Berawal dari kesedihan yang merubah andin memilih menjadi dingin dan jahat..
tidak ada yang tau jika saat ini andin memiliki sakit, sakit yang dideritanya sejak kecil. sehingga dirinya nekat berbuat apapun demi menyembuhkan penyakit dan mendapatkan kepuasannya. semua dilakukan andin tidak hanya sendiri melainkan ada seseorang yang berada dibelakangnya, demi membalaskan dendam itu andin rela bermain hati dengan roy kakaknya, namun entah bagaimana kelanjutannya. kalian bisa langsung membacanya dan menikmati ceritanya..
jangan skip setiap chapter, kasih autor semangat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vilovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 11
Andin memang dapat mengabaikan roy saat didepan pintu, namun dirinya tidak bisa mengabaikan sekumpulan orang yang berada diruang tamu andinpun mulai berhenti berjalan diikuti fely yang berada disampingnya
Wira: “sayang bisa kita bicara?”
Andin tersenyum miring saat ayahnya dengan tidak sabar ingin segera berbicara dengnnya
melihat senyum mengerikan dari andin wira mulai berdiri untuk mendekat kearah andin, dirinya mulai duduk bersimpuh lutut dihadapan andin mencoba memeluk andin yang masih terdiam dengan arah pandang kedepan
“Ayah minta maaf..”
“Mereka adalah istri sah ayah dan kedua anak kandung ayah” wira yang mulai menjelaskan
Sedangkan arah pandang fely tertuju pada seorang anak pria yang sedang berada disamping seorang wanita
“Boy..” ucap fely yang mulai menatap boy
Seorang wanita mulai mendekat kearah andin dirinya ingin memperkenalkan dirinya sendiri, karna melihat andin yang tanpa ekspresi saat ini
“Hai andin,, saya lina.. anggelina, mereka anak saya yang dibelakang kamu saat ini adalah roy dan yang sedang berdiri bersama om kamu itu boy, pasti kalian sudah kenal boy kan” jelas lina yang masih tidak direspon oleh andin
“Dia kakak kelas kamu kan? Dia sering cerita tentang kamu” tambah lina
Memang tidak ada respon dari andin, namun fely tau banyak dengan andin.. fely mulai menatap andin yang mulai mengepalkan tangannya, fey terus memperhatikan pergerakan andin sampai andin bergerak mengambil sesuatu disakunya
Secara tiba-tiba fely memegang salah satu tangan andin yang berada disaku
“Om menghindar om..” teriak fely yang membuat semua yang berada disana kaget termaksud wira yang sudah melepaskan pelukannya pada andin
Fely menarik salah satu tangan andin dari dalam saku, andin sudah menggenggam pisau lipat yang dia berikan. fely mulai mengambil dan membuangnya
“Andin.. apa-apaan kamu ini, kamu mau melukai ayah?” tanya wira yang mulai berdiri
“Bukan untuk melukai.. tapi membunuh kamu..” ucap andin dengan nada yang tidak kalah keras
Plak..
Mereka yang melihat itu saling berteriak
“mas wira..
“kak..
“ayah..
“om..
Teriak mereka bersamaan
Wira yang merasa bersalah mulai menatap tangannya “andin maafkan ayah..
Andin memegang pipinya yang ditampar oleh sang ayah yang ternyata mengelurakan darah dari ujung bibirnya.. Mereka yang melihat darah itu pun mulai berjalan mendekati andin terutama johan
Tak ada perkataan dari andin, dirinya mulai berlari pergi menuju kamar.. kejadian itu lagi-lagi didengar oleh semua para pelayan maupun pembantu, semua para pelayan dan juga pembantu yang berada dirumah itu mulai menitikkan air mata untuk nona kecil mereka
Andin yang sudah berada didalam kamar sudah mengunci kamarnya, dirinya mulai mengambil barang-barang yang berada dikamar itu dan mulai membantingnya
Tok tok tok..
Ketukan pintu yang terus menerus terdengar dari balik pintu, yah.. mereka yang berada diruang tamu ikut mengejar andin yang saat ini sudah berada didalam kamarnya
Tak ada tanda-tanda pintu akan terbuka, johanpun mulai berjalan pergi untuk mengambil kunci cadangan, namun..
Dor..
Suara tembakan yang berasal dari dalam kamar andin membuat johan menghentikan langkahnya, sedangkan semua orang yang berada didepan pintu mulai kaget dengan suara itu termaksud fely sahabatnya
‘mampus.. andin lo buat gue mati kali ini, gue pinjemin benda itu buat lo ngadepin musuh, bukan buat nakut-nakutin keluarga lo’ batin fely
Mereka yang berada disana mulai takut andin menembakkan peluru pada dirinya sendiri, namun berbeda dengan pemikiran fely, yang yakin jika sahabatnya tidak akan senekat itu karena dirinya masih mengingat perkataan andin yang..
Flashback
Fely: “gue cumang takut diposisi lo yang depresi saat ini kalo ga gue awasin takutnya lo bunuh diri terjun dari balkon” tambah fely yang memang perkataannya berasal dari fikirannya saat ini
Andin: “gue ga sebodoh itu fel” andin yang menimpali perkataan fely,, “aku masih penasaran dengan masa depanku, apalagi cobaanku yang akan aku hadapi sendiri tanpa bunda” tambah andin, yang dianggukkan fely
Flashback off
novel "Coming Between CEO and Mafia" edisi lanjutan dari Mencintai Sang Adik sudah hadir nih, pliss jangan sampai ketinggalan ya..
dijamin lebih seru!!
dukung autor yes.. komen next disetiap episode!!
keren ceritanya, Semangat
semangat autor😊
Ini aku berkunjung kedalam novel kakak yang keren banget...bangettt...dan bagus....bangettt bangettt
..
JUGA tidak lupa aku membawa Hadiah Terindah buat kakak,Adalah Like banyak....Rate.....banyak...banget... dan fav fav..
Yuk..yukk kakak berkunjung ke Novelaku juga "Story Cinta Starla" yaaa...yukk saling memberi semangatt...
Sekali lagi ku Ucapkan sebanyak...banyak...
MAKASIH...MAKASIH...
MAKASIH....BANYAK.....
.KAKAKKKKKKK
lanjut tor