NovelToon NovelToon
Benih Tuan Presdir

Benih Tuan Presdir

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Penyesalan Suami / Percintaan Konglomerat / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:292.5k
Nilai: 5
Nama Author: Byiaaps

Keenan dan Jihan yang baru saja menikah siri setelah 5 tahun berpacaran, terpaksa berpisah kala Keenan harus menerima perjodohan dengan anak relasi bisnis ayahnya.

Kepergian Jihan seorang diri dalam keadaan hamil, membuat Keenan terus mencarinya.

Hingga 5 tahun berlalu, tak sengaja Keenan bertemu dengan seorang bocah tampan, yang mengikuti casting bintang iklan produk perusahaan farmasi yang dipimpinnya.

Apakah anak itu adalah anak yang dikandung Jihan? Bagaimana kelanjutan cerita Keenan dan Jihan? Akankah Keenan menceraikan istri yang tak dicintainya?

Baca selengkapnya di sini ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Keesokan paginya, Keenan kembali mendatangi rumah Jihan, sekadar untuk mengantarkan Ale ke sekolah. Jihan yang juga akan berangkat kerja, semakin murka dibuatnya. Ia kembali menegaskan pada Keenan untuk tak menemui mereka lagi.

“Aku hanya ingin mengantarkan Ale ke sekolahnya, itu saja. Jihan, aku mohon, jangan bersikap seperti ini padaku,” pinta Keenan.

“Pulang, Keenan, pulang lah ke Jakarta! Nayla dan anakmu pasti mencarimu!” tegur Jihan yang sudah hampir hilang kesabaran.

“Aku tidak peduli! Aku sudah bilang, keluarga yang aku inginkan hanya kamu dan Ale!” tolak Keenan, lalu memaksa masuk ke dalam rumah, untuk mengajak Ale berangkat sekolah diantar olehnya.

Ale lalu mengajak mamanya untuk ikut naik mobil bersama, tapi Jihan menolaknya dan memilih untuk berjalan kaki menuju warehouse seperti biasa. Ale yang tak ingin jika naik mobil sendiri, menarik tangan mamanya untuk ikut masuk ke dalam. Akhirnya, mau tak mau, Jihan ikut Ale dan Keenan dalam satu mobil. Sesekali, ia dan Keenan saling berpandangan melalui kaca spion.

“Ruby pasti senang ya, Om, bisa tiap hari ke sekolah pakai mobil, dingin,” cetus Ale membuat Keenan semakin merasa bersalah pada anaknya itu.

"Ma, kapan ya Ale bisa diantar mobil begini sama papa? Ale juga mau punya papa," lanjut Ale yang kali ini membuat Jihan tersentak dan Keenan spontan memandang Jihan dari kaca spionnya.

Menegur dan melarang anaknya berbicara demikian, Jihan meminta Ale bersyukur dengan kehidupannya saat ini, karena ia masih bisa bersekolah di saat yang lain banyak yang harus putus sekolah.

Hingga tak lama, tiba lah mereka di sekolah Ale. Bocah tampan dan pintar itu kemudian berpamitan pada Keenan dan juga mamanya. Ia lalu meminta sang mama untuk berpindah duduk di depan, di samping Keenan, menggantikannya.

“Mama ikut turun kok, Nak,” ujar Jihan keluar dari mobil Keenan dan mengantar Ale menuju gerbang sekolah.

Keenan yang memarkir mobilnya di pinggir jalan, segera turun dan menghampiri Jihan yang mulai berjalan kaki menuju tempat kerjanya.

“Jihan tunggu,” pinta Keenan setengah berlari mengikuti langkah kaki Jihan.

“Kalau kamu tidak mau diantar mobil, aku antar dengan jalan kaki,” lanjut Keenan pantang menyerah.

Jihan menghentikan langkahnya, dan meminta Keenan untuk pulang, meski ia sudah lelah mengatakan hal ini yang selalu tak digubris oleh ayah biologis Ale itu.

"Aku akan kembali ke Jakarta hari ini, dan akan kembali ke sini secepatnya, setelah semua urusanku di sana selesai. Tapi, aku tidak akan pulang sebelum kamu mau memberikan nomor ponselmu yang baru, juga mengatakan apa yang Nayla katakan saat ke rumah kita waktu itu,” bujuk Keenan, sembari terus berjalan mengikuti Jihan.

Jihan kembali menghentikan langkahnya, dan menolak permintaan Keenan, lalu kembali berjalan.

Keenan dengan tegas juga mengatakan bahwa kalau Jihan tak menuruti permintaannya, ia tidak akan pulang ke Jakarta.

“Kenapa tidak kamu tanya sendiri pada istrimu, apa yang sudah ia katakan padaku?” ujar Jihan tanpa menghentikan langkahnya, juga tak melihat ke arah Keenan.

“Wanita licik itu tidak mau jujur. Makanya, aku malas sekali melihatnya. Kalau bukan karena Ruby, aku sudah tinggalkan dia. Meskipun suatu saat nanti aku juga akan tetap meninggalkan dia dan membawa Ruby, atau meninggalkan anakku sekalian, saat kembali padamu. Jihan, ayolah, katakan apa yang dia katakan,” rengek Keenan kembali membuat langkah Jihan terhenti.

“Malas? Malas tapi kalian terlihat begitu mesra ketika di depan banyak orang!” ketus Jihan.

Jihan kemudian dengan tegas meminta Keenan tak perlu meninggalkan keluarganya. Apalagi, anaknya butuh sosok ayah, jangan sampai anak tak berdosa itu menerima getah dari perilaku orang tuanya. Lagi pula menurutnya, Keenan tak akan berani pergi meninggalkan Nayla, karena Keenan tak siap kehilangan pekerjaannya.

“Siapa bilang? Aku bisa berbalik mengancam ayahku. Dia yang akan kehilangan perusahaannya kalau aku pergi. Apalagi, anak tirinya itu tak bisa diandalkan, yang ada perusahaannya bisa bangkrut mendadak. Sudah lah, Jihan, jangan pikirkan hal itu. Katakan apa yang aku tanyakan tadi.” Keenan terus mendesak Jihan.

Meski sangat sakit bila ia mengingatnya kembali, tapi ia hanya ingin Keenan segera pulang. “Tepati janjimu bila aku sudah mengatakannya, dan tak usah lagi meminta nomor ponselku!”

Keenan mengangguk, seolah dengan sabar mendengar jawaban Jihan.

Jihan lalu mengatakan secara lengkap, apa yang Nayla katakan saat itu.

“Kamu dan bayimu tak akan mendapatkan pengakuan di mata negara. Orang tua Keenan juga hanya akan mengakui anakku, sebagai cucu mereka, bukan anak darimu. Kamu mau menuntut pun juga tak akan menang, karena pernikahanmu tak berkekuatan hukum. Kamu tidak akan dianggap di keluarga Keenan. Bukan kah pernikahan sirimu bertujuan agar kalian mendapat restu dari orang tua Keenan? Rasanya itu tak akan pernah terjadi, apalagi setelah aku dan Keenan punya anak dari pernikahan kami yang sah secara negara. Aku tentu tak akan mau bercerai dari Keenan, karena anakku berhak atas ayahnya.”

“Kalau kamu masih berani di sini, aku bisa saja mengancammu, akan mengasingkanmu ke suatu tempat yang tak ada seorang pun tahu. Setelah kamu melahirkan anakmu, akan aku ambil ia darimu, dan memisahkan kalian. Perlu kamu ingat bahwa keluargaku adalah orang terpandang yang bisa dengan mudah melakukan apa pun, tanpa tercium oleh hukum sekali pun.”

Mendengar perkataan Jihan, Keenan terdiam. Ia tak menyangka Nayla bisa sejahat itu. Sekian detik ia melamun, hingga tak menyadari bawah mama Ale itu kian berjalan menjauh di depannya.

Keenan lalu berteriak memanggil Jihan, dan mengucapkan sesuatu.

“Aku akan memperjuangkanmu, sampai kapan pun, Jihaaan!”

...****************...

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪
Siti Nur Janah
pasti di pengaruhi ma nayla
Siti Nur Janah
pak Basuki kamu akan menyesal telah melakukan itu pada Keenan
Siti Nur Janah
sebenarnya Bu Nisa itu ikut kubu Keenan atau pak adi
Siti Nur Janah
oh ternyata asisten pak Basuki sekongkol dgn pak Adi untuk menyalah gunakan jabatannya dan kepercayaan pak Basuki kepadanya. tp salah pak Basuki sendiri sih Krn TDK percaya PD anak sendiri
Siti Nur Janah
ada apa dgn Andre?
Siti Nur Janah
apa Wina kerja sama ma Rio?
Siti Nur Janah
apa yg memotret nayla waktu itu Rio?
Siti Nur Janah
waaaah bakal viral nih kalau ada wanita karir yg habis cerai suka teler
Siti Nur Janah
sokor salah siapa egois. pusing sendiri kan
Siti Nur Janah
oh berarti Andre udah tau kalo itu milik Keenan
Siti Nur Janah
oh emang anak baik kamu ale
Siti Nur Janah
good Keenan tetap semangat berjuang
Siti Nur Janah
good Keenan kamu datang di waktu yg tepat. dan kamu harus tegas walaupun dengan ortu kamu sendiri
Siti Nur Janah
uuuups jangan jangan Ruby bukan anak kandung Keenan
Siti Nur Janah
dasar munafik dan pembual pembohong pula
Siti Nur Janah
waaaah seru bgt perang di sosmed
Siti Nur Janah
Keenan kamu harus tegas dan siap untuk melakukan sesuatu tentang berita yg tersebar di tiktik agar para nitizen tak menghujat jihan yg lebih parah
Siti Nur Janah
tuhkan benar
Siti Nur Janah
pasti itu orangnya nayla
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!