kecelakaan tunggal yang membuat nya tewas, di rencanakan oleh orang yang selama ini begitu dia sayangi. demi harta, mereka tega melenyapkan lili tanpa perasaan sedikit pun. hal itu membuat lili bukan nya mati, malah terjebak di tubuh sang Antagonis. lili tak menyangka harus menjalani hidup di sebuah wilayah kekaisaran kuno, bagaimana lili akan bertahan, apakah lili sanggup menjalani peran yang di dapatkan nya untuk bertahan hidup? saksikan terus cerita lili dalam menjelajahi wilayah kuno tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.17
... "Kepala desa, mengapa kami di kumpulkan seperti ini?"...
..."Kepala desa, apakah ada hal yang penting?"...
Beberapa dari mereka melontarkan hal yang sama. dan beberapa dari mereka juga kebingungan dengan tujuan kepala desa.
"Tenang semua nya. Dan dengarkan apa yang akan aku sampaikan."
"Huft....jadi untuk beberapa hari kedepan, jangan membeli air dari para preman itu. Sakit perut yang kalian alami mungkin saja berasal dari air tersebut."
"Deg.... Para warga desa jamur kaget dengan penuturan kepala desa jamur. Apakah itu benar, mengapa bisa terjadi.
"Bukan kah air tersebut dari kediaman Duke morvain kepala desa?"
"Aku juga tak bisa menuduh secara pasti, jadi tadi aku dan nyonya bangsawan ini telah menyimpulkan dan nyonya bangsawan ini juga membawa seorang tabib. gejala yang di periksa oleh tabib ini, merupakan gejala keracunan. kemungkinan Saja berasal dari air tersebut. Apalagi hampir seluruh warga membeli air itu bukan;"
semua orang terdiam, dan merasa kaget dengan fakta yang disampaikan. Lili akhirnya membuka suara nya untuk membantu menjelaskan secara detail.
"Salam kepada warga desa jamur. Aku adalah salah satu pedagang yang kebetulan melintas. Jadi apa yang di sampaikan oleh kepala desa tadi, masih belum sepenuhnya pasti. Apakah disini ada yang masih memiliki persediaan air tersebut. Biar akan diperiksa oleh orang orang ku!"
"Saya, saya nyonya!" pekik salah satu warga yang mengangkat tangan nya ke atas.
"Baiklah, paman apakah boleh air nya diberikan untuk di periksa terlebih dahulu?"
"Boleh nyonya, ayo cepat berikan air ini segera." ucap nya kepada sang istri yang ikut berbaris di sana.
Air itu tampak jernih sekali, pantas saja warga di desa ini tampak tergiur. Tapi saat mencium bau yang ada di dalam air itu, tatapan lili tertegun. Air ini diberikan kaporit di sana. Tatapan nya benar benar kaget. mengapa air ini dikonsumsi oleh para warga di desa ini. Pantas saja mereka langsung keracunan sehingga menyebabkan sakit perut dari sistem pencernaan.
"Paman kepala desa, air ini mengandung kaporit, yang biasa digunakan merusak tubuh manusia secara perlahan. Tak hanya itu juga, air ini bisa menyebabkan penyakit mematikan."
"Mengapa Duke morvain tega menyakiti para warga desa jamur!"
"Bagaimana bisa kita percaya dengan mereka begitu saja selama ini!"
beberapa orang langsung mengajukan protes yang sama. Lili tau, pasti mereka begitu shock, dan tak menyangka akan mendapatkan fakta yang sebenarnya. apalagi masyarakat di desa ini, sama sekali memiliki pemikiran yang begitu awam. mereka percaya saja dengan apa yang diucapkan dengan sepihak.
"Untuk saat ini, bagi kalian yang sedang mengalami gejala yang sama. Bisa datang ke sini, dan akan diperiksa oleh tabib keluarga ku. Jangan khawatir soal biaya, semua ini gratis tanpa pungutan biaya sepeserpun!" ucap lili yang menegaskan.
Begitu mendengar ucapan nyonya bangsawan itu, mereka langsung berbaris dan mengantri sepanjang jalan untuk bisa mendapatkan pemeriksaan oleh tabib tersebut.
Dengan cekatan tabib Zou memeriksa dan langsung memberikan penawar agar para warga desa ini mendapatkan pemeriksaan dengan begitu baik. Tak lupa juga, lili, pelayan Roli dan juga Kasim red ikut membantu.
"Baiklah, jangan lupa diminum vitamin ini bibi, semoga cepat sehat kembali."
para warga yang mendapatkan bantuan secara percuma ini, membuat mereka begitu kagum. Tak menyangka nyonya bangsawan itu, mau menolong mereka, disaat pejabat lainnya hanya tutup mata sepihak. Lili langsung mendapatkan tempat di hati para warga desa jamur tersebut.
Setelah selesai, lili berpamitan karena hari sudah beranjak malam. Dia juga tak mungkin membiarkan pangeran kael sendirian. Dia tak ingin, putra nya mengalami trauma kembali.
mereka yang belum mendapatkan vitamin, sudah diurus dengan prajurit yang ikut menemani mereka. Antrian warga yang tadinya ramai, kini tampak mulai sepi. masing masing dari keluarga, mendapatkan air bersih, serta roti yang dibawa oleh lili sebelum berangkat tadi
"huft...hari yang melelahkan!" gumam nya dengan bersandar di kereta kuda yang kini menuju ke arah istana.
"Duke morvain sudah lalai menjalankan tugas nya. Catat semua keluhan masyarakat tadi Kasim red. Dan berikan itu kepada kaisar. biarkan ia menilai nya."
"Baik yang mulia."
Kasim red juga tak menyangka, Duke morvain terlibat dalam situasi tersebut. Padahal beliau sangat dihormati oleh para Masyarakat. Tetapi hari ini, nama beliau benar benar membuatnya kecewa. bagaimana bisa mencelakakan para warga desa itu. Dan menjual air yang tak layak untuk dipakai.
"Cklek....
"Ibu!" pekik pangeran kael yang berbinar saat melihat ibunya datang.
"Eh, anak kesayangan ibu." dengan gemas lili menggendong dan mencium pipi gembul sang pangeran.
"Kenapa belum tidur sayang?"
"Kael mau mam ibu." ucap nya dengan mata berbinar yang membuat lili tampak gemas dan ingin sekali mencium dan mencubit gemas pipi anak nya.
"Yang mulia, pangeran kael tak ingin makan. pangeran kael menunggu yang mulia."
Mengerti dengan tatapan putra nya, lili tersenyum lembut dan mengusap rambut anak nya dengan penuh kasih sayang
"Kael lapar ya nak?" tanya lili dengan penuh kelembutan
"Humm...lapal( lapar)." ucap nya cadel dan membuat lili tersenyum lebar.
"Baiklah, tunggu disini ya. Ibu akan membuatkan sesuatu untuk mu."
"Iyaaa ibu."
"Roli, ayo ikut dan bantu."
"Baik yang mulia."
Setelah sampai di dapur, para koki yang tau bahwa yang mulia akan memasak memberikan kesempatan. Karena Mereka tau, bahwa masakan sang ratu benar benar sangat lezat. berharap bisa diberikan lagi, dan ikut mencicipi masakan ratu lili.
"Roli, ambil kentang yang tadi ya." ucap nya yang mengkode Roli untuk mengambil barang yang telah dibawa dari hutan larangan itu.
"Baik yang mulia."
Koki istana mulai mendekati sang ratu yang tampak fokus mengiris beberapa buah aneh itu.
"Yang mulia, benda apa ini. Kenapa bentuk nya sangat aneh. Dan apakah ini bisa dimakan?" tanya nya dengan penuh penasaran. Seumur hidup nya, baru kali ini melihat benda tersebut.
mendengar ucapan Koki tersebut, lili dengan cekatan menjawab nya.
"Ini namanya kentang paman. Ini juga sangat enak dikonsumsi. maksud ku, sangat enak sekali di makan. Kalau nanti sudah matang, kalian boleh mencicipi nya."
Mendengar ucapan itu, membuat para pelayan begitu antusias. bahkan mereka langsung menawarkan bantuan untuk membantu. Tapi lili tak ingin banyak tangan dalam masakan nya tersebut. pasti rasanya akan beda kalau banyak campur tangan yang membantu menurut nya.
hari ini menu nya adalah kentang panggang. Dia juga menambahkan sedikit sop sayur yang akan membuat kentang panggang nya semakin lezat.
Para pelayan dapur di istana, saling berebutan untuk membantu. Mereka tak sabar ingin ikut mencicipi hasil kentang tersebut.
nah lo bang kai mulai.. mulai kepo sama ratu lili🤭🤭🤭