 🫪
segala ada lubang 😹
Manusia Ikan 🫪: iyaaah, maap baru hadir :v
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
uweeek daging orc🥴
Manusia Ikan 🫪
temaram artinya apa?
Manusia Ikan 🫪: oalaaah :v
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
agak kejam juga aturannya😹
alicea0v: kan dunianya jadi real gitu🤭
total 1 replies
T28J
cantik. juga si Hestia /Drool/
alicea0v: Ehehe... 🤭 apa ceritanya udah bagus kak? apa yang kurang?
total 1 replies
T28J
kasih bunga untuk 3 jam nya /Rose/
alicea0v: Terima kasih /Drool/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
bahaya, bisa meninggal oleh tersedak kalau kayak gitu🥴
alicea0v: Roti bantal bang.. gak kesedak kok.. 😄
total 1 replies
T28J
/Rose//Rose//Rose/
T28J
/Sob/ gak jadi sedih deh gue🤣
alicea0v: Wah makasih banyak kakak, kalau ada kritik yang membangun jangan segan-segan ya.. 🙏🙏😍😍
total 3 replies
T28J
/Sob//Sob//Sob//Sob/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!