Seorang siswa kelas Xll-2 yang bernama Abimana sanjaya,jatuh cinta dengan Vania anastasya yang menjadi guru baru.akankah Vania menerima cinta dari muridnya itu.
ikuti kisahnya...
Happy reading..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chustnoel chofa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Abg labil.
🌸
🌸
"Hallo,boleh saya gabung di sini?"suara lembut mendayu terdengar,bersama hadirnya sosok raga cantik bernama Vania.
"Silahkan ibu guru cantik,suatu kehormatan bisa duduk semeja dengan ibu Vania .."mode lebay Alex langsung muncul,tak peduli pelototan mata dari Abi.dia malah melempar senyum paling manis untuk makhluk TUHAN yang begitu indah itu.
"Dih,lebay banget sih kamu Lex.."gerutu Bianca.dia merasa kesal dengan kehadiran guru wanita yang telah mendongkrak popularitasnya.
"Makasih ya ..?"Dengan santai Vania mendudukkan bokongnya di kursi seberang mereka bertiga.karena baru saja ditinggal pergi oleh siswa yang selesai makan.
Abi hanya bengong,nasi gorengnya yang masih setengah,bahkan sudah tidak membuatnya berselera lagi.
Apalagi kalo bukan karena kedatangan si jantung hatinya,hanya dengan memandangnya saja, membuat degup jantungnya bergemuruh.
"Kalian nggak makan?"tanya Vania,karena melihat ketiga muridnya itu, memandangnya tak berkedip,terutama Abi.
"Melihat Bu Vania saja,sudah membuat saya kenyang..."kembali melancarkan gombalan receh,si Alex.
Dengan kesal Abi menyepak kaki Alex,yang ada dibawah meja."Aww....."Alex mengaduh,dia meringis menahan sakit,karena tendangan maut Abi,tepat di tulang keringnya.
"Kenapa,Lex?"dahi Vania berkerut,melihat ekspresi Alex yang menahan sakit.
"Ng.... nggak papa Bu,kayaknya digigit semut deh.."jawab Alex.
"Ibu.. kenapa repot-repot, sampai ke kantin sendiri sih,kan tinggal pesan lewat telfon bisa"ujar Bianca dengan sinis.
Vania tersenyum,melahap nasi gorengnya dengan santai.dia juga tak peduli,dua bola mata cowok yang mengklaim dirinya sebagai kekasih itu,sudah hampir keluar dari tempatnya.
"Memang kenapa kalo saya pengen ke kantin sendiri?"Vania balik bertanya,memandang siswi cantik yang terlihat tidak suka kepadanya itu.
"Ya kesannya,kayak Ibu lagi caper aja gitu,,apa ya istilah kerennya, pencitraan..."Bianca terkikik.
Abi pengen menonjok wajah Bianca,kalo saja dia cowok,dari tadi kenapa malah ngisengin Vaniaku aja.geram Abi dalam hati.
"Ya terserah aja deh mau mikir apa,yang penting saya ngelakuin apa yang ingin saya lakuin,dan tidak merugikan orang lain.."jawab Vania sambil tersenyum.menghadabi remaja labil yang sedang dilanda cemburu akut,harus santai dan tenang jangan pake emosi apalagi esmoni..wkwkwk...
"Kalo menurut saya bu,mending pesan aja,truk duduk manis di kantor,sayang kalo Bu Vania yang cantik banget ini harus menghadapi cowok-cowok tengil yang iseng.."Kata Alex lagi.
"Termasuk kamu..."ledek Vania.
Alex terkekeh,dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ck,makan belepotan,kayak anak kecil aja sih ."Tanpa di duga,Abi mengulurkan tangan,membersihkan sudut bibir Vania,yang terkena minyak,yang terdapat pada nasi goreng itu.
Vania langsung tersedak,dia tidak menduga,dengan keberanian yang dilakukan oleh Abi.
Pun Alex dan Bianca sama-sama membelalak, apa-apaan sih Abi,kenapa jadi perhatian gitu sama Bu Vania.gerutu Bianca dalam hati.
Vania kemudian meminum es jeruk pesanan nya tadi,hingga hampir setengah.
"Bisa pelan nggak sih makannya,nggak ada yang minta makananmu..."ucap Abi dengan lembut,sambil menatap wajah Vania.
Alex dan Bianca saling berpandangan,kemudian sama-sama mengedikkan bahu.
"Abi,tolong jaga sikap ya.biar bagaimanapun,aku guru kamu.."ujar Vania dengan geram.wanita itu harus menahan malu,atas kelakuan absurd Abi.
Dan cowok itu malah terkesan santai,seakan tidak peduli dengan pandangan orang lain.
"Ya...ya..ya..."jawab Abi cuek.
Vania beranjak dari duduknya,makanan yang belum habis terpaksa ditinggalkannya,dia sudah terlanjur kesal dengan Abi.
"Lho...ibu kan belum selesai makannya?"tanya Alex heran.
"Saya sudah kenyang,maaf ya..."Vania bergegas pergi meninggalkan ketiga muridnya,menuju ke kasir untuk membayar.
"Abi,kok kamu gitu sih.."Bianca langsung protes.
"Bukan urusan kamu..."jawab Abi dengan nada sewot.
"Tapi Bi,kamu kok berani sih kayak gitu tadi..Bu Vania sampek merah mukanya,menahan malu mungkin.."Alex ikut mengomel.
"Kalian berdua nih, sama-sama berisik,kenapa nggak pacaran aja sih!"ucap Abi kesal.memandang kedua makhluk yang sedang bersamanya itu bergantian.
"Dih ogah...."
"Ogah..."keduanya kompak menjawab.
"Dih,kompak nih ye.."ledek Abi,kemudian dia bergegas meninggalkan Alex dan juga Bianca.
🌸
🌸
Vania menyusuri koridor,dia baru saja mengajar di kelas Xll-2,kelasnya Abi.karena hari ini sudah tidak ada jadwal lagi,Vania berniat untuk pulang saja.dia tak peduli kalo Abi akan marah padanya.
Tadi saja dia sudah membuat malu dan kesal dirinya.
"Hallo Ibu guru yang sok cantik dan sok populer.."tiba-tiba dari belokan kelas muncul Bianca,mungkin gadis itu baru saja dari toilet.
"Hai...Ada apa?"Vania melempar senyuman manis.
"Sudahlah bu,jangan sok baik dan ramah,Ibu hanya pencitraan saja kan?"dengan sinis Bianca berkata,gadis itu melipat kedua tangannya di dada.
"Terserah kamu ya, silahkan berpikir kayak gimana,saya tidak peduli..maaf,saya mau lewat..."kata Vania.
Bianca yang berdiri ditengah-tengah koridor bergeming,"Jangan pernah dekati Abi ya,dia itu milikku..Ibu bukan level dia.."
"Saya tidak pernah mendekati siapapun,tujuan saya disini untuk mengajar,bukan untuk menggoda siapapun juga itu.."jawab Vania sambil terus tersenyum,dia berusaha untuk tidak terpancing.
"Dasar munafik.."dengus Bianca.
"Kamu cantik,kamu pintar dan saya rasa kamu juga kaya kan,kenapa bisa sebegitu tidak percaya dirinya..."
Bianca membelalak.
"Kalo kamu pikir saya bukan level Abi,ya sudah.tidak perlu repot,toh Abi pasti nggak akan tertarik kan sama saya.."
Bianca semakin kesal,"Dasar munafik..."ucapnya,sambil berlalu meninggalkan Vania.
Vania hanya menggelengkan kepala,heran dengan tingkah laku anak muda jaman sekarang, sungguh tidak ada sopan santun sama sekali dengan guru.
🌸
🌸
Vania sampai di kontrakannya tepat pukul satu siang.setelah melepas baju yang tadi dipakainya ,dan berganti dengan baju rumahan, celana pendek dan kaus ketat warna putih,Vania segera merebahkan tubuhnya di ranjang kecil yang ada dikamarnya.
Tadi dia sudah menunaikan ibadah sholat dhuhur di mushola sekolah,karena dia memang tidak suka menunda waktu beribadah.
Tak lama kemudian dia mulai terlelap.
Hingga bunyi ponsel yang ada di atas nakas berbunyi,dia tidak mendengar sama sekali.
Rasa kantuk telah mendominasi, hingga dia tak mampu lagi untuk sekedar meraih ponselnya.nanti saja kalo bangun,dia akan melihat siapa yang tadi menghubunginya,kalo perlu minta maaf,karena tidak mengangkat telfonnya.
Hingga suara ketukan di pintu kamar,akhirnya yang mampu membangunkan dirinya dari tidur lelapnya.
"Van,kamu di dalam kan?"
Bersambung...
🌸
🌸
Biar bocah labil itu sadar,Untung mertuanya baik
Coba klo jahat pa ga merana vanianya
Mkn ATI...
Nanem benih mau ngerawatnya g mau.. Tolol
Nikah ya ma kawin ya mau punya anak g mau, slh vania jg knp mau ma bocah labil kyk gini.. Klo ga siap knp nikahin n maksa anak org coba?
Klo vania msh bocah msh di maklumi, Kan vania udh di umur matang..
Udh nikah kok ga bisa Bawa diri, Untung g di perkosa orang..
Yg pting kesenengan Dia tanpa mo tahu perasaan pasangannya
Di Kira nikah itu kyk Ayam Jago ketemu Ayam betina.. Terus bertelor gitu?
cewek ini udah kayak ga punya harga diri. bila perlu ga usah pakai pakaian aja dan sekalian tulis huruf besar di jidat kamu "SIAPA AJA BOLEH KO SENTUH AKU UNTUK SEKEDAR HAVE FUN."
aneh banget jadi cewek
Baru dapat baca ini 🙏
Enak, konfliknya gk terlalu berat 👍😁