NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Anak Genius
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Emily terpaksa menjadi pengantin dari Leon Anderson yang merupakan seorang mafia lumpuh menggantikan sang kakak yang kabur menjelang hari bahagia. Pernikahan mereka juga terjadi karena orang tuanya Emily memiliki utang besar kepada Leon dan Emily juga tak tau jika dirinya hanya seorang anak angkat. Seiring berjalannya waktu, cinta mereka pun tumbuh dan Emily mengandung. Namun, sebuah insiden memisahkan keduanya.

Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu tetapi semua telah berubah. Emily tak mengingat kejadian yang lalu. Akankah keduanya bersatu lagi merawat dan membesarkan buah hati mereka? Atau keduanya memilih jalan hidup masing-masing dengan orang berbeda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Matahari belum terbit, pintu kamar terbuka. Emily yang tertidur di atas ranjang terbangun dan duduk.

Beberapa orang pelayan wanita masuk dengan senyuman tipis sebagai tanda penghormatan. Mereka membawa nampan berisi barang-barang keperluan wanita.

"Nona, bersiaplah. Sebentar lagi Nona akan menikah!" ucap seorang pelayan wanita yang berdiri tepat di samping ranjang.

"Apa?" Emily begitu terkejut mendengarnya.

"Ya. Nona Emily dipilih menjadi pengantin pengganti Tuan Leon," kata wanita itu lagi.

"Aku tidak mau!" Emily menolak dengan suara tinggi.

"Nona, tidak ada pilihan lain. Apa anda mau dicambuk dan dilempar ke kandang buaya?"

Emily menggelengkan kepalanya pelan, membayangkannya saja ia sangat ketakutan.

"Maka, penuhi permintaan Tuan Leon!"

Emily diam sejenak dan berpikir, pilihan yang sangat sulit. Menikah tapi tersiksa atau menerima hukuman lalu mati dengan cepat.

"Nona, kita tidak punya waktu lagi!"

"Aku ingin bicara dengan dia!" Emily menyibak selimutnya dan turun dari ranjang.

"Tuan Leon tidak suka penolakan. Sia-sia kalau Nona menemuinya!"

Emily meneguk salivanya.

"Menikah adalah pilihan yang lebih ringan!"

"Bukankah dia mau menunggu kakakku?" tanya Emily menatap wanita yang berdiri dihadapannya terhalang dengan ranjang tidur.

"Tuan Leon tidak menyukai wanita yang sudah mempermainkan dan menolaknya, jadi dia tak mungkin menunggu kakak Nona."

Emily terdiam.

Dua orang pelayan wanita berdiri di dua sisi Emily, mereka memegang kedua tangan Emily dan membawanya ke kamar mandi.

Selang 1 jam kemudian, Emily telah selesai mandi. Kini dia mulai di rias oleh penata rias ternama dan timnya.

Di lain ruang dan waktu yang sama, Leon mengepalkan tangannya karena mengetahui bahwa Emily bukan putri kandungnya Antonio Cassano. Dia merasa benar-benar ditipu dan dipermainkan.

"Apa yang harus saya lakukan, Tuan?" Charles meminta pendapat.

"Nanti kita bicarakan lagi setelah acara pernikahan!" kata Leon.

Charles mengangguk mengiyakan.

"Dia tidak membuat masalah 'kan?" tanya Leon.

"Nona Emily sempat menolak, Tuan. Tetapi, Karina berhasil mengancamnya," jawab Charles.

"Pastikan dia jangan kabur dan mengacaukan acara yang telah aku buat!" kata Leon.

-

Tepat jam 10 pagi, Emily muncul mengenakan gaun putih tulang dengan ekor panjang. Gaun yang seharusnya dikenakan Belinda. Penampilan Emily begitu cantik dan anggun seketika membuat Leon yang sudah menunggunya sempat terpana.

Emily berdiri disamping Leon, keduanya lalu mengucapkan janji pernikahan dihadapan seorang pria yang memimpin acara sakral itu. Setelah janji diucapkan, Leon menghampiri kedua orang tuanya bersama Emily.

Ibunya Leon yang memang sangat menginginkan menantu memeluk Emily penuh kasih sayang. Ia tak pernah tau sosok calon istri putranya, baginya siapapun wanita itu dia akan menyukainya selama mencintai dan menyayangi Leon dengan tulus. "Terima kasih telah memilih Leon menjadi suamimu."

Emily hanya tersenyum tipis, matanya berkaca-kaca. Wanita paruh baya yang sedang memeluknya menaruh harapan besar kepadanya. Emily baru sehari mengenal Leon dan hari ini dirinya resmi menjadi istrinya.

Lanjut keduanya bergantian memeluk ayahnya Leon, Frans Anderson.

Selepas memberikan penghormatan kepada kedua mertuanya, Emily hendak melangkah menuju kedua orang tuanya. Namun, tangan Leon menggenggamnya menghentikan langkah kakinya Emily. Ia menoleh ke arah suaminya dan bertanya, "Ada apa?"

"Segera pulang. Kita akan makan siang bersama kedua orang tuaku," jawab Leon tanpa melihat istrinya.

"Tapi, aku belum menyapa kedua orang tuaku," kata Emily pelan.

Leon yang masih memegang tangan istrinya mencengkeramnya kuat. Emily rasanya ingin menjerit tapi ia tak mau mengundang perhatian orang-orang, ia menahan sakit dan mengangguk pelan sebagai isyarat dirinya akan mematuhi perintah suaminya.

Emily membelokkan langkah kakinya ke kanan, diikuti Leon yang kursi di dorong asisten pribadinya. Keduanya sengaja melewati pasangan suami istri Antonio dan Caroline.

Di dalam mobil menuju kediaman suaminya, Emily duduk di sampingnya dan bertanya lagi, "Kenapa Tuan melarangku menemui kedua orang tuaku?"

Leon menoleh ke arah Emily dan menjawab dengan tatapan dingin, "Aku sekarang suamimu, aku berhak atas dirimu. Jika aku melarangmu, kau cukup mematuhinya. Tak perlu banyak bertanya. Turuti saja ucapanku."

Emily pun diam.

"Selama dekat dengan orang tuaku, aku minta padamu bersikaplah seperti seorang istri sungguhan. Aku tidak mau mereka curiga jika kau hanya pengantin pengganti."

"Baiklah," ucap Emily pelan.

"Jika kau melakukan kesalahan dan membuatku marah, maka ku pastikan kau takkan dapat tidur nyenyak di kamarmu!"

Sejam kemudian, mobil membawa iring-iringan pengantin dan beberapa tamu tiba di istana milik Leon. Bangunan mewah itu hadiah ulang tahun dari kedua orang tuanya 6 tahun lalu ketika dirinya berusia 25 tahun dan baru ditempatinya sekitar 2 tahun.

Leon turun dibantu Charles dan Emily berjalan di samping suaminya. Ekor gaun terpaksa dilepas agar memudahkan Emily berjalan.

Emily duduk bersama kedua orang tuanya Leon dan beberapa sanak keluarga lainnya. Hidangan mewah dan lezat tersaji di meja yang sangat panjang.

Emily meneguk salivanya melihat aneka makanan yang belum pernah ia cicipi. Ia hanya dapat melihat dan mencium aromanya karena kedua orang tuanya melarangnya dengan berbagai alasan.

"Silahkan dinikmati!"

Suara Frans Anderson pertanda mereka mulai menikmati makanan. Emily yang duduk disamping suaminya dengan cepat mengambil sepotong ayam bakar madu dan melahapnya. Aksi Emily itu membuat Leon kesal dan mengepalkan tangannya karena sikap istrinya tak mencerminkan sosok wanita kaya yang anggun.

"Ehem.."

Deheman Leon menghentikan Emily menggigit potongan paha ayam, ia menoleh ke samping dan tersenyum lalu meletakkannya di atas piring kemudian menggerakkan pisau dan garpu secara pelan-pelan.

Rachel, ibunya Leon, hanya tersenyum melihat tingkah menantunya.

"Maaf!" lirih Emily.

"Tidak apa-apa, Emily. Ini adalah pesta kalian dan ini juga rumah milikmu. Jangan sungkan!" kata Rachel.

"Ya, kamu sekarang adalah putri kami!" sahut Frans.

"Oh, ya, di mana orang tuanya Emily? Kenapa mereka tak ke sini?" tanya Rachel sedari tadi tak melihat besannya.

"Mereka sudah pulang dan mereka tak dapat hadir menemani kita makan siang bersama karena ada urusan mendadak ke luar kota," jawab Leon berbohong, ia tak membiarkan Emily yang berbicara.

Orang tuanya Emily sengaja tak diajak, ia meminta Charles yang menyampaikan pesannya.

Begitu acara makan siang selesai, satu persatu para tamu berpamitan termasuk kedua orang tuanya Leon.

Di kamar, masih menggunakan kursi roda Leon mendekati istrinya yang terpana dengan dekorasi kamar pengantinnya. Ia menarik tangan Emily secara kasar sehingga membuat Emily memekik dan jarak dirinya dengan suaminya semakin dekat.

Leon dapat merasakan hembusan napas dan melihat kedua mata yang indah milik istrinya. "Kau tadi telah melakukan kesalahan!"

Emily mencoba melepaskan genggaman suaminya dari lengannya. "Kesalahan apa?"

Leon mendorong tubuh Emily hingga tersungkur. "Sikapmu tadi seperti pelayan yang kelaparan!"

"Maaf, aku sangat lapar!" Emily coba menjelaskan alasannya.

"Besok kau harus belajar menjadi seorang istri Leon Anderson!" kata Leon dengan wajah menahan emosi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!