NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Di kantin perusahaan. Regina mengerutkan alisnya, wajahnya melipat terasa emosinya yang tampak tidak senang. Dia kemudian menerobos antrian. Jihan yang melihatnya di belakang, dirinya sudah tahu apa yang akan terjadi setelah itu.

Di kehidupan sebelumnya Regina membuat dirinya terjatuh saat membawa makanan dan mengenai pakaian pak Toni yang membuatnya murka kepada dirinya.

Regina saat itu seakan-akan sengaja menumpahkan makan siang yang dia bawa ke wajah Jihan. Namun kali ini Jihan tidak akan membiarkan kejadian itu terulang kembali.

" Aku tahu Regina, kamu akan kesal saat keinginan mu tidak aku turuti... Namun sayang, kali ini aku tidak akan bodoh seperti dulu lagi..." ujar Jihan dalam hati, menatap Regina yang sedang mengambil makanan.

Giliran Jihan mengambil makanan di meja, menunggu momen dimana Jihan berbalik arah, mengajak dirinya makan di meja dekat jendela.

Regina kemudian berbalik arah, mengajak Jihan dan Hendrick.

"Kak Hendrick, Jihan, kita duduk disana saja."ujarnya sembari melangkah berbalik arah.

Satu langkah, dua langkah, tiga langkah, Regina berjalan. Mencoba menabrak Jihan agar terjatuh.

"Ini saatnya... Giliran kamu Regina!" Jihan menghitung langkah kaki Regina .

Jihan menghindari tabrakan Regina dan saat itu kakinya menjalar ke depan, dan terdengar suara.

Bruk!

"AAAA..." teriak Regina terjatuh dan menabrak Hendrick. Seluruh makanan tumpah di pakaian Hendrick, sehingga seluruh pakaiannya menjadi kotor.

Jihan tersenyum tipis. Dia berhasil menghindar dan membalas Regina. Namun dirinya merasa aneh seharusnya pria yang berada di belakang dirinya adalah pak Toni.

Namun sekarang berubah, yang terkena tabrakan adalah Hendrick, namun Jihan tampak tidak terlalu memperdulikan perubahan tersebut. Perasaan senang muncul saat melihat Regina yang terjatuh.

Jihan membungkuk untuk membantu Regina berdiri. Namun dirinya sengaja menumpahkan makanan yang dia pegang ke wajah Regina.

" Regina! Kamu tidak apa-apa?" ucapnya kemudian tangannya sengaja melepas nampan yang berisi makanan di atas kepala Regina.

"Aaa..! Jihan!" teriak Regina saat makan yang di pegang Jihan tumpah mengenai wajahnya.

" Astaga! Maaf Regina, aku hanya berniat untuk membantu mu berdiri." ujar Jihan tersenyum tipis dan berkata dalam hati.

"Sekarang kamu rasakan apa yang dulu aku rasakan Regina!".

Wajah Regina memerah, merasakan malu yang amat luar biasa saat orang-orang melihat dirinya.

"Hendrick kamu juga tidak apa-apa?" tanya Jihan melirik Hendrick.

"Sial... Bajuku jadi kotor!" ujar Hendrick, berdiri wajah tampak sangat kesal saat itu.

Wajah dan pakaian Regina penuh dengan noda makanan. Dia melirik Hendrick yang juga terjatuh sama seperti dirinya.

Wajah kesal terpancar jelas di muka Hendrick yang merah padam. Membuat Regina merasa bersalah.

"Maaf kak! Aku tidak sengaja!" ucap Regina dengan suara yang penuh rasa bersalah, kemudian melihat pakaian Hendrick yang kotor karena dirinya.

Hendrick melirik Regina, dan menahan amarahnya. "Tidak apa-apa! Pakaian ku hanya kotor sedikit!" ujar Hendrick.

Hendrick kemudian berdiri dan membantu Regina berdiri. Perasaan Regina menjadi kacau balau. Dia yang ingin membuat Jihan malu, namun dirinya sendiri yang di buat malu.

"Hendrick, kamu dan Regina sebaiknya kalian bersihkan dulu pakaian kalian, aku akan menunggu di sana" ucap Jihan menyuruh mereka membersihkan pakaian mereka yang kotor.

Jihan kemudian mengambil dan merapikan nampan makan. Sambil terus tersenyum tipis merasa bangga berhasil membuat Regina merasa malu di depan banyak orang seperti dirinya dulu.

Mereka berdua pergi ke kamar mandi bersama untuk membersihkan pakaian mereka masing-masing.

Setelah membersihkan makanan yang tumpah, Jihan kembali mengambil makanan dan berjalan menuju kursi kosong di dekat jendela.

Di kamar mandi. Regina tidak masuk ke dalam kamar mandi wanita, sebaliknya dia berjalan masuk kedalam kamar mandi pria mengikuti Hendrick dari belakang.

Krek!

Suara pintu kamar mandi terbuka. Saat itu Hendrick yang sedang membersihkan pakaiannya. Melihat Regina berjalan masuk menghampirinya.

"Regina... Kenapa kamu kesini...?" tanya Hendrick.

Regina yang telah selesai membersihkan dirinya. berjalan mendekati Hendrick.

"Kak! Aku minta maaf... Gara-gara aku pakaikan mu jadi kotor...!" ujar Regina.

"Kak Hendrick... Aku bantu kamu membersihkan baju ya...?" ujar Regina, dengan suara yang lembut kemudian menyentuh dada Hendrick dari atas sampai bawah.

Hendrick terdiam sejenak, saat Regina menyentuh dadanya. Dia menelan ludahnya sedikit tertegun saat Regina menyentuh dirinya, "Gina... Regina... Sudah biar aku saja!"ujarnya merasa ada yang berbeda.

Hendrick memegang lengan Regina yang menyentuh dirinya. Sedikit menjauh darinya selangkah mundur ke belakang.

"Kak Hendrick! Kenapa kakak' mundur, aku hanya ingin membantu kakak" ucap Regina sembari melangkah maju mendekatinya.

"Regina kamu mau apa, nanti ada yang melihat kita...?!" ucap Hendrick.

Krek!

..

...

Srrr...

Deritan pintu terdengar terbuka dari arah luar, seseorang mencoba untuk masuk kedalam kamar mandi. Regina sadar lebih dahulu dengan suara itu, dengan wajah sedikit kemerahan dan mata sedikit berkaca-kaca. Regina merespon kejut karena Hendrick tiba-tiba menariknya.

"K-ka.." Regina tidak sempat mengucapkan satu kalimat kepada Hendrick dikarenakan Hendrick dengan sigapnya menarik dan memeluk erat tubuh Regina.

"Stt, ada yang masuk!" bisik Hendrik dengan lembut.

Posisi mereka berdua terasa canggung. Regina dan Hendrik berpelukan dengan erat sehingga mereka berbagi jiwa dan raga di waktu yang bersamaan.

"Ehmm... Baunya Kak Hendrick, nyamannya... Harum sekali..." Batin Regina berbisik padanya dengan nada malu-malu. Meski demikian, Regina secara sadar sudah salah tingkah tak tahu lagi apa yang ia pikirkan tentang Hendrick padanya.

Di lain sisi, Hendrik menatap mata Regina dari dekat. Entah apa yang Hendrick pikirkan juga, perlahan-lahan tangannya memeluk erat pinggul dan pinggang Regina seolah-olah Hendrik ingin lebih dekat lagi dengan Regina.

Mereka berdua saling memejamkan mata lalu Hendrick tiba-tiba menjadi lebih agresif dari sebelumnya, kepalanya mulai turun dari arah belakang telinga hingga leher, Hendrick mengendus dan mencium lehernya dengan lembut.

"Tunggu kak!" bisik Regina, tangannya sedikit mendorong Hendrick menjauh.

Hendrick menghentikan gerakannya, dan mengusap wajahnya yang memerah.Tanpa disadari dirinya terpesona dengan Regina.

Setelah tidak ada lagi orang di dalam kamar mandi. Mereka berdua keluar dari dalam toilet dengan wajah yang memerah dan penuh dengan perasaan canggung antara satu sama lain.

"Maaf kak! Aku kira tidak akan ada orang yang datang..." ucap Regina, wajahnya masih memerah dan jantungnya masih berdebar.

Begitu pula dengan Hendrick yang saat itu masih belum bisa berkata-kata, sontak kejadian tadi membuat jantung nya berdetak kencang.

"Regina... Maaf, tadi aku-..." ucap Hendrick.

Namun belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Regina menempelkan jari nya ke bibir Hendrick.

"Stt... Kak! Jangan di bahas lagi " ujar Regina, memotong perkataan Hendrick.

Mereka berdua kemudian keluar dari kamar mandi. Hendrick kembali terlebih dahulu agar orang lain tidak curiga.

Regina yang saat ini semakin terlihat menggoda Hendrick. Semakin bersemangat untuk mendapatkannya.

"Jihan, tunggu sebentar lagi aku akan merebut Hendrick darimu!" ucap Regina dalam hati. Dirinya tersenyum tipis penuh rasa percaya diri.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
Sandrina
cocok, emang munafik banget, sahabat macam apa itu 🤬🤬🤬
Sandrina
greget banget sama sahabat nya ini, playing fictim
Sandrina
astaghfirullah, baru baca udah di suguhin yg kayak gini 😭
Nana✨
Tabiat sahabatmu yang sangat kau percaya, Jihan🥺
Rahma
ini lagi
Rahma
astaga 😭 baru baru baca, udah di kasih yg becekbecek😭
Tina
Kopi untukmu Thor 🤗
Tina
Bisa²nya pembukaan aku langsung reflek istighfar 😭
Sishrye
ohhhhh......
Nana✨
Belahan jiwa maksudnya belahan suami apa gimana, jir!
한스Hans: , emm, makasih udah mampir kak🙏, pantai terus ya ceritanya, nanti ada
total 1 replies
Nana✨
Astaghfirullah😭😭
pojok_kulon
Jangan sampai Regina yang menjadi madunya 🤭🤭
한스Hans: 🤣 Kaka bisa aja🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!