NovelToon NovelToon
The Silent Queen : Mafia'S Ghost Editor

The Silent Queen : Mafia'S Ghost Editor

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Calypsa, seorang freelance video editor biasa di siang hari dan editor video deep web khusus geng mafia untuk menghikangkan bukti di malam hari. Ia ketahuan oleh clientnya, Cyrus ketua geng terbesar di Aethelgard. Namun, Cyrus bukan melenyapkannya, terapi merekrutnua untuk sebuah misi. Misi untuk membalas dendam kematian kakak laki-lakinya sekaligus misi cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkunci

Calypsa menemukan identitas pelaku akses ilegal itu dalam waktu dua jam.

Jejak digitalnya jauh lebih rapi dari W dan jauh lebih terlatih dari kebanyakan orang yang pernah Calypsa lacak. Tapi rapi tidak berarti tak terlihat. Ia meninggalkan satu ketidaksempurnaan kecil dalam cara ia menggunakan kunci akses yang disalin, sebuah pola timing yang tidak mungkin muncul secara alami dari penggunaan sistem yang sah.

Calypsa mendokumentasikan semuanya dengan teliti, setiap langkah, setiap bukti, setiap koneksi yang menghubungkan pelaku ini dengan jaringan Dragan, dengan W, dengan transmisi-transmisi yang selama ini bocor ke luar.

Dan ketika gambarnya sudah cukup lengkap, Calypsa mengambil napas panjang dan menatap layarnya selama beberapa saat.

Karena identitas yang muncul di hadapannya bukan hanya seseorang dari dalam markas ini.

Identitas ini adalah seseorang yang sudah sangat lama berada di sini, jauh lebih lama dari Calypsa, dan jauh lebih dekat dengan inti operasional daripada yang Calypsa perkirakan ketika pertama kali menerima pesan singkat di akun deep web-nya dua minggu yang lalu.

Voss.

Calypsa duduk dengan sangat diam selama hampir satu menit.

Kemudian ia mulai berpikir tentang semua hal yang ia ingat, saran "hati-hati" yang Voss berikan padanya, pertanyaan tentang apakah ada temuan yang lebih konkret tentang pengkhianat, biskuit yang diletakkan di tepi mejanya pada hari kedua, semua itu tiba-tiba terasa seperti peta yang dibaca dari arah yang salah.

Ia menyimpan semua bukti ke dalam drive terpisah yang tidak terhubung ke jaringan apapun, melepas drive itu dari laptop, dan menyimpannya di saku dalamnya.

Kemudian ia menutup semua program yang terbuka, mematikan layar, dan berdiri dari kursinya.

Ruang kendali hampir kosong pada sore hari ini. Hanya ada dua operator yang bekerja tanpa banyak bergerak, dan Voss duduk di workstationnya sendiri dengan punggung menghadap ke arah Calypsa.

Calypsa berjalan ke arah ruangan Cyrus dengan langkah yang ia usahakan sangat biasa.

Tapi ketika tangannya sudah hampir menyentuh gagang pintu, suara Voss terdengar dari belakangnya.

"Sudah ketemu?"

Calypsa menghentikan langkahnya. Ia berbalik menghadap Voss. Pria itu sudah memutar kursinya dan sedang menatapnya dengan ekspresi yang tidak lagi mengandung sifat netral yang sudah Calypsa kenali selama berminggu-minggu ini. Di sana ada sesuatu yang lebih terbuka sekarang, dan jauh lebih berbahaya.

"Tentang apa?" tanya Calypsa dengan nada yang sempurna tenang.

"Tentang siapa yang mengakses foldermu." jawab Voss.

Keheningan di antara mereka berlangsung hanya dua detik. Tapi dua detik itu sangat penuh.

Calypsa tidak menjawab. Ia berbalik kembali ke pintu Cyrus dan menekan gagangnya.

Pintu tidak terbuka.

Dikunci dari dalam.

Calypsa mengetuk. "Cyrus."

Tidak ada jawaban.

Ia mengetuk lebih keras. "Cyrus."

Masih tidak ada jawaban. Dan dari dalam tidak terdengar suara apapun yang menunjukkan ada seseorang di sana.

Calypsa berbalik. Voss sudah berdiri dari kursinya dan sedang berjalan perlahan ke arahnya. Di belakang Voss, dua operator yang tadi terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing kini berdiri juga, dan dari sudut yang Calypsa tangkap dari ekor matanya, wajah mereka menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar operator.

"Di mana Cyrus." kata Calypsa.

"Sedang ditangani." jawab Voss dengan nada yang sangat datar.

Sesuatu di dada Calypsa mencekam dengan sangat keras.

"Kamu tidak perlu khawatir." lanjut Voss, berhenti pada jarak tiga meter dari Calypsa. "Ini bukan tentang kamu secara personal. Kamu terlalu cerdas dan terlalu berguna untuk dibuang. Dragan bahkan lebih membutuhkanmu daripada yang Cyrus pernah butuhkan."

"Dragan." Calypsa mengulang nama itu dengan nada yang rata.

"Dua tahun kamu mencari jawaban tentang kakakmu." Voss memasukkan tangannya ke saku, gerakannya tidak mengancam secara fisik tapi mengandung keyakinan seseorang yang tahu bahwa ia sedang berada di atas angin. "Dragan bisa memberi kamu lebih banyak jawaban dari yang Cyrus pernah bisa berikan. Dan imbalan yang jauh lebih nyata."

Calypsa menatap Voss dengan ekspresi yang tidak ia biarkan menunjukkan apapun yang ada di dalam kepalanya, panik karena ia tidak tahu di mana Cyrus dan apa yang dimaksud dengan "sedang ditangani", marah karena ia merasa seperti orang bodoh yang baru menyadari hal yang sudah ada di depan matanya, dan sesuatu yang lebih dingin dari marah yang mendorongnya untuk berpikir dengan sangat cepat.

"Saya perlu waktu untuk berpikir." ujar Calypsa.

"Tentu." ujar Voss. "Kamu punya waktu yang cukup." ia mengangguk ke arah dua orang di belakangnya. "Tapi untuk sementara, kamu akan menemani kami di tempat yang lebih nyaman."

Calypsa tahu bahwa menolak secara fisik sekarang adalah pilihan yang tidak akan membawanya ke mana-mana kecuali ke tempat yang lebih buruk. Ia mengangguk, seolah menerima.

Dan sementara ia berjalan ke arah yang diarahkan dua orang itu, otaknya sudah mulai bekerja pada satu pertanyaan tunggal.

Di mana Cyrus, dan apakah ia masih bisa dijangkau.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!