NovelToon NovelToon
Derita Istri Penebus Hutang

Derita Istri Penebus Hutang

Status: tamat
Genre:Obsesi / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:51.7k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Anissa terpaksa menerima perjodohan atas kehendak ayahnya, dengan pria matang bernama Prabu Sakti Darmanta.

Mendapat julukan nona Darmanta sesungguhnya bukan keinginan Anissa, karena pernikahan yang tengah dia jalani hanya sebagai batu loncatan saja.

Anissa sangka, dia diperistri karena Prabu mencintainya. Namun dia salah. Kehadiranya, sesungguhnya hanya dijadikan budak untuk merawat kekasihnya yang saat ini dalam masa pengobatan, akibat Deprsi berat.

Marah, kecewa, kesal seakan bertempur menjadi satu dalam jiwanya. Setelah dia tahu kebenaran dalam pernikahanya.

Prabu sendiri menyimpan rahasia besar atas kekasihnya itu. Seiring berjalanya waktu, Anissa berhasil membongkar kebenaran tentang rumah tangganya yang hampir kandas ditengah jalan.

Namum semuanya sudah terasa mati. Cinta yang dulu tersususn rapi, seolah hancur tanpa dia tahu kapan waktu yang tepat untuk merakitnya kembali.

Akankan Anissa masih bisa bertahan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

Tepat pukul 1 siang, bu Laksmi terbangun dari alam bawa sadarnya.

Kelopak matanya perlahan terangkat, namun masih dengan nafas yang teratur. Bibirnya melekuk sempurna, saat melihat sang menantu sudah ada dihadapanya.

"Syukurlah, ibu sudah sadar!!" lirih Anissa penuh syukur.

Bu Laksmi tersenyum kembali. Ruangan yang semula terasa panas sebelum bu Laksmi terbangun, kini mendadak damai bagai tertiup angin dari surga. Saking tenangnya, dada Anissa seketika menghangat saat mertuanya itu menggapai tanganya.

"Ibu tidak apa-apa...Tidak perlu khawatir!! Memang ibu yang bandel, karena tidak mendengarkan ucapan mbok Siti," jawabnya lemah, sambil mengusap tangan Anissa.

"Dimana Prabu??" lanjut bu Laksmi kembali.

"Dia baru saja keluar, katanya ingin membeli makanan!!" jawab Anissa.

Sejujurnya, Anissa pun tidak tahu dimana perginya Prabu. Pria itu hanya pamit keluar, tanpa tujuan yang jelas. Sejenak~tatapan Anissa beralih pada pintu. Benda itulah yang tadi dilewati sang suami, saat menghempaskan tubuhnya kedunia luar.

Anissa menghela nafas dalam. Kedua netranya sudah beralih kearah sang mertua, namun pikiranya seolah ikut sang suami keluar. Sejak datang, Prabu terlihat memikul beban pikiran, tanpa Anissa tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Pria itu sejak datang hanya diam, hingga pikiranya benar-benar bungkal dan membuatnya pergi keluar. Mungkin dengan menyendiri dapat membuat pikiranya lebih tenang.

Prabu kini duduk sendiri dibangku taman, yang berada dibelakang rumah sakit.

Pikiranya benar-benar kalut, mengingat ucapan dokter beberapa menit yang lalu.

"Cancernya sudah menyebar dengan pesat!! Entah apa yang bu Laksmi pikirkan, sehingga membuat penyakitnya lebih kuat tanpa perlawanan."

"Letakan bahagia disisa hidupnya!! Setidaknya dapat menghambat pertumbuhan penyakit tersebut!! Apa beliau memiliki keinginan yang mutlak?? Saya rasa, bu Laksmi akhir-akhir ini terlalu sering berpikir!!"

Prabu kembali menegakan badanya. Helaan nafas yang begitu dalam, seolah dapat menjawab semua beben pikiranya terhadap sang ibu.

"Ibu meminta cucu dari pernikahan kita!!"

"Kita tidak muda lagi, Prabu!! Dan kita membutuhkan keturunan untuk meneruskan keluarga besarmu!!"

Kalimat yang diucapkan Anissa, juga ikut berdatangan kedalam pikiranya. Haruskan dia memiliki putra dengan istrinya itu. Atau dia akan mati secara perlahan ditangan Ailin. Pikiran Prabu benar-benar kelu.

"Loh itu Prabu?? Lha kok malah duduk disana, nggak nungguin ibunya," kata tuan Rahmad, yang kini menghentikan langkahnya saat melihat sang keponakan terduduk lesu sendirian.

"Mungkin dia sedang banyak pikiran!! Kamu kesana saja, biar aku sama Elang yang menemani mbak Laksmi," sahut bu Arini. "Ayo Elang, biarkan saja ayahmu!! Hanya dia yang bisa meluluhkan masmu itu," lanjut bu Arini dengan melanjutkan jalanya kembali.

Elang~pria itu 2 tahun lebih tua dari Prabu. Sulung dari tuan Rahmad itu sendiri memiliki sikap yang ramah, namun terkesan lebih dingin. Dia memilih tinggal di Yogyakarta, karena memang kantor yang sedang dia kelola berada di kota tersebut.

Klekk!!

Pintu terbuka dari luar, senyum hangat terbit dari bibir ibu dan anak itu, saat bu Laksmi juga menyambutnya dengan senyum hangat.

'Wanita itu??' batin Elang, menghentikan langkahnya sejenak.

"Ayo masuk cah bagus....lha kok malah ngelamun," tegur bu Laksmi sambil terkekeh.

'Apa cuma perasaanku, kalau aku pernah melihat pria ini?? Tapi dimana ya??' batin Anissa saat menatap kedua mata Elang.

Elang tersadar. Dia lalu melangkah mendekat sambil tersenyum simpul, "Budhe...Elang sudah sebesar ini masih dipanggil cah bagus terus!!" gumamnya menahan malu.

Bu Laksmi tersenyum, "Oh ya...kenalkan, ini Anissa menantu mbak, Arini!!" ucapan bu Laksmi tersenyum bangga.

"Panggil saja bi Arin!!" katanya sambil menerima uluran tangan Anissa, "Suami bibi adik dari mendiang mas Darmanta!!" lanjut bu Arini menjelaskan.

"Ini Elang, putra sulungnya bibimu!!" sahut bu Laksmi.

Elang mengangguk sopan, yang hanya dibalas anggukan saja oleh Anissa.

*

*

*

"Katakanlah yang sejujurnya, Prabu!! Mau sampai kapan kamu akan menutupi semua ini dari istrimu!! Paman hanya tidak ingin, kalau saja istrimu mengetahui semua ini dari orang lain!!"

Tuan Rahmad sejujurnya merasa kasian, terhadap pria disampingnya saat ini. Prabu hanya menjadi korban tanpa dia melakukan sebuah kesalahan. Prabu menempatkan Ailin didalam kasta tertingginya, tanpa dia tahu apakah nantinya akan berakhir bahagia tau hanya luka.

"Dia tenang, namun tidak denganku paman!! Dia pergi meinggalkan sebuah hati untuku jaga. Sangat sulit untuk menerima kenyataan seperti ini!! Mengingat dia saudaraku, mungkin sudah semestinya aku yang bertanggung jawab," balas Prabu menghela nafas dalam.

"Damar pasti juga bahagia, jika kamu melakukan tugasmu menjadi seorang suami!! Damar hanya berkata, jika kelak kamu mencintainya bukan?? Namun hingga saat ini, tempat pulangmu bukan pada Ailin. Melainkan istrimu Prabu!! Kamu tidak bisa memaksa perasaanmu sendiri!!" jawab tuan Rahmad kembali

"Damar??? Siapa Damar??" gumam Anissa yang saat ini tengah berada dibelakang bangku Prabu. Dia berhenti disamping tiang penyangga, saat melihat suaminya tengah duduk dengan sang paman.

Pikiran Anissa langsung flashback, mengingat figura dikamar Ailin waktu lalu.

"Kamu tidak tahu, siapa Damar??" ucap seseorang dari arah samping.

Anissa mengernyit. Tatapnya penuh penuntutan. Pria disampingnya itu seolah datang menawarkan semua jawaban, atas kebingungan yang kini Anissa alami dalam rumah tangganya.

"Bisa kamu jelaskan??" ujar Anissa dengan sorot mata memohon.

"Ikuti aku...!!" jawab pria itu, yang tak lain adalah Elang.

Anissa hanya mengangguk, dan segera mengikuti langkah Elang pergi dari sana.

Elang berhenti dihalaman parkir. Dan seketika langsung membalikan badan secara mendadak.

Brugh!!

"Maaf....!! Saya tidak sengaja," ujar Anissa yang langsung menjauhkan badanya dari Elang, setelah menabrak dada bidang pria dihadapanya.

Elang mengangguk, "Lupakan saja!! Sekarang masuklah!!" perintahnya sambil mebuka pintu mobil.

Anissa semakin dibuat bingung dengan sikap dari sepupu suaminya itu. Kerutan dikeningnya malah membuat Elang tersenyum simpul, seolah mengerti apa yang sedang ditakutkan wanita didepanya.

"Jangan berpikir aku akan menculikmu!! Aku belum siap menjadi sup iga. Kamu tahu sendiri bukan, bagaimana jika seorang Prabu kalau sudah terbakar api cemburu!!" kekeh Elang pelan.

Hah!!

Anissa menghela nafas lega. Dia lalu mengeluarkan ponselnya sejenak, untuk memberi pesan kepada suaminya.

"Sudah, ayo!!" gumam Anissa. Detik kemudian dia langsung masuk kedalam mobil Elang.

Setelah pria dewasa itu masuk, dan mulai menjalankan kembali mobilnya. Hening~satu kata yang tercipta dalam mobil tersebut. Masing-masing tampak berperang dengab pikiranya.

Elang~pria itu sejak tadi hanya diam, karena dia memang tipikal orang tak banyak bersuara. Dari jalan aspal lembut, hingga jalan batu lemah, sudah mereka tapaki dengan roda mobilnya.

Anissa sejak tadi tampak menikamti perjalananya, saat kendaraan yang dia tumpangi berhasil melewati beberapa taman bunga, dan juga beberapa bukit, seolah sedang menyambut perjalanan mereka.

"Magelang?? Kita kembali lagi ke Magelang?? Untuk apa??" tanya Anissa yang kini mulai berontak.

1
Aqella Lindi
emang boleh status msh istri tpi tgl sm lki2 lain,walaupun cerita di novel tp sebgai perempuan marwah ny d jg nisa mf sy gk lanjut bca lg🙏🙏🙏
kalea rizuky
Thor pembaca b nci cwek menye pantes like mu dikit bgt hmmm
kalea rizuky
bodoh mnding pergi jauhh sejauh jauhnya
Dasirah Yuna
keren
DEWI MULYANI
Biasa
Abz
lnjut thor
Elis handayani
Luar biasa
Arni
nggantung banget ceritanya, Anissa blm ketemu ibu kandungnya ma abang kandung nya, terus apa prabu bs sembuh dr penyakitnya jd bs punya keturunan dan bagaimana dgn nasib muthia yg sdh buat gila ailin
Septi.sari
mohon maaf ya kak, ceritanya sudah tamat. dan cuma sampai situ, karena prabu dan Anissa sudah bahagia.🙏😊
Arni
ini g ada kelanjutannya Thor, tahu gini g usah dibaca
Henik Irawati
bls dendam ailin , Mutia dibuat gila sprti yg dilakukan Mutia kpd ailin dulu
Septi.sari: Bener kak, sok ngebantu merawat Ailin. tapi malah meperburuk mental Ailin.🤧
total 1 replies
Henik Irawati
mungkin ailin mau bikin minuman untuk Mutia biar jadi halu
uswatun hasanah
semoga Adam tidak menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Anisa dan prabu, biar Adam berjodoh dengan ailin Thor, agar ailin bisa menemukan pengganti damar
Septi.sari: tidak akan kak. tetap ikuti di bab selanjutnya 🤗🤗😍
total 1 replies
Lee Mba Young
ah balikan lagi. wes gk seru dah di sakiti batinnya trus balikan. ya gimana kebanyakan wanita bucin sih. jd mau disakiti model gimanapun ttp bucin. terlalu lemah pemeran utamane dah pergi ya hrse ttp pergi mau Prabu mati atau gimanapun ya itu karma nya. nyakiti istri. bawa wanita stres ke rumah, istri suruh ngurusi.
Septi.sari: terimakasih kak Lyana 🙏🤗
total 3 replies
uswatun hasanah
ini gimana sih Anisa kok jadi cewek mau aja gitu dibawa pria lain, padahal masalah sama suaminya belum kelar juga,
Septi.sari: betul kak, apalagi suaminya sampai sakit nyariin dia. 🤧
total 1 replies
Tining Revi
cerita yg bagus. apa lagi latar belakang ceritanya adalah daerahku thor.
Septi.sari: hai kak tining, terimakasih bintangnya 😍😍🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
aku paling gk suka suami nyiksa istri jd biar saja Prabu dpt karmanya. moga bisa minta maaf sebelum mati tu si Prabu. dah tau penyakitan mlh bikin dosa nyiksa istri syukurin.
Lee Mba Young
Berharap ini jodoh anisa, yg akn mmbawa kebahagiaan gk kayak si Prabu tu bawa penderitaan tok.
dah tau penyakitan mlh nikah tp nyiksa istrinya bawa pulang wanita lain pula.
semoga smpat minta maaf ke anisa sebelum mati tu si Prabu.
Septi.sari: kak lee, author kipasin ya 😆😆
total 1 replies
leasiee~。
hai kak aku mampir,yuk mampir juga di novel' ku jika berkenan 😊
Septi.sari: hai kak Aleana, terimakasih 😍
total 1 replies
Lee Mba Young
karma nyakiti istri ya bgitu, mnding kl gk suka lngsung cerai saja jng nyiksa batin. mbawa wanita lain ke rumah, ngurusi wanita lain pdhl si wanita punya ortu. bkn yatim piatu. kl ortu nya gk mau ngurusi ya bawa ke RSJ lah. gila kl aku jd anisa yo ogah lah, gila saja hidup cm sekali hrs bhgia ngapain korban hidup dan perasaan untuk orang lain. cm orang oon ae yg mau. jmn sekarang realita nya wanita lbih pinter, baik boleh tp bodoh jng.
Septi.sari: hai kak lee, tetap ikuti bab selanjutnya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!