NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:18.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masuk Daftar?

Jika saja bisa, sembunyi ataupun lari dari sosok mengerikan yang doyan kerja gak ketulungan, tapi sayang seolah Sera telah menyesali karena janji yang sudah di ucapkan tadi.

Sial, kenapa aku bisa lepas kendali, berjanji untuk kembali padanya, bekerja sampai malam atau dua puluh empat jam sekalian, di hari Minggu, di hari liburku, ini sangat bodoh Sera!, batinnya.

Apa mau di kata, suka tidak suka Sera harus kembali pada_, Graven Rudolf sialan!

Masuk kembali ke mobilnya, sejenak terdiam sebelum menyalakan, dengan hembusan nafas pelan dan teratur Sera berusaha mengontrol emosinya, entah kenapa tanpa di sadari nama Graven selalu muncul begitu saja di kepalanya.

"Stop, and dia bukan siapa-siapa, bukan apa-apa dan ini hanya sementara Sera, jangan gila!" ucapnya sebelum melajukan mobilnya.

Menerima lokasi dimana Graven sekarang berada.

"Ini Apartemen?, oh tidak, ini jelas sarangnya, dasar!"

Segera Sera menghubungi lewat panggilan ponselnya.

"Apa kamu tidak bisa memilih tempat yang lebih masuk akal?" ucap Sera dengan tangan yang masih megang kendali agar mobil tetap berada di jalan yang aman.

"Ini tempat ternyaman" jawab Graven.

"Nyaman?, aku memilih tempat yang aman" sahut Sera.

"Datang saja, dan segera kita selesaikan"

Ceklek

"Eh, Graven!!" teriak Sera tak terima, melemparkan ponselnya di jok samping saking kesalnya.

Terpaksa Sera tak bisa berbuat apa-apa lagi, melanjutkan perjalanan yang hanya tinggal beberapa menit menuju ke alamat yang sudah di berikan sebelumnya, hunian mewah yang tentu saja sangat Sera kenal.

Tiba di depan pintu Apartemen, Sera segera menekan tombol dan tak lama pintu pun terbuka.

"Jam enam malam, Hem?" Graven mengucapkan pelan sambil melihat Sera yang kini berdiri tepat di hadapannya.

"Sorry, ada banyak urusan penting, aku harus mengurus nyawa manusia yang harus aku selamatkan"

"Yakin hanya itu?"

"Ck, kaki ku pegal kalau harus berdiri terus Graven!" Sera makin tak tahan saja, apa-apaan hanya di tanya doang tanpa di suruh masuk dan duduk dengan nyaman.

Graven hanya tersenyum tipis sebelum akhirnya menyingkir dari jalan masuk satu-satunya menuju ke Apartemennya.

Sera duduk di ruang tengah dengan melihat laptop dan beberapa berkas yang masih ada disana, rupanya Graven benar-benar tak berhenti bekerja.

"Mau minum?" tanya Graven.

"Hem"

"Apa?"

"Terserah asal jangan obat perang-sang atau racun saja" jawab Sera.

Graven tertawa lirih, menggelengkan kepala sambil mengambil apa yang ditawarkan kepada Sera.

Kemudian duduk di samping wanita yang kini sudah memakai laptop nya untuk mengamati sesuatu, nampak serius dan pesonanya sekaligus berbahaya.

Graven meletakkan minumannya, lalu menikmati sendiri miliknya, dan saat ini hanya diam melihat Sera melakukan sesuatu terhadap pekerjaannya.

"Aku rasa semua ini sudah cukup sempurna, aku memperbaiki beberapa hal yang kamu catat untuk di revisi, tolong kamu lihat, apa masih ada lagi?" ucap Sera yang kemudian terkejut saat Graven rupanya begitu dekat ada di sampingnya.

"Ada apa?" tanya Graven.

"Kenapa disini?"

"Lalu aku harus dimana?, di Mansion mu?" sahut Graven.

"Ck, jangan terlalu dekat, masih ada banyak tempat kan?"

"Ini tempatku, dan kamu yang tiba-tiba saja duduk di sini seenaknya"

Sera menghela nafasnya, berharap menang berseteru dengan Graven Rudolf?, jangan harap!

Sera hendak beranjak dari tempatnya, mungkin memang dia yang harus mencari tempat di sisi lain, namun tangan Graven tak membiarkan.

"Tetap disini saja, lebih cepat kita selesaikan ini jika komunikasi kita cepat dan efisien"

"Efisien?, aku hanya bergeser tidak lebih dari 1 meter Graven, yang benar saja"

"Ck, jangan banyak bicara, ayo kita lanjutkan secepatnya" tangan Graven lalu mengambil berkas dari sisi terjauh dari dirinya, tepatnya ada di samping Sera.

Sera terkejut, saat wajah Graven begitu dekat dengan tiba-tiba, nafasnya tertahan dan seolah tak di biarkan keluar begitu saja, hingga kemudian _

"Apa yang kamu lakukan!" teriak Sera.

Graven mengerutkan kening, masih santai seperti biasa yang Sera lihat sebelumnya.

"Hanya hidung yang menyentuh pipimu, aku tidak sengaja" jawab Graven seenaknya.

Sera murka, dua kali ini Graven bertindak di luar perkiraannya, itu begitu hangat dan menyengat, begitu bang_sat, namun terasa nikmat.

"Tidak!" Sera segera menggeleng cepat, mengontrol otaknya yang tiba-tiba saja bia-dab, malah memikirkan nikmat, hangat dan menyengat, "Sadar Sera!" teriaknya dalam hati.

"Ada masalah?" eh malah Graven tanya tanpa merasa bersalah.

"Banyak, jadi tolong jangan kamu tambahi lagi, mengerti?" Sera kini udah berpindah tempat dengan cepat, sebelum sisi otaknya benar-benar akan meledak, sentuhan yang tiba-tiba benar-benar membuat otaknya panas seketika.

Kini Graven mengambil alih, tangannya sudah berada di atas laptop, menari di sana mengetikkan sesuatu dengan wajah serius.

Tanpa sadar Sera melirik nya, memperhatikan semua yang ada pada Graven saat berubah seperti robot pekerja, namun ada hal yang lebih mengerikan baginya, tampang, kekuatan dan kekuasaan.

Semua yang ada padanya, kenapa jadi begitu_ Sempurna

Alisnya yang tegas, menyempurnakan wajah dinginnya, mata yang tajam namun begitu menenggelamkan, hidung bibir dan rambut halus yang mulai tumbuh di rahang dan _

"Sialan!, aku tenggelam, mengaguminya dan OMA!" teriaknya dalam hati, tiba-tiba saja Sera merasa ngeri sendiri, dia berharap sang Oma tidak menyadari itu semua.

Sera seketika menjadi begitu ngeri membayangkan, bagaimana pun Sera bisa mati berdiri jika hidupnya harus berdampingan dengan manusia yang hanya tau kerja dan kerja.

Jangan sampai Oma tiba-tiba saja berubah haluan dan memasukkan Graven dalam daftar_PERJODOHAN, itu kiamat namanya, batin sera.

"SHIT!" Tanpa sengaja Sera mengumpat.

"Maaf, apa aku mendengar sesuatu Sera?" Graven tentu saja terkejut dengan apa yang di dengarnya.

"Sorry, aku hanya kelepasan, itu tadi tidak di sengaja" jawab Sera yang sebenarnya sama terkejutnya juga, karena lepas kendali mengumpat begitu saja.

Graven melihat sejenak, menaikkan sedikit alisnya dan melanjutkan apa yang di ketik di atas laptopnya.

Sementara Sera segera menyambar beberapa berkas yang di sendiri kan karena belum sempat untuk di bahas.

"Berkas ini, akan kita selesaikan hari ini juga?" tanya Sera.

"Hem" jawab Graven masih fokus.

Sudah hampir jam sembilan malam, dan Sera belum makan, hanya minuman yang di buat Graven yang sudah tandas dari tadi, lalu Sera merasa aneh, apa mungkin Graven juga tak pernah memperhatikan isi perutnya?, atau dia tak makan sama sekali?, dia manusia apa robot sih?

Hingga kemudian terdengar suara

KLIK

"Ikut aku!"

Graven menarik tangan Sera begitu saja.

"Eh kemana!" teriak Sera yang tak bisa menolak tentu saja.

Hingga kemudian matanya melebar saat Graven terus memegang erat tangan dan menariknya untuk masuk ke dalam sebuah_kamar?

TIDAK!

Waduh gawat, mana nih Komennya, apa yang akan terjadi kira-kira?

Bersambung.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!