NovelToon NovelToon
Sins Of The Playboy

Sins Of The Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Roman-Angst Mafia
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

King Stone (27 tahun) bisa dengan mudah melupakan ratusan wanita yang pernah singgah di hidupnya selama menjadi playboy.

Namun, gadis di hadapannya ini adalah pengecualian mutlak.

Olivier Martinez merupakan cinta pertama sekaligus mantan kekasih King selama tiga tahun di masa high school—gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja demi ego remaja agar tidak terikat oleh seorang wanita di masa depan.

Kini, roda kehidupan berputar. Di dalam rumah sakit mewah miliknya sendiri, King sama sekali tidak memiliki kuasa atas Olivier.

Di hadapan sang mantan kekasih yang menatapnya penuh kebencian dan kini bersenjatakan sumpah medis sebagai dokter residen, King harus menghadapi kenyataan pahit. Ia sadar bahwa luka penyesalan di hatinya jauh lebih sulit disembuhkan daripada luka sayatan parah di perutnya.

Pertemuan tak terduga ini menjadi awal dari karma masa lalu yang siap menghancurkan keangkuhannya.

~~~~~
Happy reading 🦋🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Aroma anyir darah yang merembes dari perban perut King Stone mendadak terasa makin pekat, berbaur dengan uap lembap ruang bawah tanah kastel.

Kendrick Stone masih berdiri di sana, menatap kakaknya dengan sebelah alis terangkat, menanti reaksi lebih lanjut dari sang pangeran sulung atas saran gila yang baru saja ia lemparkan.

"Kau pikir aku tidak pernah memikirkan hal itu, Kendrick?" Suara King memecah keheningan, terdengar serak, rendah, dan berbahaya.

Pria itu bangkit berdiri dari bangku panjang, membuat otot-otot tubuhnya yang basah kembali menegang.

"Menyeretnya ke kastel ini, mengurungnya di kamarku, dan menanamkan benihku di rahimnya sampai dia tidak punya pilihan selain menyerah padaku... Aku memikirkan hal gila itu setiap detik sejak aku melihatnya lagi di ruang rawat inap!"

King melangkah mendekati meja nakas, meraih sebotol wiski pekat tanpa gelas, lalu meneguknya langsung hingga cairan ambar itu membasahi sudut bibirnya. Rasa terbakar dari alkohol dosis tinggi itu seolah beradu dengan rasa perih di perut kanannya.

"Tapi Olivier bukan wanita-wanita klan Eropa yang bisa kau taklukkan dengan paksaan, Ken," lanjut King, mata elangnya menyipit tajam, berkilat oleh obsesi yang menyala-nyala.

"Jika aku memaksanya dengan cara sekotor itu, dia akan membenciku sampai mati. Dan aku tidak mau memiliki tubuhnya jika jiwanya mengutuk namaku setiap hari."

Kendrick mendengus, memutar bola matanya mendengar idealisme kakaknya yang mendadak muncul jika sudah menyangkut si singa Betina.

"Kau terlalu banyak membuang waktu untuk drama romantis, Kak. Sementara kau sibuk merobek jahitanmu di sini, dunia luar terus bergerak. Oh, berbicara tentang bergerak..." Kendrick meraba saku jasnya, mengeluarkan ponselnya yang mendadak bergetar seiring sebuah pesan masuk dari nomor internal klan.

Alis Kendrick bertaut saat membaca pesan tersebut. Ia mendongak, menatap King dengan ekspresi yang berubah menjadi sedikit serius. "Kaelix baru saja mengirimkan laporan aneh dari St. Jude Academy."

King menghentikan tegukan wiskinya. "Kaelix? Ada apa dengan si bungsu es itu?"

"Dia bilang, dia baru saja melihat seorang anak perempuan berusia sekitar sembilan atau sepuluh tahun di sekolah Xavier pagi ini," ucap Kendrick, membaca baris demi baris pesan teks dari adik kembarnya.

"Kaelix tidak biasanya peduli pada anak orang lain, tapi dia bilang... anak itu memiliki sepasang mata yang identik dengan matamu, Kak. Bahkan Xavier mengatakan anak itu sangat mirip dengan Kyara putriku."

Prang!

Botol wiski di tangan King Stone terlepas begitu saja, menghantam lantai beton dan hancur berkeping-keping. Cairan pekat dan pecahan kaca berserakan di sekitar kaki telanjangnya, namun King sama sekali tidak peduli. Seluruh tubuh tegapnya mendadak kaku, membeku di tempat seperti patung lilin.

"Apa kau bilang...?" bisik King, suaranya mendadak kehilangan seluruh otoritasnya. Tenggorokannya terasa kering, dan jantungnya berdentum begitu keras di balik rongga dadanya hingga menimbulkan rasa sakit yang nyata.

"Anak perempuan. Sepuluh tahun. Mata elang sepertimu, dan wajah hampir mirip seperti Kyara putriku," Kendrick mengulangi dengan nada datar, namun sepasang matanya kini menyipit, mulai menangkap benang merah dari teka-teki yang selama ini tidak pernah mereka sadari.

"Dan tebak siapa yang mengantarnya ke sekolah pagi ini, Kak? Dokter residen kesayanganmu... Olivier Martinez."

Dunia di sekitar King Stone seolah runtuh dan berputar terbalik dalam satu detik yang mengerikan.

Sepuluh tahun.

Gadis kecil berusia sepuluh tahun.

Otak jenius King yang biasanya digunakan untuk menyusun strategi mafia dan bisnis legal Chicago kini bekerja dengan kecepatan penuh, merangkai setiap kepingan puzzle yang berserakan.

Ingatan King melesat kembali pada kejadian kemarin sore di kamar VIP—saat ia berlutut di depan perut ramping Olivier, merasakan kehangatan di sana, dan bagaimana Olivier dengan panik menghalaunya, berteriak bahwa tidak ada anak-anaknya di perut itu dengan mata yang berkaca-kaca.

Perut itu tidak ada Anak-anakmu sekarang...

Apa mungkin karena anak itu sudah lahir sepuluh tahun lalu?

"Olivier..." desis King, napasnya mendadak memburu, bukan karena lelah bertinju, melainkan karena sebuah gelombang kenyataan gila yang menghantam seluruh kesadarannya. "Dia menyembunyikan anakku. Dia melahirkan darah dagingku sendirian di luar sana!"

"Wah..." Kendrick menurunkan ponselnya, sebuah senyuman miring yang dingin terukir di wajah tampannya. "Tampaknya saran gila yang kukatakan tadi sudah kau lakukan sepuluh tahun yang lalu sebelum kau mencampakkannya, Kak. Sialan, kau benar-benar menanam benih klan Stone di rahim si singa Betina."

King tidak mendengarkan racauan adiknya lagi.

Kegilaan di dalam dirinya mendadak meledak ke permukaan. Pria itu berbalik, mengabaikan rasa perih luar biasa di perutnya yang kini kian deras mengeluarkan darah akibat guncangan emosinya. Ia menyambar kemeja hitamnya yang tergeletak di atas bangku, memakainya dengan gerakan kasar tanpa memedulikan kancing-kancingnya yang terpasang berantakan.

"Siapkan mobil, Kendrick! Sekarang!" perintah King, suaranya menggelegar dipenuhi oleh kemarahan, kerinduan, dan rasa posesif yang telah mencapai tingkat paling ekstrem. "Aku harus bertemu El. Aku harus melihat anakku!"

"Tenang dulu, Kak! Lihat perutmu, jahitannya benar-benar bisa lepas!" Kendrick mencoba menahan bahu King, namun dengan satu sentakan bertenaga monster, King mengempaskan tangan adiknya.

"Persetan dengan jahitan ini! Persetan dengan luka ini!" teriak King, sepasang mata elangnya memerah sempurna, memancarkan kilat kegilaan yang mengerikan.

"Wanita itu telah mencuri sebagai diriku dan sepuluh tahun hidup bersama anakku! Dia membiarkan darah dagingku tumbuh tanpa tahu siapa ayahnya! Jika aku harus merobek seluruh tubuhku demi menjemput mereka pagi ini, maka aku akan melakukannya!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara itu, di sebuah laboratorium sains di St. Jude Academy, Nora Amelie sedang berdiri dengan percaya diri di depan papan presentasi digitalnya.

Jemari kecilnya bergerak lincah menjelaskan simulasi sirkuit robot pembersih air otomatis yang ia rancang sendiri. Para juri dan guru yang mendengarkan penjelasannya tampak mengangguk-angguk kagum, terpesona oleh kecerdasan luar biasa yang dimiliki oleh bocah berusia hampir sepuluh tahun itu.

Di barisan belakang ruang aula, Xavier Stone duduk dengan tenang di samping ayahnya, Kaelix. Sepasang mata unik Xavier—biru dan cokelat—tidak pernah lepas dari sosok Nora.

"Daddy," bisik Xavier, menarik ujung jas abu-abu Kaelix. "Kakak itu... namanya Nora Amelie Martinez. Aku membaca daftar namanya di papan pengumuman lobi. Mengapa nama belakangnya Martinez? Bukankah itu nama dokter yang merawat Uncle King?"

Kaelix Stone tidak menjawab pertanyaan putranya.

Sepasang mata sedingin es milik Kaelix masih terkunci pada Nora. Sebagai seorang ahli hukum klan yang terbiasa menganalisis data, Kaelix tidak percaya pada kebetulan.

Nama Martinez, usia sepuluh tahun, dan wajah yang menyerupai klan Stone adalah tiga variabel yang mengarah pada satu kesimpulan mutlak yang sangat gila.

Kaelix meraba ponsel di sakunya, berniat menghubungi divisi keamanan internal klan untuk melakukan tes DNA rahasia pada sisa botol air minum yang digunakan Nora di atas panggung.

Namun, sebelum jemarinya sempat menekan tombol, sebuah getaran panggilan masuk dari King Stone memotong layarnya.

Kaelix mengangkat ponselnya ke telinga. "Ya, Kak?"

"Jangan sentuh anak itu, Kaelix! Jangan lakukan apa pun padanya sebelum aku tiba di sana!" Suara King di seberang telepon terdengar bergemuruh, sarat akan tekanan napas yang berat dan kepanikan yang luar biasa. "Dia anakku. Itu adalah putriku!"

Kaelix tertegun, namun ekspresi wajahnya tetap sedingin es. "Aku sudah menduganya. Kau berutang penjelasan besar pada Mommy juga Klan, Kak."

"Aku tidak berutang apa pun pada klan! Aku hanya ingin mengambil kembali apa yang menjadi milikku!" King memutus sambungan telepon dengan kasar.

Di dalam mobil SUV hitam yang melesat membelah jalanan distrik utara Chicago dengan kecepatan di luar batas wajar, King Stone mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih.

Di sampingnya, Kendrick fokus mengawasi tablet navigasi yang melacak posisi mobil Olivier Martinez yang terdeteksi sedang bergerak kembali menuju area Lincoln Park setelah mengantar Nora.

"Dia sedang menuju apartemennya, Kak. Kita bisa mencegatnya di sana sebelum dia menyadari bahwa rahasianya telah terbongkar," ucap Kendrick, melirik perban King yang kini telah sepenuhnya memerah oleh darah segar yang merembes hingga ke permukaan kemeja hitamnya.

"Kau benar-benar harus menekan perutmu, King. Kau bisa pingsan karena kehabisan darah sebelum sempat bertemu istrimu."

"Dia bukan istriku... belum," desis King, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang teramat pekat dan gila. "Tapi setelah hari ini, aku akan memastikan seluruh dunia tahu bahwa Olivier Martinez dan anak itu adalah milik klan Stone. Tidak akan ada lagi pelarian. Tidak akan ada lagi persembunyian."

Pikiran King Stone telah sepenuhnya terbelah antara rasa bersalah yang teramat besar karena telah membiarkan Olivier berjuang sendirian selama sepuluh tahun, dan rasa posesif yang menggila untuk mengurung wanita itu di dalam dekapannya seumur hidup.

Perang urat saraf yang melelahkan di rumah sakit kini telah berakhir; permainan telah bergeser menjadi perburuan murni di mana sang serigala Stone siap mengerahkan seluruh taringnya untuk membawa pulang sang induk dan anaknya ke dalam sangkar emas kastel mereka.

1
ida wati
wah wah wah benr dugaanku hmmmmm Xander nackal yaa kamuhh 😄
ida wati: mulai ajaaa udahhh....sepupu mah boleh kok nikah eeaakkkkk🤣🤣🤣
total 3 replies
Zahra Alifia Hidayat
wah tebakanku bener😍
Ros 🌷🦋: author silent aja 🤭🤣🤣
total 1 replies
Yunie
seru nih
Ros 🌷🦋: hallo kak 🫶
total 1 replies
ida wati
wkwkwkwk drama persepupuan....jodoh nih kayaknya 🤣
Ros 🌷🦋: Wkwkwk masih rahasia ya kak 🤭🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
wkwkwkwk jngan kebanyakan gaya lu King, lu tuh budak nya El 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkwk🤣
total 1 replies
ida wati
yakin lu King??

mudah2an si Nora tiap malem minta tidur sm emak bapaknya 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Ya Tuhan ngakak aku kak🤣🤣🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
tendang aja oliv si king🤣
Ros 🌷🦋: ngakak 🤣
total 1 replies
ida wati
pake belm aja El biar gak malu wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 3 replies
ida wati
huaaaa othor motong bawanggg 😭😭😭
Ros 🌷🦋: huhuhu 😭
total 1 replies
nayla tsaqif
Nora xander masih ada ikatan darah thor,, emg boleh berjodoh,,!!?? 🤔
Ros 🌷🦋: Mereka sepupuan kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
apa Nora jodohnya Xander?
Ros 🌷🦋: kalo direstuin reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
sekarang giliran Ken yg muntah liat tingkah king🤣🤣
Ros 🌷🦋: hahaa biar kebagian muntah triplek K🤣🤣
total 1 replies
Moes Rifah
Thor episodenya 41 kok cuma 29
Ros 🌷🦋: ada 41 episode kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
wakakakaaka aku bahagiaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Hehehe 🤭
total 1 replies
ida wati
siram pake air keras aja biar kaku sekalian wkwkwk 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: Ngakak 🤭🤣
total 1 replies
ida wati
grandmam suntik obat tidur aja kalo perlu suntik mati 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak🫶
total 5 replies
ida wati
ahhh Noraaa kau membuatku mewekkk 😩😩😩😩😩😭
Ros 🌷🦋: bayangkan sepuluh tahun kak baru ketemu ayahnya 🤭
total 1 replies
ida wati
thorrr sembako dibawa bawa 😩😩😩😩
Ros 🌷🦋: hihihi Author juga emak2 kak 🤭🤣
total 3 replies
Agus Hidayat
😍😍😍😍😍😍
Ros 🌷🦋: Ma'aciww kak reader, Komentar adalah semangat Author 🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!