NovelToon NovelToon
Salahkah Aku Mencintaimu

Salahkah Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:226.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: mamie kembar

Apakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidaApakah perceraian harus menjadi jalan satu-satunya saat rumah tangga tertimpa masalah? Jika benar seperti itu, maka tidak akan ada ucapan sakinah mawadah warahmah, dalam pernikahan.

Bertahan dalam pernikahan yang memberi tangis kesedihan bukan hanya bentuk kebodohan, tetapi bentuk dari perjuangan dalam mencapai pernikahan yang bahagia. Karena tidak ada pernikahan yang berjalan mulus tanpa masalah. Begitu juga pernikahan antara Zaara dan suaminya–Arjuna.

Malam pertama pernikahan yang harusnya memberikan Zara kebahagiaan, justru memberikan luka yang begitu menyakitkan untuk Zara, saat Zara mengetahui jika suaminya mencintai wanita lain.

Apakah Zara memilih menyerah? Tidak. Karena Zara mencoba bertahan dan berjuang untuk pernikahannya.

Apakah perjuangan Zara akan berbuah manis? Entahlah.
Ikuti ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Suara ******* terdengar bersahut-sahutan. Disaat istrinya tengah menangis, dan larut dalam kesedihan serta kekecewaan, Juna justru tengah memompa seorang wanita yang tak lain adalah kekasihnya–Laura.

Perasaan seorang istri jarang sekali salah. Begitupun Zara yang berusaha menepis segala macam pikirannya yang mengatakan jika suaminya tengah bersama wanita lain dan tengah melakukan hal yang jelas sangat menyaikitinya.

Malam dimana harusnya Juna berada di rumah dan tengah menikmati malam yang panas bersama Zara, justru dilakukannya bersama wanita lain. Malam yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan Zara sebagai seorang istri, justru menjadi awal yang menyakitkan dalam kehidupan Zara.

Juna mempercepat gerakannya seperti yang sejak tadi diminta oleh Laura. Hentakan demi hentakan yang kuat terus dilakukannya menciptakan suasana yang semakin panas bersamaan dengan kedua tanganya yang terus bermain di bagian atas tubuh Laura yang ikut berguncang karena permainan mereka.

Beberapa saat kemudian. Suara ******* yang panjang keluar secara bersamaan dari mereka saat keduanya berhasil sampai di puncak secara bersama.

Juna menarik keluar senjatanya lalu merebahkan tubuhnya di samping Laura, berusaha mengatur deru nafasnya yang memburu akibat olahraga malam yang cukup menguras tenaganya.

"Aku lapar," ucap Laura. 

"Aku sudah makan, istriku memasak sebelumnya. Bukankah tadi aku sudah mengatakannya? Pesanlah makan jika kamu lapar," ucap Juna.

"Istri?" beo Laura kesal mengatakannya.

"Ya dia istriku," jawab Juna menyentak jantungnya sendiri saat kata istri keluar dari bibirnya.

Juna langsung bangkit dan duduk di atas ranjang. "Sampai kapan kita akan seperti ini, Juna?" tanya Laura memeluk Juna, menyandarkan pipinya di punggung Juna.

'Zara. Apa yang dia lakukan sekarang? Bagaimana jika dia menungguku?' ucap Juna dalam hati yang tiba-tiba merasa cemas pada Zara.

"Juna. Aku tidak ingin selamanya seperti ini. Aku tahu kamu sudah menikah. Namun aku juga tahu kamu tidak mencintai wanita itu, kamu mencintaiku begitupun sebaliknya. Apa yang akan terjadi selanjutnya pada hubungan kita jika terus seperti ini?" tanya Laura lagi menarik pelan dagu Juna agar menatap padanya.

"Seperti yang aku katakan. Kami menikah karena perjodohan. Aku sama sekali tidak mencintainya. Bersabarlah sampai aku mendapatkan waktu yang pas untuk berbicara padanya," ucap Juna mengusap lembut wajah Laura, memberikan satu kecupan yang lembut di dahi Laura.

"Sampai kapan aku harus bersabar? Bagaimana jika kamu menyukai wanita itu? Perasaan ada karena terbiasa Jun. Aku takut akan hal itu," kata Laura jujur akan kecemasannya.

"Itu tidak akan terjadi. Aku bukan pria yang mudah jatuh cinta. Aku mencintaimu dan hanya kamu. Zara adalah wanita terbaik yang pernah aku temui, dia juga berpikir dewasa, dia pasti akan mengerti."

Laura melepaskan pelukannya dari Juna. Bukan sekali, tetapi berulang kali Juna mengatakan jika wanita itu adalah wanita yang baik, dan itu juga yang membuat Laura semakin merasa cemburu pada sosok Zara, wanita yang Laura akui wanita yang cantik hanya saja terlihat begitu sederhana. Berbeda dengan dirinya yang begitu style mengikuti perkembangan zaman.

"Zara wanita yang bisa dikatakan sempurna, siapapun pasti akan menyukainya. Namun tidak aku, karena sudah ada namamu di dalam hatiku. Jadi, berhenti cemburu padanya. Aku milikmu," ucap Juna kembali membawa Laura untuk berbaring.

"Sekarang tidurlah. Aku akan pulang setelah kamu tidur!" serunya mengusap lembut lengan Laura yang tidur dalam dekapannya.

"Tidak bisakah sekali saja kamu tidur bersamaku?" pinta Laura mengangkat wajahnya menatap Juna yang tersenyum menatapnya.

"Maafkan aku. Kamu tahu aku tidak terbiasa untuk itu," ucapnya pada Laura membuat Laura memasang wajah memelas, tetapi tetap saja tak akan bisa mengubah keputusan Juna.

Sejak awal mereka bersama hingga sekarang, tak pernah sekalipun Juna tidur bersama Laura sekalipun mereka selalu melakukan hubungan intim. Mereka hanya berhubungan, tetapi setelahnya mereka akan tidur terpisah karena Juna tidak pernah bisa tidur jika ada orang lain berada di satu ranjang dengannya sekalipun itu Laura.

'Pulanglah, aku pastikan keadaan wanita yang selalu kamu dan keluargamu puji-puji itu sedang berduka,' batin Laura memejamkan matanya.

Saat jam sudah menunjukan pukul dua malam. Juna yang melihat Laura sudah tidur perlahan bangkit dan turun dari ranjang. Juna terdiam sejenak menatap Laura yang sudah terlelap, setelah itu memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Perasaannya diselimuti dengan perasaan bersalah pada wanita yang sudah menyandang status sebagai istrinya itu.

"Ada apa denganku? Kenapa aku seperti telah melakukan sebuah kesalahan besar. Laura adalah kekasihku, aku mencintainya. Lalu apa yang salah?" gumamnya sambil berusaha fokus mengemudikan mobil.

Suasana rumah jelas terlihat sunyi sepi saat semua orang pastinya sudah tidur, ketika Juna tiba di rumah.

Juna membuka pintu kamarnya dengan sangat perlahan. Satu hal yang Juna rahasiakan dari Laura adalah keberadaan Zara yang juga menempati kamarnya. Juna tidak bisa berbagi kamar dengan siapapun termasuk Laura, sebab itu Juna tidak pernah menginap di tempat Laura. Namun, sekarang Juna terpaksa berbagi kamar dengan Zara, sebab Juna tak ingin para pelayan melaporkan pada orang tua mereka jika mereka tidur di kamar yang berbeda.

"Kenapa dia tidak tidur di ranjang? Apa dia menungguku?" ucap Juna pelan melihat Zara yang tidur di sofa.

Lima menit terdiam memperhatikan wajah cantik Zara, tak ada perasaan asing di hati Juna melihat keberadaan seseorang di kamarnya. Berbeda dari biasanya dimana Juna tidak pernah ingin seseorang berada di kamarnya, termasuk pelayan yang hanya boleh masuk ke dalam kamarnya saat ia tak ada di rumah.

Tanpa sadar Juna tersenyum menatap Zara, setelah itu dengan sangat hati-hati menggendong Zara menuju ranjang.

Juna naik secara perlahan ke atas tempat tidur. Membaringkan tubuhnya di samping Zara, lalu kembali memperhatikan wajah cantik Zara. Dari segala sisi wanita itu terlihat begitu cantik dengan dagu yang sedikit terbelah secara alami.

Rambut panjang Zara yang berhamburan di bantal membuat Juna dapat mencium wangi shampo yang digunakan Zara. Wajah itu terlihat  begitu putih dan mulus, bersih tanpa riasan make up. Tanpa sadar, tangan Juna bergerak menyentuh wajah Zara, mengusap lembut wajah cantik itu. Lalu memberikan kecupan lembut di dahinya. "Maafkan aku, Za," ucap Juna sebelum akhirnya mulai memejamkan matanya, dengan sebelah tangannya yang dengan sengaja memeluk Zara.

Zara membuka matanya setelah beberapa menit tak merasakan pergerakan dari Juna. Memastikan Juna sudah terlelap, barulah Zara membuka matanya. Tatapan itu terlihat begitu sendu, terutama melihat pakaian yang dikenakan suaminya tertempel lipstik bekas bibir seorang.

Apa yang dilihatnya semakin memastikan jika suaminya baru saja menghabiskan waktu bersama seorang wanita di luar sana.

Rasa sakit itu semakin menjadi Zara rasakan. Zara menurunkan tangan Juna yang ada di tubuhnya, kemudian memutar tubuhnya membelakangi Juna. Zara menepuk pelan dadanya yang terasa begitu sesak. Air mata itu kembali keluar. Zara menggigit bibirnya berusaha meredam suara tangisnya yang kembali pecah.

Sakit yang Zara rasakan begitu dalam. Terluka dan kecewa membuat Zara begitu lemah. Ingin rasanya menyerah, tetapi Zara sadar jika dia terluka maka seluruh keluarganya juga akan terluka. Untuk itu Zara hanya bisa mencoba bertahan dalam luka yang akan menyelimuti hidupnya.

'Inikah maksud dari kata maaf yang kamu ucapkan, Mas? Kenapa kamu begitu tega? Jika dari awal kamu mengatakan semuanya, aku tidak akan menerima perjodohan ini,' batin Zara.

1
Kasmawati S. Smaroni
sekali2 thor bikin ceruta pemeran wanitanya menerima segalanya sampai akhir.tidak selamanya pemeran wanitanya endingnya bahagia😁
@ni
sepertinya author ini nggak niat untuk bikin novel, karena cerita yang dibuatnya selalu gantung 😔
Sri Tati
Luar biasa
Sri Tati
Lumayan
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
terlalu naif dgn cinta Zara.. perjuangkan klau suami mu memang dari mula mencintai mu.. ini tidak dari awal sdh tau kn..
Jolanda Lengkey
wanita tak tahu diri tuh si laura/Toasted/
Diana
Jangan bermain api di belakang sitrimu Juna.
Diana
Jangan pernah sekalipun mempermainkan perasaan seorang wanita apalagi wanita itu adalah istri sendiri. Awas hukum karma menantimu Juna, kau sia-siakan Zara yg baik, setia, sopan dan ramah juga tanpa memandang status seseorang.
Perfect deh.....
Herta Siahaan
mami Camilla the best... Juna tuh otaknya lg eror mam... mau Laura n Zara ... waduh nggak adil thor... serakah ma perempuan...
Siti Anizah
Cewe bego
Sriani Dewi
ceritanya. bagusss bikin penasaran m tiap episode nya
Bahari Sandra Puspita
super sekali ceritanya thor..
ada season kedua kah???
Dian Agustiningsih
lanjut kak blm kelar ceritax
Teh Yen
kak.knp blom.up lagi ,,aku nungguin loh
💞🖤Icha
Mam belum up lagi...sehat dan semangat berkarya 😘😘
Lilis Lilis Lisna
kok tamat sih gqk jelas ceritanya
Erni Purwaningsih
ko belum update Thor, aku nungguin loh
Umisah Asther
Zara km bodoh atau apasih...padahal km dapet dukungan keluarga mu tap malah milih Kabur ...dan hidup menderita km GK mikirin perasaan keluarga mu...itu akibatnya rasain..di kasih pilihan Juna buka. saumi yg baik tp tetep maksa
Rokhyati Mamih
Nara Juna Zara
Yuli maelany
anaknya Zara dan Juna harus saling d kenalkan supaya terhindar pernikahan sedarah apalagi kalo anaknya Laura lelaki...


ternyata selama itu kamu pergi , gimana keadaan papa Emir juga Juna sekarang....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!