NovelToon NovelToon
TIGA PRIA DARI DESA

TIGA PRIA DARI DESA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:15M
Nilai: 4.8
Nama Author: rcancer

Inikah rasanya kesucian wanita? (Jamal)

Inikah rasanya jadi simpanan wanita? (Rizal)

Inikah rasanya diperebutkan wanita? (Iqbal)


Kisah tiga pria muda tanpa pengalaman dan berpendidikan rendah, pergi merantau untuk memperbaiki dan mengubah nasib hidupnya. Namun siapa sangka, dalam perjalanannya, Mereka justru terlibat kisah cinta yang tak biasa dan untuk pertama kalinya mereka mencicipi manisnya dosa. Kisah seperti apakah yang mereka jalani? Dapatkah mereka bertahan dalam kisah yang tak sengaja menjerat hidup mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TPDD 12

"Bukankah itu Tuan Tomi? Kok mesra gitu sama..." gumam Rizal tak melanjutkan kata katanya saking terlalu syok.

Dalam keterkejutannya, Rizal pun mencoba memikirkan keanehan keanehan yang dialaminya dari pertama dia datang hingga tadi pagi saat di rumah. Namun Rizal juga tetap berusaha bepikir positif tentang tuannya. Bisa saja itu adalah saudara Tuan Tomi. Lagian Rizal belum dua puluh empat jam bekerja di rumah Tuan Tomi, jadi tak sepantasnya dia berpikir buruk tentang majikannya.

Saat Rizal menoleh ke arah toko yang dikunjungi Miranda, betapa terkejutnya dia melihat sang Nona terpaku dengan arah pandang yang sama dengan apa yang tadi dia lihat. Wajah sang Nona nampak murung. Entah apa yang sedang dia pikirkan, namun sikap dan perubahan wajahnya cukup membuat Rizal penasaran dan kembali befikir buruk.

Setelah merasa cukup memandang ke arah sang suami berada, Miranda bergegas melangkah menuju mobilnya dengan raut wajah yang susah diartikan. Marahkah? Kecewakah? sungguh sang Nona tak mudah ditebak.

Yang membuat Rizal tambah heran, kenapa Miranda memilih masuk mobil bukan mendatangi suaminya? Tanpa banyak bertanya, Rizal pun kembali masuk mobil dan segera melajukannya sesuai perintah sang majikan.

Sepanjang perjalanan, Miranda hanya terdiam dengan tatapan menerawang ke arah luar. Sesekali dia menghirup nafasnya dalam dalam dan perlahan menghembuskannya.

Hingga sampai ke tempat tujuan, Miranda masih terdiam dengan wajah murung. Rizal hanya bisa memandanginya tanpa bisa berbuat apa apa.

Ditempat kedua, lagi lagi Rizal menunggu di ruang dapur. Dia membaringkan badannya pada sebuah sofa dengan mata terpejam. Beberapa saat setelahnya Rizal mendengar ada dua orang datang ke dapur sembari bercengkrama. Dia tetap memejamkan matanya dan pura pura tertidur disana.

Namun telinga Rizal dikejutkan dengan pembicaraan dua orang tersebut saat nama Miranda dan Tomi disebutkan.

"Kamu tadi lihat kan wajah Mbak Miran murung? Pasti bermasalah lagi sama suaminya."

"Iya, aku kasian sama Mbak Miran. Padahal dia cantik dan baik. Namun rumah tangganya sepertinya tidak bahagia."

"Apa mungkin Tuan Tomi berselingkuh? Tapi rasanya nggak mungkin kan?"

"Ya nggak tahu juga. Bisa jadi dibalik kemesraan yang sering mereka umbar, memang ada masalah yang serius diantara mereka."

"Pasti itu. Apalagi sekarang supirnya ganti lagi. Paling nanti juga supir yang ini nggak akan tahan lama."

Rizal tercengang mendengar semuanya. Namun dia tetap pura pura memejamkan matanya sampai kedua orang tersebut pergi. Pikiran Rizal seketika berkecamuk. Apa lagi mendengar pembicaraan tentang supir yang sering ganti. Tentu saja Rizal semakin dibuat penasaran.

Karena suasana hatinya sedang tidak baik baik saja, Miranda memutuskan pulang lebih cepat dari biasanya. Namun dalam perjalanannya, Miranda mengajak Rizal mencari makan terlebih dahulu.

"Zal, kamu ikut turun ya? Temenin saya makan?" pinta Miranda begitu mobil berhenti sebuah restoran.

"Aduh, Non. Saya mana berani makan di tempat seperti ini. Malu saya," jawab Rizal jujur.

Miranda sontak mengulas senyum melihat kepolosan supirnya. "Loh? Ngapain mesti malu, kita kan makan bayar, nggak nyuri."

"Tapi, Non..."

"Udah, cepat kamu turun dan ikuti perintah saya. Saya sudah lapar." titah Miranda dengan paksaan.

"Baiklah," ucap Rizal pasrah. Mereka pun segera turun dan bersama melangkah masuk ke dalam restoran yang terlihat mewah.

Setelah menemukan tempat duduk, Rizal mengedarkan pandangannya ke setiap sisi ruang restoran tersebut. Dirinya seketika merasa kurang percaya diri karena kebanyakan pengunjungnya adalah orang orang sekelas majikannya.

Miranda pun hanya mengulas senyum melihat tingkah supir barunya. Miranda memang sering mengajak siapapun makan bersama termasuk karyawan serta pembantunya. Jadi dia tak begitu canggung saat membawa Rizal ke restoran tersebut.

Setelah memesan beberapa makanan, kini mereka saling ngobrol guna mencairkan suasana sambil menunggu hidangan datang. Lebih tepatnya Rizal memberi informasi dalam bentuk cerita dari pertanyaan pertannya yang di lontarkan Miranda. Keluarga, pendidikan, kegiatan Rizal di kampung, semua diceritakan Rizal tanpa ada kebohongan sedikitpun.

Setiap melihat Rizal tersenyum, sungguh Miranda merasa terpana menatapnya. Bukannya Miranda tak pernah melihat pria tampan. Dia bahkan sebelum menikah hidupnya dikelilingi banyak pria tampan, namun entah kenapa senyuman yang Rizal sunggingkan mampu menggetarkan isi hati Miranda.

Dalam diam, hati Miranda pun memuji katampanan supirnya yang satu ini. Jika dipoles sedikit pasti ketampanan Rizal akan terpancar dengan sempurna.

Kedatangan hidangan pesanan membuat pikiran Miranda buyar. Dia pun beberapa kali merutuki dirinya sendiri karena diam diam memuji sang supir hingga Rizal pun merasa heran dibuatnya.

"Nona kenapa? Senyum senyum sendiri?" gumam Rizal dalam hati.

...@@@@@...

1
Endro Budi Raharjo
pd ber majalah smua jd gak bs kumpul....
Endro Budi Raharjo
lubang baru....
Endro Budi Raharjo
jd semangat....
Endro Budi Raharjo
ini kriminal.....pemerkosaan....
Endro Budi Raharjo
ikut donk mainnya....
Endro Budi Raharjo
jangkrik....
Endro Budi Raharjo
jd ada yg mulai terusik nih....
Endro Budi Raharjo
ada2 sj...
Endro Budi Raharjo
dan....petualanganpun di mulai....
Endro Budi Raharjo
masuk jebakan betmen....
Endro Budi Raharjo
ada silat gak ini....
Rhaka Kelana
Luar biasa
Novel Hunter
pak bertanda f..??? dimana itu
Ulun Jhava
dalam novel ini tokoh wanita yg the best miranda yg terburuk karin
Ulun Jhava
kok jadi tolol si rizal knp ga ikut turun
Anggun Peratiwi
Luar biasa
Kanda Prabu
Fijo ya boss😄😄
Modjo Creative
Luar biasa
lestari saja💕
bagus
Dwisur
Slamet..Slamet...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!