Isyana Putri, gadis tomboi berusia 22th. Tanpa sengaja bertemu dengan
Briyan Adhinatha, seorang CEO tampan berusia 28th.
Karena suatu keadaan membuat Isyana harus melakukan nikah bohongan dengan Briyan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mandry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asisten Tiyo
"Aku tidak pernah menaruh semua itu di kamarku. Lalu siapa yang menaruhnya? Pasti ada orang lain yang menaruhnya" Pikir Isyana
"Selama aku pergi, aku selalu mengunci kamarku. Dan sebelum pergi semua itu belum ada" Isyana mencoba mengingat semuanya.
"Risa... " Akhirnya semua yang dipikirkan Isyana mengarah pada satu orang. " Dia masuk ke kamarku tadi sore dan terlihat gugup" Isyana menyimpulkan semuanya dan mengingat kejadian tadi sore saat Risa masuk ke kamarnya.
"Kenapa kamu tega sekali Risa. Selama ini kita baik-baik saja. Apa salahku padamu? " Pertanyaan demi pertanyaan kenapa Risa melakukan ini semua mulai memenuhi pikiran Isyana. Hingga mata Isyana mulai berat dan akhirnya terpejam. Isyana pun tertidur dengan lelap.
Briyan pov
KRING....! KRING...!
Alaram dikamar berbunyi, membangunkan Briyan dari tidurnya. Dia harus mempersiapkan diri untuk rapat pagi ini.
Briyan bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi yang berada dikamarnya. Dia mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Setelah mandi dia berjalan ketempat penyimpanan bajunya. Menyesuaikan hem dan jas serta dasi yang dipakainya dan bersiap untuk mengawali aktivitasnya. Tak lupa Briyan menata rambutnya, menyemprotkan parfum kesukaannya dan memakai sepatunya.
Briyan keluar dari kamar. Dia langsung berjalan keluar apartemennya dan berangkat kekantor. Dia berencana sarapan dikantor. Saat di parkiran mobil tiba-tiba ada mobil yang berhenti didepannya.
"Pagi bos... " Sapa orang didalam mobil ketika kaca mobil diturunkan
"Dasar pengantin baru" Ucap Briyan kepada orang didalam mobil yang ternyata asistennya Tiyo. Briyan membuka pintu mobil dan duduk di belakang kemudi.
"Aku ingin menikmati perjalananku. Seminggu ini pekerjaan sangat melelahkan karena kamu tinggal berbulan madu" Briyan duduk menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan mencari posisi ternyamannya.
"Okey bos hehe... " Jawab Tiyo sambil senyum-senyum. Dan dia mulai mengemudikan mobilnya.
"Jangan seneng dulu, pekerjaan masih banyak" Peringatan Briyan pada Tiyo. Dan Briyan memejamkan matanya 'Lama-lama sepet juga lihat senyum Tiyo' batinnya.
"Siap bos hehe... " Jawab Tiyo masih sambil senyum-senyum
" Mentang-mentang yang habis bulan madu... Itu gigi lama-lama kering. Jijik lihatnya" Protes Briyan yang mulai jijik sama senyum Tiyo
"Jangan jadi orang yang iri dengan kebahagiaan orang lain dong bro haha... " Jawab Tiyo yang merasa senang bisa membuat bos yang juga teman atau bisa disebut saudara itu emosi.
" Siapa yang iri bambang..." Ucab Briyan sambil menoyor kepala Tiyo dari belakang, mereka pun tertawa bersama.
Selain Tiyo sebagai asisten Briyan dia juga teman dekatnya. Tiyo hanyalah anak yatim piatu dari panti asuhan dimana orang tua Briyan merupakan salah satu donatur tetap disana. Baswara adhinatha yaitu papa Briyan melihat Tiyo kecil sangat baik dan selalu bersemangat. Sehingga membuat dia ingin mengadopsinya. Dan bisa menjadi teman bermain untuk anaknya Briyan dan Arya adik Briyan. Rianti mama Briyan juga menyukainya, dan dia menyetujuinya.
Mereka membawa Tiyo kerumah dan mengenalkannya kepada Briyan dan Arya anaknya. Tiyo dan Briyan seumuran dan mereka langsung bisa berteman dengan baik. Dan mendukung satu sama lain sampe sekarang. Tiyo juga bisa menjadi kakak yang baik untuk Arya.
"Bagaimana bulan madumu? " Tanya Briyan setelah lelah tertawa. Dan Tiyo menceritakan semuanya. Mereka asik bercerita hingga tanpa sadar mereka sudah sampai di parkiran perusahaan.
Tiyo memarkirkan mobilnya di parkiran khusus untuk pimpinan. Kemudian mereka keluar dari mobil dan berjalan masuk ke gedung kantor. Mereka masih asik mengobrol.
"Kapan kamu nyusul? " Tanya Tiyo ketika mereka berada didalam lift khusus pimpinan.
"Yah... Kamu tau sendirikan. Mama tidak suka... " Jawab Briyan sekenanya.
"Kenapa gak cari yang lain aja" Usul Tiyo dan disambut tatapan membunuh Briyan. Tiyo hanya berani memalingkan pandangan karena ngeri dengan tatapan Briyan dan menyatukan kedua telapak tangannya ke arah Briyan sebagai tanda minta ampun.
1 vote mengiringi karyamu Thor.
semangat berkarya