NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan

Terjerat Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:847.5k
Nilai: 5
Nama Author: Andreane

Seorang gadis cantik baik dan ceria, berpipi chubby dan bermata hazel. Memiliki keberanian yang cukup tinggi, serta inovatif dalam mengembangkan bisnisnya. Ia terpaksa harus menerima perjodohan dari orang tua. Dan tanpa sepengetahuannya, ternyata calon suaminya adalah pria yang telah tidur dengannya.

Khansa Laura Dhaniswara, harus mengulur sabar panjang-panjang saat membangunkan sang suami di pagi hari

_____________________________________________


Pria tampan yatim piatu sedikit malas, dan minim kesabaran, tapi pengendalian diri dan rasa tanggungjawabnya sangat besar.

Aksara Galileo, pria berusia dua puluh tujuh tahun, seorang dokter bedah, dan pewaris tunggal perusahaan Dandelion Group, harus berjodoh dengan seorang pengusaha muda di bidang kuliner.

Wanita yang memiliki nilai kedisiplinan tinggi, sifat yang sangat berlawanan dengan rasa malasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andreane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah paham

Setelah diam-diam Aksa membaca pesan di gawai Khansa yang di ketahui dari ibunya, Aksa mendadak jadi pendiam, pikirannya kalut memikirkan bahwa ternyata Khansa sudah memiliki calon suami. Dan dia, nyalinya seketika menciut tak berani bersikap seperti tadi.

Dilema, mungkin itu kata yang pas untuk menggambarkan hati dan perasaannya saat ini. Sudah di khianati oleh Sesil, meniduri calon istri laki-laki lain, dan perjodohan dengan anak pak Anjar.

Menarik nafas dalam-dalam, Aksa berusaha membuangnya setenang mungkin. Menyingkirkan rasa frustasi yang selalu singgah dalam hatinya.

Melihat Khansa yang seolah sangat membencinya, Aksa semakin kehilangan asa, apalagi hatinya yang seolah tidak terima jika Khansa sudah menjadi tunangan orang lain. Berkali-kali ia menyebut dirinya bodoh. Dan parahnya, dia sudah menipu dan meniduri dia, hal itu pasti membuat imagenya semakin buruk di mata Khansa.

Sementara Khansa, ia menatap heran ke arah Aksa, pria yang sedari tadi kerap menggodanya, mendadak membuatnya bertanya-tanya dalam hati.

"Ada apa dengannya?" kenapa mendadak kalem?" apa dia hilang ingatan?. benar-benar pria aneh"

Menggelengkan kepala, ia kembali fokus pada bacaan resep makanan yang baru ia beli di Singapura sembari menikmati perjalanan udara. Sesekali ia melirik Aksa yang sepersekian detik berubah 180°.

"Ada apa denganku" Khansa membatin dengan sorot gelisah. "Ketika dia terus meledekku, aku merasa risi, dan ketika pria ini diam, aku justru merasa hampa" Khansa melipat tangannya di dada, lalu menyenderkan kepalanya pada sandaran kursi. Dengan mata terpejam, ia mengingat malam kelam yang dia lalui dengan Aksa.

Ia kembali menatap Aksa yang tengah menutup matanya menggunakan masker mata fasilitas dari pesawat.

"Aku nggak merasakan apapun ketika dia menyentuhku, apa separah itu kesadaranku menghilang saat itu? hingga sentuhannya nggak bisa aku rasakan barang sejenak?"

Menggigit bibir bawahnya, Khansa mencari kartu nama milik Aksa yang ia simpan di dalam dompetnya. Kemarin dia menyimpannya begitu saja dan belum sempat membaca siapa namanya. Setelah menemukan kartu itu, Ia menatapnya lekat-lekat. Pria bernama Aksara Galileo, adalah seorang dokter ahli bedah di rumah sakit City Hospital. Rumah sakit swasta dengan fasilitas termahal, tenaga medis terbaik, serta alat-alat medis yang memadai dan canggih. Sepintas ia merasa kagum sekaligus terkejut, Khansa menyatakan bahwa pria ini bukanlah pria sembarangan. Tapi tetap saja di matanya, Aksa adalah penipu, pria bejad yang suka mengumbar nafsunya pada sembarang wanita.

Menghirup napas frustasi, baru kali ini Khansa di buat pusing setengah mati. Belum lagi besok malam harus bertemu dengan pria pilihan papinya, belum lagi kalau perbuatan Aksa membuatnya hamil.

"Kamu pasti bisa melalui ini Sa" Ia berusaha menyemangati dirinya sendiri, meskipun sebenarnya hati dan pikirannya merasakan kerumitan di luar batas. "Selama ini kamu selalu bisa mengatasi masalahmu, jika kamu tidak bisa mengatasinya sendiri, seret pria di sampingmu untuk membantu menyelesaikannya. Masalah yang kamu hadapi tidak lain adalah karena Aksa"

Khansa segera menyimpan kartu nama itu ke dalam tasnya, begitu ia mendengar suara dari operator. Ia mempersiapkan diri karena salah satu awak cabin menginformasikan bahwa pesawat sebentar lagi akan landing.

Melihat Aksa masih tertidur, Ia berniat membangunkannya. Sempat ragu, tetapi akhirnya ia memberanikan diri menyentuh lengan milik Aksa yang cukup kekar.

"Bangun, pesawat sudah mau mendarat" lirihnya sembari menggoyangkan lengannya.

Hanya sekali sentuhan Aksa sudah membuka matanya, Ia terdiam sesaat sebelum kemudian mengucapkan terimakasih.

"Makasih sudah membangunkanku"

"Hmm" Sahut Khansa dengan bibir terkatup rapat.

Mendengar respon Khansa yang singkat, membuat Aksa semakin putus asa, dan tak berani menggodanya.

"Kamu ada yang jemput?" tanya Aksa, nadanya terdengar datar. Benar-benar tak ada lagi kerlingan jahil.

"Ada" jawabnya tanpa menatap wajah yang bertanya.

Saat pesawat bersiap untuk landing, Khansa dan Aksa sama-sama mengenakan seatbelt dengan benar karena waktu landing adalah waktu paling kritis saat menaiki pesawat. Selain itu mereka sama-sama menutup meja, menegakkan sandaran kursi, dan Aksa dengan cepat membuka tirai jendela.

Sebelas menit berlalu, pesawat mendarat dengan sempurna. Khansa lebih dulu berjalan keluar di barisan antrian.

Sepasang mata Aksa tak pernah lepas dari tubuh Khansa.

Sampai ketika di pintu penjemputan, Khansa menangkap sosok Emir tengah memegang beberapa papan kertas bertuliskan "my sweetheart", I miss you", dan my lovely Khansa"

Hal konyol yang sering Emir lakukan jika menjemput sang adik, dengan alasan supaya mereka tidak saling mencari, karena saking banyaknya seseorang yang berlalu lalang di area bandara. Cukup dengan mengangkat papan kertas itu, pasti Khansa akan membacanya dan langsung menemukan kakaknya. Sepertinya bukan hanya Khansa yang membaca papan kertas itu, orang lainpun tergoda untuk ikut membaca, dan sebagian dari mereka membenarkan kalau itu merupakan ide yang bagus, jika menjemput seseorang di bandara.

Sepasang netra Khansa langsung tahu siapa tersangka di balik pembawa papan nama itu.

"Abang kebiasaan deh" ucapnya di barengi dengan mengecup punggung tangan Emir, lalu memeluknya. Dan seperti biasa, Emir akan mendaratkan ciuman di pucuk kepala Khansa.

"Kan malu bang, bawa-bawa papan kayak gitu, kesannya seperti mau jemput anak kecil"

"Kamu kan memang adik kecil abang Sa" jawabnya santai.

"Tapi ini konyol bang, kita jadi pusat perhatian tadi"

"Nggak apa-apa kita kan nggak ngelakuin hal yang membuat diri kita malu, meskipun konyol dan di perhatikan banyak orang" sergah Emir seraya menggandeng tangan Khansa. "Kita jalan yuk, abang harus balik lagi ke rumah sakit"

"Ayo" dengan cepat Khansa menggamit lengan abangnya yang masih menggunakan sneli. Mereka meninggalkan area bandara dengan sesekàli bercanda dan saling menggoda, lengkap dengan gelak tawa yang mereka tunjukan.

Aktivitas adik kakak barusan tak lepas dari pandangan Aksa, Aksa mengira pria yang menjemput Khansa mungkin adalah calon suaminya, seperti pesan yang ia curi baca di ponsel Khansa.

"Calon suaminya seorang dokter tampan" gumam Aksa sembari berjalan mencari Fajar yang katanya sudah menjemputnya.

"My sweetheart, My lovely" tiba-tiba Aksa teringat papan kertas yang di pemerkan Emir saat menjemput Khansa. Karena dia termasuk orang yang juga memusatkan perhatian pada tulisan itu.

Tersenyum miring, nyali Aksa untuk mendekati Khansa kian menciut. Dia merasa bahwa dalam waktu tiga hari telah mengalami patah hati sebanyak dua kali. Fajar yang melihat sikap Aksa sama sekali tidak terkejut, sebab ia tahu sang bos sedang patah hati, dan mengira sikapnya ini adalah karena Sesilia.

"Baik-baik saja kan bos?" tanya Fajar sambil memutar roda kemudi ke arah kanan.

"Hmm"sahut Aksa singkat dengan pandangan ia alihkan pada jendela di samping kirinya.

"Lebih baik di coba dulu permintaan pak Rudito, siapa tahu kalian cocok satu sama lain"

"Sama sekali enggak aku pikirkan Jar, kalau kakek mengajakku untuk menemui gadis itu, its Ok, tapi aku belum menerima perjodohan seratus persen, dan kemungkinan besar akan aku tolak"

Mengerutkan kening, Fajar di buat heran setelah mendengar ucapan Aksa, tapi dia tidak berani mengorek lebih dalam

"Kalau benar mereka akan menikah, semoga pria itu nggak terkejut saat tahu bahwa Khansa sudah tidak lagi perawan. Kalau aku di posisinya, aku pasti akan menanyakan kepada siapa dia menyerahkan mahkotanya"

Pikiran Aksa benar-benar kacau, seperti di lempar kesana kemari, hingga membuatnya merasakan pusing luar biasa.

TBC

1
delis armelia
aku nyari ko g nemu yah.. lapak mana yah
Wayan Sucani
Gimana catanya jaga jatak 2 mtr... kita pelan baea mobil.. yg lain pd nyalip
ovi Putriminang
deg deg kan aqu thor
jumrana 1975
novelnya bagus
Sheety Saqdiyah
Luar biasa
anisa f
kasian kukuh
anisa f
nah bener dugaanku kl ita bakal cerita k gina
anisa f
Luar biasa
Aqella Lindi
masih pacaran putus wajar,sedang nikah aja bisa cerai,
Danny Muliawati
Luar biasa
Danny Muliawati
hahaha akhir nya jodoh
Danny Muliawati
hmmm pengaruh alkohol d obat bius BS JD ga ngeh yah 😆😆
tiara officiall
gemez banget sama dua mempelai yg ini
tiara officiall
visualnya dr Aksa mana ini
tiara officiall
part horoooooorr
tiara officiall
duitnya balik seharusnya ya,Khansa SDH kehilangan 50jtmalah dapat lebihan 30jt.tp sayangnya cuma salah tangkap
tiara officiall
Napa GK ditonjok aj mukanya,biar seru
Aviciena
keren
Euis Resmawati
Luar biasa
Euis Resmawati
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!