Dua kali menikah dengan pria dari keluarga yang sama, freya sasmita tak menyangka cinta dan takdirnya akan menikah dua kali. yang lebih membuatnya tak percaya adalah pernikahanya yang biasa disebut turun ranjang.
ya, istilah untuk pernikahan yang dilakukan dengan menikahi kakak/adik dari pasangan kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kehilangan anak
satu tahun kemudian
"mohon maaf ibu freya, kami sudah berusaha semaksimal mungkin" dokter meminta maaf usai operasi selesai dilakukan, sayangnya nyawa anak freya dan aksa tidak bisa diselamatkan.
sejak dalam kandungan memang sudah terjadi masalah karena freya sempat depresi berat dan juga banyak minum obat karena tak tahu jika dirinya sedang mengandung saat itu. anaknya berhasil dipertahankan sampai lahir namun sayangnya usianya hanya sampai dua bulan saja didunia ini
setiap manusia memang tidak pernah tahu kapan dan dimana akan pergi lebih dulu tapi itu pasti akan terjadi. freya pingsan mendengar ucapan dokter yang tidak bisa menyelamatkan anaknya
"freya, bangun freya"
"kakak, kak"
sasmita dan acha yang menemani freya menunggu operasi anaknya. namun sayangnya sang pencipta berkata lain dan lebih menyayangi anak freya.
acha memanggil dokter dan meminta agar menolong kakaknya, sementara nugroho dan aksa mengurus kenzo dan mempersiapkan untuk pemakamannya dan segala macamnya. keluarga aksa tak bisa datang karena sejak wardana mengundurkan diri dari pejabat dan juga keluar dari tahanan, memilih tinggal diluar negeri bersama alin dan suaminya
********
"kak, ayo pulang ini sudah malam" acha setia menemani kakaknya yang masih belum beranjak dari kuburan anaknya. orang-orang sudah pergi namun freya masih belum bisa meninggalkan kenzo sendirian
"dia pasti kedinginan dek, dia kesepian" ucap freya sambil mengusap-usap bunga diatas gundukan tanah
"besok kita kesini lagi kak, acha temani setiap kakak mau kesini. tapi sekarang pulang dulu" acha membujuk freya
"freya, ayo saya antar pulang. kita doakan anak kita dari rumah agar tak kesepian dan kedinginan" aksa mengulurkan tangan pada freya
tapi freya menampik tangan mantan suaminya itu " pergilah" freya masih mendendam sesuatu yang tak ada orang yang tahu
"ini sudah malam" aksa membujuk lagi
"kamu tuli, pergilah jangan ganggu" freya kembali menolak aksa
flashback on
"halo, aksa aku mau ke kantor, ada sesuatu yang ingin ku sampaikan"
freya menghubungi suaminya dan ingin memberikan kejutan, pagi tadi freya melakukan tes dan sudah memastikan ke dokter bahwa dirinya sedang mengandung. sepulangnya dari dokter freya menelfon suaminya untuk memastikan suaminya ada dikantor. lalu dengan hati yang bahagia karena freya mulai membuka hati untuk aksa dan akan menjalani rumah tangga seperti pada umumnya
"mil, saya mau kasih kejutan sama bapak. kamu tunggu saja dilobi ya ngga lama kok" freya ingin hanya dirinya dan aksa yang mengetahui kabar bahagia ini sampai nanti akan menyampaikan pada keluarga besarnya bersama dan mengadakan acara
"baik bu"
freya dipersilahkan untuk menuju ruangan suaminya, keluar dari lift khusus direktur freya semakin tak sabar. saat akan membuka pintu ruangan aksa tapi pintunya tak tertutup dan terdengar suara obrolan dari dalam
"kiara saya mohon bertahanlah sebentar lagi. saya akan ceraikan freya setelah saya kekuatannya sendiri. saya sangat mencintaimu jadi tolong mengertilah"
"kamu terlalu baik padanya, pasti dia menganggap kamu menyukainya" kiara cemburu dengan perlakuan aksa pada istrinya
"itu semua hanya kebaikan karena freya tak pantas menerima keburukan lagi, saya tidak mau selingkuh tapi saya mencintaimu jadi bersabarlah tak sampai satu tahun lagi. kamu akan jadi istriku" aksa memegang dan mengecup tangan kiara
"kamu belum menyentuhnya bukan?" kiara memastikan lagi sesuai janji aksa pada kiara tidak akan menyentuh freya sampai menceraikannya nanti
"maaf kiara, saya pernah khilaf tapi itu hanya satu kali. saya menganggap itu kamu. sungguh percayalah hanya satu kali" aksa sampai berlutut memohon agar kiara menunggunya sampai bercerai dan menikah dengannya
sejak kuliah keduanya pacaran dan setelah lulus aksa harus kuliah keluar negeri, namun aksa meminta agar kiara menjadi skretaris papinya sampai aksa kembali, dan demi keluarganya aksa harus menikah dengan freya karena perjodohan
freya menggenggam kertas hasil pemeriksaan calon bayinya dan menelfon aksa " saya sibuk tidak jadi ke kantormu"
tak lama berselang freya mengajukan gugatan cerai pada aksa, dan aksa pasrah meski tak tau apa yang membuat freya kekeh ingin pisah padahal sedang mengandung
flashback off
"sebaiknya kak aksa kembali duluan saja, biar kak freya sama acha" acha melihat istri aksa ynag dinikahi beberapa bulan lalu terlihat sedang mengandung dan menunggu dimobil yang tak ikut ke pemakaman
"kalau ada apa-apa hubungi kakak ya cha, kakak pamit dulu" aksa merasa sedih tentu saja tapi saat ini juga sudah akan memiliki anak dari istrinya.
tak lama setelahnya freya juga bangun dan berjalan dengan lunglai karena seharian tak makan dan minum apapun.
"kak, kita pulang ya"
freya mengangguk dan langsung tidur saat di mobil , air matanya terus saja mengalir tanpa suara tanpa isakan terdengar
acha terus menggenggam tangan kakaknya dan tak bicara apapun, melihat betapa kakaknya menderita acha sungguh tak tega dan ikut menangis.
sesampainya di rumah freya langsung mandi dan mendoakan anaknya tanpa henti. sampai lelah dan tertidur dilantai hingga pagi.
"pagi mi, pi" freya sudah punya tenaga untuk menyapa keluarganya. semalam freya bermimpi anaknya sedang bermain dengan bahagia dan melambaikan tangan pada freya dengan senyum lebar. membuat freya merasa mungkin ini yang terbaik untuk anaknya yang tak merasa kesakitan lagi
freya sadar anak adalah titipan yang tak bis dia miliki seutuhnya. dan hari ini akan mencoba untuk mencari kegiatan baru agar tak terlalu larut dalam kesedihan mendalam
"makan yang banyak nak" nugroho sedikit lega melihat senyum anaknya meski tau itu palsu
"dek ada kuliah ngga?" freya bertanya pada acha
"engga kak kenapa?" acha sedang menonton tv sambil sarapan dengan santai
"temani kakak ke rumah kenzo dan ke panti ya, kakak mau sumbangin asi kakak yang menumpuk di freezer" freya berniat membagikan asi yang masih keluar dan masih banyak
"oke, acha manci dulu ya kak"