NovelToon NovelToon
Rekah Rasa Di Ambang Senja

Rekah Rasa Di Ambang Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:400.3k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Berulang kali patah hati oleh pemuda yang sama, membuat Lova berusaha melepas mimpinya menjadi kekasih Afnan, dan pasrah menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Namun siapa sangka, nyatanya lelaki pilihan mama dan papa adalah Afif sang guru mengaji yang juga putra dari teman papa. Bukan karena jarak usia mereka yang terpaut cukup jauh, namun sosok Afif yang terkenal anti perempuan apalagi jika perempuan itu termasuk ke dalam golongan manusia minus akhlak dan ilmu agama sepertinya yang membuat Lova berpikir lebih baik ia diciptakan menjadi sebuah debu saja.

***

Disaat ia sudah bisa menerima semua yang terjadi, justru sosok pemuda impiannya itu hadir kembali di kehidupan Lova.

Akankah Afnan mampu menggoyahkan hati Lova, bagaimana pula Afif membimbing Lova demi membawa bahtera rumah tangga keduanya hingga mampu menepi di jannahnya Allah?

~~~
"Kenapa mesti surat Ar-Rahman dan surat An-Nisa yang jadi mahar?"

"Terus kamu maunya apa? Yassin? Al Jinn?"
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Ingin jadi dokter hewan

Afif hampir setengah membanting pintu kamarnya. Ia yang memancing di air keruh, ia juga yang kebakaran.

Prediksinya semakin tepat pada jurang ketakutannya sendiri, jika Afnan yang dimaksud adalah Afnan adiknya.

Namun ketika ia baru saja mengontrol degupan jantungnya, leher jenjang nan putih itu terekspos tanpa apapun menghalangi, bahkan sepertinya debu dan kotoran saja terlalu minder untuk sekedar mampir.

Aroma sabun segar membelai penciuman kala Afif memutuskan masuk ke dalam kamar. Semakin hari, rasa memilikinya atas Lova itu semakin muncul ke permukaan, merenggut akal sehat dan terkadang mengganggu ketentraman hati. Terlebih hari ini.

Apakah, ia sedang merekah rasa di usianya yang tidak lagi muda? Di ambang senja begitu? Ia terlalu sombong mengatakan jika siapapun yang ditemuinya dalam kondisi jatuh cinta pada manusia itu terlalu berlebihan, karena sejatinya cinta terbesar harus dipersembahkan untuk sang Pencipta. Namun kini baru ia pahami, jika nyatanya hal itu tidak semudah apa yang diucapkan.

Seharusnya tadi, ia tidak berburuk sangka berujung menyerang adiknya begitu hanya karena nama Afnan di secarik kertas merah muda. Hanya sebuah kata, sebuah nama. Belum memiliki arti apapun.

Benar, ia terlalu lelah...butuh liburan, dan yeah?! Tentang surat itu, apa ia sanggup membacanya sampai tuntas jika hanya sebuah kata saja sudah membuatnya begini?

Lova berbalik dengan badan segar, rambut yang terlilit handuk kecil, dan duduk di depan meja rias, ia tengah mengoleskan lotion di kulitnya.

"Besok takut aku telat atau ngga denger alarm, bangunin aku ya mas." Mengusap-usap merata secara keseluruhan, membuat kulitnya licin lalu lembab.

Afif bergumam untuk menjawabnya, lalu membuka kemeja yang sedari tadi telah lengket memeluknya, dengan mulut yang masih terkatup diam, otaknya itu masih terus saja berisik.

"Mas mau mandi, atau cuma ganti baju aja? Tapi aku saranin enak mandi loh, cuaca hari ini lagi panas, Bandung sekarang kayanya sama aja kaya kota lain, ikut-ikutan panas..." begitu ucap Lova masih menatapnya setelah sebelumnya memutar badan secara keseluruhan.

"Mas mau mandi, Va." Lirihnya bersuara, oke mari kita singkirkan otak jahanam yang menggerogoti akal sehat, astagfirullah.

Lova mengangguk.

Namun alih-alih masuk ke dalam kamar mandi ia justru berjalan mendekat ke arah lemari, niatnya sih untuk mengambil baju ganti dan dalaamaan, tapi posisinya yang sedikit lebih dekat dengan meja rias, dimana Lova masih duduk mengusap kaki-kaki jenjangnya sekarang, sukses membuat Afif diam untuk waktu yang lama.

Jujur saja, setelah aroma sabun membelai penciuman, kini harum lotion sudah mencolek otak Afif yang dangkal, cukup lembut dan nyaman untuk sekedar ia biarkan begitu saja. Salivanya mendadak menumpuk di dalam mulut.

"Va, sudah ada rencana ingin kuliah dimana dan ambil jurusan apa?" cukup gusar juga mengingat ucapan Afnan tadi.

Lova mendaratkan tatapannya pada Afif, sepasang netra cantik itu menatap bergantian dari kiri ke kanan seolah sedang mencari sesuatu sebelum akhirnya melanjutkan kegiatannya disana, selesai dengan lotion di kaki berpindah membuka lilitan handuk di rambut.

Sisir dengan kepala bulat berwarna putih itu diraihnya dari atas meja, sementara mulutnya bergumam ria sejak tadi, seperti sedang kebingungan menentukan jawaban sang suami, menggerus waktu kian menitnya.

Surai yang melewati ruas sisir tak meninggalkan sehelai pun bukti jika rambut itu terawat sempurna oleh si empunya. Bahkan Lova rutin membubuhkan vitamin yang lagi-lagi menjadi cobaan terberat Afif setiap istri kecilnya habis keramas. Sebab, sensor penciumannya meneruskan itu menjadi sebuah ujian ternikmat untuk jiwa kelelakiannya.

"Emh, ngga tau. Baru kepikiran mau ambil FK, tapi kayanya berat..." ucapnya ragu, entah itu meragukan kemampuannya ataukah meragukan prodi pilihan bahkan mungkin, melihat peluang saingan.

"Dokter?" tanya Afif lagi, diangguki Lova, "iya. Tapi dokter hewan. Hahaha kayanya seru, asik deh mas."

Alisnya sedikit mengerut, handuk sudah disampirkan di pundak, justru semakin erat mengalung di lehernya sekarang, seolah manusia satu ini enggan untuk beranjak ke kamar mandi cepat-cepat.

"Dokter hewan Dealova." Lova memetakan tangannya di udara, tepat di depan cermin dan Afif. Membayangkan satu papan nama dengan nama dirinya setelah gelar drh.

"Yang diobatin cobra pilek! singa sakit gigi, atau kuda Nil bira hi. Hahahaha." Lova tertawa, dan tawanya itu memancing Afif untuk ikut mendengus geli, "ngga minat buat kuliah di jurusan keislaman?" tanya nya lagi.

Dan air muka Lova yang kini rambutnya telah rapi disisir ke arah belakang itu lebih teduh dengan senyum jenakanya, "aduhhh, gimana ya mas...aku ngga punya minat kesitu kayanya."

"Bukan ngga punya sih, tapi minatku lebih besar ke akademik yang berbau-bau pendidikan umum, dari dulu aku tuh suka main dokter-dokteran, suka sama binatang juga. Kalo diajak ke toko mainan yang dibeli pasti peralatan dokter plastik yang kujadiin pasien ya boneka-boneka hewanku. Aku juga suka nolong-nolong kucing yang lewat di depan rumah, atau burung sama hamster."

Matanya berbinar, menatap ke arah samping Afif, tapi jelas Lova sedang memandang masa depannya, "keren ngga sih mas, aku pake jas putih, snelli. Tapi pasiennya itu hewan. jangan salah mas, konsultasi sama biaya perawatan hewan lebih mahal loh ketimbang manusia."

"Manusia tuh ada puskesmas, punya BPJS. Nah hewan?"

Dan jawabannya itu seolah memukul kembali kepercayadirian Afif, memantik senyum miring dan tawa sumbang jika apa yang dikatakan Afnan itu benar....Lova menolak.

"Menurut mas, kira-kira aku bisa ngga ya? Aku tuh berusaha banget loh mas buat belajar....ngulang lagi ngulang lagi pelajaran, biar bisa ikut SNBT, sasaranku sih Universitas Obor Kujang." Ada sorot penuh harap dari sepasang netra indah itu, meminta do'a dan semangat darinya, meluluhkan hati yang hampir kembali mengeras.

Afif semakin memangkas jarak keduanya, berjongkok dan meraih tangan Lova, "insyaallah. Mas do'a kan...pasti bisa. Mas yakin..." hatinya harus terlampau lapang, mencintai manusia nyatanya adalah ujian sulit.

Kembali menatap binar indah yang tertangkap di matanya, Lova tidak berontak atau menepis, ia justru dengan lembut dan santunnya meraih punggung tangan Afif untuk kemudian ia kecup, "makasih ya...aku bakalan berusaha buat bikin bangga. Drh. Dealova Almaheera." ia terkekeh renyah menunjukan kedua gigi kelincinya yang menggemaskan.

Entah apa yang ada di otaknya sekarang, yang jelas Afif sudah mengambil sikap dengan memajukan badannya dan mengecup kening Lova, tidak sebentar karena ada hening yang membiarkan degupan jantung itu terdengar di masing-masing telinga.

Lova bahkan sudah memejamkan matanya kala benda lembab, kenyal itu sedikit basah mengecup kening sehalus pualamnya. Ada glenyer hangat yang terasa sampai ke hati, meski tak lama kemudian aksi Afif lebih nekat lagi dengan meraih dagunya dan mengangkat itu.

Hanya sepersekian detik, gerakan kilat selanjutnya membuat Lova membulatkan matanya sempurna, sebab....

Deru nafas Afif meniup-niup kulit wajahnya sementara dirinya kesulitan bernafas.

.

.

.

1
Ney Maniez
aduhhh lovaa sbnrnya GK ditolak 😂
tapiii itu dah terlambat 😂😂
Elshanum
Selalu suka 🥰
Rusmirus
baru baca, awal cerita yang menarik, dari penulisan dan bahasa yang digunakan juga jadi kaya langsung masuk kedalam cerita.. okelahh kita lanjutkan baca nyaa, semoga seru yahhh kak baru lagi baca noveltoon cerita baru, biasanya selalu ngulang ngulang novel yang udah lama...
Astrid Kucrit
tapi lova kan sekarang cinta ayang afif kan ya va yaa
Aca
up lagi plisss tehh🤣😭
MPit Mpit MPit
hahahaha hahaha pakaian udah ukhti kalo ngomong masihhh bahlul..😂😂😂😂 akuh suka akuh suka
Christine
serius vy....ada hidayah...🤭🤭🤭🤭
Bunda Idza
akhirnya kebenaran muncul juga kepermu6ya Va..... ternyata perasaanmu bukan tidak terbalas, tapi tidak terbaik menurut pemilik hatimu, kini Allah SWT telah tetapkan yang terbaik untukmu Va.... genggam yang kuat meniti jalan ridho-Nya agar kelak tetap bersama hingga di kehidupan abadi/Jannah -Nya
Rosyani Rini
helehhhhh.... ketahuan 🤣🤣🤣
Diaz Nayla Az Zahra
nah....lho.....ngaruh gak va denger pengakuan Afnan....gak lah ya....secara mas Afif jauh lebih2 dari Afnan...Afnan mah masalalu,masa sekarang dan masa depan hanya mas Afif seorang 🥰
Bulan-⁶
tapi cara kamu buat nolak lova terlalu sadis nan tapi sukses sih buat lova jadi sakit hati
Ernaaaaa
awassss Kade ipar adalah maut xixixii
Tiffany_Afnan
besti gesrek 🤣
dyah EkaPratiwi
cobaan apalagi ini
ieda1195
pertama begitu va, entar lama lama kmu juga terbiasa, klo kmu udah terbiasa, ntar kki gk pake berasa malu, berasa ada yg kurang, dan gk pede,
ieda1195
wkwkwkwk, jawaban yg baik,
masih mending dibilang kunti, gk dibilang wewe gombel
ieda1195
berpenampilan muslimah bukan berarti katro sih va, sekarang banyak contoh outfit muslimah yg keren keren kok
Iccha Risa
aelaah teuing bulet, emang tahu... gpp juga gendut namanya juga kelebihan cinta mas Afif yee🤭
Daisy❤️HilVi
ngucur itu bukan netes lg🤭
Trituwani
nggak denger...
nggak denger....
anggep angin kentutt va....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!