NovelToon NovelToon
Zylvanca

Zylvanca

Status: tamat
Genre:Mafia / Teen Angst / Romansa / Roman-Angst Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:39.3k
Nilai: 5
Nama Author: RR

Ketika seorang gadis yang hidupnya hanya untuk membalaskan dendam kematian keluarganya, tapi hati gadis itu ditakdirkan untuk mencintai pembunuh keluarganya. Akankah gadis itu memilih memaafkan pembunuh keluarganya atau terus pada tujuan utamanya yaitu balas dendam? Ikuti keseruannya yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

"Hei!" panggil Raka sedikit keras karena Lucy tidak mendengarnya.

"Ah, iya apa?"

"Lihat apa sih? Serius banget?" tanya Raka sambil berusaha mengintip isi handphone Lucy.

Tapi gadis itu buru-buru memasukkan handphonenya ke dalam tas. "Udah selesai beli tiketnya?" tanyanya mengalihkan topik pembicaraan.

"Hm, udah. Nih bawa minumannya." ucap Raka sambil menyodorkan dua minuman kepada Lucy.

"Iya."

Setelah itu mereka masuk bersama kedalam bioskop.

 

Keesokan harinya Zylva sedang sarapan bersama sepupu-sepupunya yang lain. Satu kursi yang kosong. Kursi kakaknya, Matthew. Sejak semalam cowok itu belum pulang. Dan itu cukup membuat mereka semua khawatir.

"Masalah di markas parah kah?" tanya Zylva sambil memakan sarapannya.

"Matthew bilang nggak, cuma ada penyusup." jawab Varrel. Kakak sepupunya yang paling dekat dengan Matthew.

"Terus kenapa nggak balik-balik?" tanya Reygan.

"Mau tinggal di markas kali, kan si matmat betah di markas." sahut Gibran.

Tiba-tiba terdengar suara berat dari arah ruang tamu. "Mau gue sayat mulut Lo?" Ya, jelas sekali itu suara Matthew. Cowok itu masuk ke dalam rumah sambil menenteng jaketnya.

"Kakak!" panggil Zylva, gadis itu langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Matthew yang penampilannya acak-acakan.

"Gue gapapa, buruan sarapan. Ntar telat." ucap Matthew sambil mengacak rambut Zylva.

"Tapi Lo kenapa?"

"Biarin dia bersih-bersih dulu Zylva." kata Varrel agar adik sepupunya tersebut tidak terlalu banyak bertanya. Netranya beralih menatap Matthew, seolah mereka berkomunikasi lewat tatapan mata. Varrel sudah tahu siapa yang ditemui Matthew hingga semalaman tidak pulang.

"Yaudah." Akhirnya Zylva menyingkir dari jalan kakaknya dan membiarkan kakaknya tersebut naik ke atas untuk membersihkan diri. Sedangkan dirinya melanjutkan sarapan dengan rasa penasaran.

"Lo gak ada niatan masuk sekolah gitu?" tanya Reygan kepada Gibran. Adiknya tersebut sudah tiga hari bolos sekolah dengan alasan sakit. Memang rada-rada sih, si Gibran.

"Nggak, malas gue."

"Sekolah, Lo nggak kasihan bokap Lo gitu? Susah-susah nyari duit anaknya king bolos." cetus Zylva.

"Halah, dia mah kagak kerja duit juga ngalir."

Varrel menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Gibran. "Masuk sekolah Lo, sekalian jagain Zylva." perintah Varrel.

Kali ini Gibran tidak bisa menolaknya karena Varrel yang menyuruhnya. Bukan karena apa, cowok itu pernah hampir di suntik racun Varrel karena membantah perkataannya. Sialnya kakaknya malah bodo amat. Dan apalagi alasannya harus masuk sekolah adalah untuk menjaga Zylva. Makin gak bisa nolak.

"Iya iya." dengan terpaksa Gibran cepat-cepat menyelesaikan sarapannya dan berganti seragam lalu turun lagi menghampiri Zylva yang masih merapikan seragamnya.

"Udah siap Lo?" tanya Gibran.

"Hm, udah. Ayo."

Sebelum mereka berangkat, tiba-tiba Varrel melemparkan sebuah kunci motor kepada Zylva. "Dari Matthew." ucapnya kemudian.

"Oke, bilang ke dia thanks." ujar Zylva kemudian berjalan menuju garasi.

Benar saja, kakaknya langsung membelikan motor baru yang bahkan 10 kali lipat lebih bagus dari motor yang ban-nya di tusuk paku Lucy kemarin.

"Pengen gue jadi adiknya si Matthew." ucap Gibran sambil melongo melihat motor baru Zylva.

"Minta Abang Lo." sahut Zylva sambil menaiki motornya dan melaju meninggalkan sepupunya tersebut.

"Keburu di bogem gue." gumam Gibran mengingat bagaimana sikap kakaknya. Mereka bukannya tidak akrab. Hanya saja love language mereka itu act of attack.

SMA Cempaka Putih

Seperti biasa saat Zylva masuk ke halaman sekolah semua perhatian langsung tertuju kepadanya. Sejak Zylva melawan Lucy dan Raka hampir semua murid SMA tersebut memandang Zylva sebagai cewek pemberani yang akan membebaskan mereka dari ratu bullying yaitu Lucyana Erlangga.

Sesampainya di tempat parkir gadis itu melepaskan helmnya, tetapi tidak langsung turun. Zylva mengamati mobil putih bersih yang terparkir tidak jauh dari motornya. Ya, itu adalah mobil milik Lucy.

"Perbuatan baik harus dibalas bukan?" gumam Zylva sambil menyunggingkan senyum miring di bibirnya. Kemudian gadis itu turun dari motor bergegas pergi ke kelasnya mencari Jessy dan Amel. Gadis itu masih ingat permintaan mereka agar membiarkan mereka ikut membantu saat dirinya beraksi.

Gibran yang baru sampai hanya mengikuti Zylva dari belakang karena kebetulan kelasnya bersebelahan dengan sepupunya tersebut. Zylva di kelas 3-3 dan Gibran di kelas 3-4.

*

"Jessy! Amel!" panggil Zylva kepada dua sahabatnya yang duduk di depan kelas.

Gibran sedikit terkejut melihat Zylva yang sudah mempunyai teman. Setahunya sepupunya itu sangat tertutup kepada orang lain. "Kepo gue." batin Gibran. Cowok itu memilih mendengarkan percakapan mereka dengan jarak sekitar 2 meter dari sana.

"Apa? Apa? Kenapa?" tanya Jessy antusias.

"Kalian mau bantu gue?"

"Wait, gue tebak. Lo mau balas perbuatan Lucy kemarin kan??" tebak Amel dengan sangat tepat.

"Hm. Sini gue bisikin."

Jessy dan Amel mendekat ke arah Zylva. Dan gadis itu mulai menjelaskan rencananya kepada dua sahabatnya tersebut.

"Anjay, gak sabar gue." ucap Jessy.

"Ditambah Pylox cakep deh kayaknya." Amel memberi saran.

"Terserah kalian, nanti jam istirahat kalian beli alat make-upnya." ucap Zylva kemudian beranjak dan masuk kedalam kelas.

Setelah Zylva masuk, barulah Gibran berjalan melewati Jessy dan Amel untuk pergi ke kelasnya.

"Eh, gila itu Gibran kan?" bisik Amel.

"Tumben masuk. Kesambet apaan tuh bocah?" ucap Jessy sambil berbisik juga

Walaupun mereka berbisik, tapi Gibran masih bisa mendengarnya berkat latihan yang diberikan papanya kepadanya. Memang sih rada selengan anaknya, tapi jangan ragukan kemampuannya. "Orang ganteng mah sering di ghibahin." batinnya sambil mengelus dadanya menahan supaya gak ngelabrak dua gadis itu.

Sesampainya di kelas Gibran langsung mengeluarkan handphonenya dan mengirimkan pesan singkat kepada Zylva. "Lo mau ngapain? Beli makeup buat apaan?" isi pesan yang dikirim Gibran.

Ting. Baru saja pesan terkirim Zylva langsung membalasnya. "Makeupin mobil." balas Zylva.

Gibran mengerutkan keningnya membaca pesan Zylva. "Mobil? Emang bisa dandan?" gumamnya bertanya-tanya.

Dikelasnya Zylva terkekeh karena Gibran tidak membalas pesannya lagi. Dia bisa membayangkan wajah sepupunya tersebut yang kebingungan mencerna kalimatnya. "Dasar bego." ucap Zylva mengatai Gibran.

Disaat Zylva sedang santai seperti ini. Tiba-tiba terdengar suara jeritan dari kelas sebelah. Bukan kelas 3-4. Melainkan kelas 3-2. Terdengar juga suara bentakan gadis yang familiar di telinganya. Jelas hal itu mengusiknya.

"Gak bisa gitu diam sehari!?" ucap Zylva dengan kesal. Gadis itu langsung berdiri dan berjalan ke luar kelas menuju kelas sebelahnya. Dan apa yang terjadi? Lucy sedang membully siswi yang tempo hari kepergok melihat Raka.

Di lain kelas Gibran yang mendengar jeritan juga ikut keluar kelas untuk melihat suara apa itu.

"The real of bulol." ucap Zylva ketika melihat siapa yang sedang di bully Lucy.

Tanpa ragu Zylva maju mendekati Lucy yang sedang membully gadis malang tersebut. Tepat disaat Lucy akan menginjak tangan gadis itu, Zylva terlebih dahulu menendang kaki Lucy.

"Akh! Lo!" Lucy menatap tajam Zylva yang barusan menendang kakinya. "Demen banget Lo gangguin gue!"

"Pergi Lo!" perintah Zylva kepada siswi korban bully Lucy.

"Ma-makasih sekali lagi.." ucap siswi tersebut kemudian lari keluar dari kelasnya.

"Lo bisa nggak sih jangan gangguin gue Mulu?!"

"Mingkem Lo! Nafas Lo bau jengkol." cetus Zylva sambil menutup hidungnya. Semua yang menyaksikan kejadian tersebut mati-matian menahan tawanya.

"Kurang ajar!" Lucy mengangkat tangannya hendak menampar Zylva. Tapi terhenti teringat terakhir kali dia menampar gadis itu malah mendapat tamparan berkali lipat.

"Kok nggak jadi? Lupa cara nampar? Sini gue ajarin." ucap Zylva kemudian langsung menampar pipi kanan Lucy yang masih dibalut perban.

"Akh!" luka yang belum kering di pipi Lucy tersebut langsung mengeluarkan darah lagi.

"Cemen."

"ZYLVANCA JJOXAVIEL KEYVARA!" bentak seorang cowok dengan sorot mata amarah menatap Zylva.

Baru saja Zylva berbalik untuk menatap cowok itu, satu tamparan keras mendarat di pipinya hingga bibirnya robek dan mengeluarkan darah. Tapi untungnya pipi yang ditampar bukan pipi yang tersayat pisau.

Tangan Gibran yang melihat kejadian itu didepan matanya langsung terkepal erat. Matanya sudah berkilat-kilat menandakan amarah. Dadanya kembang kempis menahan amarah. Ingin rasanya maju dan menghajar Raka habis-habisan tetapi Zylva melarangnya melalui kode tangan.

"Cih banci."

"Jangan sekali-kali Lo sakitin cewek gue!"

...***...

...Bersambung......

1
Vvirgo☆
extra part thorr
prist dapet reygan ya thor 😁✌
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: sok ambil😌
total 1 replies
jatuh cinta sama novel ini😩, crazy up thor 😁☝🏻
hohoh, 😌
Memang pengecut,,,, heh, setidaknya tunggu sampai bawahan lo dateng, malah di tinggalin itu mayat orang kesayangan lo.... kgak punya otak memang di Raka ini🤦‍♀️
hohoh, 😌
Lanjutkan kerjs kerasmu thor!!!
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: siappp
total 1 replies
hohoh, 😌
tidk up kah hari ini??
hohoh, 😌: gak sabar nunggu kelanjutannya 😋
total 2 replies
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎
bagus
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
SELIR!!
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: Terserah mo oleng ke siapa aja, asal jangan ke list suami aku😊👍 cukup a'a Sunghoon:)
total 3 replies
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
PUNYA SAYA TITIK!! NO DEBAT
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: Ga nyampe gaplokannya 🤣✌️
total 3 replies
hohoh, 😌
bukanya Matthew ya yng memutuskan telepon nya
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: oh iya salah😭
total 1 replies
hohoh, 😌
gitu amat sih 😆
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
Gilang punya saya 😌
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎: ahh iya tau 😗
total 4 replies
hohoh, 😌
telinganya aja yang tajam, tapi bukan otaknya😆😆
hohoh, 😌
lanjut kak !...
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎
yang di sensor itu "jalang"
hohoh, 😌
bukan cewek lagi itu mah 😆
hohoh, 😌
marah ko bilang bilang🤣
hohoh, 😌
nge-JJ?
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: tanya aja gapapa, uthor malah seneng kok kalau ada pembaca yang aktif berkomentar nanya ini itu😌
total 4 replies
hohoh, 😌
beuh😖
hohoh, 😌
Wah.... benar benar tak pandang Umur😌😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!