Setelah kepergian kedua orang tua tercinta yang meninggalkan sebuah pesan wasiat, Lolly diminta tinggal bersama kakaknya Bella yang sudah menikah dengan Vadel. tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika sang kakak ipar menjadikan dirinya sebagai objek pemuas gairahnya. mampukah Lolly bertahan dengan segala pesona yang dimiliki Vadel? atau malah sebaliknya? yuuuk...ikutin kelanjutan cerita author ya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengingatkan kembali
Malam ini Lolly sama sekali tidak bisa memejamkan mata, ucapan Vadel dan Oma diruang makan masih menganggu pikirannya. Apalagi Vadel yang seolah-olah sengaja ingin mengingatkan dirinya kembali tentang kejadian malam itu.
Lolly memeluk erat guling, perasaan aneh mulai merasukinya. Dengan mata terpejam Lolly kembali merasakan debaran indah dan hangatnya malam yang pernah dilaluinya bersama Vadel.
"Astaga! Aku sudah tertular dengan pikiran mesum Vadel, lama-lama aku bisa gila jika terus teringat kejadian malam itu." Lolly akhirnya melempar asal guling yang semula dipeluknya.
***
"Kamu sudah siap?" tanya Arya memberikan helm ketangan Bella.
Arya juga membantu merapikan jaket kulit dan shal yang dikenakan Bella. mengingat udara yang dingin. pria itu ingin memastikan pastikan tubuh Bella terbungkus dengan sempurna.
"Kita akan pergi kemana Arya?" Tanya Bella saat dia dan Arya sudah berbaur dengan kendaraan lainnya, membelah jalanan kota yang penuh glamour dan serba modern.
"Aku akan mengajakmu jalan-jalan dengan motorku lagi seharian. untuk menjelajahi kota ini?" jawab Arya dengan mata berbinar senang. dia ingin mengingatkan kembali kenangan masa SMA mereka yang seringkali jalan pakai motor, meskipun dulu Arya hanya punya motor buntut biasa.
"Sangat siap! anggap saja mengingat kembali kenangan kita dulu."
"Bell'a, Aku sampai tidak nyenyak tidur semalam karena kepikiran mau jalan-jalan hari ini. setidaknya aku akan punya kenangan tentang masa lalu kita kembali."
"Kenapa kamu berbicara seperti ini Arya?"
"Karena aku tidak yakin, apakah kita masih bisa kembali bertemu dan seperti ini lagi atau tidak. setelah kamu pulang dan bertemu dengan suamimu." Arya sambil tersenyum kecut mengingat Bella yang sudah menjadi milik orang lain.
Arya mengajak Bella memasuki sebuah restoran dekat tepi pantai, karena dia tahu jika Bella sangat menyukai suasana pantai dan udaranya yang segar.
"Selamat datang tuan Arya, kami sudah menyiapkan ruangan dan menu khusus seperti yang telah anda pesan sebelumnya." ucap manager restoran menyambut kedatangan mereka berdua.
"Terimakasih Jhon."
"Tuan Arya, apakah dia kekasihmu atau istri?"
"Dia cinta pertamaku Jhon." bisik Arya namun terdengar jelas oleh Bella, membuat mukanya bersemu merah.
"Kenapa kamu tersenyum?" Tanya Arya.
"Memangnya tidak boleh tersenyum?" Jawab Bella menimpali.
"Tentu saja boleh. Tapi, kamu tersenyum setelah melihat kami berbisik-bisik, apa kamu mendengar pembicaraan kami berdua?"
"Tidak, untuk apa juga aku harus tahu." Ucap Bella tidak mau kalah, meskipun dalam hatinya terbesit rasa bersalah.
"Maafkan aku Arya, aku terlambat menyadari cintamu yang tulus." bathin Bella.
"Tuan, aku harap anda bisa segera menikahinya. Karena menurut saya, dia gadis yang sangat cantik. Jangan sampai anda menyesal jika dia dimiliki orang lain." balas John.
"Semua sudah terlambat John." bathin Arya tersenyum getir.
"Ayo Bella, kamu bisa mencicipi rasa masakan khas negara ini. Setelah ini aku ingin mengajakmu ke toko pakaian dengan brand terkenal dunia, dan lain sebagainya. Nanti kamu bisa lihat-lihat sendiri." Ucap Arya.
"Terimakasih Arya, aku memang ingin mencari sesuatu yang spesial untuk adikku."
"Adik apa suamimu?"
"Dua-duanya."
"Lolly maafkan kakak, kamu yang sabar ya, sebentar lagi kakak akan kembali pulang ke Indonesia. andaikan saja kita bisa berjalan-jalan berdua lagi pasti akan lebih menyenangkan." Bella menundukkan wajahnya sedih, sedikit menyesal karena belum bisa menjadi seorang kakak yang baik.
"Bella, apa kamu tidak khawatir jika suamimu tahu jika kamu bersamaku?" tanya Arya memastikan, dia juga ingin tahu seperti apa pernikahan Bella.
"Dia tidak akan marah, karena Vadel sangat percaya padaku Arya."
"Ooo, sepertinya kamu sangat bahagia dengan pernikahanmu, Bella."
Setelah hampir setengah jam mereka menikmati makan dan minum di restoran.
"Bella, apa kamu sudah puas menikmati tempat ini?" Arya memberanikan diri menatap Bella.
"Sepertinya sudah. aku juga sudah sangat kenyang...kamu benar makanan disini semuanya enak dan lezat."
"Kalau begitu ayo kita pergi ketempat lain?"
"Kamu mau bawa aku kemana lagi Arya?" Bella penasaran dengan tujuan kedua mereka hari ini.
"Bella, pegang pinggang yang kuat ya, agar kamu tidak terjatuh." ucap Arya lalu menambah laju kecepatan motor gedenya.
Jalan-jalan hari ini sangat berkesan bagi mereka berdua, sehingga senyuman indah terus terukir dibibir mereka berdua yang kembali dipertemukan setelah sekian lama waktu berlalu.
"Arya, wajahmu kenapa tiba-tiba berubah mellow begini?"
"Bella, Aku … gembira sekali … akhirnya dipertemukan dan bisa menghabiskan waktu bersamamu kembali. Hal yang dari dulu aku rindukan tapi tidak pernah kesampaian." Arya tersenyum gembira tapi senyumnya lurus menghadap danau didepan mata mereka.
"Aku juga Arya, meskipun situasi dan kondisi kita tidak seperti dulu lagi."
"Setelah ini, mungkin aku akan sangat kesepian dan merindukan mu Bella."
"Meskipun tanpa aku, kamu masih bisa menghabiskan waktu bersama orang yang kamu sayangi, Arya."
"Aku terlalu sibuk untuk bekerja. Duniaku hanya kantor dan apartemen, Kalaupun ada waktu kosong, aku lebih suka berjalan-jalan dan menikmati hidup sendiri hehe …"
Bella tercekat mendengarnya membuat gerakan bibir membulat seperti huruf O namun tanpa suara. Arya tersenyum lebar melihat ekspresi wajahnya.
"Bella, kamu tidak pernah berubah. Ekspresimu selalu seperti ini setiap aku curhat tentang kehidupan ku."
"Arya, sampai kapanpun aku tetap Bella yang dulu."
"Benarkah?" pandangan mereka bertemu. Arya mendekatkan wajahnya, namun seketika dia kembali tersadar.
"Jangan gila Arya, Bella sekarang sudah menjadi milik orang lain, cukup sudah masalah yang kamu hadapi sehingga kamu sendiri tidak mampu mempertahankan cintamu." Arya me bathin.
🌹🌹🌹❤❤❤
dlm agama Islam tdk di benarkan seorang wanita memiliki suami lebih dari 1,bahkan setelah bercerai pun wanita harus menunggu masa Iddah jika mau menikah lagi, berbeda dg laki-laki yg memang boleh beristri lebih dari 1