NovelToon NovelToon
Radar Cinta Andara

Radar Cinta Andara

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:38.8k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

Setelah kematian Panca, kekasihnya tujuh tahun yang lalu. Andara mencoba menyibukkan diri untuk karirnya. Tidak ada ketertarikan untuk mengenal cinta.

Andara gadis muda yang cantik dan energik, dia berhasil menempati posisi manajer di sebuah perusahaan fashion. Usianya sudah memasuki 27 seharusnya memikirkan pernikahan. Akan tetapi belum ada lelaki yang bisa masuk ke hatinya.

Butuh waktu bagi Dara untuk membuka hati pada pria lain. Entahlah, ada magnet tersendiri membuat dia malas memikirkan pasangan.

Ervan Prasetya, pria matang yang punya jabatan bagus di perusahaan tempat kerja Andara. Mereka di pertemukan dalam sebuah kerja sama tim. bagaimana Tom dan Jerry mereka selalu bertengkar.

Tapi ternyata itu yang membuat Ervan makin penasaran dengan Dara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

"Mama dan papa sudah bercerai saat aku masih SD. Alasannya satu, salah satu dari mereka merasa keberatan dengan kondisiku." ucap Ervan saat ikut duduk di dekat kolam ikan.

"Maaf, saya tidak tahu kondisi keluarga kalian." ucap Dara sambil memainkan tangannya. Entahlah setelah sembilan tahun yang lalu dia sempat deg-degan bersama seseorang. Setelah sembilan tahun yang lalu dia merasa ada pria yang membuatnya jadi diri sendiri. Sekarang dia seperti merasa bersama orang itu. Hanya beda fisik saja.

"Tidak apa-apa, Dara. Aku merasa mama menyukaimu, dulu pas sama Intan mama masih belum setuju. Tapi karena papa mendukung hubungan kami, hingga hampir sembilan tahun kami pacaran. Lebih banyak LDR, daripada bertemunya." ucap Ervan.

"Terimakasih sudah menolong mama. Aku tak tau bagaimana nasib mama tak ada kau" ucap Ervan.

 "Bukan aku yang menolong Bu Becca, tapi Keyla, dia yang menemukan Bu Becca hampir pingsan di dalam mall." kata Dara.

"Semoga kamu dan Intan bisa melenggang ke hubungan..."

"Intan sudah menikah dengan pria lain." Dara merasa bersalah akibat ucapannya tadi.

"Maaf lagi ya, Pak." jawab Dara.

"Jangan panggil aku, Pak. Kita sedang di luar kantor. Panggil saja aku kak Ervan, secara umur ku lebih tua dari kamu."

"Oh, seperti Ika memanggil anda?" tebak Dara. Semalam dia mendengar rumor kedekatan pak Ervan dan Marika alias Ika.

"Oh, itu. Aku dan Ika...." dia belum sempat menjelaskan pada Dara terganggu telepon di sakunya.

"Kami mau pulang, apa kalian masih mau berduaan?" suara papa Hendro dari seberang sana.

"Dara, mama dan papa mau pulang. Aku antar mama ke hotel dulu, terus antar papa. Tidak apa kan kamu pulang terakhir. Soalnya tiga tempat ini beda rute." kata Ervan.

"Tante Becca kayaknya mau menginap di rumah aku. Tadi dia suruh orang kantor ambil barang di hotel." kata Dara.

"Ya, ampun mama. Maaf, ya kalau mama aku merepotkan kamu. Aku janji besok antar kamu ke kantor sebagai...."

"Saya rasa tidak perlu, Pak. Karena saya punya kendaraan. Saya juga tidak mau jadi bahan omongan orang di kantor." ucap Dara langsung meninggalkan Ervan.

"Tapi..."

Dara baru saja hendak berbalik ada meja dorong yang membuat dia hampir terjatuh.

"Dara, awas!" Ervan berteriak langsung sigap menyambar tubuh Dara. Untung saja Ervan bisa cepat menahan pinggang Dara. Kalau tidak, mungkin gadis itu sudah terjatuh.

Lama keduanya saling terdiam. Tatapan mereka saling bertabrakan. Hingga akhirnya Dara lah yang memutuskan kontak mata mereka di susul Ervan ikut menjaga jarak. Keduanya saling menundukkan kepalanya. Ervan sesekali mencuri pandang ke arah Dara.

"Maaf," ucap mereka bersamaan.

Keduanya langsung melepaskan diri. Ervan terus memegang dadanya. Lagi-lagi dia merasa akhir-akhir ini jantungnya terus bermasalah. Apakah sang pemilik jantung sebelumnya penyakitan. Dia pernah dengar jika si pemilik punya masalah kesehatan akan berpengaruh dengan si penerima jantung. Ervan menarik nafas dalam-dalam. Dia harus siap jika sewaktu-waktu tugasnya di dunia selesai.

"Tolong jangan salah sangka. Jika yang saya lakukan barusan hanya demi kemanusiaan semata. Jangan kamu pikir saya punya rasa sama kamu." kata Ervan kembali mode semula.

Dara membulatkan matanya. Pria di depannya kayak orang berkepribadian ganda. Tadi baik dan sangat ramah. Sekarang dia kembali menjadi sosok yang menyebalkan. Dara tidak memperdulikan ocehan Ervan. Dia sudah duduk di mobil bersama pak Hendro dan Bu Becca.

"Kamu kenapa, Dara? Apa Ervan menyebalkan lagi? saya minta maaf atas sikap Ervan. Saya juga kaget dia bicara seperti itu sama perempuan. Dulu dia tidak begitu, Nak. Mungkin efek dia di sakiti Intan." kata Becca.

"Tidak apa, Bu. Saya paham kok dia begitu karena saya bawahan. Saya sadar diri." kata Dara.

"Aku akan bilang sama Ervan supaya dia tidak bersikap begitu sama kamu." kata Pak Hendro.

"Terimakasih, Pak. Tapi saya rasa tidak perlu seperti itu. Itu terlalu berlebihan." ucap Dara.

*****

"Ada apa, Dara?" suara wanita dari seberang sana.

"Wana, aku mau nanya kalau melakukan transplantasi jantung tanpa seizin keluarga apa hukumannya."

Wana adalah anak dari sahabat mama Vira yaitu Tante Elsa. Wana yang punya namanya asli Nirwana merupakan salah satu staf firma hukum pengacara ternama.

Dara paham kalau Wana tahu seluk beluk tentang hukum. Jika memang keluarga Kinara terlibat atas kematian Panca. Dara tidak segan-segan menjerat mereka dengan kasus transplantasi ilegal.

"Begini Dara, kalau itu ada yang terkait kasus itu. Dokter, pihak rumah sakit dan juga orang yang membawa si pasien tersebut." kata Wana.

"Oh gitu, ya. Kira-kira berapa tahun hukuman yang mereka dapat, Wana?"

"Bentar? Ini siapa yang mau kamu jerat, Dara? siapa yang melakukan transplantasi ilegal?" tanya Wana.

"Ada deh. Aku juga mau cari tahu dulu. Belum dapat bukti yang konkrit." kata Dara. "Takutnya sih kalau aku langsung menuduh tanpa bukti."

"Terus kalau untuk penerima jantung nya apa ada sanksinya?" Dara kembali bertanya.

"Tergantung, Dara. Kalau penerima donor kan rata-rata tidak tahu kalau pendonor bermasalah atau tidak." kata Wana.

"Terimakasih, Wana informasinya. Salam sama Tante Elsa dan om Pasha." Dara menutup teleponnya.

Selesai sholat subuh, Dara bangkit membersihkan diri. Tampak Becca belum bangun dari tidurnya. Dara rasa dia harus membangunkan wanita dan mengingatkan sholat.

"Bu Becca bangun, sholat subuh." Dara membangunkan tamunya.

"Saya masih mengantuk sekali, Dara. Kamu saja yang sholat duluan." jawab Becca setengah malas.

"Yasudah, Maaf kalau saya mengganggu istirahat anda." kata Dara.

Dara menghidupkan televisi sambil mempersiapkan sarapan untuk tamunya. Dia hanya bisa menarik nafas dalam-dalam. Tamunya belum juga bangun sementara dirinya harus bersiap-siap ke kantor.

Deringan telepon membuyarkan aktivitasnya. Dara yang tadi sedang menggoreng telur mematikan kompornya.

"Mama pasti belum bangun kan? Maaf ya Dara. Mama biasa bangun siang soalnya kan dia lebih sering tinggal sendiri.

Kamu butuh apa untuk sarapan mama? biar aku ..."

"Pak, dia tamu saya. Saya masih bisa melayani Bu Becca dengan baik. Jadi bapak tidak usah repot-repot mau kirim sarapan." ucap Dara tegas. Dia langsung mematikan telepon atasannya.

Becca mendengar pembicaraan Dara dengan anaknya. Dia hanya menggelengkan kepalanya. Di matanya gaya bicara Dara tidak ada sopan dengan Ervan.

"Tadinya aku suka sama dia. Melihat track record keluarganya. Melihat dia tamatan dari mana. Tapi aku tidak suka kebaikan anakku di balas seperti itu." Batin Becca.

"Van, mama minta kamu jemput ke apartemen Dara pagi ini." Becca meluncurkan pesan singkat pada putranya.

"Iya, Ma. Sekalian aku jemput Dara untuk ke kantor bareng." balas Ervan.

"Dara punya mobil sendiri. Tidak perlu kamu repot-repot menjemput!" balas Becca.

"Iya, Ma."

...*****...

"Ada yang bisa aku bantu, Dara?" tanya Edo teman sejawatnya.

Dara menggelengkan kepalanya. Dia sudah biasa menyelesaikan pekerjaan sendiri. Gadis itu memilih memasang alat layar proyektor tanpa bantuan orang lain. Baginya kalau mengandalkan orang yang ada tidak akan puas dengan hasilnya. Mendingan dia turun langsung mengerjakan tugas.

"Dara, kamu jangan mengerjakan pekerjaan laki-laki." tegur pak Hendro yang juga datang di meeting kantor.

"Eh, bapak. Maaf, saya tidak lihat anda datang." ujar Dara menyalami atasannya.

"Dara ... Dara .... jangan terlalu mandiri. Keenakan mereka nantinya. Kamu punya porsi pekerjaan sendiri kan? tapi saya salut sama kamu." kata pak Hendro sambil menepuk pundak gadis itu.

Dari jauh ada tatapan aneh pada keduanya. Entahlah dia merasa ada hubungan antara pak Hendro dengan Dara. Hubungan yang menurut dia bisa menggagalkan rencananya merujuk kedua orangtuanya. Tangannya mengepal keras.

"Jangan-jangan benar dugaanku. Ada hubungan antara Dara dan papa. Ah, gila! pantas saja papa semangat ikut pas tahu aku tempat Dara." batinnya.

1
SANG
Lanjut 👍💪👍💪👍💪
SANG
Semangat ya thor👍💪
SANG
Emangnya ada apa sih
SANG
Kamu tanya siapa, ya......
SANG
Semangat ya👍💪
SANG
Aku kasih like ya Thor👍💪
SANG
Aku kasih suka ya Thor👍💪
SANG
Oh begitu ya
SANG
Cepat amat, amat aja ngak cepat
ZasNov
Setuju banget.. 👍
ZasNov
Kakak madu 😆 aku tiba2 inget winnie the pooh. Ada2 aja nih julukan buat Panca..
mama Al: wkwkwwk kalo kangen main ke Panji.
total 3 replies
ZasNov
Soalnya kalau diundang, takut calon pengantin cwonya pengen batal nikah.. 😆
ZasNov
Oh gt ya, baru tau aku..
ZasNov
Dara susah move on dari Panca, karena kenangan dan kebaikannya memang tdk akan bisa dia lupakan.. Tapi hidup hrs terus berjalan kan Dara..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☕︎⃝❥☠️⃝♛ ⃟$𝑅..‮☾☠️:➢
Lanjut ceritanya seru👍
Drezzlle
betul itu nasihat yang benar. Hidup terus berjalan
ZasNov
Ciee Ervan.. Berharap Dara jadi pengantinnya kamu ya.. 😆
ZasNov
Dara & Ervan.. bisa photo dulu berdua, anggap aja photo prewedding 🤭
ZasNov
Kalau memang hanya salah paham, semoga bisa cpt diluruskan ya 🥺
ZasNov
Semoga Keyla mendapatkan ibu sambung yang baik hati ya. Bukan hanya mencintai Papanya tapi juga Keyla..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!