NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Kalila

Kisah Cinta Kalila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama
Popularitas:211.4k
Nilai: 5
Nama Author: septriani wulandari

Kalila gadis yang terlahir cantik dan lugu. Ia memutuskan untuk mengubah dan tidak memikirkan penampilan lagi sejak ia mengalami patah hati pada saat SMP. Kisah cinta pertama yang membawa dampak keterpurukan dalam hidupnya.

Suatu hari Kalila bertemu dengan seorang pria yang merupakan guru baru di sekolahnya. Ia tidak menyangka luka lama yang dipendamnya kembali bangkit hingga menyisakan rasa sakit.

Mungkinkah Kalila mampu kembali melewati hari-harinya seperti dulu? Ataukah rasa sakit itu akan terus membelenggu hidupnya?

Follow IG Author yuk
@Septriani_wulan15

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septriani wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Lagi-lagi Kalila

Bab 12 Lagi-lagi Kalila

Mengingat perkataan ibunya membuat Kalila berkali-kali tertawa sendiri, sehingga membuat Hesti binggung melihat sahabatanya.

“La, lo lagi jatuh cinta ya? Sama siapa? Kok enggak cerita-cerita sama gue?” Kalila makin tertawa dengan pertanyaan Hesti dan memeluknya.

“Hes, kalau gue bilang gue jatuh cinta sama lo, lo bakal percaya enggak?” mendengar itu Hesti langsung melepas pelukan Kalila. Seluruh tubuhnya merinding dan menatap Kalila dengan serius.

“La, lo lesbi?” Kalila tertawa lepas dengan tanggapan Hesti. Ternyata benar, karena dia tidak pernah dekat dengan cowok, orang bisa berpikiran kalau dia benar-benar lesbi. Hesti masih serius memandang Kalila berharap jawaban darinya.

“Ya kali gue Lesbi, hahaha. Lo sama Mami sama-sama nyangka gue lesbi beneran, Astaga perut gue sakit, hahaha.”

“Ya terus kenapa lo bilang suka sama gue.” Hesti mendengus kesal sambil melipatkan kedua tangannya di atas dada.

“Gue pengen buktiin perkataan Mami. Mami nyangka gue itu lesbi dan gue mau tahu kalau pendapat orang tentang gue gimana. Yaaaah ... ternyata sama aja. Baru gue ngomong gitu lo langsung percaya aja, parah lu!” ucap Kalila mengacak-acak rambut Hesti sambil tertawa.

“Makanya La, terima aja tu Danes, kasian dia ngejar-ngejar lo dari kelas X, biar enggak ada yang nyangka kalau lo lesbi beneran,” ucap Hesti sambil cekikikan, tapi tidak dengan Kalila. Senyuman di bibir manisnya seketika hilang. Bukannya dia tidak menyukai Danes, tapi Danes selama ini bersikap manis bukan hanya padanya saja, tapi hampir semua wanita cantik di sekolah. Apalagi kalau dia bwrada di UKS, membanyangkan itu membuat Kalila merasa kesal.

“Dih ogah! gue suka cowok yang setia bukan tebar pesona.”

“Jadi cewek itu jangan pemilih mbak, nanti lo ga dapet-dapet jodoh,” canda Hesti.

“Jangan sok-sokan nasehatin gue, lo sendiri aja masih jomblo sampai sekarang,” ucap Kalila tertawa dan itu mendapat lirikan sinis dari Hesti.

“Gue mah sedang menjaga hati buat seseorang.”

“Gue juga!” Hesti kanget menatap Kalila. Dia penasaran siapa cowok yang membuat Kalila berucap seperti itu. Saat Hesti meminta penjelasan, Akbar sudah masuk ke dalam kelas membuat dia gagal mencari tahu lelaki yang bisa membuat Kalila menjaga hatinya.

“Lo punya hutang sama gue!” lirih Hesti, Kalila hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.

Seperti biasa semua siswa akan berdiri menyapa guru yang masuk. Kalila sebenarnya sangat malas dengan jam pertama adalah pelajaran ekonomi. Bukan pelajarannya, tapi dia tidak mau bertemu dengan Akbar. Karena kalau selalu bertemu dengannya, Kalila takut hatinya seperti dulu lagi.

“Kalila, bisa kamu mengerjakan soal ini di depan?” titah Akbar. Sejak tadi Akbar memperhatikan Kalila yang hanya sibuk menggambar di bukunya dan tidak memperhatikan Akbar menerangkan materi.

Kalila membuang napas kasar, berdiri dan berjalan ke depan mengambil spidol yang ada di tangannya sambil melirik tajam ke arah Akbar. Akbar yang melihatnya hanya melemparkan senyuman. Kalila mulai menyelesaikan soal yang menurut dia ini sangat gampang. Untuk masalah perhitungan Kalila nomor satu. Tidak butuh waktu lama Kalila menyelesaikan soal menghitung laba dan kerugian yang ada di papan tulis.

‘Kamu masih cerdas seperti dulu,’ gumam Akbar.

Setelah menyelesaikan semua soal dengan mudah, Kalila memberikan spidol pada Aknar dan kembali duduk di bangkunya. Suara tepukan tangan pun menghiasi kelas, karena Kalila d3ngan cepat menyelesaikannya.

‘Selalu gue saja yang menjadi sasaran!’ gumam Kalila kesal.

“Oke, kalian semua bisa melihat contoh soal yang ada di papan tulis ya! Dan buat Kalila nanti temui saya di kantor saat jam istirahat ya! Selamat siang!” Akbar pun meninggalkan kelas setelah para siswa menjawab salam darinya.

Lagi-lagi nama Kalila yang disebut oleh Akbar membuat para murid perempuan merasa iri, tapi tidak dengannya. Semenjak munculnya Akbar si sekolah dia, Kalila merasa gerak-geriknya selalu diawasi olehnya. Jam istirahat pun berbunyi, Kalila bergegas ke kantor agar segera beres urusan dengan gurunya itu.

“Permisi, Pak! Ada apa ya bapak panggil saya?” tanya Kalila saat dia sudah berada di ruang guru menghadap dengan Akbar yang juga baru saja tiba di sana.

Akbar langsung melemparkan senyuman dan memberikan laporan nilai pada Kalila. Kalila mengerutkan keningnya tidak mengerti ada apa dengan nilai-nilainya selama ini.

“Kamu bisa lihat! Nilai kamu turun dan otu mempengaruhi kamu untuk mendapatkan jalur SNMPTN. Bapak harap kamu mengurangi hal-hal yang kurang penting seperti pacaran atau yang lainnya.” Kalila mengerutkan keningnya saat melihat nilai-nilai yanga da di kertas itu, yang menurutnya tidak begitu banyak mengalami penurunan.

Sebenarnya Kalila ingin sekali membantah apa yang diucapkan Akbar padanya tadi. Tapi, dia sudah tidak mau berurusan dengan Akbar dan hanya diam mengangguk mendengar semua yang Akbar katakan.

“Kamu paham yang saya maksud?” tanya Akbar dan Kalilan hanya mengangguk sambil tertunduk, tidak sama sekali melihat dirinya.

“Pak Akbar, ini saya membawakan bekal hasil masakan saya sendiri loh,” ucap Gendis yang baru saja datang membawa bingkisan di tangannya. Kalila menatap sinis ke arah Gendis, karena menurutnya apa yang dilakukan Gendis terlalu berlebihan.

“Kalau begitu saya pamit ya, Pak!” Kalila langsung izin untuk keluar ruangan. Sebelum Akbar menjawabnya Kalila, dia sudah pergi. Saat hendak Akbar menyusul Kalila, dengan cepat Gendis menariknya duduk kembali agar menikmatik makan siang bersama. Sebenarnya masih ada satu hal lagi yang akan Akbar katakan pada Kalila, tapi semua gagal, karena Gendis yang sejak tadi memaksanya untuk makan bersama.

Akbar terpaksa harus memakan makanan yang dibawa oleh Gendis, karena dia tipikal orang yang tidak bisa menolak siapapun yang meminta tolong atau memberikan apapun padanya.

“Pak Akbar!” ucap Sarah kaget saat melihat dia bersama Gendis makan bersama, pasalnya dia juga membawa bekal makanan juga untuk diberikannya pada Akbar.

~Bersambung~

1
Mommy JK 💜
Luar biasa
Susiwisnu
lanjut dooong
M. Namikaze
Desi apa Nurma?
M. Namikaze
seketika jadi mobil
M. Namikaze
masih lanjut g ini ka?
M. Namikaze: hampir setahun lho,, ada apakah ??
total 2 replies
Meili Wardiani
semangat kk akhirnya up
Heri Hidayat
akhirnya up juga.... seneng nya aq Thor
Wati_esha
Apa Nurma sedang berfirasat?
Wati_esha
Kalila begitu pengertian.
Wati_esha
Alaric .. masih ragu karena faktor umur.
Wati_esha
Apa yang akan Alaric katakan pada Akbar ya?
Wati_esha
Hmm Alaric ketahuan deh kalau membantu Akbar. 😉
Wati_esha
Akbar terlalu emosional.
adning iza
terima ksih thoorrr untuk up nya smoga sllu up smp end ya thoorrr
atteu
lupa lagi thor ceritanya
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: yuk baca lagi yuk...
author juga lanjut nulis baca lagi dr awal 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nuraisyah Syarifudin
trims thor udah up aku menunggu lama mudah2an jangan lama lagi
👸ᴿᵃᵗᵘ ᴹⁱᶜⁱⁿ 🤴: aku terharuuuu 😭😭😭😭
kirain udah ga ada yang mau baca 😭😭😭
total 1 replies
Mommy 2 R
suka
Nivia Olive
Kalo dah tamat dah baru baca biar ga kelamaan nunggu ✌️😊
Kusreni Amalo
kapan update lagi??
Nuraisyah Syarifudin
kapan up lagi udah lama thor kangen ama kalila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!