NovelToon NovelToon
MISTERI DESA GETIH

MISTERI DESA GETIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:90.8k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Alawiyah yang nekad menyusul suaminya ke kampung halaman yang terletak dilereng Gunung Kawi, membuat ia dihadapkan pada teror yang mengerikan.

Desa yang ia bayangkan penuh kedamaian, justru menjadi mimpi buruk yang mengerikan.

Rahasia apa yang sedang disembunyikan suaminya?

Ikuti kisah selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Itu

Sosok wanita berambut panjang, dengan gaun berwarna merah terang melesat dan berdiri di dekat jendela.

"Huh! Panas banget tau!"

Sosok itu mengipas-ngipaskan tangannya, sebab tubuhnya hampir saja hangus terbakar.

"Astaghfirullah!" pekik Alawiyah saat melihat sosok Kuntilanak Merah yang saat ini berusaha mendinginkan tubuhnya.

Sosok itu langsung menoleh ke arah Alawiyah, dan tubuhnya kembali panas. "Apaan—sih?" wajahnya cukup sinis.

Ia tak suka mendengar Alawiyah yang menyebut kalimat-kalimat suci.

"Kamu ngapain di sini?" tanya Alawiyah dengan wajah marah. Ia sudah berulangkali melihat makhluk-makhluk mengerikan memasuki rumah ibu mertuanya.

"Kamu pasti kiriman warga sini—Ya? Kamu mau mencari tumbal?!" Alawiyah mulai bersiap untuk membaca doa.

"Ya iyalah! Lu kira aku dikirim ke sini buat apaan? Ya cari tumbal-lah, masa cari MBG. Udah tau pakai nanya!" sahut Kuntilanak Merah dengan sengit.

Wajahnya cukup sinis saat menatap Alawiyah.

Ia mengibaskan rambutnya yang sudah kembali normal, mengalahkan iklan sampo di televisi.

"Ih, kamu emang bener-bener pengen ku bakar—ya!" Alawiyah sudah kehabisan kesabarannya. "Katakan, siapa yang mengirimmu?!"

"Pake nanya, kamu semalam dikasih duit dua ratus rebu dari siapa?"

"Dari Bi Inem,"

"Nah, tau—tuh!"

Kuntilanak merah melipatkan kedua tangannya di depan dada, sembari menatap perut Alawiyah. Sesuatu yang manis, gurih dan juga bergizi berada di dalamnya.

"Aduh, itu janin ngalahin menu MBG, aku gak sabar lagi ingin memakannya," Kuntilanak Merah tampak begitu lapar dan ngiler saat melihat perut Alawiyah.

Alawiyah menyadari tatapan Kuntilanak Merah yang mengarah pada calon bayinya. Iya bergegas menutupnya dengan kedua telapak tangannya.

"Jadi, kamu suruhan—Bi Inem?"

"Iya, siapa lagi?"

Alawiyah tampak berfikir keras. "Kalau Kuntilanak gaun Putih itu punya siapa?" Alawiyah mengingat pernah melihat sosok Kuntilanak Putih sedang bergelantungan di pohon Mangga.

"Ih, kepo amat. Bukan urusanku. Aku hanya bertugas untuk mengambil janinmu. Lagipula, Kuntilanak Putih itu masih level rendah, dia gak sebanding denganku!"

Sosok itu menjawab dengan nada angkuh.

Dari arah luar rumah, terdengar sesuatu menyahuti. "Sombong ... Sombong ...." ternyata itu Kuntilanak Putih yang direndahkan oleh Kuntilanak Merah.

"Berisik!" balas Kuntilanak Merah,masih dengan sikap angkuhnya.

Alawiyah melihat pertengkaran kedua makhluk itu dengan kesal. Sebab bagaimanapun, mereka mengincar janinnya.

"Hadeew, kau kira bisa mengambilnya dengan mudah? Tidak seperti yang kau kira!"

Alawiyah menantang sosok tersebut, dan saat bersamaan, Ratih membuka pintu kamar Alawiyah dengan paksa, lalu melemparkan kunyit bangle, jariango yang sudah di haluskan ke arah Kuntilanak Merah.

"Pergi, Kau!" Ratih tampak marah, dan lemparannya mengenai rambut sosok Kuntilanak Merah.

"Aaaaarg, sakit tau!" sosok Kuntilanak Merah tersentak kaget, dan juga kesakitan.

Ratih melemparkan garam kasar yang sudah di beri doa ke arah sosok tersebut, dan membuat Kuntilanak Merah melesat pergi dengan suara lengkingan kesakitan.

Melihat sosok Kuntilanak Merah yang kesakitan, justru membuat Kuntilanak Putih tertawa terpingkal.

"Hihihihihihihihihiii ...." ia sangat senang melihat sosok Kuntilanak Merah kesakitan, dan itu sudah membungkam kesombongannya.

Braaaak

Taaap

Daun jendela yang terbuka, dan bersamaan, ramuan yang sama menempel di wajahnya, dan sebagian masuk ke mulutnya, sehingga membuatnya langsung mingkem.

"Diam gak, Kau—hah?! Pergi!" hardi Ratih dengan suara yang menggelegar.

"Huhuhuhuhuuu ...." sosok itu langsung pergi dengan cepat, dan sialnya—ia harus bertabrakan dengan Sundel Bolong yang sedang melintas

"Apaan, sih?!"

Sundel Bolong tampak sewot, saat tubuhnya tertabrak Kuntilanak tersebut.

Tak ingin kesakitan sendirian, Kuntilanak Putih menempelkan sisa ramuan kunyit bangle ke muka Sundel Bolong.

"Eh, Bangsat! Apaan ini, gak enak banget, sakit tau!" maki Sundel Bolong, dan ingin menjambak Kuntilanak Putih, tetapi sudah keburu pergi.

Setelah melihat kedua sosok itu pergi, Ratih menutup jendela, lalu menatap menantunya.

"Itu peliharaan Inem, apakah kau ada di beri uang olehnya?" desak Ratih penuh selidik.

Alawiyah menganggukkan kepalanya.

"Kenapa si Mbok tau?"

"Karena hanya Inem yang menggunakan tumbal uang ghaib!" jawab Ratih, lalu menghampiri Alawiyah. "Dimana uangnya, berikan pada ibu."

Tangannya menyodorkan ke arah sang menantu, meminta uang yang dicurigainya.

Alawiyah mengambil uang tersebut dari mushab, dan memberikannya pada Ratih.

"Memangnya kenapa dengan uang ini, Mbok?" ia masih cukup penasaran. Sebab ia masih merasa penasaran dengan semua jenis pesugihan yang ada di desa ibu mertuanya.

"Jika kamu sampai membelanjakannya, dan memakan dari hasil belanjamu, maka janinmu akan mereka ambil sebagai tumbal."

Ratih menggenggam uang tersebut dengan sangat erat.

"Sangat sesat sekali mereka," ucap Alawiyah dengan cukup miris.

"Ya, sangat sulit untuk mengubahnya."

Ratih menatap pada Bayu, yang masih belum juga bangun.

"Apakah si Mbok, tau siapa yang sudah membuat Mas Bayu seperti ini?" tanya Alawiyah dengan penuh selidik.

Ratih diam membeku. Tampak matanya berkaca-kaca, tetapi ia tidak mau menanggapi ucapan Alawiyah.

"Biarkan saja, biar Tuhan yang membalas mereka," Ratih tampak lelah, sepertinya ia sudah dalam berusaha, namun bukan hanya satu serangan, tetapi cukup banyak, dan hampir semua.

"Tidurlah, jangan lagi sembarangan menerima pemberian apapun dari seseorang, dan jangan lupa juga untuk berdoa, bayi sebentar lagi akan lahir, dan inj akan sangat bagi kita."

Ratih beranjak keluar, dengan membawa uang pemberian dari Inem.

"Memangnya mengapa dengan bayiku, Mbok."

Alawiyah tak lagi dapat menahan rasa ingin tahunya.

"Kelahirannya akan menjadi ajang pesta bagi mereka, semoga saja mereka tidak tahu kapan bayimu akan lahir." Ratih tampak sangat berat sekali menghadapinya.

"Oh, jadi begitu?" Alawiyah manggut-manggut.

"Tapi, apakah mereka dapat mengalahkan kekuatan Sang Pencipta?"

Ratih menatap menantunya, dan keluar dari kamar dengan cepat.

Setelah keluar dari kamar, Ratih menuju dapur, lalu menyalakan lampu pelita, dan kemudian membakar uang tersebut.

"Semoga saja, apa yang kau kirim, akan kembali padamu."

Ratih meletakkan uang tersebut ke atas api pelita yang sedang menyala, dan cahayanya meliuk bagaikan seorang penari saat tertiup angin.

Beeerrr

Dua lembar uang ratusan ribu itu terbakar dengan cepat, dan menghangus menjadi debu.

Saat bersamaan, di rumah Inem yang megah, sosok Kuntilanak Merah yang kesakitan, kembali berteriak histeris.

Tubuhnya terasa terbakar, dan rasa sakit itu, mmebuat ia menerobos masuk ke dalam kamar Tiara, anak gadisnya yang sedang tertidur pulas.

Karena tak tahan dengan energi yang terbuang, ia mencekik Tiara, dan menyesap jiwanya, sebagai balasan, dari uang ghaib yang di bakar oleh Ratih.

Keesokan paginya, Inem berteriak histeris, saat menyaksikan puterinya tak bernyawa.

"Tiara!" pekiknya dengan wajah pucat. Baru kali ini, ia mengalami naas yang sangat terduga.

Biasanya, para korban yang di beri uang ghaib, selalu menjadi tumbal, sebab membelanjakannya dengan kebutuhan hidup, apalagi yang ia temui adalah anak-anak, maka sangat cepat sekali reaksinya.

1
yuyun Rahayu
ada²aja si Begu tau² nya tiktok😀😀😀
yuyun Rahayu
dassssrrr para demitttt gk ada akhlaq,udh jelas² paduka nya lagi perang melawan Bagas ayankku,dgn santui ny makn popcron haduhhhh
yuyun Rahayu
et dahh gk balik tuhh yg jaht kmuu kunnnn😠
yuyun Rahayu
ayankkuu Bagasss hayoo bantaii genderuwooo jelek ituuu😀
SENJA
akakaka sayur kol temennya saksang 🤣
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: Sayur kol, sayur kol
Makan daging anjing dengan sayur kol
Sayur kol, sayur kol💃💃💃
total 1 replies
SENJA
awakaaka wah sundel bolong sama wewe gombel tobat weh🤣
SENJA
sukur lu! 😳
Desyi Alawiyah
Berasa nonton bioskop yah, makan popcorn segala hihihi 👻
Desyi Alawiyah
Udah nggak serem lagi dong, kan rambutnya mbak Kun merah udah cepak 🤭😭
Tini Nurhenti
/Facepalm//Facepalm/🤭
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👻👻👻👻👻👻👻👻
total 1 replies
Tini Nurhenti
🤣🤣🤣🤣💪👍
neni nuraeni
sombong amat lu Cong....
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
ehhhh tak semudah itu ferguso
jd jagn kau sombong dlu
V3
Alhamdulillah mbak Wewe sdh bahagia ikut dg om Begu ke Medan ,,,, walaupun dsna kerjaan nya sdh berubah mjd kang rongsokan dan cm makan sayur Kol saja ( tidak tumbal nyawa lagi ) ,,,,, yg ptg Bahagia yaa mbak Wewe.
skrg sdh JD Demit Baik dan sdh ada yg Sayang sama kamu jg ,, si Om Begu 🤭🤭
sdh dpt Hadiah Al-fatihah dan Doa jg dr Bayu ,, smg kamu baik-baik ja di Medan 🤣🤣💃💃💃💃💃
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin😂
total 5 replies
Marsiyah Minardi
Aku sambil ngakak ngucapin selamat pulang ke Medan ya begu ganjang 🤣🤣🤣🤣
tak apalah mulung besi daripada di tanah Jawa jadi demit penjahat 😄😄
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin... moga istiqamah😂😂😂
total 1 replies
V3
benar ja kn si Wewe mau tobat gegara di janjiin Bagas gkan di timpuk lg pke batu bata 🤭🤭🤣🤣
Hary Nengsih
pocong belagu baget baru jd padeka sehari
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: getok aja, Bun🤧
total 1 replies
V3
riweeeeh ini mah semuanya ,,, kacau-balau semuanya 🤣🤣
dan siluman ular beneran kabur pulang donk 🤣🤣
V3
si Wewe di janjiin sama Bagas gak akan di timpuk lg dg syarat hrs Tobat dn login JD Demit Baik ,, akhirnya nurut donk si Wewe nya 🤣🤣🤣
pintar jg si Bagas buat ngerayu nya 🤭🤭
V3
aku kasihan sama si om Wowo Krn para pasukan nya PD gak benar 🤣🤣🤣
yg 2 dh login JD Demit Baik ( Sundel dn Wewe ) ,,,
yg 2 lagi pulang ( Buto dn Siluman Ular ) ,, para Kuyang dan para Palasik PD pulang lngsung Mudik ke Kampung Halaman nya 🤣🤣🤣🤣
skrg pasukan nya tinggal se upil 🤣🤣🤣
V3: hahaha .... kasihan si Wowo 🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!