NovelToon NovelToon
Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Salah Pilih Pengawal Tiga Nona Muda Tak Tahu Siapa Jarot Sebenarnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Penyelamat
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Jarot, sang penguasa dunia bawah tanah yang sedang menyamar untuk menikmati masa pensiun santainya, tanpa sengaja terseret ke dalam masalah saat ia menyelamatkan seorang pengusaha wanita bernama Nisa dari kepungan preman. Terkesima oleh kemampuan bertarung Jarot, Nisa langsung menyewanya dengan bayaran fantastis untuk menjadi pengawal pribadi tiga putri angkatnya—Lyly, Tata, dan Melly—gadis-gadis keras kepala yang selalu sukses mengusir pengawal mana pun dalam hitungan jam. Di balik kemewahan rumah tersebut, sebuah permainan rahasia yang konyol namun mematikan dimulai; ketiga nona muda itu berusaha menggunakan kemampuan rahasia mereka sebagai ratu Wall Street, master bela diri, dan peretas dewa untuk mengerjai Jarot, tanpa sadar bahwa pria santai yang sedang mereka hadapi adalah monster paling ditakuti di dunia bawah. Kini, sambil meladeni tingkah laku mereka, Jarot harus menggunakan insting pembunuhnya untuk membantai ancaman nyata dari rival bisnis Nisa yang mulai mendekat dari balik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Ketiga gadis itu menatap Jarot seolah pria di depan mereka baru saja kehilangan akal sehatnya secara permanen.

"Kamu mau mendatangi markas mereka sendirian?!" teriak Tata tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.

"Iya, hitung-hitung olahraga malam cari keringat sebelum tidur," jawab Jarot tanpa beban sama sekali.

"Kamu benar-benar gila! Di sana ada lima puluh orang dan lima senjata api sungguhan!" marah Lyly tidak habis pikir dengan tingkat kenekatan Jarot.

"Kamu bisa mati konyol di sana dan membiarkan kami bertiga tanpa pelindung di rumah ini," tambah Lyly memikirkan nasib buruk mereka nanti.

Jarot tersenyum tipis melihat kepanikan massal di wajah tiga saudara yang keras kepala itu.

"Kalian tenang saja, aku ini kebal peluru kalau lagi beruntung sedikit," canda Jarot masih menyempatkan diri melawak di situasi genting.

"Ini bukan waktunya bercanda, Jarot!" bentak Lyly memukul meja makan pelan saking kesalnya.

Jarot seketika mengubah ekspresi wajahnya menjadi sangat serius dan mematikan dalam sekejap mata.

"Aku tidak sedang bercanda, Mbak Lyly," kata Jarot menatap mata Lyly dalam-dalam hingga wanita itu menahan nafas.

"Malam ini aku akan menunjukkan kepada kalian kenapa ibumu berani membayarku sangat mahal untuk melindungi kalian," ucap Jarot dengan aura penguasa yang mengintimidasi.

Jarot lalu menoleh ke arah Melly yang masih berdiri kaku memeluk lengan Tata.

"Mbak Melly, tugasmu malam ini adalah meretas sistem keamanan kamera di seluruh area pelabuhan utara," perintah Jarot memecah ketegangan.

"K-Kamu mau aku membantumu dari sini?" tanya Melly tergagap karena terkejut diberi tanggung jawab besar.

"Iya, aku butuh mata di langit untuk memantau pergerakan mereka di dalam dan luar gudang," jawab Jarot memberikan tugas krusial.

Melly langsung mengangguk mantap karena merasa keahlian teknologinya sangat dihargai dan dibutuhkan dalam operasi ini.

"Aku bisa melakukannya! Aku akan mulai meretas satelit pelabuhan sekarang juga dari kamarku!" seru Melly kembali bersemangat tinggi.

Jarot beralih menatap Tata yang sedari tadi mengepalkan tangannya seolah gatal ingin memukul sesuatu.

"Mbak Tata, tugasmu adalah menjaga rumah ini dan kakakmu selama aku pergi malam ini," perintah Jarot kepada pemimpin bela diri itu.

"Aku tidak mau diam saja di rumah. Aku mau ikut ke pelabuhan membantumu bertarung melawan preman itu!" bantah Tata keras kepala menolak disuruh diam.

"Kamu cuma akan jadi beban buatku di sana kalau peluru mulai beterbangan di udara," tolak Jarot dengan sangat kasar dan jujur tanpa ampun.

Wajah Tata langsung memerah menahan marah karena kemampuan bela dirinya dihina secara langsung.

"Kalau kamu memang jago bela diri, buktikan dengan melindungi keluargamu di rumah ini sampai aku pulang nanti," tantang Jarot memukul titik ego Tata dengan sangat pas.

Tata menggigit bibir bawahnya kuat-kuat lalu akhirnya mengangguk pelan terpaksa mengalah pada logika Jarot.

"Baik, aku janji akan menjaga rumah ini dengan nyawaku sendiri," janji Tata dengan mata berkilat tajam menyanggupi tantangan.

Lyly menatap interaksi Jarot dan adik-adiknya dengan perasaan campur aduk yang tidak bisa ia jelaskan.

"Lalu apa tugasku malam ini? Duduk manis di sofa menunggu berita kematianmu di televisi?" sindir Lyly tidak mau kalah.

"Tugas Mbak Lyly justru paling penting dari semuanya," kata Jarot membuat Lyly menaikkan sebelah alisnya.

"Tugas apa itu?" tanya Lyly penasaran menanti jawaban berbobot dari sang pengawal.

"Siapkan air hangat untukku mandi nanti malam saat aku pulang, karena aku pasti akan sangat bau keringat dan darah orang," jawab Jarot tersenyum lebar menyebalkan.

Lyly langsung mendengus kesal karena merasa dipermainkan lagi oleh pria urakan yang tidak tahu waktu itu.

"Jangan mimpi aku mau menyiapkan air mandi untukmu," ketus Lyly membuang muka menyembunyikan senyum kecilnya.

Tapi di dalam hatinya, Lyly merasakan sebuah ketenangan yang luar biasa aneh bersarang di dadanya.

Pria berpakaian gembel bernama Jarot ini entah bagaimana selalu bisa mengubah situasi yang sangat mencekam menjadi sesuatu yang terdengar sepele dan mudah dilewati.

Ting. Tong.

Suara bel pintu garasi luar berbunyi memecah percakapan mereka berempat.

"Itu pasti teman-temanku yang datang menjemput pesanan sampah di garasi," ucap Jarot santai berjalan mendekati pintu.

Jarot kembali masuk menuju garasi untuk mengurus penyerahan penyusup yang masih pingsan di lantai itu.

Ketiga gadis itu kembali ditinggalkan di ruang makan dengan pikiran yang berkecamuk masing-masing.

"Kak, apa dia benar-benar bisa selamat melawan lima puluh orang sendirian di sana?" tanya Melly dengan suara pelan setengah berbisik.

Lyly menatap ke arah pintu garasi tempat Jarot menghilang dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Aku juga tidak tahu, Mel. Tapi entah kenapa, firasatku mengatakan kalau pria itu tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh manusia biasa," jawab Lyly sejujurnya.

Tata mengangguk setuju dengan ucapan kakak tertuanya itu sambil menyilangkan lengan.

"Dia memang bukan manusia biasa, Kak. Dia itu monster," gumam Tata mengingat kejadian penyelamatan nyawanya di mall kemarin.

Malam ini akan menjadi pembuktian nyata dari kekuatan sang penguasa bawah tanah di depan mata mereka secara tidak langsung.

Dan jika Jarot berhasil menghancurkan musuh di markas mereka, status dan harga diri Jarot di rumah ini pasti akan berubah selamanya.

1
Eko🍤
cerdik 👍😀
Eko🍤
hehehehe...aroma pembantaian nih
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii kasih paham mereka🤣🤣👍
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hehehehe... bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
hahahahaha🤣🤣
Eko🍤
🤣🤣🤣👍
Eko🍤
hehehehe...baru datang udh pemanasan 👍🤣🤣
Eko🍤
bermain petak umpet semua nya😀🤣👍
Eko🍤
alur ceritanya bagus
Eko🍤: insya Allah suka Thor ..lanjut terus semangat 👍👍
total 2 replies
Hendra Saja
semangat thor
kiyoe: Terimakasih kak Hendra Saja atas dukungan 🥰
total 1 replies
Inez Putri
critanya lama² membosankan thour. maaf seblmnya🙏🙏 dr awal kanyak nya menarik. tp smpe sni mlh kurang menarik.
kiyoe: sekali lagi othor ucapkan terimakasih banyak kak dan semoga kaka selalu 🥰
total 3 replies
lili Permatasari
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
kiyoe: wah terimakasih kaka atas Bintang Lima nya semoga sehat selalu yaa kak 🙏
total 1 replies
Hendra Saja
gazzzzzz 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!