NovelToon NovelToon
Jodoh Terakhir

Jodoh Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

"Menikahlah dengan wanita pilihan Kakek. Anggaplah ini sebagai permintaan terakhir Kakek kepada kamu, Askara."

Sebuah permintaan yang terlontar dari mulut pria paruh baya yang sudah tak berdaya, yaitu Genta Wiguna.

Ghattan Askara Wiguna adalah pria yang mencoba meninggalakan tanah air demi dua misi. Misi pertamanya sudah berhasil, yaitu menjadi pengusaha sukses. Namun, tidak dengan misi kedua. Bayang wajah wanita yang telah membuat hatinya porak poranda masih selalu melekat di hati dan kepalanya. Ternyata, mengikhlaskan itu tidak semudah yang dibayangkan.

Kali ini, Aska dihadapkan dengan sebuah permintaan sang kakek yang sudah lemah dan melekat berbagai alat medis di tubuh pria yang banyak membuatnya berubah.

Apa Askara akan mengabulkan permintaan terakhir sang kakek? Atau dia memilih untuk menunggu wanita yang dia cintai yang tak lain adalah istri dari mantan sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Dipercepat

"Lu serius?" Ken dan Juno benar-benar terkejut dengan apa yang diutarakan oleh Askara.

"Lu tahu dia istri orang, Askara!" Juno sedikit menekan ucapannya agar sahabatnya itu tidak salah langkah. "Dari awal gua suruh lu buat perjuangin dia, tapi bukan begini caranya," ujar Juno.

"Itu mencoreng nama baik lu, Ka," timpal Ken.

Aska mengusap wajahnya dengan sangat kasar. Dia tahu ini salah, tetapi dia juga ingin merealisasikan ucapan Jingga yang juga dia inginkan.

"Hanya satu hari, Ken," balas Aska ke arah Ken. "No." Dia juga menatap ke arah Juno.

"Walaupun hanya satu jam itu tetap salah, Aska," sahut Juno. Dia yang sangat menentang perihal keinginan Jingga. Dia hanya tidak ingin Aska semakin terpojokkan dan akan berimbas pada nama baiknya.

Aska menyandarkan tubuhnya di kepala kursi. Mengurut pelipisnya yang sangat pusing.

"Gua juga ingin memiliki Jingga. Dia wanita yang gua cinta."

Ken dan Juno menoleh ke arah Aska yang sangat terlihat frustasi. Nyatanya seorang playboy tengil tak bisa move on dari sosok perempuan biasa bernama Jingga Andhira.

"Gua harus gimana sekarang?" Pertanyaan Aska membuat Ken dan Juno hanya terdiam. Mereka tidak seharusnya melarang Aska, mereka juga tidak berhak ikut campur dalam kehidupan Askara.

"Tanya sama hati lu."

Ken menepuk pundak Askara sama halnya dengan Juno yang hanya tersenyum pada Aska. "Jawabannya ada pada diri lu."

Aska memasuki rumah dengan langkah gontai. Wajah penuh kegundahan terlihat jelas. Pasalnya, dia sudah berjanji kepada Jingga untuk menyetujui permintaan Jingga esok hari. Apa dia harus melanggarnya lagi? Dan mengecewakan jingga untuk kesekian kalinya.

"Baru pulang?"

Suara berat seseorang menghentikan langkah Askara. Dia menoleh dan ternyata sang kakek tengah tersenyum ke arahnya. Aska membelokkan langkahnya dan duduk di samping Kakek Genta sejenak.

"Dari mana?" Pertanyaan kakek Genta seperti seorang polisi yang tengah menginterogasi tersangka.

"Kenapa Kakek belum tidur?" Malah Aska balik bertanya. Genta hanya menggelengkan kepala.

"Anak zaman sekarang pandai sekali membalikkan pertanyaan." Aska hanya tersenyum kecut.

"Askara."

Dipanggilnya namanya seperti itu menandakan kakek Genta akan berbicara serius kepada Aska. Aska menatap ke arah sang kakek yang tengah menatapnya serius.

"Kamu itu sudah mau menikah. Jangan melakukan hal bodoh."

Deg.

Sepertinya tindak tanduk seorang Askara masih diperhatikan oleh kakek Genta. Tubuh Aska pun menegang seketika.

"Jangan buat kamu dan keluargamu malu. Boleh mencintai pakai hati, tetapi logika juga harus beriringan agar tidak menimbulkan kebutaan pada hati dan mata kamu."

Petuah itu seperti belati panjang yang menusuk relung hari Aska sangat dalam.

"Jika, jodohmu adalah dia ... maka Tuhan akan menyatukan kalian dengan cara yang hanya Tuhan ketahui."

Aska terdiam mendengar kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh kakek Genta.

"Ketika kamu mengikat dia dengan sekuat tenaga kamu, jika Tuhan mengatakan lepas pasti akan terlepas begitu saja. Dia akan pergi meninggalakan kamu sendiri."

Perkataan kakek Genta seperti bom yang sudah dipersiapkan secara matang. Diledakkan di waktu yang tepat dengan bidik sasaran yang sempurna.

Setelah mengatakan hal itu, kakek Genta beranjak dari duduknya dan meninggalakan Askara yang tengah terdiam seribu bahasa. Senyum kecil terukir di wajah senja kakek Genta Wiguna.

.

Sudah mandi, sudah tampan, sudah wangi. Namun, Aska nampak ragu untuk menemui Jingga. Perkataan dua sahabat juga kakeknya masih terngiang-ngiang di kepalanya.

"Apa gua harus pergi?" Dia tengah bercermin, memandang dirinya dari atas sampai bawah. Kemudian, dia mendudukkan diri di kursi yang terletak di depan meja belajarnya.

Semalaman ini dia tidak bisa memejamkan mata. Ucapan sang kakek masih memutari kepalanya. Dia ingin bersama Jingga selama dua puluh empat jam sebelum dia menjadi milik orang lain. Namun, dia juga tahu itu adalah tindakan yang salah. Bagiamana jika dia kebablasan? Itu sama saja dia membuka luka lama yang Jingga miliki.

Aska terdiam, dia masih berpikir. Harus mengambil sebuah keputusan yang sangat sulit. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk tetap pergi menjemput Jingga.

"Ijinkan aku bahagia walau hanya satu hari."

Perih, sudah pasti. Inilah jalan satu-satunya karena dia pun tidak akan tahu ke depannya bagaimana. Biduk rumah tangga yang didasari perjodohan apa akan berkahir bahagia atau sebaliknya.

"Antel mau temana?" Kini, yang bertanya perihal Aska adalah keponakannya.

"Mau pergi sebentar, ya." Aska mengusap lembut kepala Gavin, keponakan kesayangannya.

Ayanda menatap ke arah Gio seperti tengah memberikan kode. Namun, Gio masih membungkam mulutnya. Melihat putranya sudah menjauh darinya barulah Gio berkata, "jangan pulang malam. Sore nanti kita akan bertolak ke Jogja. Pernikahan kamu dipercepat karena Fahri-"

Tubuh Aska menegang, telinganya mendadak tuli tak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya selanjutnya. Sungguh dia dilema sekarang ini.

"Bagaimana dengan Jingga? Apa aku kabur saja dengan Jingga?"

Aska tidak banyak berkata, dia segera pergi ketika ayahnya selesai berbicara. Dia sendiri tidak mendengarkan dengan serius apa yang dikatakan oleh ayahnya. Mendengar pernikahan dipercepat sudah membuat jantungnya hampir melompat.

"Kenapa semua orang seakan tidak memberikan kesempatan?"

Aska sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi menuju rumah di kawasan elite. Rumah di mana dia pernah mengantarkan Jingga. Tak berselang lama, mobil Aska sudah berhenti di sebuah rumah berpagar hitam. Seorang petugas keamanan berjaga di sana.

"Maaf, Pak. Apa Nona Jingga ada?" Petugas keamanan itu menatap Aska dari atas hingga bawah. Matanya memicing karena dia tidak pernah melihat Aska sebelumnya.

"Sebentar ya, Mas." Petugas keamanan itu tidak membiarkan Aska masuk.

Tak lama berselang, petugas keamanan itu datang kembali dan memberikan secarik kertas kepadanya. "Itu dari Non Jingga," ujar petugas keamanan. "Mas namanya Askara 'kan." Aska pun mengangguk. Kemudian, dia menerima kertas yang disodorkan oleh petugas keamanan itu.

Dear : Bang As, pria yang sangat aku cintai.

Maafkan aku ...

Aku tidak bisa menepati janjiku. Aku sadar bahwa kita memang tidak bisa disatukan. Bagai air dan minyak. Kita memang saling mencintai, tapi tidak untuk saling memiliki. Biarkan cinta ini kupendam dalam hati hingga semesta iba kepada cinta yang aku miliki dan menyatukan kita kembali.

Ayahku bilang ...

"Kalau kamu untukku, Tuhan akan mengembalikkan kamu ke dalam pelukanku dengan cara yang tak pernah aku duga."

I love you, Bang. Semoga Tuhan mendengar jeritan hatiku yang terdalam. Menyatukan kita dalam ikatan janji sehidup semati. Selamanya aku masih berharap kamu adalah jodohku.

^^^~Jingga~^^^

Tubuh Askara lemas seketika membaca surat yang ditulis oleh Jingga. Hatinya hancur berkeping-keping. Baru saja dia hendak mengajak Jingga pergi dan nekat menikahinya malah ini yang terjadi. Ditinggalkan untuk kesekian kali.

.

Di dalam pesawat, seorang wanita tersenyum seraya menatap jendela pesawat. Memandangi awan di langit yang indah.

"Apa ini hanya mimpi? Kenapa aku masih tidak percaya?"

...****************...

Kutunggu komennya ....

1
dwi'x
Luar biasa
Ray Aza
asli sy makin bingung dgn respon aska... tlg ksh tau salah bian dibagian mana as? dia jg sama2 ga sadar spti jingga sm2 korban si mel spti jingga... liyer euy...
Ray Aza
sampe sini.... sy msh gagal paham. letak kesalahan bian kpd jingga dibagian mana????
Ray Aza
dari sini...
Qaisaa Nazarudin
Apa Jingga di JODOHKAN dengan sahabat Aska sendiri ya? Gak mungkin kan Jingga selingkuh..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Title janda juga kadang belum tentu udah bolong,Kalo emang bolong juga udah emang terangan title nya udah ada,Lha apa kabar yg title gadis tapi serasa JANDA..
Ucie
jodoh emang kejutan....💥💥💥
Yus Nita
😄😃😃😃😆😆
Yus Nita
kepeleset lidah Aq baca nama anak cewek bang Azka 😊😊😊
Yus Nita
makanya lg sehat jangan belagu
udah taksempur abDi lu sadar.,
atau ngemis y.. minta di akui.. 😁😁😁
Yus Nita
😄😄😄😄😄😄😄
Yus Nita
tak selama ny mendung itu kelabu...
pasti ada sinar setelah ny..
Yus Nita
skakmatbuat Rifal
Yus Nita
klrga Wiguna dlm kurun waktu yg tak jauh jarak ny dari kakek Genta.
Yus Nita
kok si Eki sama emak ny blom dpt karma y..
padahal udah banyak hati yg mereka sakiti..
Yus Nita
lah emang ny si Eki stress bin serakah harta udah sembuh dari depresi ny..
Yus Nita
sabar y Thor...
orang sabar rezeki ny luas 😊😊😊
Yus Nita
masak cantek2 dan Nak orang kaya mau jadi peslor kamu key...
jangan y dek y.
Yus Nita
😄😄😄😄😄😄
Yus Nita
sejak sekarang.. hamidi kaleee.. 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!