NovelToon NovelToon
MISTERI DESA GETIH

MISTERI DESA GETIH

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Alawiyah yang nekad menyusul suaminya ke kampung halaman yang terletak dilereng Gunung Kawi, membuat ia dihadapkan pada teror yang mengerikan.

Desa yang ia bayangkan penuh kedamaian, justru menjadi mimpi buruk yang mengerikan.

Rahasia apa yang sedang disembunyikan suaminya?

Ikuti kisah selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Itu

Sosok wanita berambut panjang, dengan gaun berwarna merah terang melesat dan berdiri di dekat jendela.

"Huh! Panas banget tau!"

Sosok itu mengipas-ngipaskan tangannya, sebab tubuhnya hampir saja hangus terbakar.

"Astaghfirullah!" pekik Alawiyah saat melihat sosok Kuntilanak Merah yang saat ini berusaha mendinginkan tubuhnya.

Sosok itu langsung menoleh ke arah Alawiyah, dan tubuhnya kembali panas. "Apaan—sih?" wajahnya cukup sinis.

Ia tak suka mendengar Alawiyah yang menyebut kalimat-kalimat suci.

"Kamu ngapain di sini?" tanya Alawiyah dengan wajah marah. Ia sudah berulangkali melihat makhluk-makhluk mengerikan memasuki rumah ibu mertuanya.

"Kamu pasti kiriman warga sini—Ya? Kamu mau mencari tumbal?!" Alawiyah mulai bersiap untuk membaca doa.

"Ya iyalah! Lu kira aku dikirim ke sini buat apaan? Ya cari tumbal-lah, masa cari MBG. Udah tau pakai nanya!" sahut Kuntilanak Merah dengan sengit.

Wajahnya cukup sinis saat menatap Alawiyah.

Ia mengibaskan rambutnya yang sudah kembali normal, mengalahkan iklan sampo di televisi.

"Ih, kamu emang bener-bener pengen ku bakar—ya!" Alawiyah sudah kehabisan kesabarannya. "Katakan, siapa yang mengirimmu?!"

"Pake nanya, kamu semalam dikasih duit dua ratus rebu dari siapa?"

"Dari Bi Inem,"

"Nah, tau—tuh!"

Kuntilanak merah melipatkan kedua tangannya di depan dada, sembari menatap perut Alawiyah. Sesuatu yang manis, gurih dan juga bergizi berada di dalamnya.

"Aduh, itu janin ngalahin menu MBG, aku gak sabar lagi ingin memakannya," Kuntilanak Merah tampak begitu lapar dan ngiler saat melihat perut Alawiyah.

Alawiyah menyadari tatapan Kuntilanak Merah yang mengarah pada calon bayinya. Iya bergegas menutupnya dengan kedua telapak tangannya.

"Jadi, kamu suruhan—Bi Inem?"

"Iya, siapa lagi?"

Alawiyah tampak berfikir keras. "Kalau Kuntilanak gaun Putih itu punya siapa?" Alawiyah mengingat pernah melihat sosok Kuntilanak Putih sedang bergelantungan di pohon Mangga.

"Ih, kepo amat. Bukan urusanku. Aku hanya bertugas untuk mengambil janinmu. Lagipula, Kuntilanak Putih itu masih level rendah, dia gak sebanding denganku!"

Sosok itu menjawab dengan nada angkuh.

Dari arah luar rumah, terdengar sesuatu menyahuti. "Sombong ... Sombong ...." ternyata itu Kuntilanak Putih yang direndahkan oleh Kuntilanak Merah.

"Berisik!" balas Kuntilanak Merah,masih dengan sikap angkuhnya.

Alawiyah melihat pertengkaran kedua makhluk itu dengan kesal. Sebab bagaimanapun, mereka mengincar janinnya.

"Hadeew, kau kira bisa mengambilnya dengan mudah? Tidak seperti yang kau kira!"

Alawiyah menantang sosok tersebut, dan saat bersamaan, Ratih membuka pintu kamar Alawiyah dengan paksa, lalu melemparkan kunyit bangle, jariango yang sudah di haluskan ke arah Kuntilanak Merah.

"Pergi, Kau!" Ratih tampak marah, dan lemparannya mengenai rambut sosok Kuntilanak Merah.

"Aaaaarg, sakit tau!" sosok Kuntilanak Merah tersentak kaget, dan juga kesakitan.

Ratih melemparkan garam kasar yang sudah di beri doa ke arah sosok tersebut, dan membuat Kuntilanak Merah melesat pergi dengan suara lengkingan kesakitan.

Melihat sosok Kuntilanak Merah yang kesakitan, justru membuat Kuntilanak Putih tertawa terpingkal.

"Hihihihihihihihihiii ...." ia sangat senang melihat sosok Kuntilanak Merah kesakitan, dan itu sudah membungkam kesombongannya.

Braaaak

Taaap

Daun jendela yang terbuka, dan bersamaan, ramuan yang sama menempel di wajahnya, dan sebagian masuk ke mulutnya, sehingga membuatnya langsung mingkem.

"Diam gak, Kau—hah?! Pergi!" hardi Ratih dengan suara yang menggelegar.

"Huhuhuhuhuuu ...." sosok itu langsung pergi dengan cepat, dan sialnya—ia harus bertabrakan dengan Sundel Bolong yang sedang melintas

"Apaan, sih?!"

Sundel Bolong tampak sewot, saat tubuhnya tertabrak Kuntilanak tersebut.

Tak ingin kesakitan sendirian, Kuntilanak Putih menempelkan sisa ramuan kunyit bangle ke muka Sundel Bolong.

"Eh, Bangsat! Apaan ini, gak enak banget, sakit tau!" maki Sundel Bolong, dan ingin menjambak Kuntilanak Putih, tetapi sudah keburu pergi.

Setelah melihat kedua sosok itu pergi, Ratih menutup jendela, lalu menatap menantunya.

"Itu peliharaan Inem, apakah kau ada di beri uang olehnya?" desak Ratih penuh selidik.

Alawiyah menganggukkan kepalanya.

"Kenapa si Mbok tau?"

"Karena hanya Inem yang menggunakan tumbal uang ghaib!" jawab Ratih, lalu menghampiri Alawiyah. "Dimana uangnya, berikan pada ibu."

Tangannya menyodorkan ke arah sang menantu, meminta uang yang dicurigainya.

Alawiyah mengambil uang tersebut dari mushab, dan memberikannya pada Ratih.

"Memangnya kenapa dengan uang ini, Mbok?" ia masih cukup penasaran. Sebab ia masih merasa penasaran dengan semua jenis pesugihan yang ada di desa ibu mertuanya.

"Jika kamu sampai membelanjakannya, dan memakan dari hasil belanjamu, maka janinmu akan mereka ambil sebagai tumbal."

Ratih menggenggam uang tersebut dengan sangat erat.

"Sangat sesat sekali mereka," ucap Alawiyah dengan cukup miris.

"Ya, sangat sulit untuk mengubahnya."

Ratih menatap pada Bayu, yang masih belum juga bangun.

"Apakah si Mbok, tau siapa yang sudah membuat Mas Bayu seperti ini?" tanya Alawiyah dengan penuh selidik.

Ratih diam membeku. Tampak matanya berkaca-kaca, tetapi ia tidak mau menanggapi ucapan Alawiyah.

"Biarkan saja, biar Tuhan yang membalas mereka," Ratih tampak lelah, sepertinya ia sudah dalam berusaha, namun bukan hanya satu serangan, tetapi cukup banyak, dan hampir semua.

"Tidurlah, jangan lagi sembarangan menerima pemberian apapun dari seseorang, dan jangan lupa juga untuk berdoa, bayi sebentar lagi akan lahir, dan inj akan sangat bagi kita."

Ratih beranjak keluar, dengan membawa uang pemberian dari Inem.

"Memangnya mengapa dengan bayiku, Mbok."

Alawiyah tak lagi dapat menahan rasa ingin tahunya.

"Kelahirannya akan menjadi ajang pesta bagi mereka, semoga saja mereka tidak tahu kapan bayimu akan lahir." Ratih tampak sangat berat sekali menghadapinya.

"Oh, jadi begitu?" Alawiyah manggut-manggut.

"Tapi, apakah mereka dapat mengalahkan kekuatan Sang Pencipta?"

Ratih menatap menantunya, dan keluar dari kamar dengan cepat.

Setelah keluar dari kamar, Ratih menuju dapur, lalu menyalakan lampu pelita, dan kemudian membakar uang tersebut.

"Semoga saja, apa yang kau kirim, akan kembali padamu."

Ratih meletakkan uang tersebut ke atas api pelita yang sedang menyala, dan cahayanya meliuk bagaikan seorang penari saat tertiup angin.

Beeerrr

Dua lembar uang ratusan ribu itu terbakar dengan cepat, dan menghangus menjadi debu.

Saat bersamaan, di rumah Inem yang megah, sosok Kuntilanak Merah yang kesakitan, kembali berteriak histeris.

Tubuhnya terasa terbakar, dan rasa sakit itu, mmebuat ia menerobos masuk ke dalam kamar Tiara, anak gadisnya yang sedang tertidur pulas.

Karena tak tahan dengan energi yang terbuang, ia mencekik Tiara, dan menyesap jiwanya, sebagai balasan, dari uang ghaib yang di bakar oleh Ratih.

Keesokan paginya, Inem berteriak histeris, saat menyaksikan puterinya tak bernyawa.

"Tiara!" pekiknya dengan wajah pucat. Baru kali ini, ia mengalami naas yang sangat terduga.

Biasanya, para korban yang di beri uang ghaib, selalu menjadi tumbal, sebab membelanjakannya dengan kebutuhan hidup, apalagi yang ia temui adalah anak-anak, maka sangat cepat sekali reaksinya.

1
mifta
setannya gaul tau MBG juga🤣🤣🤣🤣
Mamake Nayla
sma2 hilang arah...apa ga nyasar mereka ber 2🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
mifta
bisa jga setan gaul🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
sekarang kau tersenyum2 Jo.. Tejo.. sebentar lagi kau berenang dlm kuah soto pojok kesukaanmu itu 😋😋👻👻👻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
ati2 sama adikmu mbok Ratih, istrinya aja tega dia tumbalkan, nanti keluargamu selanjutnya 🙈🙈👻👻👻
Ai Emy Ningrum: iissh issh ...teruskan /Determined//Determined//Determined//Determined/ !!!!
total 5 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
elaah galak amat we! padahal baru dtp tumbal, kok esmosian 😋😋😋
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ: kebanyakan ngemilin garem dia 😋
total 2 replies
🟡SENJA
hadeeeh mbok ratih, tejo jauh tersesat mbok 😤
🟡SENJA
astaga lakik macam apa 😭
🟡SENJA
wakakaak ibunya sendiri aja jadi kulineran 🤭
🟡SENJA
buseh 😅😅😅
🟡SENJA
wakakaak ga manusia ga setan kalau nganggur di bully 😅
FiaNasa
ntar klau jadian samanobita bisa direndang si Tejo ini
FiaNasa: bukan mesin ketiknya yg udah uzur tp yg ngetik😀
total 5 replies
Ayani Lombokutara
tumben dibab ini gk ada dialog setan laknat 🤣🤣
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: khusus Mellow🤧
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Matamu sakit, jelas Intan dijadikan tumbal kok 😫
Ayani Lombokutara: kan dnak tau dia siapa yg jdiin dia tumbal kan rata rata isi kampung penganutnya ..tpi tu si mbok udah yakin adiknya yg buat iparnya bgitu
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Bener-bener deh si Tejo, sekarang malah ngincer Novita... 😌😌
kinoy
drama persetanan..kasian jg intan y anaknya msh nyusu..si Tejo so kecakepan bgt
FiaNasa
jin nya gaul semua ngomongnya,,kek nya jin nya semua kluaran edisi terbaru nih😀
FiaNasa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Ayani Lombokutara
apa lo 🤣🤣🤣 si wewe lucu 🤣🤣
pkoknya lebih lucu setannya dripda org orgnya 🤣🤣
Ai Emy Ningrum: hihihi 👻👻👻
total 12 replies
Rembulan menangis
punah berjamaah gk tuh 🤭
Tini Nurhenti
🤣🤣🤣/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!