Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12
"Apa aku boleh menyusuinya?"
Arlend benar-benar membuat Azelva tersentuh, dia yang awalnya bersikukuh menolak menjadi ibu susu untuk Arlend, kini justru dialah yang menawarkan diri. Pesona bayi tampan itu memang tidak bisa diragukan lagi. Paras tampannya yang menyerupai Kellano menjadi daya pikat tersendiri bagi siapapun yang menatap bayi itu.
"Tentu saja boleh. Aku akan berterima kasih kalau Kamu mau melakukannya," ucap Kellano. Pria itu duduk di samping Azelva yang tengah memangku putranya. Tangannya mengusap pelan kepala Arlend yang anteng dalam dekapan Azelva.
Kellano sedikit bingung melihat kedekatan Azelva dan Arlend. Keduanya seperti memiliki ikatan batin. Terlihat dari Arlend yang begitu nyaman dalam gendongan Azelva, bayi itu seperti menemukan tempat ternyamannya.
"Kalau begitu, bisakah Anda keluar dulu?"
"Kenapa harus keluar? Aku juga ingin melihat putraku menyusu," ucap Kellano tidak tahu malu.
Azelva melotot pada Kellano, andai saja di ruangan itu tidak ada Yumna dan Arjuna, mungkin saat ini Azelva sudah menendang pria itu ke Antariksa.
Kellano mengernyitkan keningnya, pria itu terlihat bingung dengan Azelva yang tiba-tiba menatapnya kesal. Rupanya dia belum menyadari apa yang baru saja dia katakan.
Sampai akhirnya Daddy Arjuna menyeret putranya itu keluar.
"Dad, lepasin! Daddy mau tanggung jawab kalau telingaku putus?" Kellano yang masih belum paham, sangat kesal karena Daddynya terus menarik telinganya.
"Daddy tidak pernah mengajarimu mesum begitu, Kellan. Bikin malu," gerutu Daddy Arjuna. Pria paruh baya itu akhirnya melepaskan telinga sang putra.
"Yang mesum siapa memangnya?" Tanya Kellano. Pria tampan itu mengusap-usap telinganya yang terasa panas.
"Terus maksud Kamu apa mau lihat Azel menyusui Arlend?"
"Astaga!"
Kellano menutup mulutnya sendiri, dia baru menyadari ucapannya itu sangat memalukan. Bagaimana kalau Azel berpikir yang macam-macam, pikir pria itu.
***
Setelah Kellano dan Daddy Arjuna keluar, Azelva langsung menyusui bayi tampan itu. Wanita cantik itu sesekali meringis karena Arlend yang begitu rakus menyesap sumber kehidupannya.
Air mata Azelva perlahan menetes, dia kembali membayangkan putranya yang telah tiada. Dadanya terasa semakin sesak, saat merasa takdir seolah mempermainkannya.
Azelva baru saja kehilangan bayinya, namun di saat yang bersamaan Tuhan menggantinya dengan menghadirkan Arlend dalam hidupnya. Namun, kenapa Arlend harus terlahir sebagai putra Kellano? Orang yang menjadi penyebab penderitaan Azelva selama ini.
"Tante tahu perasaan Kamu, Nak." Ucap Mommy Yumna. Wanita paruh baya itu menatap iba pada Azelva yang tengah menyusui cucunya. "Mulai sekarang, Kamu boleh menganggap Arlend seperti putramu sendiri. Mungkin Tuhan sengaja mengirim Arlend untuk mengobati luka hatimu."
Yumna bisa merasakan sakitnya kehilangan anak. Tidak ada penderitaan yang lebih menyakitkan daripada itu. Karena, Yumna pun pernah merasakan rasa sakitnya kehilangan seorang anak, bahkan sebelum anaknya itu sempat dilahirkan.
Azelva semakin terisak, ucapan Mommy Yumna itu bak oase di padang pasir. Sangat melegakan. Azelva merasa memiliki kembali kekuatan untuk menjalani hidup.
"Terima kasih, Tante."
...----------------...
Sementara itu di luar ruangan Azelva, Daddy Arjuna terus menatap putranya penuh selidik. Pria paruh baya itu terlihat seperti sedang mencari sesuatu dalam wajah putranya.
"Daddy kenapa sih? Jangan menatapku seperti itu. Daddy membuatku merinding saja."
Kellano tiba-tiba merasa hawa di sekitarnya berubah horor saat Daddy Arjuna semakin tajam menatapnya. Apakah setelah menarik telinganya, kali ini Daddy akan mencongkel mataku? Batin Kellano.
"Jawab dengan jujur. Apa sebelumnya Kamu mengenal wanita itu?" Tanya Daddy Arjuna.
Dari cara Kellano menatap Azelva, pria paruh baya itu yakin ada sesuatu diantara Kellano dan Azelva sebelumnya.
Kenapa Daddy bisa tahu? Batin Kellano.
Kellano tidak langsung menjawab pertanyaan dari Daddynya. Pria itu terlihat menimbang antara harus mengakui atau menutupi. Namun sepertinya berbohong pun akan percuma saja, mengingat Arjuna bukanlah pria yang bisa dibohongi.
"Ya. Aku mengenal Azelva, Dad. Dulu kami memiliki hubungan, saat kuliah di Amerika," ucap Kellano. Pada akhirnya pria tampan itu memutuskan untuk mengatakannya pada sang Daddy.
"Sudah kuduga." Daddy Arjuna terlihat menyeringai. Sejauh ini, tebakannya tidak pernah meleset. Daddy Arjuna memang dikenal memiliki insting yang luar biasa. "Apa kalian pernah melakukannya?"
Uhukkk uhukkk
Pertanyaan Arjuna itu membuat Kellano tersedak. Pria itu nyaris saja menyemburkan air minum yang baru saja ditelannya.
"Kenapa Daddy---"
"Tinggal jawab saja, iya atau nggak?" Kesal Daddy Arjuna.
Arjuna hanya ingin memastikan satu hal yang sejak tadi menjadi kecurigaan nya. Namun, pria paruh baya itu tidak ingin sembarangan menerka. Ia ingin memastikannya lebih dulu. Walau bagaimanapun juga ini menyangkut sebuah harga diri keluarga dan juga tanggung jawab.
Deg
Bayangan malam panas di pesta perayaan kelulusan beberapa bulan yang lalu itu kembali terlintas di kepala Kellano.
Malam yang menjadi penyesalan terbesar bagi Kellano.
Perlahan Kellano menganggukkan kepalanya. Wajahnya tertunduk malu dan sedih bersamaan. Pria itu merasa sedih karena tidak bisa menjaga Azelva, dan justru dialah yang sudah merenggut kehormatan wanita yang sangat dicintainya itu.
Arjuna mengusap wajahnya dengan kasar. Pengakuan Kellano itu membuat kecurigaannya semakin bertambah.
Jangan-jangan kecurigaan ku benar? Batin Arjuna.
To be continued
bagus pak arjuna gercepdibandingin anaknya
ayo segera kita sambut si regina 👏
ayo Zola cepet cerita jgn byk mikir 🤣