NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Hadiah

"Bos, apa mulai hari ini Anda akan sering-sering pulang ke rumah?" Pertanyaan Pras hanya mendapat gumaman dari orang yang bersangkutan. Pras yang mengartikan gumaman tersebut sebagai jawaban 'iya' langsung tersenyum lega. "Syukurlah, Bos. Saya ikut senang mendengarnya." Karena itu berarti jam istirahatku tidak ikut terpotong lagi, tambahnya dalam hati.

Memang, selama sebulan lebih Arman tidak pulang, Pras harus ikut lembur setiap malam. Meski bukan sepenuhnya tentang pekerjaan, tapi terkadang deep talk 2 sosok pria yang kesepian. Satu kesepian karena bercerai, yang satunya lagi kesepian karena baru putus dengan kekasihnya, dan karena Arman tiba-tiba saja minggat dari rumahnya sendiri waktu itu, Pras jadi tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk mencari yang baru. Bahkan kesempatan untuk bersedih karena putus pun tidak dia dapat, karena dia harus disibukkan oleh banyaknya pekerjaan.

Terkadang, Pras menyarankan agar mereka pergi mencari hiburan di klub malam, seperti yang mereka lakukan saat Arman masih lajang dulu, tapi Arman menolak dengan alasan sudah tobat. Demi hidup lebih lama untuk menjaga putrinya, sampai-sampai Arman memutuskan untuk berhenti merokok dan menjauhi minuman beralkohol.

"Kenapa memangnya kamu bertanya seperti itu?" tanya Arman.

"Tidak, Bos. Tidak kenapa-kenapa." Pras tersenyum, meletakkan sebuah berkas tepat di hadapan Arman. "Silahkan bubuhkan tanda tangan Anda di sini." Arman pun melakukan seperti yang diintruksikan oleh Pras.

"Mm ... Bos. Saya baru saja mendapatkan informasi dari Hendri CS." Hendri CS adalah orang-orang kepercayaan Arman yang dia tugaskan untuk membereskan urusan Rahmi.

"Oh, ya? Apa katanya?" Arman memasang tampang penasaran, siap menyimak.

"Katanya, babysitter itu mengaku bahwa dia pernah menipu nona Firda 2 kali."

Kening Arman berkerut. "Menipu bagaimana?"

"Katanya, dia pernah memanfaatkan luka emosional atau trauma nona Firda untuk menarik empatinya. Dari situ, nona Firda memberikan uang kepadanya 2 kali karena kasihan dengan niat membantu. Baik sekali ya nona Firda." Pras tersenyum kagum pada wanita itu, lalu menceritakan lebih detail persis seperti informasi yang dia dapat dari Hendri. "Terus alasan babysitter itu ingin memfitnah nona Firda di hadapan Anda karena katanya nona Firda sudah tidak mau lagi memberikan uang kepadanya, jadi dia marah dan ingin memberi nona Firda pelajaran. Begitu pengakuan babysitter itu saat diinterogasi di kantor polisi."

Arman langsung mengepalkan tangannya. Dadanya memanas menyimak cerita dari Pras. "Kurang ajar sekali dia. Pastikan dia mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya, Pras. Aku paling tidak suka orang seperti itu."

"Tentu saja, Bos. Nanti akan saya sampaikan kepada Hendri CS," ucap Pras. "Tapi, Bos, sebelumnya saya mau minta maaf, karena dia bisa bekerja menjadi babysitter baby Akira karena saya juga."

"Tidak perlu minta maaf, Pras. Kamu tidak bersalah. Yang salah itu aku, aku yang waktu itu mendesakmu mencarikan babysitter untuk Akira dalam kurun waktu kurang dari sejam." Arman menghela napas panjang mengingat kejadian waktu itu. "Memang benar apa kata orang, keputusan yang diambil saat emosi pasti ujung-ujungnya akan keliru."

"Jadi, Bos, mulai sekarang Anda tidak akan menghindar dari nona Firda lagi, 'kan? Dia 'kan tidak punya salah apa-apa." Arman langsung menatap Pras dengan tatapan tajam, membuat pria berkaca mata itu yakin telah salah bicara. "Aah, em ... saya pamit dulu, Bos. Saya lupa punya pekerjaan yang harus segera diselesaikan."

...****************...

"Bi, Rahmi ke mana? Sudah 4 hari dia tidak masuk. Apa terjadi sesuatu sama neneknya, yah? Atau sakit kepalanya kumat lagi." Firda berceletuk saat menikmati potongan buah yang dikupas Bi Mina untuknya. Apa yang menimpa Rahmi memang belum sampai di telinganya. Semua pelayan yang tahu masalah itu pun juga tidak ada yang mau bercerita kepadanya, sesuai permintaan Arman yang tidak ingin hal itu sampai diketahui oleh Firda. Entah apa alasannya sehingga Arman mengambil keputusan tersebut.

"Bibi juga tidak tahu, Non. Tidak ada pemberitahuan sama sekali," kata Bi Mina, berusaha menyembunyikan rahasia.

Firda tidak puas dengan jawaban itu, tapi Bi Mina segera mengalihkan perhatian. "Non, sebentar lagi jam 5 sore, saya siapkan air mandi buat Non Akira dulu yah."

"Ya, Bi. Sebentar lagi saya nyusul," jawab Firda, berusaha menghabiskan potongan pir dan kiwi di piringnya, sambil tetap memikirkan Rahmi.

"Makannya yang pelan, Non. Masih ada waktu 10 menit lagi kok."

"Iya, Bi." Firda tersenyum, menatap punggung Bi Mina yang berlalu menuju kamar Baby Akira.

Setelah menghabiskan buah potongnya, Firda menyimpan piring kotornya di dapur. Saat kembali ingin memandikan Baby Akira, dia malah mendapati Pras berdiri di ruang keluarga sambil mengedarkan pandangan ke sekitar. Pria itu nampaknya sedang mencari sesuatu. Begitu netranya menangkap sosok Firda, dia langsung tersenyum menghampiri wanita itu.

"Nona Firda! Akhirnya kita ketemu. Aku memang ada perlu denganmu," katanya dengan nada ceria dan santai. Seolah-olah mereka sudah akrab. Padahal aslinya sangat jarang bertemu apalagi berinteraksi.

"Ya, Pak Pras. Ada apa yah?" tanya Firda, berhenti tidak jauh dari hadapan pria tampan berkaca mata itu.

"Ini, aku datang ke sini karena ingin memberikan ini." Pras mengangsurkan goodie bag bermotif bunga mawar pink putih kepada Firda.

Firda mengerutkan kening, menerima pemberian tersebut dengan rasa penasaran tinggi. "Apa ini?"

Pras tersenyum. "Buka saja kalau mau tahu apa isinya."

Firda melakukan seperti yang dikatakan oleh pria itu. Setelah dibuka, rupanya isinya sebuah ponsel lipat yang sama persis seperti punya Arman, warnanya juga sama persis. "Ini ... serius untuk saya, Pak Pras?"

Pras tersenyum disertai anggukan. "Ya, itu untuk kamu."

"Apa ini tidak berlebihan? Ini 'kan sama persis seperti punyanya tuan Arman."

Pras menggedikkan bahu. "Itu bos sendiri yang belikan. Aku hanya bertugas sebagai kurir pengantar paket," ucap Pras, tertawa.

Firda memasukkan kembali ponsel itu ke dalam boxnya, lalu menyimpannya kembali ke dalam goodie bag. "Pak Pras, tolong katakan pada tuan Arman, saya tidak bisa menerimanya karena ini terlalu berlebihan."

Pras langsung menolak. "Kalau kamu tidak mau terima, itu artinya sama saja dengan mau membuat bos marah."

"Tapi ...." Firda tertunduk. Merasa serba salah.

Pras tiba-tiba saja berdehem, lalu tersenyum. "Nona, kalau aku lihat-lihat, kamu makin kesini semakin cantik saja."

Firda tersenyum mendapatkan pujian yang sudah sering dia dapatkan tersebut. "Terima kasih, Pak Pras."

Pras maju satu langkah, mengurai jarak di antara mereka. "Panggilnya jangan Pak Pras dong. Kesannya formal sekali," kata pria itu sambil senyum-senyum penuh arti. "Panggilnya Mas Pras saja yah, biar kita lebih akrab."

Firda mendongak menatap pria itu. Dia tahu betul maksud ucapan Pras, yang secara halus sedang menggoda dirinya.

"Uhhuk, uhhuk! Uhhuk!" Suara batuk yang terdengar dipaksakan itu berhasil mengejutkan keduanya. Firda dan Pras sontak menoleh, rupanya Arman yang datang.

1
Cindy
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
Indry Saleh
dek firza ohhhhhh di firza🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
💕Rose🌷Tine_N@💋
lanjut dong.. aku dah kasih vote ku yg satu satu nya nih😂
Ita Yulfiana: makasih banyak loh Kak sudah jadi orang pertama yang ngasih vote🫰😘🤭
total 1 replies
💕Rose🌷Tine_N@💋
apakah org tua Firda penghianat di perusahaan Arman ya?
tp kan Firda gk tau....jd gk bisa jg melampiaskan amarah ke dia nya dong..
💕Rose🌷Tine_N@💋
jd penasaran...ada informasi apa ttg Firda ya?
💕Rose🌷Tine_N@💋
aku mampir😍
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Rose🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
Indry Saleh
sippppp ceritanya, masih dipantau bab selanjutnya
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Indry🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
emng lu tau firda masuk jajaran penghianat?😏
Lisa
Padahal Arman suka sama Firda 😊🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Nah mulai terungkap tuh kejahatannya Ibu Risma..ayo Arman bereskan masalah itu..lindungi Firda..
Sastri Dalila
😂😂😂
Lisa
😊😊😊 ya tuh 2 pria mulai memperebutkan 1 wanita 🤭
Lisa
Wah Pras mulai berani menggoda Firda y 😊🤭
Sastri Dalila
😅😅😅😅😅kocak 2 org ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!