Vina adalah seorang single mother. Karena pernah gagal membuatnya menutup pintu hati. Bukan dirinya tidak ingin mempunyai kehidupan uang baru tapi kali ini Vina lebih hati hati untuk melabuhkan hati karena tidak ingin gagal untuk kedua kalinya.
Saat cinta datang dari masa lalunya justru ada banyak halangan yang menguji titik sebarannya dan itulah hidup tak seindah cerita cinta sinderella seperti dalam dongeng.
SELAMAT MEMBACA..
Jika suka dengan novel in jangan lupa like, komen dan berikan ❤️ serta jangan lupa di Vote ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Ervinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12. Pengakuan Dion
Tiga bukan kemudia
Petang hari Vina membawa Dika jalan jalan keliling kompleks perumahan. Suasana sore hari sedikit rame karena memang hari minggu. Semenjak ada Dika Vina sudah jarang keluar rumah walau hanya sekedar kumpul dengan Lisa dan Anita dua sahabat baik Vina. Terkadang Anita dan Lisa yang berkunjung ke rumah mertua Vina.
Kalaupun Vina keluar rumah hanya pergi ke supermarket untuk belanja keperluan Dika.
Setelah puas keliling kompleks sambil mendorong Dika di dalam baby Stroller Vina memutuskan untuk pulang kerumah.
Setiba didepan rumah Vina melihat mobil Dion sudah terparkir didepan rumah. menandakan Dion sudah pulang dari luar kota. Sudah hampir lima bulan Dion tidak pernah pulang, cuman beberapa kali menelepon.
Vina langsung masuk kedalam rumah. Diruang tamu sudah ada kedua mertua Vina yang lagi asyk mengobrol sambil nonton TV.
"Cucu oma sudah pulang dari jalan jalannya.
uummmmccchh, cucu oma yang bikin gemas. Itu ayah Dika sudah pulang, pasti Dika kangen ayah kan ." ucap ibu Mega sambil mengambil Dika dalam baby stroller dan menggendong Dika.
"Vina Dion baru pulang sana kamu susul suamimu dalam kamar biar Dika main sama mama papa, inikan cucu kesayangan oma sama opa ." tutur ibu Mega yang seolah memberi kode pada Vina agar bisa menyambut Dion
" Iya mama, terimah kasih. Kalau gitu Vina susul mas Dion ." jawab Vina
Vina berjalan menuju kamar dengan perasaan gembira karena sudah cukup lama Dion tidak pulang. Tentu Vina merindukan Dion sebagai suaminya, setibanya dikamar Vina tidak melihat Dion. Ternyata Dion sedang mandi karena terdengar suara shower air dalam kamar mandi.
Sementara sambil tunggu Dion selesai mandi, Vina membereskan koper Dion.
Vina merapikan barang barang Dion didalam koper menyusunnya didalam lemari.
Saat mengangkat baju tiba tiba jatuh ikat rambut perempuan dibalik tumpukan baju Dion.
"Ini apa, kenapa ada ikat rambut perempuan didalam koper mas Dion. Apa jangan jangan mas Dion? ." ucap Vina saat melihat ikat rambut perempuan jatuh dari dalam koper milik suaminya
"Kamu dari mana saja? ." suara Dion dari arah kamar mandi membuat Vina kaget dengan cepat Vina membalikkan badan menghadap Dion yang sedang bertanya
"Vina dari taman keliling kompleks bawah Dika jalan jalan biar gak bosan dirumah ." jawab Vina dengan santai
Setelah memakai baju Dion langsung duduk disofa yang ada dikamar sambil memainkan hp miliknya. Setelah sudah siap membereskan semua barang barang Vina duduk menghampiri Dion yang masih fokus pada Hp. Vina duduk disamping Dion dengan menggenggam ikat rambut yang ditemukannya kemudian Vina berkata,
"Mas, vina boleh tanya sesuatu ? ."
"Apa? ." jawab Dion dengan santai
"Mas kenapa ikat rambut ini bisa ada di dalam koper mas Dion ." ujar Vina sambil menunjukkan ikat rambut itu
Dion sangat kaget saat melihat barang yang ditujukan Vina. Alis matanya naik turun seolah olah mencari alasan yang tepat.
"Mas ini punya perempuan jangan bilang karena benda ini membuat mu tidak pulang kerumah, membuatmu tidak mempedulikan aku dan Dika. Jangan pernah bilang kamu selingkuh dari aku, jangan bilang ada perempuan lain dihati kamu. Jawab aku mas, ayo jawab jangan diam saja!!! ." ketus Vina yang sudah mulai kesal dengan mata yang berkaca kaca
Dion tidak berkutik kini dirinya seperti maling yang tertangkap basah disiang bolong.
" Aku baru pulang, aku lelah aku ingin istrahat, kenapa kamu marah marah gak jelas ! ." pinta Dion yang merasa tidak terjadi apa apa
"Mas Dion aku punya salah apa ?, apa yang buat mas Dion begitu dingin terhadap aku?. Kenapa aku dan Dika tidak berarti lagi untukmu. Apakah sudah tidak ada lagi cinta untuk aku dan Dika di hatimu Mas.
Benarkan ucapan aku kalau diluar sana mas Dion bersenang senang dengan wanita lain!!! ." teriak Vina dengan suara tinggi terdengar sampai diluar kamar
Dion berjalan menghampiri Vina dan melayangkan satu tamparan di pipi mulus Vina.
Paaakkkkkk,,,,!!
Satu tamparan itu meninggalkan bekas, Vina yang mendapatkan tamparan dari suaminya langsung menangis sambil memegang pipinya yang jelas jelas sangat sakit.
"Kamu mau tahu apa salah kamu selama ini?, apa yang buat aku muak melihat muka kamu dirumah ini, apa yang buat aku sangat membencimu dan aku memang sudah tidak mencintaimu lagi. Kamu mau tahu kenapa sebabnya, haa kamu kamu tahu ." ucap Dion sambil mencengkeram dagu Vina dengan sangat kuat, membuat Vina meronta kesakitan tapi Dion tidak melepaskan Vina dan berkata lagi,
"Semua itu ada pada diri kamu !!. Aku menyesal telah menikahi kamu dan itu merupakan kesalahan terbesar dalam hidup aku susah menikah dengan wanita pembawa sial seperti kamu !, wanita bodoh seperti kamu !. Aku memang sudah mencintai wanita lain yang jauh lebih baik dari kamu dan aku sangat mencintainya, dalam waktu dekat aku akan menikahinya, puas kamu!! ." ucap Dion lalu melepaskan Vina dan pergi keluar kamar, tinggallah Vina seorang diri didalam kamar.
Tubuh Vina seketika jatuh tersungkur dilantai, badanya terasa lemas dadanya sulit bernafas. Bagaikan disambar petir disiang bolong saat Vina mendengar pengakuan Dion. Hati Vina sakit sungguh sakit bagai ditusuk ribuan pisau dan disiram lagi dengan air garam.
Lidahnya keluh sampai tidak mampuh berkata kata. Sakit hati yang Vina rasakan saat ini tidak bisa digambarkan dengan apapun.
Vina berteriak dan menangis sejadi jadinya, meratapi betapa malang dirinya mendapatkan penghiantan dari suami tercinta.
Vina menangis selama berjam jam sampai air matanya kering.
Dari luar kamar ibu Mega dan pak Angga mendengar semua apa yang terjadi diantara anak dan menantunya. Tapi mereka tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga anak dan menantunya.
Yang jelas mereka merasa sedih melihat apa yang terjadi pada rumah tangga anaknya.
Aq mampir nih, Kak