IG : Srt_tika92
Briano Al Nugroho pria tampan yg dingin dengan semua wanita, menganggap dirinya tidak membutuhkan yg namanya cinta. kehidupannya berubah seketika bertemu dengan Jiandra Aurora Mahess, gadis cantik, ceria nan manja. berbeda jauh dg kepribadian Brian yg dingin, tegas, tidak suka membuang2 waktu. Mereka bertemu ketika Kapten Brian yg sedang bertugas. gimana kelanjutannya??? apakah Jia dapat menaklukan hati Brian??f
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malu
Di dalam kamar Jia mondar mandir tidak jelas mengutuki dirinya sendiri.
Jia kenapa kau ini ceroboh sekali, dia itu Brian bukan papah,juga bukan ka Valent. dimana rasa malumu Jia???
Jia semakin larut dalam pikirannya
"*apa aku baru saja menyatakan cinta pada seorang pria?? "
" aduhhh..... aku benar2 sudah gila! "
" bagaimana ini? aku malu sekali"
" apa aku baru saja berciuman*??? "
Jia berdialog sendiri dengan hatinya, dia merasa malu apa yang sudah ia perbuat. Jia tidak bisa menghilangkan sifat manjanya membuat lupa diri bahwa yang ia hadapi adalah Brian bukan papahnya dan kak Valent.
Rasa yang campur aduk yang kini berada di hati Jia, dia sangat senang mengingat kejadian ketika mereka berciuman tetapi dia juga sangat malu.
" apa dia resmi menjadi kekasihku? apa kita berpacaran? " dialog Jia disertai senyuman dan berguling2 di atas kasur, antara dia senang dan malu, rasa itu bercampur tak karuan di hati Jia.
Hal ini memang baru pertama kali Jia alami. Banyak pria yang mengejarnya tetapi tidak satupun yang membuat Jia tertarik.
Bahkan pacar pertama Jia, dia tak mengalami seperti ini dengan pacar pertamanya, mungkin karena dia dulu terpaksa menerimanya hanya karena dia sahabatnya dan nyaman berada di dekatnya. Tapi sama sekali tidak membuat jantungnya bergetar seperti yang kali ini ia rasakan.
Karena terlalu malu Jia tidak mau bertemu apa lagi bertatap muka dengan Brian.
" tapi aku sangat lapar" gumamnya.
Pelan-pelan dia membuka pintu kamar dan mengeluarkan kepalanya sedikit lalu menolehkan kekanan dan kekiri mencari keberadaan seseorang
" sepertinya dia tidak ada" lirihnya dan melanjutkan langkah menuju dapur.
" ehemmm... kamu mencari apa? " tanya Brian yang sedari tadi duduk dan melihat tingkah Jia.
degggg....
suara itu menghentikan langkah Jia
Tanpa menjawab, tanpa menoleh ke arah suara tersebut Jia berlari kecil menuju kamar dan kembali menutupnya rapat. di dalam kamar Jia bersender di pintu yang baru saja ia tutup.
" huhhhh... kenapa dia ada dirumah? sepertinya tadi aku tidak melihatnya" lirihnya sambil mengelus dada yang merasa jantungnya ingin copot.
Brian tersenyum melihat tingkahlaku jia.
" Hai gadis manja..ada apa denganmu?"
" apa kamu tidak lapar? "
" apa kamu tidak mau melihat kekasihmu yang tampan ini?" Brian menggoda Jia
Jia yang mendengar perkataan Brian hanya membisu tak ingin menjawabnya.
Brian mengetuk pintu kamar dan membawa makanan untuk Jia. Brian tahu kalo Jia merasa malu menemui dirinya.
" ini makan malammu, buka pintunya, apa kamu tidak lapar? " tanya Brian sambil mengetuk pintu
Karena tidak ada jawaban sama sekali
" ya sudah aku taro makananmu di depan pintu" Brian meletakan makanannya dan sesekali membuat bunyi kaki melangkah.
" apa dia sudah pergi" gumamnya sambil mengecek suara di balik pintu kamar. " sepertinya dia sudah tidak ada"
ceklekkk.. pintu terbuka
deggggg.....
Jia melihat sosok orang yang tak ingin ditemui berdiri tegak di depan pintu.
dengan secepat kilat Jia menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
" ada apa denganmu? " tanya Brian.
Jia hanya menggeleng dan tetap menutupi wajahnya yang mulai merah merona.
Brian mendekati Jia perlahan sehingga tidak ada jarak diantaranya dan berbisik " tidak usah malu denganku, ayo makanlah"
Jia hanya mendengarkannya tak menggubris bahkan tidak berani menatapnya hanya menunduk menyembunyikan wajah kemudian mengambil makanannya dan kembali kekamar mengunci diri.
" jangan lupa istirahat yang cukup" sautnya dari luar kamar sambil menggelengkan kepala dan tersenyum.
*****
Mirra dan Jody masih mencari keberadaan anaknya, Mirra yang masih mengurung diri di kamar membuat kesehatannya menjadi terganggu.
" mah.. sebaiknya mama makan dan jaga kesehatan mama, Valent janji mah akan menemukan Jia"
Mirra hanya menangis tak mendengarkan perkataan Valent. melihat keadaan mirra Valent merasa sedih " dimana kamu Jia? kami sangat merindukanmu? " gumam Valent.
" Jia.. Jia..anak mama kamu dimana nak" lirih mirra sambil menangis.
" mah yang sabar ya mah, pasti Jia ketemu kok" ucap Tiara sambil mengelus pundak mamahnya.
" semoga saja gk ketemu" batin Tiara.
******
*flashback
hari itu ketika Brian pergi ke desa, Brian menghubungi atasannya dan memberitahu bahwa seorang gadis terdampar di tepi pantai dan sekarang berada di perbatasan tempat mereka bertugas dan meminta bantuan agar menghubungi keluarganya. tidak lupa dia memberi info Nama dari gadis itu **Jiandra Aurora Mahess**. namanya di ingat Brian ketika menerima amplop putih dari Renata*.
hi guy's jangan lupa untuk likenya biar author lebih semangat lagi..