NovelToon NovelToon
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Kutukan
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Sejak kecil, Luna hidup terkutuk dengan kemampuan melihat hantu. Hidupnya melelahkan, sepi, dan penuh ketakutan. Hingga suatu hari, roh Nando, pengusaha muda angkuh yang koma akibat kecelakaan misterius, tiba-tiba muncul dan bersikeras tinggal di kosannya. Keanehan terjadi: saat Nando di dekatnya, roh-roh jahat menghilang. Bersama, mereka menyelidiki kecelakaan Nando yang ternyata percobaan pembunuhan. Namun, perjalanan ini justru membuka tabir kematian mengerikan orang tua Luna. Di antara teror mistis dan bahaya fisik, benih cinta tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Tujuan Baru

Dengan susah payah, Luna bangkit berdiri. Mereka berjalan cepat menyusuri gang yang gelap, keluar menuju jalan raya Sudirman yang masih padat oleh kendaraan. Di tengah gemerlap lampu kota dan klakson mobil, Luna menahan taksi yang melintas dan meminta sopir untuk mengantarkan mereka ke sebuah restoran cepat saji 24 jam di kawasan Kemang yang selalu ramai oleh anak-anak muda yang nongkrong hingga pagi.

Restoran itu diterangi oleh lampu neon yang terang dan dihiasi musik pop yang diputar cukup keras. Bau kentang goreng dan ayam goreng krispi menguasai udara, menutupi sisa-sisa bau kemenyan yang sempat menempel pada pakaian Luna.

Luna duduk di sudut paling pojok, menghadap ke dinding kaca yang menampilkan jalan raya. Di hadapannya, segelas teh lemon dingin yang es batunya sudah mulai mencair tidak disentuhnya sama sekali. Di kursi seberang meja, Nando duduk dengan tenang, lengannya dilipat di atas meja fiberglass yang tembus oleh sikunya.

Selama hampir setengah jam, tidak ada yang bersuara. Luna sibuk membaca setiap lembar dokumen di dalam map kulit hitam itu. Matanya menelusuri setiap baris perjanjian tanah, setiap angka transferan gelap, dan menatap lekat-lekat foto pabrik tua yang menjadi altar pemujaan di Desa Karang Mayit. Setiap kata yang ia baca mengkonfirmasi mimpi buruknya selama belasan tahun.

"Semuanya tertulis di sini," bisik Luna akhirnya, suaranya terdengar hampa dan lelah. Ia meletakkan selembar kertas di atas meja. "Ayahku menemukan bukti bahwa keluarga Bara menyogok pejabat daerah untuk memenangkan sengketa tanah Alas Roban. Dan saat ayahku menolak untuk disuap agar tutup mulut... mereka menggunakan jalur gaib."

Luna menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Isak tangis pelan mulai terdengar dari balik jemarinya. Bahunya bergetar hebat. Pertahanan yang selama ini ia bangun runtuh sudah.

"Aku sendirian selama lima belas tahun, Nando. Diejek gila, dijauhi keluarga dari pihak ibu karena dianggap membawa sial... semua karena keserakahan keluarga Bara. Dan pria itu hidup mewah di atas tumpukan mayat keluargaku," ratap Luna dengan suara yang menyayat hati.

Nando menatap Luna dalam diam. Untuk seorang pria yang terbiasa memanipulasi pasar, mengendalikan rapat direksi, dan memenangkan setiap negosiasi, saat ini ia merasa benar-benar tidak berdaya. Ia memiliki triliunan rupiah di rekeningnya, namun ia tidak bisa menggunakan satu sen pun untuk membeli penghiburan bagi gadis yang sedang menangis di depannya.

Perlahan, Nando mencondongkan tubuhnya ke depan. Ia mengulurkan tangannya yang berpendar biru terang melintasi meja. Ia tidak bisa menyentuh jemari Luna, namun ia meletakkan tangannya tepat di atas tangan Luna, menyalurkan seluruh energi kehangatan dan ketenangan yang tersisa dalam jiwa astralnya.

Suhu dingin yang menusuk perlahan berubah menjadi kehangatan yang menenangkan, mengalir dari punggung tangan Luna hingga ke dadanya. Aroma citrus dan sandalwood menguar kuat, menyingkirkan bau kentang goreng di sekitar meja mereka.

Luna mengangkat wajahnya. Matanya yang merah dan sembap bertemu dengan tatapan Nando.

"Kau tidak lagi sendirian, Luna," ucap Nando dengan suara berat yang menggetarkan sanubari. Tidak ada jejak arogansi dalam nada suaranya. Hanya ada janji dari seorang pria yang siap mempertaruhkan eksistensinya. "Bara mungkin telah mengambil perusahaanku, tubuhku, dan keluargamu. Tapi dia membuat satu kesalahan fatal."

"Apa itu?" bisik Luna.

Nando tersenyum miring, sebuah seringai tajam layaknya predator yang baru saja menemukan kelemahan mangsanya. "Dia mempertemukan kita. Dia membuatku menjadi hantu pelindungmu. Dan percayalah padaku, di dunia bisnis atau di dunia gaib, Nando Pratama tidak pernah kalah dalam perang."

Luna menatap mata pria itu, dan untuk sejenak, ia lupa bahwa pria di depannya hanyalah sesosok roh. Kegigihan Nando menular padanya. Kesedihannya perlahan mengeras menjadi tekad baja. Ia mengusap sisa air matanya dan mengangguk mantap.

"Lalu, apa rencana kita selanjutnya, Tuan CEO?" tanya Luna, menarik napas dalam-dalam, mencoba memulihkan suaranya.

Nando menarik kembali tangannya, menyandarkan punggungnya ke kursi dengan gaya elegan yang seolah tak pernah pudar darinya. "Bara sudah tahu dokumennya dicuri. Jika dia cerdas, dan sayangnya dia memang cerdas, dia akan segera menghubungi dukun itu di Alas Roban untuk meningkatkan pertahanan. Mereka akan mencari siapa yang mencurinya. Cepat atau lambat, ilmu hitam mereka akan melacak auramu melalui buhul yang ada di ranselmu."

"Jadi kita berpacu dengan waktu," simpul Luna, merapikan kembali dokumen-dokumen itu dan memasukkannya ke dalam map, lalu menyembunyikannya ke bagian paling dasar ranselnya, tepat di sebelah Keris Pangruwat.

"Tepat sekali. Besok pagi, kita tidak kembali ke kosanmu. Kau akan menelepon temanmu, Kala. Mintalah cuti dadakan dengan alasan keluarga atau apa pun. Lalu, kita berangkat menuju Stasiun Pasar Senen," perintah Nando, otaknya mulai menyusun strategi militer.

"Pasar Senen? Kita mau naik kereta?"

"Ya. Kereta menuju Jawa Tengah. Tujuan kita adalah Pekalongan, kota terdekat sebelum kita masuk ke jalur hutan Alas Roban dan mencari Desa Karang Mayit." Nando menatap lurus ke arah jalan raya yang gelap. "Di sana, di reruntuhan pabrik tua yang ada di foto itu, kita akan menghancurkan altarnya. Kita bunuh kutukan itu dari akarnya."

Luna menelan ludah. Alas Roban dikenal sebagai salah satu jalur paling angker di pulau Jawa. Tempat pembuangan mayat sejak zaman penjajahan, hutan dengan ribuan mitos gelap yang bahkan dihindari oleh para praktisi spiritual. Dan mereka berencana masuk ke jantung hutan itu, mencari desa terkutuk yang dipenuhi ilmu hitam, hanya berbekal serbuk garam, keris berkarat, dan roh seorang CEO yang tidak bisa memegang benda fisik.

Itu adalah rencana yang murni sebuah kegilaan.

Namun, saat Luna menatap Nando, pria berpendar biru itu memancarkan rasa percaya diri yang menular.

"Kau takut, Nona Luna?" goda Nando, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman menyebalkan yang diam-diam mulai disukai Luna.

Luna membalas senyuman itu dengan dengusan pelan. Ia mengangkat gelas teh lemonnya dan meminumnya perlahan. "Aku sudah hidup dengan hantu yang bergantung di langit-langit kamarku setiap malam, Nando. Hutan angker di Jawa Tengah terdengar seperti tempat liburan akhir pekan bagiku."

Nando tertawa pelan, tawa yang bergema hangat di telinga Luna. "Bagus. Karena mulai besok, kita akan menghadapi neraka yang sesungguhnya. Beristirahatlah selagi bisa. Malam ini, aku yang akan berjaga."

Luna mengangguk. Ia melipat lengannya di atas meja dan meletakkan kepalanya di sana, mencoba mencuri beberapa jam tidur di tengah keramaian restoran. Dengan Nando yang duduk di seberangnya, menjadi tameng dari segala bayangan hitam di luar sana, Luna memejamkan mata.

Perjalanan menuju Karang Mayit besok pagi tidak akan sekadar menjadi ajang balas dendam, tetapi juga akan menjadi pembuktian sejauh mana dua jiwa dari dunia yang berbeda ini sanggup bertahan demi satu sama lain. Tabir telah terbuka, dan perang melawan kegelapan baru saja dimulai.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖......

...Jangan lupa bantu like komen share dan Rate ya ❣️...

...****************...

1
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Ikut terharu banget 😭😭juga bahagia, Luna pulih dan Nando udah siuman.
Smoga di pertemuan mereka nanti ada benih2 cinta yang tumbuh diantara mereka. 😄😃😍😍

Tp kynya Lupa bakal minder deh sm Nando, krena Nando kan CEO ky raya sementara dia hnya bekerja di minimarket.😟😞😞
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
syukurlah Nando ingat, walupun tipis tipis
Ai Emy Ningrum: jabatan yg sangat krusial 😽😽😽 sampe2 melekat ,ga didunia nyata dan dunia gaib jg itu yg terngiang 😙😗
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
yaaah Luna sendirian, gimana pulangnya weh /Shy//Slight/
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Lg dong Thor, 😭🤗🤗tanggung bngt.
nayla tsaqif
Nando punya keluarga gk thorr,,??
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Sangat menarik dan menghibur, tidak membosankan smoga tidak cpt tamat. 😃
Smangat buat author nya ya, smoga ceritanya smakin seru dn penuh kejutan ya. ☺
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut kan thor
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Allhamdulillah akhirnya Luna tidak kesulitan melawan dukun itu, sya kira dukun itu sulit dikalahkan, scara td sangat sombongnya pd Luna, akhirnya mampus juga iblis itu. 😠😠

Smoga Nando akn mengingat perjuangan mreka ber 2 ya😭😭😫, smoga pas siuman orang pertama diingat adalah Luna.
nayla tsaqif
Ayo nando,, cepat sadar dan temukan luna,,! Ato pk tarjo balik lg, untuk nolongin luna,, 😭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Syukur deh Nando kembali.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut Thor.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤩🤩🤭🤭😆😆Ke nya bakal tumbuh nih benih2 ❤❤💘💘💘diantara mereka.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Apa kh yg mmbunuh orangtua Luna adalah dukun yg sama yg dipakai oleh Bara ya.
Apa kh masalah mereka terhubung 1 sm lain ya? 🤔
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Teka teki nya mulai terkuak 1 per 1.
Ayo Luna semangat, bakar aja buhul itu lun.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Musuh dlm selimut ini namanya, tega bener ya teman ko jahat banget, mungkin ingin mngambil posisi Nando mungkin.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Jelas kan nanti ya thor, sebabnya Nando jd dtakuti oleh MEREKA. 😃😃😆😆
Suka skli baca yg horor tp ada juga komedi nya,karena Nando yg narsis dan arogan ini. 🤣🤣
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤣🤣🤣🤣Sakita perut q lihat kelakuan Nando, ke lg nonton drakor aja. 🤭🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Mereka berdua saling mmbutuhkan, mungkin juga kalian jodoh. 😆🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤣🤣🤣🤣Udah sadar bukan manusia lg, baru diemm, td cerewet bngt. 🤣🤣🤣hadeh.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Biasanya arogan diawal, tp bucin diakhir, 😆😆semakin mnarik thor.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!