NovelToon NovelToon
Forensik Adalah Seorang Antagonis

Forensik Adalah Seorang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Psikopat / Antagonis / Balas Dendam / Bad girl
Popularitas:964
Nilai: 5
Nama Author: Gdc Hb vl

Zielga Nadine adalah seorang forensik kepolisian yang terkenal karena kecerdasannya dalam memecahkan kasus-kasus tersulit. Kemampuannya membawa banyak penghargaan dan membuat namanya dikenal sebagai salah satu ahli forensik terbaik.

Namun di balik sosoknya yang brilian, Zielga menyimpan masa lalu yang kelam. Semasa SMP, ia mengalami perundungan brutal dan kehilangan harga dirinya berkali-kali. Luka itu tak pernah sembuh—dan menjadi api yang membakar seluruh hidupnya.

Bagaimana jika forensik jenius yang dipercaya semua orang ternyata menyimpan agenda gelap?

Inilah kisah benturan antara dendam yang membara dalam diri Zielga dan upaya polisi mengungkap kebenaran.
Siapa yang akan menang: Zielga, yang bertekad membalas semua rasa sakitnya, atau aparat kepolisian yang tanpa sadar sedang memburu rekan mereka yang paling mereka hormati?

Di atas kertas bertuliskan “Keadilan”, sebuah pertempuran dimulai.

cerita ini hanya fiksi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gdc Hb vl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11

"Kak aku minta maaf, harusnya aku tak melakukan itu kak, maaf kan aku!" Suara reza dalam rekaman itu begitu jelas membuat semua yang ada di ruangan terdiam.

Mata tiska terbelalak kaget ketika mendengar suara memohon dari adiknya yang berada di ponsel, bibirnya bergetar "a..apa" tanyanya dengan gugup.

Melihat reaksi tiska, aksa menyuruh azri berdiri lalu menduduki kursi yang berhadapan dengan tiska.

Matanya menatap tajam tiska dan berkata "anda bilang anda bertengkar karena ia pencandu, namun dalam investasi kami di rumahnya, tidak ada obat-obatan yang kami temuan di sana"

Mendengar hal itu tiska sedikit panik ia dengan gugup berkata "Itu ka..karena aku membersihkan nya, sebelum ia pulang aku kerumahnya terlebih dahulu dan aku menemukan obat tersebut da..n aa..aku langsung membersihkan, ka...mi bertengkar dan aku membawa kabur obat_

" LALU Di mana obat tersebut!!!" suara aksa terdengar begitu keras saat dia memotong ucapan tiska.

Tiska terdiam, menundukkan kepalanya menatap kedua tangannya yang terborgol di atas meja.

Dia mengerjakan giginya lalu berkata "a..aku mem...membuangnya ke truk sampah" tanpa tiska sadari tangannya yang berada di atas meja bergetar hebat membuat kegugupannya semakin tinggi.

"..gak aku gak mungkin membunuh adikku.. Bukan aku" elak tiska, tubuhnya gemetar entah karena takut atau gugup.

aksa menghela nafas perlahan, sedangkan azri dan, ziel saling menatap bertanya-tanya apa yang akan aska lakukan setelahnya.

Aksa kemudian meletakkan kunci yang ia ambil dari suami tiska "Saya tidak tau perdebatan apa yang anda lakukan dengan adik anda semalam, yang jelas reza agraha pulang larut malam sekitar hampir pukul satu malam, anda memanfaatkan kepergian anda dengan teman anda dan pulang tepat tengah malam

dengan begitu,karena anda telah hafal adik anda akan pulang setelah bekerja dan nongkrong, anda memanfaatkan kesempatan ini dan datang ke rumah korban, saat itu korban tengah menelepon tetangga nya, dan saat itu pula anda datang hingga ia meminta maaf seperti di telepon, namun permintaan maafnya tak anda dengarkan, kau membunuhnya, lalu dengan cepat pergi sambil menggunakan kunci cadangan untuk pergi dari sana!, apa saya benar saudari tiska sayana!" Mata aksa tajam menatap tiska lebih dalam.

Tiska seketika mengeleng keras, cairan bening mengalir melalui pipinya, bibirnya bergetar.

"Eng..gak... Ini gak mungkin...aku bu..kan pelakunya...tolong percaya sama saya!,lagipula untuk apa aku membunuhnya!!" Tiska berteriak dengan suara yang serak, nafasnya memburu.

Aksa hanya diam, matanya yang awalnya menatap buku beralih menatap tiska dengan intens lalu "restoran yang di kelola adikmu itu memiliki dua nama pemilik itu reza agraha dan kau apa ada alasan lain" ucap aska dengan dingin.

Cairan bening mengalir lebih deras di pipi tiska mendengar ucapan aska, pikiran tiska mulai kacau perasaan tak percaya, putus asa dan rasa sesak lainya bercampur menjadi satu.

Tiska dengan perasaan frustasi memegang kedua telinganya dan menggeleng lebih keras"Saya..bukan..Pelakunya" rintihnya yang terdengar pilu.

Mendengar pengelakan tiska, aksa tak peduli, ia tak peduli dan terus menulis di dalam buku azri tadi, sambil berkata "tiska sayana, anda di tangkap karena membunuh saudara kandung anda yang bernama reza agraha" ucap aksa dengan satai sambil menulis sesuatu di buku.

Brakk!!!!

Tiska seketika berdiri menggebrak meja dengan kuat memberitahu bahwa ia marah.

Namun aksa tetap tak peduli dan terus menulis di buku, sedangkan ziel dan azri hanya diam mengamati tindakan aska.

"SAYA BIL_

Saat tiska ingin berbicara tiba-tiba dua polisi telang datang dari belakangnya memegang kedua tangan tiska.

" tunggu!!, aku benar-benar bukan pelakunya, aku mengatakan yang sebenarnya!!,kalian!!!" Tiska terus berteriak saat di bawa oleh para polisi mencoba mengatakan bahwa ia benar-benar tak bersalah.

Setelah beberapa menit teriakan tiska tak terdengar lagi menandakan bahwa ia sudah jauh.

Ziel memegang dagunya mulai berpikir, dia merasa ada yang aneh, pikirannya mulai berkecamuk saat ingatannya mengoreksi reaksi tiska ketika mendengar kematian adiknya, namun semua pikiran itu butar ketika aska memanggilnya.

"Ziel!"

Ziel segera menoleh ke pada aska yang telah menatapnya di samping meja.

"Ya" jawab ziel.

Aksa kemudian terseyum lembut kepada ziel sambil berkata "Apa kau bisa mengurus mayatnya"

Ziel mengangguk "tentu , tapi boleh aku minta sesuatu" jawwb ziel pada aska.

Aska yang mendengar ziel menaikan salah satu alisnya "apa" tanyanya dengan penasaran.

"Aku ingin mengotopsi korban, apa boleh" tanya ziel sekali lagi.

Aksa terdiam sebentar, menutup buku dan memberikan nya pada azri, dia kemudian berdiri melangkah ke arah pintu ruangan, tangan kanannya terangkat memegang knock pintu sambil berkata "Tentu lakukan sesuka mu" ucapnya lalu melangkah pergi dari ruangan.

Setelah aksa pergi azri mendekat pada ziel "kak, kenapa kau ingat mengotopsi korban, padahal pelakunya sudah tertangkap" tanya azri di samping ziel.

Ziel menoleh menatap azri, bibirnya sedikit dia tarik ke atas membentuknya senyuman tipis "aku merasa ada yang janggal" jawab ziel sambil tersenyum lembut ke arah azri.

Untuk sejenak senyuman itu membuat pupil mata azri melebar, dia segera mengalihkan perhatian dengan membersihkan meja.

Ziel kemudian melangkah kan kaki pergi dari ruangan dengan azri yang mengikutinya di belakang.

Setelah mereka keluar dari ruangan davis dan mika telah berdiri di hadapan mereka dengan wajah bahagia.

"Kak, aku senang deh kasus ini selesai dengan cepat" ucap, mika dengan senyum bahagia di wajahnya.

Kening davis berkerut ketika melihat tingkah mika "Lebay amat loh, tadi aja bilang kasusnya pasti lama selesainya sekarang, cih lebay" sindirnya dengan bibirnya naik ke atas.

Senyum mika seketika luntur saat mendengar sindiran davis ia kemudian menjawab"Jelek amat wajah loh, cuci muka sana biar enak di pandang"

"Enggak yee, gue tu ganteng, lu tu yang harusnya cuci muka, biar matalo gak bermasalah!" Ujar davis dengan sarkas.

"Eh mata gue gak bermasalah, Mata lu tu yang bermasalah, kepedean amat sih!"

"Eelo"

" elo"

Keduanya terus saling sindir dan salakan membuat azri dan ziel yang ada di sana menghela nafas dengan berat.

Kedua orang itu sudah terbiasa dengan keadaan ini di mana tanpa ada angin maupun hujan keduanya tiba-tiba akan bertengkar di situasi yang tenang tanpa pemicu sedikit pun.

Azri kemudian dan ziel saling menatap dan mengangguk dengan rencana pada pikiran mereka.

"Vis bantu aku buat berkas yok" Azri kemudian menarik lengan davis ke arah lorong bagian kanan.

Ziel juga memegang lengan mika dan berkata "mika bantu aku otopsi korban" ucapnya sambil menarik mika ke arah kiri lolong ruangan.

"Eh jelek urusan kita belum selesai ya" ucap davis saat di tarik oleh azri.

"Eyuu, lu pikir gue takut, enggak kalik masak takut ama buaya darat kayak lu"

Keduanya kemudian berpisah dengan tugas mereka masing-masing.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!