Patah hati dan jatuh cinta kembali. Itu biasa bukan? Tapi bagaimana jika jatuh cinta kembali pada seorang pria yang ternyata dia adalah kakak dari sang mantan.
Setelah menikah dan hidup bersama dengan sang kekasih, bukannya hidup dengan bahagia tapi justru malah mendapatkan banyak masalah.
Bukan hanya yang akhirnya hidup satu atap dengan sang mantan, tapi mantan kekasih suami juga datang kembali.
Tidak!
Bukan mantan kekasih, tapi tunangan suami. Dan ternyata dia adalah seorang psikopat yang tidak mau lepas dari suami.
Penasaran kan? Yuk kepoin kisah Nadisya yang harus hidup di kelilingi para mantan dan menjalani hidup yang keras.
Only on: Married With You
suka membaca dan menulis
penyanyi solo dalam hening
follow my ig @reezheety_
add my fb Ree Zheety
dont forget like, komen, vote and follow :))
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nhur Syaibani Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Ancaman
Pukul 20.00
Nadisya duduk di sebuah kafe, tadi siang seseorang tak di kenal menelfonnya dan mengajaknya bertemu malam ini juga,, awalnya nadisya berfikir bahwa si penelfon salah sambung namun saat seseorang itu menyebut nama kekasihnya dan ini penting nadisya berfikir mungkin apa salahnya, ia hanya ingin memastikan
10 menit berlalu, nadisya melihat jam di handphonenya
"Nadisya Aisha ?? Nama kamu nadisya bukan ??" tanya seorang wanita
"Iyaa, maaf ?? Tanya nadisya bingung
Metta duduk dan mengulurkan tangan kanannya "perkenalkan nama saya Metta, Metta setyana "
Mata nadisya membulat mendengar nama wanita yang kini berada di hadapannya
"Saya boleh duduk kan ??" kata metta
"Ah ya tentu" kata nadisya
"Saya ibunya alfa " kata metta
Nadisya mengangguk mengerti
Kamu pasti bingung kenapa saya ingin bertemu padahal saya yakin kamu tau kalau jadwal saya sangat padat !!" ucap metta menyombongkan diri, nadisya menutup rapat rapat bibirnya dan menganggukkan kepala
"Oke,, to the point saja,, saya ingin kamu menjauh dari anak saya"
"Maksudnya??" tanya nadisya bingung
Metta tersenyum miring "jauhi anak saya, alfa,, saya tidak suka kamu terus berada didekat dia"
Dada nadisya seketika merasa sesak, ia ingin menangis namun ia tahan
"Maaf saya tidak bisa, saya mencintainya" kata nadisya
"Cinta ,, huh ?" Kata metta sarkastis "kamu fikir kamu siapa ??"
"Maaf saya tidak bisa" kata nadisya lalu berdiri dari duduknya
"Kamu akan menyesal,, lihat apa yg akan saya lakukan" kata metta berdiri lalu meninggalkan nadisya
Nsdisya pergi keluar dari kafe, seseorang dengan cepat memegang pergelangan tangannya
"Kamu ??" kata nadisya bingung
"Ikut aku !!"
"Nggak!! Lepas!!" tolak nadisya
"Syaa !!" kata si pria lalu menarik tangan nadisya paksa dan membawanya ke taman
Rafli melepaskan tangan nadisya "duduk" kata rafli pelan, meminta sang mantan untuk duduk di kursi taman, nadisya menurutinya dan menatap lurus ke depan lalu rafli duduk disebelahnya
"Aku rasa semuanya udah jelas, aku yakin kamu juga tau kalo kita udah ga akan pernah bisa bersama lagi" kata nadisya
Rafli tersenyum miring "kamu terlalu ge-er, aku ajak kamu kesini bukan untuk itu"
Dengan cepat nadisya menoleh kearah rafli
"Terus ??" tanya nadisya bingung
"Aku mau minta maaf untuk semua yg pernah aku lakukan sama kamu dari dulu sampe sekarang, maaf karna dulu aku meninggalkan kamu dengan alasan yg ga jelas"
"Masa lalu emang ga akan pernah bisa di lupakan sampai kapanpun tapi kamu tenang aja aku udah maafin kamu jauh saat sebelum kamu meminta maaf" kata nadisya
"Dan.. Aku juga minta maaf karna telah mengusik kehidupan kamu kemarin"
"No problem its oke" kata nadisya tersenyum
"Aku harap kamu juga bisa menganggap aku teman dan berbicara normal seperti kamu berbicara dengan yg lain" kata rafli tersenyum miris
Nadisya tersenyum melihat wajah rafli
"Aku usahakan" kata nadisya
"Syaa ??" tanya rafli
"Hmmm ???"
"Yang tadi di kafe,, aku denger semuanya, kamu jangan salah faham" kata rafli lalu menatap nadisya sebentar "aku baru selesai meeting, aku liat kamu duduk sendirian pas aku mau samperin kamu ehh ternyata... "
"Jangan kasih tau siapapun raf, aku mohon " pinta nadisya , rafli mengangguk mengerti
***
Alfa terkejut saat memasuki ruangannya, ia melihat seorang wanita tengah duduk di kursi miliknya
"Kamu udah dateng ?" tanya metta
"Ini ruangan saya sepertinya anda salah memasuki ruangan, ruangan anda ada di lantai atas" kata alfa
"Mama kangen" kata metta berdiri dan menghampiri alfa hendak memeluk Namun alfa menghiraukannya dan melewatinya lalu duduk di kursi yg baru saja ibunya duduki
"Untuk apa kesini??"
"ini perusahaan mama, mama bebas datang kapanpun mama mau , mama juga ingin tau bagaimana perkembangannya
Alfa tersenyum sinis "perusahaan ini milik ayah saya dan hingga saat ini masih milik ayah saya lagipula bukannya anda sudah mempunyai perusahaan sendiri bukan? Untuk apa datang kemari, urus saja urusan anda" kata alfa sarkastis
"Dan ayah kamu itu dulu suami mama, mama dan papa kamu itu belum berpisah, mau sampai kapan kamu seperti ini?? Mama ini ibu kamu berhenti bersikap tidak sopan" kata metta meninggikan suaranya
"Ibu ??" alfa tersenyum "Ibu mana yg tega memilih pergi bersama pacarnya dan meninggalkan anaknya sendirian, ibu mana yg tega melihat anaknya di caci maki orang namun tetap diam ? Ibu mana huhh ?" tanya alfa "pantas kah wanita seperti itu di panggil ibu ? Saya justru malu mengakui anda sebagai ibu saya, jika boleh meminta saya lebih baik di lahirkan dari seorang ibu miskin tak punya apa apa namun tetap menyayangi anak nya, dan tadi apa ? Istri ?" alfa tertawa jahat "seorang istri harusnya tidak berkhianat meski suaminya sedang terpuruk, seorang istri seharusnya memberi motivasi untuk suaminya agar ia mau bangkit !! Dan anda ??" ucapan alfa terhenti saat kedua matanya mulai berkaca kaca
"Sebaiknya anda keluar sebelum kata kata menyakitkan keluar dari mulut saya" kata alfa
Dada metta seketika merasa sesak tenggorokannya tercekat ia ingin menangis, metta berbalik arah berjalan memegang gagang pintu
"Jika saja dulu anda mau bersabar sebentar saja, mungkin sekarang keadaannya akan berbeda, papa akan masih tetap disini dan saya akan menghormati anda sebagai seorang ibu, anda lihat sekarang? Perusahaan papa yg ia bangun sendiri dan hampir bangkrut sekarang sangat maju" kata alfa "jika saja dulu anda tidak menyakiti papa, mungkin papa tidak akan terkena serangan jantung dan meninggal" ucap alfa lagi
Air mata menetes di pipi metta, ia tak dapat lagi menahannya, dengan cepat ia menghapusnya dan keluar
"Ibu tidak apa apa ??" tanya anggi saat melihat metta keluar dengan mengusap pipinya
"Tidak, lakukan yg saya suruh tadi" kata metta
"Tapi bu apa tidak terlalu berlebihan" kata anggi gugup
"Lakukan saja"
***
"Halo ??"
"Syaa ?? Kamu bisa kesini sekarang nadya kecelakaan" ucap si penelpon
"Huh ?? Kamu dimana ??" tanya nadisya
"Rumah sakit medika"
"Aku kesana Sekarang"
Tutt tut tuttt
"Kenapa syaa ??" tanya naira
"Diandra tadi telfon, nadya kecelakaan, aku harus kesana sekarang"
"Serius?? Aku temenin" kata naira
"Ngga !! Kamu disini, rehan ga bakalan ijinin kalo kita izin bareng bareng, aku keruangan rehan dulu" kata nadisya cepat, naira mengangguk mengerti
Nadisya berlari menuju ruangan rehan namun si pemilik ruangan tidak ada diruangannya, nadisya berlari mencari rehan
"Sya, kenapa ?" tanya rafli
"Ah kebetulan kamu disini, aku izin ya diandra tadi telfon, nadya masuk rumah sakit dia kecelakaan aku harus kesana sekarang, gapapa kan?" tanya nadisya
"Serius ?? Ya udah gapapa !! Mau aku anter ??" tawar rafli
"Ga usah raf, orang bisa salah faham nanti, aku pergi sekarang yaa, thanks " kata nadisya lalu pergi
***
"Kamu ngapain kesini" tanya nadya saat melihat nadisya masuk dan langsung memeluknya
"Diandra telfon kamu disini ya aku langsung kesini" kata nadisya dan melepaskan pelukan nya
"Ckkk, aku gapapa , cuma patah tulang" kata nadya menyeringai
"Patah tulang kamu bilang cuma ??" kata nadisya
"Lagian kok bisa sih nad" tanya diandra
"Kamu tau kan mesin fotocopy kantor dua duanya rusak, aku mau fotocopy tapi kata tukangnya bakal lama jadi ya udah aku pergi ke tukang fotocopy di depan, pas aku jalan kaki, dari belakang ada motor, ya udah setelah itu aku ga inget apa apa lagi tau tau aku udah ada disini" kata nadya
"Kenapa ga suruh OB aja sih ??" kata nadisya
Drrrrrtttttt
handphone nadisya bergetar lalu ia melihat handphonenya
"Gimana?? Kamu kaget ga sama kejutan dari saya ?? Temui saya di taman belakang rumah sakit sekarang.
"Aku keluar dulu sebentar" kata nadisya lalu keluar dan berlari menuju taman dekat rumah sakit, suasana taman cukup sepi karna memang sudah menjelang sore, wajah nadisya mendadak pucat pasi bibirnya membisu saat melihat seseorang tengah menunggunya
"Gimana ?? Kamu kaget ga ?? Atau mungkin lain kali saya buat kritis atau mungkin koma !! Menurut kamu siapa selanjutnya? Kamu mau siapa lebih dulu? Naira dulu atau Diandra?" kata metta dengan senyum jahatnya
"Hentikan, saya akan turuti semua yg anda inginkan" kata nadisya pelan, ia menghapus air mata yg mulai membasahi pipinya "anda puas sekarang?" kata nadisya lalu pergi
***
Thanks all sorry typo bertebaran dimana mana karna manusia tak luput dari kesalahan :))
jadi ikut melo
bagus
sukses
semangat
kemaren author Hiatus jd ikutan Hiatus jg bacanya.
kenapa baru baca lg Uda meweeek trus dari episode sebelumnya GK berenti2😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 thor, kenapa dimasukkan bawang disini😭😭😭