Menjadi seorang Reinkarnasi dari seorang Dewa Naga, Memiliki tubuh khusus yang disebut tubuh Kaisar Langit.
Lin Tian, Pemuda yang berasal dari desa Semanggi mendapatkan sebuah keberuntungan bertemu dengan seorang guru yang mengajarkan dirinya berkultivasi.
Dengan menapaki jalan kultivasi, Lin Tian berniat mengubah takdir sampahnya menjadi seorang penguasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fixx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. Memulai Perjalanan
Hari demi hari terlewati, Tidak terasa sudah satu bulan berlalu.
" Kakak!" Panggil Lin Mei dengan sedih menangis.
Lin Tian yang baru saja ingin keluar dari dalam rumah pun menghentikan langkahnya, kemudian berbalik bada menatap Lin Mei yang sedang berlari ke arahnya.
Melihat adik kesayangannya menangis, Lin Tian pun membuka kedua tangannya. Lin Mei pun segera masuk ke dalam pelukan Lin Tian.
" Kakak.."
" Mei'er..., Kakak harus pergi sekarang, kakak janji akan sering mengunjungi kalian." Lin Tian dengan suara lembut dan mengelus punggung adiknya.
Lin Yue yang berada di samping Yin Hua pun menatap keduanya dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.
" Yue'er." Yin Hua dengan menganggukkan kepala.
Lin Yue yang mengerti maksud Yin Hua pun segera melepaskan genggaman Yin Hua, kemudian lari ke arah Lin Tian dan Lin Mei.
" Kakak.."
" Yue'er, kemarilah.."
Lin Yue segera mengikuti Lin Mei dengan memeluk Lin Tian.
" Adik kakak yang cantik-cantik jangan nakal, kakak akan kembali lagi untuk menemui kalian, jadi kalian harus selalu mendengarkan apa yang di katakan oleh Ayah dan Ibu."
" Baik kakak." Ucap keduanya, yang masih saja memeluk Lin Tian.
Hingga tidak lama kemudian, mereka melepaskan pelukannya. Lin Tian pun mengelus puncak kepala keduanya dengan lembut.
" Jaga diri kalian baik-baik." Lin Tian kemudian menatap kedua orang tuanya. Dengan tersenyum Lin Tian menganggukkan kepalanya.
Lin Dong dan Yin Hua pun tersenyum menatap kepergian putranya itu, di dalam hati mereka merasa begitu sedih.
Meski begitu mereka hanya dapat mendoakan yang terbaik untuk putranya. Mereka berdua bangga dan merasa sangat bahagia melihat keadaan Lin Tian yang sekarang.
" Tumbuhlah menjadi kuat nak, setelah semua rasa sedih yang kita rasakan, kini saatnya kau terbang tinggi untuk menggapai semua impianmu." Batin Lin Dong dan Yin Hua, hingga tidak terasa keluar air mata di sudut mata keduanya.
" Mei'er... Yue'er..." Yin Hua mendekat ke arah mereka berdua, kemudian membawa kedua gadis kecil itu ke dalam pelukannya.
" Ibu." Keduanya dengan menangis.
" Jangan menangis, jika kalian menangis kakak juga akan merasa sedih. Jadi sekarang kalian harus kembali ceria, kita akan menunggu kedatangan kakak kembali ke rumah ini." Yin Hua menasehati keduanya.
" Baim ibu.." Keduanya kemudian menghapus air matanya.
" Ini baru putri cantik ibu." Dengan tersenyum menatap kedua gadis kecil yang kini juga mulai tersenyum.
***********
Di tempat lain.
Lin Tian terus melesat ke arah kota dengan kecepatan tinggi sesuai dengan tingkat kekuatan nya saat ini.
" Semoga saja Long Aotian dan Han Feng tidak menyusul diriku." Batin Lin Tian, dengan terus melesat.
Awalnya Lin Tian ingin mengajak keduanya, namun karena mereka masih memiliki tingkat kultivasi rendah, Lin Tian tidak ingin mengambil resiko yang dapat membahayakan mereka nantinya.
Untuk saat ini Lin Tian lebih memilih berpetualang seorang diri untuk mencari pengalaman di dunia yang luas ini.
Dengan kekayaan dan sumber daya yang dia miliki, Lin Tian berniat untuk terus bertambah kuat agar dapat melindungi keluarganya dan memberikan tempat tinggal yang lebih baik lagi nantinya.
" Apa Ayah dan Ibu tidak memiliki Klan atau keluarga yang masih hidup? Sejak awal mereka tidak pernah menceritakan mengenai hal ini denganku." Lin Tian membatin.
Lin Tian sebenarnya cukup bingung dengan asal usul keluarga kedua orang tuanya, karena sejak kecil dirinya hanya mengenal Lin Dong dan Yin Hua sebagai orang tau tanpa mengetahui saudara yang lainnya.
Namun dia yakin jika telah terjadi sesuatu yang mengakibatkan kedua orang tuanya tidak pernah membahas masalah ini.
Tidak ingin memikirkan masalah ini terlalu jauh, Lin Tian kembali fokus dengan tujuan awalnya.
" Swusshh...." Lin Tian menambah kecepatannya setelah beberapa waktu yang lalu sempat memperlambat pergerakannya.
Hingga beberapa jam kemudian, Lin Tian akhirnya melihat sebuah kota yang tidak jauh.
" Sebaiknya aku beristirahat terlebih dahulu di Kota Emas." Lin Tian kemudian segera mendekat ke arah gerbang.
Hingga pada jarak lima ratus meter, Lin Tian segera melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Dengan tenang dirinya masuk ke dalam barisan untuk mengantri masuk ke dalam Kota Emas.
" Aku dengar akan di adakan turnamen satu Minggu lagi." Seorang pemuda yang tidak jauh dari tempat Lin Tian sedang mengobrol dengan rekannya.
" Benar, aku dengar turnamen ini juga di hadiri oleh Sekte Tingkat Tinggi yang ingin merekrut murid baru."
" Hais... andai saja aku sudah berada pada tingkat Surga, aku pasti akan ikut dalam turnamen ini."
" Semoga saja sebelum turnamen tingkat kultivasi ku naik ke tingkat Surga."
Lin Tian yang mendengar pembicaraan kedua pemuda itu pun cukup tertarik dengan turnamen yang akan di adakan.
" Sepertinya akan menarik jika aku ikut dalam turnamen itu, aku juga ingin melihat kekuatan para peserta itu." Lin Tian dengan tersenyum, hingga dirinya tersadar saat prajurit yang menjaga gerbang menanyakan identitas miliknya.
" Nak, tunjukan identitas milikmu." Prajurit dengan ramah.
" Paman, aku tidak memiliki identitas." Lin Tian dengan jujur, karena memang dirinya tidak memiliki lencana sebagai identitasnya.
Prajurit pun mengerutkan keningnya, kemudian bertanya kepada rekannya.
" Baiklah nak, Kau dapat masuk dengan membayar satu koin emas, namun kau harus hati-hati saat berada di dalam kota karena dirimu tidak memiliki identitas." Prajurit menasehati Lin Tian.
Lin Tian pun menganggukan kepala, kemudian segera memberikan satu koin emas kepada prajurit.
" Terima kasih paman." Lin Tian Kemudian segera masuk ke dalam Kota Emas.
Kota emas adalah salah satu Kota yang berada di Benua Timur, kota emas sendiri terkenal dengan patung-patung yang menjulang ke langit dengan ukiran berwarna emas membuat kota itu terlihat lebih elegan.
Lin Tian yang sudah berada di dalam kota pun kagum dengan keindahan kota emas. Ini adalah pertama kalinya Lin Tian dapat pergi jauh dari rumahnya.
Terlihat para pejalan kaki yang begitu ramai serta toko-toko di pinggir jalan.
Lin Tian yang merasa sedikit lapar pun segera mecari restoran.
Hingga tidak lama kemudian, dirinya menemukan restoran sederhana. Dengan cepat dirinya menuju bangunan dua lantai itu.
" Tuan muda, selamat datang." Ucap seorang pelayan menyambut kedatangan Lin Tian dengan tersenyum.
" Apa masih ada tempat yang tersisa?" Lin Tian bertanya, karena restoran itu terlihat cukup ramai.
" Ada tuan muda, hanya saja tempat yang tersisa berada di lantai dua." Pelayan menjelaskan.
" Tidak masalah, bawa aku ke sana."
" Baik tuan muda."
Kemudian pelayan segera mengarahkan Lin Tian menuju lantai dua.
Saat Lin Tian masuk ke dalam restoran, dirinya menjadi pusat perhatian beberapa orang yang sedang bersantai.
Lin Tian pun hanya cuek dan terus berjalan mengikuti pelayan tanpa menghiraukan pandangan mereka semua.