NovelToon NovelToon
Menanggung Beban Orang Tua Toxic

Menanggung Beban Orang Tua Toxic

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Mengubah Takdir / Kehidupan di Kantor / Keluarga / Fantasi Wanita
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: natural

Ema harus membayar setimpal dengan apa yang di lakukan oleh bosnya untuk menyelamatkan dua adiknya dari orang tua yang Toxic
Gadis itu berpikir jika dia hanya perlu bekerja lebih keras di perusahaan Grey namun salah pria itu mengincar hal lain dari gadis itu
.
.
Grey tertarik pada Ema gadis sederhana dengan mental kuat, namun latar belakang pria itu membuat dia tidak bisa meresmikan hubungannya menjadikan Ema sebagai kekasih gelapnya
Pria itu harus menikah dengan perempuan sempurna juga
.
.
Bagaimana keputusan Grey? sedangkan Ema yang sudah tersudut oleh keluarga tunangan Grey hingga gadis tu memutuskan akan pergi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hal yang tidak pernah terbayangkan

 Tangan Ema gemetar hanya dengan masuk keruangan yang baru saja dia lihat pertama kali, di tambah di sana ada Grey yang menatapnya dengan tajam

Gadis itu meneguk ludahnya dengan susah merasakan energi negatif dari dalam sana. Apa aku salah besar? aku yakin seperti itu.... . Batin Ema menunduk karena tidak berani bersitatap dengan dua orang di depan sana

Neon dan Grey menatapnya dengan intens lalu kembali pada Agung, seakan meminta penjelasan dari pria itu

"Seperti yang saya katakan tadi pak, Ema lah yang membantu saya mengerjakan laporan ini". Jelas Agung lagi semakin membuat Ema gemetar sejadinya

"M...maafkan saya pak... saya sudah terlalu lancang". Akhirnya kata-kata keluar dan terdengar gemetar dari mulut gadis itu pandangan nya masih tetap mengarah kebawah

"Angkat kepala mu Ema". Ucap Grey dengan tegas "Jangan sesekali mengalihkan pandangan mu ketika berbicara dengan ku"

Dengan cepat Ema mengangkat pandangannya dan tertuju pada Grey, sekarang bisa dia lihat dengan jelas wajah tampan dan terdapat ketegasan di sana.

Jantung nya sudah berdetak tidak karuan hanya dengan menatap mata abu-abu yang dominan gelap itu, Grey sesuai dengan namanya pria itu memiliki mata abu-abu yang memikat.

"Kau mengerjakan ini?". Tanya Grey, sementara Ema menjawab dengan anggukan dan kata-kata nya singkat

"Ya pak benar"

Grey tampak berpikir sejenak pekerjaan ini biasanya di lakukan oleh karyawan senior, jangankan seorang karyawan itu bukanlah tugas Ema yang hanya seorang Office Girl

"Cukup bagus"

"...". Berarti tidak ada yang salah syukurlah, setidaknya aku tidak di panggil untuk hal yang tidak mengenakan lebih baik diam saja . Batin Ema hanya bisa berdiri di sana dengan tegang

"Kalau begitu kau di pindah tugaskan mulai besok".

"...". Ema masih diam, dia bingung dengan maksud perkataan Grey pindah tugas? kemana dia akan di pindahkan

Neon yang menatap gadis itu bisa mengerti kebingunan Ema, dia mendekati gadis itu menjelaskan singkat apa yang harus di lakukan Ema

"Kau bukan Office Girl lagi Ema, dari apa yang kau kerjakan CEO mungkin akan memindahkan mu ke dapartemen pemasaran". jelas Neon membuat Ema menutup mulutnya seking terkejut dengan pernyataan pria itu

"benarkah?". Tanya Ema tidak percaya dengan situasi ini, dia menatap Agung berharap pria tua itu bisa menjelaskan sesuatu padanya

Tapi pria itu hanya mengangguk membenarkan perkataan Neon

"Tapi saya tidak tahu apapun mengenai perusahaan ini pak, saya masih sangat awam". Aku hanya mengerjakan tugas kuliah teman-teman ku dan menghabiskan waktu ku yang sedikit di perpustakaan menggunakan komputer tidak mungkin kemampuan ku setinggi itu sampai naik jabatan segala

"Aku akan membimbing mu selama beberapa hari kedepan, dan kau akan menggantikan posisi Agung sbeagai penyampai dan penyusun laporan pemasaran". Jelas Neon "Kau tidak perlu merasa bersalah, Agung sendiri akan pensiun dalam waktu dekat".

Lina dan rekan lainnya berkumpul di dapur menatapp Ema yang baru saja kembali dari ruang CEO gadis itu nampak sehat walafiat tapi merea sangat penasaran alasan apa yang membuat gadis itu sampai harus berada di ruangan CEO

"kau tidak apa? apa yang mereka katakan?". Tanya Lina dengan panik wanita itu memeriksa juniornya "Kau tidak apa masih sehat juga"

"Itu... a.. aku naik jabatan, aku akan bekerja menggantikan Pak Agung". Ujar gadis itu malu-malu, mereka semua membeku kala mendengar pernyataan gadis itu

Padahal Ema masih hitungan hari berada di sana , gadis itu langsung mendapatkan posisi yang bagus

Hingga Ema menejelaskan mengenai dirinya yang membantu pekerjaan Agung dan adalah seorang Mahasiswa jurusan Ekonomi Bisnis, mereka semua akhirnya paham

"Selamat untuk Ema, ku harap kau tidak melupakan kami". Ucap Juleha memberi pelukan singkat pada gadis itu "Berarti mulai besok kau tidak usah pakai baju ini lagi dong"

Ema mengangguk meski dia sedikit bingung pakaian formal apa yang dia akan pakai besok dia sangat senang untuk hari itu

Dan kabar itu menjadi hal terbaik yang pernah dia dapatkan, pekerjaan yang layak hidupnya akan lebih baik bersama adiknya setelah ini

Keesokan Harinya.

Ema dengan setelah pakaian lusuh di mata orang lain tapi pakaian itu adalah pakaian terbaik yang dia miliki

Gadis itu datang dengan polosnya dan masih membantu Lina dan yang lain bekerja membersihkan kantor meski Lina dan yang  lain sudah melarang

Tapi Ema yang datang terlalu pagi bersikeras ikut membantu karena yang lain belum datang juga, siang menjelang semua karyawan sudah berdatangan

Agung mengumpulkan semua orang-orang yang bekerja di bagian departemennya dan Ema yang hanya bisa berdiri di samping pria itu terlihat sangat gugup

"Ada apa pak?". tanya seorang pria di sana penasaran kenapa senior mereka menyuruh untuk berkumpul

"Ini perintah atasan dan Pak Neon". Jelas Agung membuat mereka terpaku "Ini Ema.. ku pikir kalian sudah mengenal nya"

"Dia Office Girl". Jelas Inez membuat orang yang belum mengenal Ema mengangguk-angguk mengerti . Dan apa yang di lakukan gadis ini, kenapa dia tidak memakai pakaian Ob?

"ya benar dia sebelumnya adalah Office Girl, tapi sekarang dia akan bekerja di dapartemen kita menggantikan posisi ku... untuk sekarang dia akan berada di bawah pantauan ku dan Pak Neon"

Mereka semua yang ada di sana terdiam mendengar nama Neon, jika pria itu sudah turun tangan berarti ini adalah hal yang sangat serius dan tidak bisa di bantah

"What?! bagaimana bisa? dia hanya gadis kampung yang tidak memiliki keterampilan apapun!". Inez yang syok langsung tidak terima, apalagi jika jabatan Ema akan lebih tinggi darinya "Apa kau menggoda pak agung huh!!".

Agung langsung menggeprak meja membuat mereka terdiam pria tua itu terlihat sangat marah dan muak dengan tingkah Inez

"Jangan bicara sembarangan nez! dia tidak sama  seperti mu dan ku harap kalian tidak berpikiran sama seperti Inez!". Bentak Agung mereka mengangguk "Ema adalah mahasiswa di Univ XX Fakultas Ekonomi Bisnis dan dia berprestasi karena itu dia bisa mengerjakan tanggung jawab ini"

Penjelasan Agung membuat mereka manggut-manggut tidak sedikit yang mengaggumi Ema walau keterbatasan Ekonomi gadis itu nyatanya bisa menunjukan kemapuan nya yang luar bisa

Hari menjelang Siang dan benar saja Neon turun ke lantai bawah tempat departemen pemasaran dia harus memnatau bagaimana pekerjaan Ema dibawah naungan Agung

Gadis itu tampak sangat serius dan bisa dia lihat jika Agung juga senang mengajari Gadis itu di sana

Ema yang menggulung rambutnya serta poni yang lebih rapi dari sebelumnya membuat gadis itu tampak sangat manis di mata Neon . Dia lebih rapi tapi pakaiannya sangat lusuh, apa itu pakaian terbaiknya?

"Selamat siang pak..". Ucap Ema menyadari kehadiran Neon di ruangan mereka

"Selamat siang Ema, aku datang untuk melihat hasil kerja keras mu". Ema mengangguk mempersilahkan pria itu duduk dan memberikan progres yang dia kerjakan hari itu

Gadis ini benar-benar sangat pintar, aku yakin jika kepintaran ini sangat murni. Gumam Neon . Jika dia bisa membuat laporan sebagus ini setiap saat, aku yakin dia akan bisa menggantikan posisi ku hanya perlu membuatnya memahami sikap Grey bagaimana pun aku harus mengurus perusahaan ku sendiri, Ayah ku akan muak karena aku terlalu banyak mengabdi di perusahaan ini

"Bagus tingkatkan kemampuan mu, karena beberapa hari lagi kau akan menghadap Grey tanpa ada aku dan Agung"

Glek.

Gadis itu menelan salivanya dengan sulit padahal dia baru saja bekerja, berhadapan dengan manusia seperti Grey akan membuatnya gugup pria itu berbeda dengan Neon yang lebih hangat dan ramah

"Ba..baik pak". ucap gadis itu mengiyakan ucapan Neon

"Dan cobalah berpakaian lebih rapi, Presdir tidak suka sesuatu yang usang apalagi jika kau adalah karyawannya itu akan mencoreng nama baiknya"

"I..iya"

1
lafratabassum
kakk mau tanya, apa karya ini masuk retensi 20 Bab awal ya??..
lafratabassum: sudh 20k kata ?
natural: iyah masih diproses
total 2 replies
Dela Yola
loveee
Dela Yola
up lagi dong💥
seftiningseh@gmail.com
hmm menurut aku dari segi sipnosis
novel ini itu sangat menarik. aku suka bgt sama novel ini
semangat kak buat episode selanjutnya

baca juga novel aku judul nya istri kecil tuan mafia /Smile//Smile/
Protocetus: min mampir juga ya ke novelku Mercenary of Dorado
seftiningseh@gmail.com: iya makasih kak
semoga suka cerita nya
total 3 replies
Dela Yola
penasaran....🍊
natural: thx ^-^
total 1 replies
Bycle
cute banget
Bycle
penasaran
natural: With love;))
total 1 replies
Bycle
semangat❤️🍊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!