NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Cinta Yang Terluka Karena Gangguan Jin Dan Sihir

Status: tamat
Genre:Spiritual / Matabatin / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dendam Kesumat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:85.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alinatasya21

Alina Cahya Kirani berkali-kali harus gagal menikah, sebab sakit non medis yang dialaminya. Seorang yang pernah menjadi masa lalunya telah tega mengirimkan sihir dan guna-guna padanya. Hingga menyebabkan setiap pemuda yang hendak mendekatinya, dan akan segera melamarnya pun mundur perlahan dan menjauhi Alina bahkan tiba-tiba membenci Alina, sebab gangguan Jin dan Sihir yang kerap kali menghalanginya ketika hendak berdekatan dengan lelaki mana pun, hingga membuat Alina harus terluka dan menelan pil pahit lantaran harus gagal menikah untuk yang kesekian kalinya. Akankah Alina menemukan sosok pemuda yang tulus mencintai dan menerima segala kekurangannya? ataukah ia akan terus menderita dan hidup dalam bayang-bayang masa lalunya? mari simak kisahnya dalam novel CINTA YANG TERLUKA KARENA GANGGUAN JIN DAN SIHIR!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alinatasya21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Kau Hanya Milikku Alina.

Bagaskara ngos-ngosan keluar dari semak-semak belukar tempat dimana dirinya dan Maharani sempat bercumbu rayu. Setelah pun keduanya saling menyerang satu sama lain dengan ilmu pengasihan yang telah mereka amalkan sehingga menyeret keduanya tenggelam dalam kemaksiatan dan perzinahan yang teramat dalam.

"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa keluar dari hutan ini!" ucap Bagaskara yang masih mengingat kalimat pujian dan rasa syukur yang dulu pernah ia pelajari di sekolahnya. Sebejat-bejatnya Bagaskara ia masih meyakini bahwa Tuhan itu ada, namun karena lemahnya biduk keimanannya kini dirinya harus terjerat dalam lingkaran syetan yang seolah menuntunnya dalam kesesatan yang menyengsarakan jiwanya, dunia terpenjara di akhirat sengsara jika memang ia tidak berhenti berbuat dzolim dan menyekutukan Allah dalam amal ibadahnya, maka semua amalannya akan tertolak dan sia-sia dalam pandangan ajaran agama Islam jika memang tak ada niat dihatinya untuk bertaubat pada Rabb-Nya.

Tap ... tap ... tap, langkah kaki Bagaskara menyusuri jalan raya, ia menoleh ke kiri dan ke kanan. Udara dingin seolah merasuki pori-pori dan aliran darahnya.

"Cuaca malam ini begitu dinginnya, hawanya sampai menusuk ke kulit ari ku." Bagaskara terus melangkahkan kakinya menuju kediamannya diperjalanan ia pun bersua dengan orang-orang desa setempat yang sedang berlalu lalang.

"Eh, pak Ustadz darimana saja? kenapa tadi tidak kelihatan di Mesjid?" sapa seseorang yang bernama Yadi.

"Oh, maaf tadi ada kesibukan penting yang tidak bisa di tinggalkan! sehingga mengharuskan saya sholat di rumah saja!" timpal Bagaskara dengan menyembunyikan kebejatannya.

"Bukankah, sholat di Mesjid itu wajib ya Pak Ustadz untuk kaum laki-laki, jika dirumahkan baiknya di peruntukkan untuk kaum wanita?" timpal Yadi sehingga membuat Bagaskara merasa tertohok.

"Ya, kamu benar. Tapi, yang lebih benar lagi harus tetap mengerjakan ibadah shalat di mana pun kita berada sesempat mungkin, yang salah itu jika enggan sholat!" timpal Bagaskara membela diri. Al hasil Yadi yang masih awwam mengenai ilmu agama pun magut-magut mendengarkan penuturan Bagaskara.

"Aaummm ... aaummm ... aaummm," suara lowongan anjing bergema mengikuti arah langkah kaki Bagaskara Ardhana Putra.

"Kok aku merinding ya pak Ustadz? mana malam Jum'at Kliwon pula," ucap seorang warga yang bernama Yadi tersebut.

"Nggak kok, biasa saja Mas. Mau malam Jum'at Kliwon atau malam apa pun sama saja, tidak ada bedanya. Hanya perasaan kita saja yang mungkin merasakan keanehan!" ucap Bagaskara, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Bagaskara yang terbiasa dengan aura mistis terlihat begitu santai, sebab sudah menjadi ritualnya setiap malam Jum'at melakukan semedi di kamarnya mengamalkan ilmu-ilmu yang bertentangan dengan syari'at peninggalan dari almarhum ayahnya Arya Arnenda.

Di dalam silsilah keluarga Bagaskara Ardhana Putra dirinyalah yang memegang tampuk kekuasaan dan warisan peninggalan mendiang ayahnya. Kakak dan adiknya tidak berminat menganut aliran ilmu hitam tersebut, mereka lebih memilih hidup normal ketimbang menganut ilmu yang menurut mereka sangat bertentangan dengan syari'at.

"Kalau begitu aku masuk ke dalam rumah dulu, mari mampir Pak Ustadz!" ucap Mas Yadi menawarkan diri, padahal tubuhnya terasa merinding mendengar lolongan anjing yang bersahut-sahutan seolah-olah melihat hal-hal yang buruk disekelilingnya.

"Lain kali saja, Mas. Aku terburu-buru, sudah ditunggu Mama Laras dirumah," ucap Bagaskara terlihat santun membuat warga yang bernama Mas Yadi tersebut tersanjung padanya.

"Maa syaa Allah, Pak Ustadz benar-benar anak yang shaleh, sangat berbakti pada orang tua," ucap Mas Yadi dengan menyanjung Bagaskara. Hingga membuat Bagaskara merasa bangga, sebab ia memang suka pujian.

"Terima kasih Mas, sudah semestinya seorang anak berbakti pada orang tuanya." Bagaskara berbicara sesantun mungkin, agar orang-orang beranggapan jika dirinya adalah orang yang paling berwibawa dalam pandangan semua masyarakat di sekitarnya.

Bagaskara pun mempercepat langkahnya menuju rumahnya, ia hendak melihat Alina yang semula pingan apakah sudah sadarkan diri.

"Assalamu'alaikum," ucap Bagaskara seolah-olah bersikap seperti pemuda yang sholih.

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi, masuk Nak!" ucap Mama Laras dengan memijit kepala Alina yang meringis kesakitan, setelah sadar dari pingsannya.

"Aku dimana?" tanya Alina seperti orang linglung.

"Kamu dirumah Tante Laras, Nak. Memangnya apa yang terjadi pada mu?" ucap Mama Laras penuh tanda tanya pada Alina, sambil melirik ke arah Bagaskara. Mama Laras merasa ada yang aneh dengan putranya.

Bagaskara yang melihat lirikan mamanya berusaha untuk bersikap setenang mungkin, agar mamanya tak curiga padanya.

Alina memijit-mijit kepalanya dan mengingat kembali apa yang telah terjadi sebelum ia tak sadarkan diri.

"Mas Bagas, kau tidak apa-apa? bukankah tadi Mas meringis kesakitan? Alina pun melihat mata Mas merah menyala seperti orang kesurupan?" timpal Alina tanpa filter. Membuat Bagaskara didera rasa gugup, sebab mamanya dari sejak tadi menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.

"Kau salah lihat Alina, Mas baik-baik saja. Mungkin kau hanya bermimpi, sebentar Mas ambilkan minuman untuk mu! sepertinya kau baru terbangun dari mimpi mu," sarkas Bagaskara dengan berjalan menuju dapur.

Bagaskara pun mengambil segelas air putih, dibacanya mantra-mantra di dalam minuman tersebut agar Alina melupakan tentang kejadian yang menimpanya barusan.

"Maafkan Mas Alina, kau harus melupakan segala hal yang telah terjadi. Mas tidak ingin kau terus mengingatnya." Bagaskara pun segera berjalan menuju ruang tamu dengan membawakan segelas air putih yang telah dibacakan mantra-mantra untuk membuat Alina melupakan segala hal mistis yang di lihat olehnya sebelumnya.

"Ini minum dulu airnya, biar lebih tenang!" ucap Bagaskara dengan membimbing Alina untuk segera meminum air putih tersebut.

Alina pun segera meminum air putih tersebut, "Minum sampai habis Alina! setelah ini Mas akan mengantarkan mu pulang, kau pasti akan terlelap dan melupakan semua masalah mu!" bathin Bagaskara dengan seringai liciknya.

Alina merasa lebih tenang, rasa kekhawatirannya pun seketika hilang. Pikirannya pun terasa kosong.

"Tante Laras, Mas Bagas. Alina ingin pulang," ucap Alina sempoyongan hendak bangkit dari kursi sofa tersebut.

"Kamu tidak apa-apa, Nak? sebenarnya apa yang terjadi? ceritakan pada Tante!" ucap Tante Laras dengan seribu pertanyaan yang terlontar dibenaknya.

"Alina tidak apa-apa Tante. Hanya pusing sedikit, tadi Alina ketiduran. Mungkin benar kata Mas Bagas, Alina hanya bermimpi." Alina merasakan antara ada dan tiada, tubuh dan pikirannya terasa melayang. Ia berada di alam mimpi.

Bagaskara yang menyadari ajian yang dihembuskan olehnya tersebut perlahan telah merasuki tubuh Alina, ia pun segera ingin mengantarkan Alina pulang.

"Kita pulang dulu, ya? khawatir bibi Chintya dan om Farel mencari mu! kau harus istirahat, sudah malam!" ucap Bagaskara dengan menuntun Alina agar segera beranjak dari duduknya.

Sementara Mama Laras menatap penuh tanda tanya pada putranya juga Alina.

"Apa sebenarnya yang terjadi? kenapa Bagaskara seperti menyembunyikan sesuatu? jangan sampai Bagaskara melakukan hal yang tak wajar pada Alina. Aku khawatir jika putra ku menganut ilmu hitam peninggalan ayahnya. Aku tidak ingin putra ku sampai salah langkah. Aku ingin ia hidup normal, ia telah ku sekolahkan di sekolah yang islami, jangan sampai ia menyimpang dari jalan kebenaran!" bathin Mama Laras dengan menatap punggung anaknya dan juga Alina yang telah beranjak pergi dari kediamannya.

***

Bagaskara menuntun langkah Alina sampai didepan rumah, "Kamu istirahat dulu ya? Mas pulang dulu, jangan macam-macam dan jangan chat atau telfonan dengan laki-laki lain. Ingat, kau hanya milik ku Alina!" ucap Bagaskara dengan tatapan penuh arti, menyiratkan bahwa Alina hanya miliknya seorang.

"Insya Allah, Mas!" ucap Alina dengan tatapan sendu, sebab ia masih di bawah pengaruh ajian yang di hembuskan oleh Bagaskara lewat air putih yang diminumnya.

Bagaskara pun segera beranjak dari kediaman Alina dan melangkahkan kakinya menuju ke rumahnya, ia hendak melakukan ritual rutinnya yang biasa ia lakukan di dalam Jum'at Kliwon. Mengamalkan ilmu hitam peninggalan ayahnya lewat mantra-mantra saktinya.

"Alina, kenapa harus dirimu wanita yang kucintai? kenapa dirimu juga termasuk salah satu wanita yang harus ku tundukkan lewat ajian pengasihan ku?" bathin Bagaskara dengan terus melangkahkan kakinya sampai di kediamannya.

1
falea sezi
meski sepupu kn bisa nikah ibunya aja yg aneh
falea sezi
laki gatel g cinta tp punya anak satu munafii
falea sezi
laki plin plan
falea sezi
cpet mati aja bagas
falea sezi
bner mending dicintai aja
falea sezi
cerita ini mirip kisah ku lo thor q lamaran beberapa kali batal kayak liat calon suami itu jd benci kayak. jijik gt akhirnya ibuku sadar ada yg gk beres di bawa lah q ke orang pinter gt masih kerabat jauh trs ternyata q di pasang susuk di alis susuk emas gt kecil bgt katanya susuk ini bkin cwok suka ngejar tp q jd benciii klo uda di seriusin dan tetangga depan rmh yg uda jahat bgt masang susuk dalam diri ku ini thor pdhl dia masih kerabat masih sepupu ibuku.. karena dia iri anak dia kn seumuran ku tp anak nya jelek sedangkan q cantik cowok cowok banyak yg suka q dia iri anak nya gk ada yg suka
Mommy QieS: Subhanallah, sehat-sehat ya Kak. Nanti diruqyah untuk pengobatannya, Kak. Ruqyah yang syar'i lewat ustadz atau ustadzah, bisa juga dibantu dengan ruqyah mandiri ya, Kak. Jangan ke orang pintar lagi karena itu akan memperparah keadaan jika ilmu hitam bertemu dengan ilmu hitam.🙏🙏
total 1 replies
Nindi
untung aja santi susan ngak masuk daftar mana ya thor😁
Mommy QieS: Hahaha, iya Kak. Ini novel aku awal2 menulis dahulu 🤣🤣
total 1 replies
Nindi
aq mampir thor
Mommy QieS: Terimakasih, Kak.🥰😘
total 1 replies
weni lestari
Haduh ada sj cobaan nya
Mommy QieS: Terima kasih sudah mampir, Kak.
total 1 replies
weni lestari
Knp lm sekali gk rukiyah2 , org tua nya kok gak perhatian kondisi anak ny. Mn Alina gk jujur apa yg terjadi dgn diri nya & oleh siapa pelaku nya gk cerita jujur ke org tua nya 🤦🏼‍♀️
~🌛JimSu🌜~
Alhamdulillah tamat! bagus kisahnya apalagi banyak ayat-ayat suci juga yg aq bisa lihat😆😆
Mommy QieS: sama² Kak.😁😊
total 1 replies
Arin
Alhamdulillah akhirnya selesai. Terima kasih karyanya Thor
Mommy QieS: sama² Kak, aku mau lanjut novel Bu Dosen, terjadi kesalahan teknis bab 20 terhapus aku ulangi bab lagi yang di bab 20. Bab 21 insya Allah besok pagi update.😊
total 1 replies
Mommy QieS
mohon maaf, untuk bab yang ini terlalu banyak typo, semalam author nulis sambil terkantuk-kantuk.😁
~🌛JimSu🌜~
bisa2nya minta tolong sama seton di saat akhir hidupnya, ga sadar2
~🌛JimSu🌜~
seram banget min ternyata bersekutu dengan setan memang ada efeknya ya. bersekutu selain dengan Allah swt, awalnya memang enak dijanjikan banyak hal tapi akhirnya ya Allaaah meski ini hanya sebuah novel tapi cukup spooky
~🌛JimSu🌜~: iya. ngeri banget sih ini akhir hidup bagaskara/Good//Good//Good/top banget
total 2 replies
~🌛JimSu🌜~
akhirnyaaaaa
~🌛JimSu🌜~: betuuulll alhamdulillah ya setelah lama beberapa bab gitu/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
Enok Wahyu.S GM Surabaya
lanjut thor
Enok Wahyu.S GM Surabaya
semua ceritanya bagus SDH sarat Islami, tapi kok sayangnya pas acara pernikahan bukan yg scr Islami ya. kalau secara islami kan wkt ijab qobul pengantin TDK berdampingan..yg wanita di dlm..masuk n duduk berdampingan setelah akad diucapkan..sah... 😁
Mommy QieS: hehe, iya Kak. Ini mereka mengikuti adat setempat, tidak mengikuti pemahaman yang fanatik. Sebab, menghargai penduduk kampung pada umumnya. Namun, tetap menjaga jarak. Alina masih dalam proses hijrah, namun tetap menjaga batasannya, ia menjaga jarak dengan pasangannya 😁😁
total 1 replies
~🌛JimSu🌜~
bagus sekali ceritanya. menarik dan mendebarkan, panjang juga aku menunggu saat-saat mereka akhirnya menjadi suami istri. ayo thooor percepat doong
Mommy QieS: terimakasih Kak, sudah menjadi pembaca setia. Insya Allah happy ending di percepat berapa bab lagi tamat.😂😂
total 1 replies
Arin
segerakan lah halalkan Alina untuk Fajar
Mommy QieS: Aamiin ya Allah, Insya Allah berapa episode lagi novel ini akan tamat, Kak. Sampai happy ending Alina Untuk Fajar.😊😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!