NovelToon NovelToon
Pengorbanan Istri Yang Tak Dihargai

Pengorbanan Istri Yang Tak Dihargai

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cintapertama
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Permata Biru

Seorang pria buta terpaksa dipaksa menikahi pengasuhnya sendiri atas paksaan kedua orang tuanya.

Sejak kecelakaan yang mengakibatkan kebutaan membuatnya sama sekali menjadi pria yang tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan tunangannya pun membatalkan pernikahan mereka yang akan terlaksana tiga bulan lagi.

Hal tersebut tidak hanya mengecewakannya tetapi juga kedua orang tuanya. Hingga pada suatu saat, papa dan mamanya sepakat menikahkannya dengan seorang gadis yang selama ini mengurusnya hampir setahun sejak ia buta. Ada sedikit paksaan, gadis itu terpaksa menerima tawaran tersebut.

Suatu ketika perusahaan mengalami goncangan dan hal itu mengakibatkan kerugian sehingga perushaan hampir bangkrut. Melihat hal itu, secara diam-diam, istrinya merencanakan hal lain untuk suaminya dengan mengorbankan kedua matanya agar suaminya bisa melihat kembali dan bisa mengatasi masalah perusahaan.

Bagaimana kelanjutannya? ikuti terus Novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Permata Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Status pembantu

Sepasang suami-istri itu tiba di kantor dengan mobil yang dikemudikan oleh Liem sang asistennya.

"Jangan sentuh aku." ucapnya dingin saat Joi hendak menuntunnya.

"Liem!" panggilnya kepada sang asisten. Dengan berat hati pria itu mendekat dan mengambil alih peran Joi. Gadis itu hanya mengangguk seolah semuanya baik-baik saja.

Dia mengikuti mereka dari belakang dengan membawa tas pria itu. Mereka pun masuk ke dalam lift yang mengantar mereka hingga tiba di lantai di mana letak ruang CEO berada.

"Liem, Informasikan ke semua karyawan untuk berkumpul di aula" perintahnya.

"Baik tuan muda" jawab Liem yang tidak mengerti maksud apa pria itu memberi perintah tersebut kepadanya.

Setelah melakukan tugas yang diberikan oleh sang atasan. Liem kembali melaporkannya kepada tuannya.

"Semua sudah berkumpul di aula" ucap Liem.

"Baiklah, ayo kita ke sana termasuk dia" ucap Harvey. Liem kembali melirik ke arah Joi tanpa suara dan gadis itupun mengangguk mengiyakan.

Ketiganya beriringan menuju ke aula dan otomatis yang menuntunnya adalah Liem bukan istrinya.

Mereka tiba di aula dengan manusia yang sudah begitu padat. Semua tahu keadaan Harvey yang menghilang setahun belakangan ini, namun mereka juga sangat terkejut melihat seorang gadis cantik dengan pakaian sederhana tapi tidak dipungkiri bahwa itu adalah barang branded.

"Siapa gadis itu?"

"Dia sangat cantik"

"Apa dia karyawan baru? ah sepertinya tidak"

"Apakah dia sepupunya tuan Harvey?"

"Ataukah dia kekasihnya tuan Harvey? tapi tuan sudah bertunangan dengan nona Valen"

Banyak pertanyaan dan ucapan mengenai Joi. Banyak yang penasaran dengan siapa sebenarnya gadis itu.

"Baik selamat pagi semua... Terima kasih untuk kerja keras kalian semua selama aku tidak ada bersama kalian" ucapnya.

"Mulai hari ini aku akan selalu ada dan harap maklumi dengan keadaanku sekarang. Tapi jangan kawatir, aku tidak akan menyusahkan kalian dengan keadaan seperti ini karena aku sudah membawa serta seorang pembantu yang akan membantu melancarkan pekerjaanku, kalian boleh berkenalan, namanya Joi" ucap Harvey lantang.

Deggg

Joi mendadak syok mendengar pernyataan sang suami yang begitu menyakitkan hatinya di depan umum.

Bukan hanya Joi, Liem juga ikut emosi mendengar pernyataan itu. Rasanya ia ingin memukul pria malang itu. Apalagi melihat mata berkaca-kaca gadis itu membuatnya semakin memerah wajahnya.

"Baik hanya ini yang aku sampaikan, silahkan kembali ke tempat untuk bekerja" ucap Harvey dan semuanya kembali ke ruangan masing-masing sambil bergosip tentang posisi Joi yang ternyata hanya seorang pembantu.

"Cantik-cantik ternyata pembantu huuuu"

"Pembantu tapi gayanya branded"

"Dibelikan oleh tuan muda kali"

"Lebih cantik dari nona Valen sih tapi soal pendidikan dan derajat ya nona Valen lebih unggul" sejak saat itu semua karyawan menatapnya dengan pandangan merendahkan.

"Tuan, apa kamu sadar mengumumkan berita tadi?" tanya Liem menahan emosi setelah semua keluar kecuali mereka bertiga. Diam-diam Joi meneteskan air matanya. Rasanya sangat sakit yang dia alami sekarang.

"Sadar apanya?" tanya pria buta itu santai.

"Mengumumkan jika dia pembantumu. Okelah jika kamu tidak mengakuinya sebagai istri setidaknya hargai perasaannya" ucap Liem.

"Sial kamu Liem, kenapa kau menceramahiku hanya demi gadis pembawa sial ini?" ucapnya geram.

"Apa maksud pembawa sial?" tanya Liem memicingkan matanya.

"Jika dia tidak sok jadi pahlawan kesiangan, aku tidak akan buta seperti sekarang" ucapnya geram. Joi semakin deras meneteskan air matanya namun sekuat mungkin ia menahan agar suaranya tidak keluar dan mengundang emosi suaminya itu.

"Keadaanmu sekarang tidak memungkinkan aku harus memberitahukan mu kebenarannya. Dan aku berharap agar Tuhan memberimu kesempatan untuk melihat lagi dan cukup untuk mengetahui dia sebenarnya" ucap Liem langsung menarik Joi keluar meninggalkan pria malang itu sendirian.

"Om, kita mau ke mana? kasihan Harvey sendirian di sana" ucap gadis itu berusaha menghentikan laju langkah Liem. Ternyata benar, pria itu berhenti melangkah.

"Kenapa kamu masih peduli samanya?" tanya Liem tidak habis pikir dengan gadis itu.

"Sejak kecil aku diajarkan tentang tanggungjawab. Jika aku adalah pembantu maka aku akan melakukannya dengan senang hati bukan?" ucapnya berusaha tegar walaupun sempat menangis tadi.

"Baiklah kamu pergi saja lebih dahulu, aku akan menjemputnya" perintah Liem.

"Jangan apa-apakan dia ya" pesan Joi. tanpa membalas ucapan gadis itu, Liem memilih pergi.

Apakah masih ada stok gadis sepertimu? aku harap kamu bertahan disisi suamimu hingga dia bisa melihat lagi dan mengakui jika kamu pantas diakui sebagai seorang istri. Batin Liem yang belum membuka pintu aula dan memilih menatap kepergian gadis itu.

Clek

"Liem, kamu dari mana? dan di mana gadis itu?" tanya Harvey.

"Ia sudah lebih dahulu ke ruangan. Ayo kita pergi" ajak Liem tanpa basa basi.

"Apa kamu tahu tentang keadaan Valen. Ia sama sekali tidak meneleponku selama ini" tanya Harvey membuat Liem kembali emosi dan mengepalkan tangannya hingga buku tangannya keputihan.

"Apa kamu masih bertanya tentangnya setelah dia terang-terangan menolakmu waktu itu? mungkin saja dia sudah bahagia dengan pria lain dan untuk apa aku harus mencari tahu tentangnya" ucap Liem.

"Aku harus berjuang untuk melihat lagi, mungkin dia akan menerimaku. Liem, cari dan belilah dengan mahal siapa yang akan menjual matanya. Aku ingin melihat lagi" teladan pria itu.

"Baiklah" jawab sang asisten singkat.

Keduanya kembali ke ruangan CEO. Hari ini benar-benar melelahkan bagi Joi, ia diperintah ke sana ke mari untuk melakukan permintaan konyol suaminya yang tidak masuk akal. Joi memilih untuk melakukannya karena sejak suaminya menyebutnya sebagai pembantu di depan umum, sejak saat itu pun ia benar-benar menempatkan diri sebagai seorang pembantu. Niatnya membuka hati untuk mencintai suaminya hilang begitu saja.

Jam pulang kantor tiba, Joi dengan sabar menunggu pria yang tidak ada tanda-tanda ingin bangun dari kursi kebesarannya.

"Tuan, sudah waktunya pulang" ucap Joi membuat sang suami menajamkan pendengarannya. sejak resmi menjadi suami istri, gadis itu tidak lagi memanggilnya dengan sebutan tuan, namun kenapa ia kembali menyebut kata itu.

"Jika kau ingin pulang, pulanglah sendiri" hardiknya membuat Joi terdiam. Ia memilih duduk tenang pada tempatnya. Kantuk mulai menderanya sehingga perlahan ia pun tertidur dengan posisi duduk. Hingga pukul delapan malam, Liem datang dan mendapati bos daan istrinya masih anteng di dalam ruangan padahal ia hari ini turun lapangan namun terpaksa harus kembali lagi ke kantor.

Melihat sang istri dari si bos yang tertidur ia pun lebih dahulu menyapa Harvey.

"Tuan, sudah waktunya pulang. Nona Joi sampai ketiduran di sofa" ucapnya padahal pria itu sama sekali tidak peduli.

Bersambung

1
Ira Sulastri
Di lanjut kak author 👍👍
Ira Sulastri
Kak author di lanjut lagi banyak UP nya ya☺️👍👍
charis@ŕŕa
lanjut top markotop
Ira Sulastri
Joi semoga setelah nanti kamu melahirkan ada pendonor mata yg cocok untuk mu, ga rela ya kl kamu buta selama nya
Ira Sulastri
Papa Matthew buat lah warisan semua aset di atas namakan Joi karena dr awal menikah dia sdh menderita dan anakmu jg secara tidak langsung sdh berselingkuh
Ira Sulastri
Jangan Joi, suami sampah mu itu tak berhak pengorbanan mu sebesar itu apalagi sedang hamil. Cukup kamu bercerai dan menjauh jg menghilang dr calon mantan suamimu itu. Ga rela deh kl sampai mata kamu yg di donorkan, toh itu semua bukan kesalahan mu tp kesalahan pelakor jg suamimu sendiri
Ira Sulastri
Kak author kemana saja lama ga UP karyanya, di lanjut ya kak jangan gantung bikin penasaran

Joi cinta boleh, bodoh jangan. Kalau mmg dia ga cinta lepaskan saja
Leni Ani
ni kelanjutan nya mana thor
Nefsa Ekasari
suka ceritanya tapi ga ad kelanjutannya
Yati Cublek
buruan up to thoooorrr
Dưa Putra Jr.
lanjut
Dellya
greget
Dellya
Bagus jalan ceritanya. Rapih tulisannya
Hikaru Ichijyo
Gempar
yukio_gchs
Bukan hanya cerita yang membuatku senang, tapi juga cara penulisan yang luar biasa! 🤩
Re Creators
Wah, seru banget thor! Lanjutkan karya kreatifmu!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!