Usaha suami dalam membawa istri nakalnya kembali.
Sebuah kisah yang mengandung rasa cinta, benci dan obsesi pada wanita yang masih berstatus sebagai istri.
Segala paksaan dan tipuan Mikhael lakukan demi mendapatkan sang istri tercinta, Mikhayla, seorang Model papan atas.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Silahkan baca sampai akhir..
Memiliki 2 buku:
• My Obsession Model
• Her Obsession
_-_
Dalam Tahapan Revisi!
Note : Bentuk Season 2 dari ' Playboy Vs Playgirl '.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu
Rapat yang di hindari oleh para model dan ditunggu-tunggu oleh Mikhael pun akhirnya tiba juga.
Saat ini, semua model sudah berkumpul di tempat kecuali satu, Kayla Lyorandra. Sang tamu penting yang Mikhael nanti-nantikan.
Firiska dan Jinny sudah berkeringat dingin dengan memainkan jari-jari tangannya.
Bagaimana tidak? Saat ini bos besar mereka itu sudah berada tepat di hadapan mereka dan melirik tajam pada setiap model.
Apalagi dia menanyai mereka tentang dimana Kayla yang belum hadir juga sampai saat ini.
" Siapa di antara kalian yang berhubungan baik dengan model puncak itu? " Tanya Mikhael dengan suara dingin.
Jinny dan Firiska saling tatap, kemudian mereka kompak mengangkat sebelah tangannya sambil meneguk salivanya susah payah.
" Saya, " Ucap Jinny dan Firiska dengan suara pelan nyaris tak terdengar.
Mikhael langsung menatap kedua orang itu dengan tajam. Saat dia hendak mengatakan suara, tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan Kayla yang baru tiba.
Gadisnya itu terlihat segar seperti buah yang sudah matang dan siap untuk di santap. Apalagi bibir tipisnya yang di olesi dengan lipstik berwarna cherry yang sungguh sangat mengoda iman.
Pakaian Kayla sedikit tertutup dari model-model lainnya dengan menggunakan gaun yang panjangnya selutut, bertangan panjang dan ikat pinggang mungil yang melingkar pas di pinggang rampingnya.
Rambut hitam kecoklatan yang tergerai indah serta make up dan perhiasan yang tidak berlebihan sungguh membuat aura kecantikan Mikhaylanya terpancar.
Dan Mikhael tidak suka itu. Yang bisa menikmati setiap jengkal dari diri Mikhayla hanya dirinya, tidak dengan orang lain.
" Maaf, saya terlambat. " Ucap Kayla sambil sedikit membungkuk.
Mikhael melirik Stev, dengan segera Steven mengangguk dan angkat suara.
" Tidak masalah Nona, silahkan duduk karena rapat akan segera kita mulai! " Ujar Steven yang di angguki oleh Kayla.
Kayla terduduk tepat di tengah antara Jinny dan Firiska. Kayla tidak menyadari kehadiran Mikhael bahkan kehadiran Stev yang tadi sempat berbicara dengannya.
Karena semenjak berhubungan dengan Aditya, Kayla sedikit mengurangi interaksi dengan pria dan tidak terlalu memperhatikan bahkan menatap mereka lama saat mereka berbicara.
Hal itu tentu saja atas kesadarannya sendiri! Dia sadar, dia harus menghilangkan ke playgirlan nya di masa lalu. Karena dia serius sudah memilih Aditya sebagai masa depannya.
Maka dari itu, selama di Prancis Kayla tidak berhubungan dengan laki-laki manapun kecuali dengan Aditya.
Mikhael menatap Kayla tajam, yang di tatap hanya bersikap santai dengan mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.
Firiska dan Jinny yang menyadari hawa semakin mencengkram setelah kedatangan Kayla pun lantas langsung menyenggol lengan temannya itu.
" Kay, Kayla! " Bisik Jinny.
Kayla terperanjak kaget dan langsung menatap Jinny dengan alis berkerut.
" Apa? "
" Hey, kenapa kau berkeringat Jinny? Apa Ac nya tidak menyala? " Tanya Kayla polos saat melihat wajah Jinny yang di penuhi dengan keringat.
Kayla berbalik menatap Firiska yang berada di sampingnya.
" Wow, kau juga sama Riska. Ada apa? Aku rasa Ac nya menyala dan cuacanya juga sangat sejuk, lalu kenapa kalian berkeringat seperti itu? Jangan bilang kalian belum mandi, ha ha.." Ucap Kayla yang langsung tertawa mengejek.
Bukannya marah, Jinny dan Firiska malah kembali menenguk salivanya susah payah saat melihat Mikhael yang menatap tajam ke arahnya.
" Jangan berisik Kay, kalau tidak boom nya akan meledak di tempat. " Ucap Jinny berbisik dengan suara yang terdengar sedikit bergemetar.
" Apa si, gak jelas kalian. Jelas-jelas ini di kantor elite, ya kali ada boom yang terpasang. Sangat tidak lucu, " Balas Kayla malas.
" Bukan boom itu Kay, tapi boom blaster where whit! " Celetuk Firiska yang makin berkeringat dingin.
Kayla memutar bola matanya malas dan berdecak sebal.
" Ck, bukan boom blaster where whit. Tapi bom baster wer wit, itu mainanku saat kecil. " Balas Kayla yang membuat Jinny dan Firiska menatapnya kesal.
" Jangan- "
" Sudah datang terlambat, sekarang mengacaukan rapat. Apa itu kelakuan sebenarnya dari model emas kita? "
Suara dingin dan tajam itu membuat Firiska dan Jinny menunduk takut. Sementara Kayla langsung mendongak menatap orang yang berbicara karena merasa familiar dengan suaranya.
Deg.
Mata Kayla membulat sempurna, dia menutupi mulutnya yang menganga saat melihat siapa sosok yang berada di depannya.
" Mi-Mikhael? "
Mikhael menyeringai puas melihat reaksi Mikhayla nya. Dia bahagia akhirnya bisa bertatapan langsung dengan Key nya.
Tapi di lain sisi dia juga murka saat mengingat fakta bahwa Mikhayla bersenang-senang di atas penderitaannya dengan bertunangan dengan pria lain sementara dirinya menghabiskan waktu untuk menunggu Mikhayla kembali.
" Meskipun kau pernah hilang dariku, tapi akan ku dapatkan kembali kau dengan cara apapun. Mau kau suka ataupun tidak, tapi dengan hadirnya kau di rapat ini membuatmu harus kembali terikat denganku. " Batin Mikhael yang masih menyeringai puas ke arah wajah pias Kayla.
Seketika Mikhael berdiri yang membuat semua orang ikut berdiri. Dia menatap mereka datar dan berkata:
" Kita tunda rapatnya sampai pekan depan. Dan khusus untuk model puncak yang tadi terlambat, segera temui saya di ruangan saya! " Titah Mikhael dingin yang langsung melangkah pergi dari sana dengan di susul oleh Stev.
Kayla yang tadinya berdiri langsung terduduk kasar mendengar ucapan Mikhael yang menyuruhnya untuk menemui mantan suaminya itu.
Firiska dan Jinny langsung menatap temannya itu dengan raut wajah sedih.
" Habislah kau Kay, aku hanya bisa mengaharpkan yang terbaik tanpa bisa membantumu menghadapi monster dingin itu. " Ucap Jinny sambil menepuk pundak Kayla.
" Aku juga Kay, segeralah pergi sebelum dia murka! " Tambah Firiska.
Kayla sama sekali tidak mendengarkan ucapan kedua temannya. Dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
" Dia kembali, kak Ecel benar. Dia memang sudah kembali. Apa yang direncanakannya kali ini? " Batin Kayla takut.
_-_
Tbc!