NovelToon NovelToon
Pelayanku, Asha

Pelayanku, Asha

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:53.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lisa

Karena ingin dapat uang yang banyak tanpa ribet dengan keharusan punya keterampilan khusus, Asha akhirnya mau jadi tukang cuci pada sebuah keluarga kaya. Padahal dia punya ijazah SMA yang memungkinkan dia punya pekerjaan yang lebih baik dari sekedar tukang cuci.

Banyak kejadian yang terjadi selama dia menyembunyikan pekerjaan dari orangtuanya yang ada di kampung. Juga harus tetap cool saat ada teror menggemaskan dan nakal dari Arga, tuan muda di rumah majikan yang sedang patah hati karena tunangannya berselingkuh. Apalagi teror ciuman sesaat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12 Sedang ingin?

Bibir Asha masih merasakan kebekuan. Gadis ini jadi tidak berani menggerakkan bibirnya. Hanya gigi dalam yang berkali-kali bergerak untuk menggeram kesal. Matanya mengerjap-ngerjap tanda keterkejutan yang sangat.

"Ambilkan aku air dingin," pinta Arga tiba-tiba.

Ini membuat Asha kaget dan membuat bibirnya bersentuhan. Jadi Asha kembali bisa merasakan bibirnya yang sudah tersentuh oleh bibir Arga. Memang terasa manis. Karena hendak pulang tadi Asha meminum jus alpukat dengan taburan cokelat milo kesukaannya. Mungkin rasa manis berasal dari itu. Makanya bibir Arga mengucapkan rasa manis saat selesai 'mencuri' bibir Asha.

Tanpa ada pembahasan soal apa yang di lakukannya barusan. Dia bersikap seperti tidak ada kejadian yang perlu dirisaukan. Asha menggeram dalam hati. Merutuki tuan muda yang tidak tahu tata krama itu.

Aaghhhh!!!

Asha sangat kesal lalu menuju ke lemari es untuk mengambil air pesanan tuannya. Asha mengambil botol air di dalam kulkas di sebelahnya. Dan menghampiri Arga untuk memberikan botol air. Kebiasaan Arga adalah meminum air dingin dari botol langsung tanpa menuangnya di gelas terlebih dahulu.

"Diam di sana. Jangan kemana-mana." perintah Arga lagi menunjuk ke tempat cuci piring. Asha mendengus dalam hati.

Ciuman? Walaupun sekejap, sebentar dan sekilas, bukankah tadi pantas di sebut ciuman. Bukankah bibir lelaki itu sudah menempel lembut di bibir Asha. Sentuhan bibir tuan mudanya itu masih terasa menempel di atas kulit bibirnya.

Tadi, Arga memakan mie dengan pikirannya yang melanglang buana ke pikiran-pikiran yang tidak karuan. Bukan hanya Asha, sesungguhnya Arga juga terkejut dengan apa yang di lakukannya. Dia tidak menyangka tubuhnya bergerak tidak sesuai dengan hatinya.

Tapi sebagai tuan muda, dia harus bersikap tenang dan cool. Bagaimana bisa dia harus bertingkah panik saat sudah melakukan itu kepada pelayan yang berdiri di sana. Mata Arga melirik. Mencuri pandang melihat respon apa yang akan di tunjukkan gadis itu.

Gawat, aku kebablasan. Aku menciumnya tanpa sadar. Gila! Aku jadi gila! Gara-gara Chelsea aku juga jadi gila! Tapi dia terlihat manis malam ini. Dia membuatku tergugah. Sesaat tadi bayangan Chelsea hilang saat aku melihat dia. Aku jadi lebih ingin mendekatinya, daripada mengingat tubuh molek Chelsea. Oh, tidak!

Arga melirik ke arah Asha yang berdiri tak jauh darinya. Dia bersandar di tembok dekat tempat mencuci piring. Mukanya menunduk. Dan Arga yakin itu bukan takut. Itu marah. Itu adalah marah yang tertahan.

Ih, apaan itu. Mencium ku? Kurang ajar banget. Kalau boleh, aku hajar kau wahai yang mulia. Jangan karena bayar mahal kau bisa seenaknya sama pegawai mu. Bodoh! Bodoh! Bukankah seharusnya aku berciuman dengan lelaki yang aku cintai dan atas dasar saling cinta? Ini ciuman pertamaku!

Asha hampir saja meneteskan air mata karena sangat kesal.

Makan sudah selesai. Arga meneguk air dan memasukkan potongan apel ke dalam mulutnya. Mengunyah sambil memperhatikan Asha. Arga masih ingin melihat respon pelayan itu selanjutnya. Sambil membawa nampan dia mendekati tempat cuci piring.

Melihat Arga mendekat, Asha mengambil nampan dari tangan tuannya. Bermaksud membersihkannya dan merasa seharusnya dia yang membawa nampan itu ke tempat cuci piring, tapi saat Asha mengambilnya Arga malah mempererat pegangannya.

Kenapa sih Tuan ini. Kalau mau cuci piring sendiri tidak usah menyuruhku menunggu di sini. Jadi aku bisa kembali ke kamar dan tidur. Iya kalau bisa tidur. Gara-gara apa yang kau lakukan tadi. Sepertinya aku akan tidur dengan menanggung rasa marah.

Asha memilih diam tak jadi mengambil nampan daripada harus berebut dengan majikannya.

Arga mulai melonggarkan pegangannya dari nampan dan mulai menyerahkan. Asha masih diam ragu untuk menerima. Mungkin saja dia masih saja mempermainkannya. Sepertinya kali ini Arga ingin menyerahkan nampan berisi mangkok kotor itu. Asha akhirnya menerimanya lalu meletakkan ke dalam tempat cuci. Kemudian mencuci mangkok itu.

"Kenapa kamu diam saja dengan ciuman tadi?" tanya Arga tanpa rasa malu. Raut mukanya biasa saja. Padahal Asha sudah merasa panas dan sedikit memerah. Sudah kesal, sebal, marah, dan merasa terinjak harga dirinya.

"Itu sebuah kesalahan," jawab Asha datar.

"Kalau begitu kenapa tidak marah?"

Aku pengen marah, dasar Tuan muda sialan. Aku ingin menendangmu. Ingin menghajarmu sampai kamu babak belur.

"Apa pantas saya marah kepada anda, Tuan Muda?" Kali ini Asha mengangkat wajahnya. Memutar tubuhnya untuk menatap dengan berani tuan muda di depannya. Dia tidak ingin di rendahkan lagi hanya karena dia adalah pelayan di rumah ini.

"Kau bilang itu kesalahan. Jadi wajar kan kalau kau marah."

Asha mengepalkan tangannya dengan mata menatap lurus. Arga melirik tangan itu.

Dia marah. desis Arga di dalam hati.

"Kalau anda sedang ingin berciuman dengan nona Chelsea, tolong .. jangan lampiaskan ke saya. Silahkan anda cari nona Chelsea dan lampiaskan saja semuanya." Kalimatnya tidak terlalu panjang. Bicaranya juga tidak terlalu keras karena Asha mencoba menahan amarah. Namun itu sangat mengena di telinga Arga. Deru nafas Asha naik turun karena marah.

Arga tersenyum dan semakin mendekat ke Asha. Ini di luar dugaan. Asha tidak bisa kemana mana karena kedua tangan Arga mengunci tubuh Asha agar tidak bisa ke kanan atau pun kiri.

"Aku tidak mencium mu karena Chelsea, tapi karena memang ingin mencium mu. Dan teruslah bicara dingin seperti itu. Karena itu membuatku tertarik untuk mendekatimu." Arga mengatakannya dengan lembut di telinga Asha. Sekujur tubuh Asha bergetar. Dadanya bergemuruh. Detak jantungnya tak beraturan. "Cepat cuci tangan mu dan tidur." Arga melihat tangan Asha yang masih penuh dengan busa sabun pencuci piring. Lalu melepaskan tangannya yang mengunci gerakan Asha. Setelah terbebas Asha mencuci tangannya dan pergi menuju kamarnya tanpa pamit.

Hhh ... Aku sudah tidak waras. Aku gila! Kenapa aku sengaja memancingnya? Bahkan tadi Asha sudah diam dan bungkam. Dia tidak membahas soal ciuman itu sama sekali, tapi aku mulai terusik untuk mempertanyakannya.

Entah bagaimana awalnya, Arga merasa terusik saat gadis pelayan itu ternyata bisa diam dengan emosi memuncak. Jadi dia ingin lebih bersenang-senang lagi.

Arga tidak mengira Asha bisa bersikap tenang saja padahal dia sudah memperlakukannya kurang ajar tadi. Ya ... Arga tergugah untuk mengganggu dan menggodanya.

1
Sari Purnama
😍park seo joon oppa..syukaaaa
Gustein Arifin👑
cediiiiiihhhhh 😩😩😭😭😭
Dewi Purbowati
sudah ke 3 kalixa q baca Thor
Fadillah Ahmad
Nah, sekarang, ini sudah tidak relevan lagi kak, Sekarang berdasarkan berat badan.

Kalau minum air putih 8 gelas sehari, itu sama saja kekurangan Cairan. Kalau misalnya nih, kita haus, terus jatah minum air putih sudah 8 gelelas, terus gimana? sementara kita haus nih 😁

Jadi lebih baik Minum Air putih sesuai kebutuhan tubuh saja kak, jika haus minum. Udah gitu Saja sih 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ah, Seharusnya ksmu banting saja semua yang ada di dalam Ruangan itu Arga. Untuk meluapkan emosi. Biar istrimu itu tidak melewati batas. Apapun itu, itu nggk bisa di terima. Kalsu aku mah, sudah mengamuk itu. Aku nggk terima, istriku sama pria lain! enak aja dia! 🤬
Fadillah Ahmad
Iyalah, memang mau di harapkan apalagi? Menikah? Ya Nggk mungkin lah, di usia 17, 18 itu mengharapkan seperti itu. Nah Kalau Sudah 21 Tahun Keatas Baru, tidak masalah, mengharapkan Sebuah Pernikahan. Sah-sah saja itu mah, Asha. 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ini benar ini, Kadang, orang masih menyebut "Susu Kenat Manis" Sebagai Susu. Sesungguhnya, "Susu Kenatal Manis" itu di boleh di sebut "Susu" Karena lebih banyak gulanya, di bandingkan yang lainnya. Jadi tidak tepat, jika, "Susu Kental Manis" di sebut "Susu" itu tidak boleh.

Sekarang, hanya boleh di Sebut "Kental Manis" saja. Tantapa embel-embel kata "Susu" di dalamnya. ini benar nih. 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad
Nah Ini, "Perjalanan Bisnis" Asha sebagai Istri Arga, juga harus siap kapan saja, mendampingi Suaminya dalam perjalanan Bisnis. Baik itu Keluar Kota, ataupun Keluar Negri. Karna Asha adalah Istri CEO, jadi harus menemani Arga, melakukan Perjalanan Bisnis. 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Betul, padahal suaminya CEO dari Perusahaan Besar, tapi istrinya malah Suka yang murah. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Cerita Sederhana ini, yang bikin Kangen. 😁😁😁 Ke pasar tradisional, juga masuk dalam cerita 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Aduh Arga... Masa Sih, Seorang CEO Dari Hendarto Group, nggk bisa mencuci perabotan memasak? itu pekerjaan yang tidak sulit, jika di lalukan dari hati. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak, Adain dong Cerita Anaknya Arga ❤️ Asha kak 🙏🙏🙏 Aku kangen mereka kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Kau Harus berterima Kasih dengan Asha, Evam. Katena Asha... Mantan Pelayan Arga itulah, Arga bisa melupakan istrimu. Dan Akhirnya Arga mencintai Istrinya Asha. Ya ampun, kenapa ya... Rasanya berat sekali, ingin mengakhiri Novel ini? Bagi aku, Ceritanya sangat mendalam. Sangat mengena di hati. Aku merasa berada di dalam cerita ini. Seperti di tarik masuk. dan akhirnya, tenggelam dalam kisah ini. Semoga, novel ini Bisa di buatkan WebSeriesnya 🙏🙏🙏😁 Aamiin. Aku ingin melihat Arga ❤️ Asha, dalam betuk Visual. Semoga Pihak NovelToon, memilih cerita ini, untuk di jadikan WebSeries 🙏🙏🙏😁
Fadillah Ahmad
Cie, sekarang, Asha sudah Menjadi Nyonya Arga Hendarto tuh, dan Sudah hamil pula... Hah, yah meskipun penuh lika-liku. Mengingat Kanu adalah Pelayan dulunya. Meskipun mendapatkan Cemo'ohan daei tentangga, di karenakan kamu yang dulu hanya seorang pelayan. Dan Berubah Setatus Menjadi Nyonya Arga Hendarto. Mungkin mereka kepo kali ya? dengan dongeng Cinderella. Seorang Pelayan, bisa menjadi istri majikannya. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Kak, Apakah Cerita Anaknya Asha dan Arga tidak ada kah kak? Rasanya, aku nggk rela menamatkan cerita ini dengan cepat 😭😭😭 Terlalu berkesan.
Fadillah Ahmad
Ceritanya Sederhana, tapi Berkesan. Menancap di hati Pembaca. Konfliknya juga tidak berat. bukan soal poligami juga. Coxok untuk rileks dari kerasnya hidup. 😁
Fadillah Ahmad
Itulah, Sudah dari Zaman nenek moyang, perkataan itu ada, Wanita itu harus bisa memasak, meskipun Wanita itu bekerja. Tetap harus bisa memasak, untuk anak dan susmi sendiri. Ini pelajaran ni. 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Bapak ini gimana sih? emang kalu ingin pamit sama istri sendiri haru pengantin Baru aja? emang kslsu pengantin lama, nggk boleh apa, pamit sama iatri sendiri? Aneh nih Bapak. 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Karena Bekas Pelayannya dulu. Perih Sekali rasanya nggk di akui. 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kenapa Rasanya Perih Ya, Ketika Asha tidak malu mengajui, Bahw Nyonya Wardah, juga ibunya. Padahal Nyonya Wardah Sangat malu mengakui Ash, sebagai menantunya. Perih Rasanya. 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!