NovelToon NovelToon
Twins Revenge War

Twins Revenge War

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Balas Dendam / Anak Genius / Tamat
Popularitas:510.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nagi Sanzenin

Kaoru menghabiskan malam panas dengan CEO Organisasi tempat Sang Kakak menjualnya. Tanpa diduga peristiwa di malam tersebut memberikan Kaoru anak kembar yang sangat genius.

Sakaki Akira, CEO dingin dengan tatapan mata rajawali. Pria tampan yang menguasai alam semesta, menundukkan siapa saja yang berani menatapnya, menyibak habis semua status dan menjadikan mereka rakyat jelata.

Terjadi kesalahpahaman tentang peristiwa 8 tahun lalu diantara Si Kembar dan Sang Ayah...

Si kembar akan membalas dendam Kaoru. Hancurkan Organisasi Sakaki Akira, beri hukuman terberat pada Sang Kakak yang berani menjual ibu mereka.

Perang yang sebenarnya menanti, kita hidup dalam different world, tak ada yang tak mungkin dalam dunia Paralel. Petualangan balas dendam Twins menjadi kunci penghubung antar dunia.

Dimulailah perjalanan mereka melakukan pembalasan dan mencari kebenaran...


Novel ini adalah karya pertama dan masih dalam tahap pengembangan.

Genre: Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Romance, School, Slice of Life, Thriller, Supernatural, Super power.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nagi Sanzenin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Penculikan

"Ayo! Ayo! Mana tepuk tangannya?" Suara MC pesta itu bergema di aula pesta.

Plok! Plok! Plok!

Seluruh hadirin yang ada di sana bertepuk tangan. Sang MC mempersilahkan Yuki untuk berbicara, Yuki mengambil mic dan mengucapkan kata sambutan.

"Terima kasih kepada para hadirin, tamu undangan terhormat, yang telah repot-repot datang ke pesta ulang tahun putriku tercinta, Yui Nico. Silahkan menikmati acara yang kami selenggarakan di pesta ini. Sehubungan saya sedang banyak pekerjaan, jadi hanya bisa sebentar berada disini. Mohon pada hadirin memaklumi, putri saya pun hanya bisa ada di acara awal saja. Sekarang mari kita mulai pestanya!"

Kata-kata Yuki disambut meriah dengan tepuk tangan pada tamu undangan yang hadir di aula besar itu.

Yuki kembali masuk ke balik tirai merah di aula besar itu. Dan pesta kembali ramai, ada pertunjukkan badut dan konser menyanyi, juga ada pertunjukkan barongsai. Barongsai itu bewarna ungu dan hijau (norak).

"Bagaimana ini? Rei pergi dengan Nico dan sekarang belum kembali! Pasti terjadi sesuatu pada Rei!" Pikir Rin dalam hati, merasa cemas, "Aku akan mencarinya!"

Rin lalu berkeliling di ruang aula yang sangat luas itu, mencari Rei...

"Kau berhasil menangkapnya?" Tanya Yuki pada Nico. Mereka sekarang sedang berada di kamar Nico, rumah keluarga Yui.

"Ya, papa, dan aku sudah mengikatnya." Jawab Nico sambil menunjuk Rei yang tergeletak dilantai. Nada suara Nico berbeda dari biasanya, sekarang dia menjadi sangat tegas.

"Bagus sekali..." Kata Yuki dengan sinis, "Memang mirip... Sangat mirip dengan si brengsek itu..."

Yuki menarik rambut Rei sampai wajah Rei terlihat jelas olehnya, merasakan perasaan muak mendalam ketika melihat Rei bagai pinang dibelah dua dengan Presdir Akira.

"Ayo pergi sekarang Nico, tinggalkan pesta ini dan bawa bajingan kecil ini ke dalam helikopter." Ujar Yuki, "Kita bawa dia ketempat yang lebih asik."

BRUK! Yuki melepaskan Rei dan berjalan pergi, meninggalkan kamar Nico.

"Siap!" Seru Nico, lalu menyeret Rei ke tempat parkiran helikopter.

Rin masih berkeliling aula dengan panik, tapi tidak menemukan Rei. Rin lalu berkeliling di rumah keluarga Yui, dia pergi ke taman, ke kolam, dan ke halaman belakang rumah keluarga Yui, tapi Rei tidak ada disana... Dimana...?

"Pasti didalam rumah itu!" Ujar Rin, berpikir kritis dengan alis berkerut. Dia mengeluarkan earphone berbentuk setengah bintangnya lalu menghubungi ID Rei... Rei sama sekali tidak menjawab.

Rin memutar otak, mengeluarkan jam tangan Hp-nya untuk melihat titik lokasi Rei... Tapi sayang sekali alat itu masih dalam pengembangan...

Di saat yang bersamaan, Rei sudah di bawa ke helikopter dan heli itu sudah lepas landas meninggalkan rumah keluarga Yui.

"Rei!" Seru Rin, baru saja menemukan lokasi Rei, dia ada di dalam helikopter. Tapi helikopter itu sudah lepas landas meninggalkan rumah keluarga Yui.

"Penculikan!!" Rin berteriak marah. Tanpa pikir panjang lagi, dia lalu menghubungi ayahnya, Presdir Akira.

"Papa! Keadaan darurat! Turuti saja dan jangan tanya! Rei diculik menggunakan helikopter! Razia seluruh jalur penerbangan helikopter! Panggil ratusan polisi untuk mengepung kediaman rumah Yui! Hentikan semua kegiatan lalu lintas dan penerbangan udara! Tutup semua jalur komunikasi! Tangkap semua orang yang berhubungan dengan keluarga Yui dan ringkus ke dalam penjara! Selamatkan Rei!"

Tiba-tiba telepon ditutup, bukan Rin yang menutup teleponnya. Entah Presdir Akira akan melakukannya atau tidak... Seorang CEO penguasa dunia pasti bisa mengatasi ini...

Rin bergegas pergi meninggalkan pesta ulang tahun Nico, dia berlari ke gedung persembunyian alat rahasia mereka. Rin mengganti bajunya, ia memakai jubah putih dengan kemeja biru. Di dalam jubah putih terpasang sayap lipat. Rin memakai kacamata mikro yang dirangkap topeng elang, mengambil senjata amunisi F-8, karya terbaru Rei dan Rin yang sangat jarang di pakai... Dia juga membawa alat es berbentuk mobil buatan Rei.

Rumah keluarga Yui sudah dikepung ratusan polisi dan pria berjas hitam dalam hitungan menit. Semua kegiatan di kota itu tiba-tiba berhenti. Komunikasi dimatikan, kendaraan diberhentikan, penerbangan ditunda, dan jalur helikopter juga langsung dicegat. Sang penguasa dunia mengunci segala aktivitas di negeri itu, Sakaki Akira telah bertindak!

"Tuan, navigator helikopter kita mati." Kata pilot yang mengemudikan helikopter berisi Yuki, Nico, dan Rei... Sedang dalam perjalanan menuju markas.

"Huh! Sudah kuduga akan jadi begini kalau kusentuh miliknya." Desis Yuki penuh amarah, "Tenang saja, aku sudah siapkan segalanya. Sekarang biar aku yang ganti ambil alih kemudi. Kita pakai jalur luar negeri!"

Yuki mendorong pilot ke kursi belakang. Yuki mengemudikan helikopter dengan kecepatan tinggi.

"Dia pasti sudah mengepung seluruh kediaman Yui, tentu saja komunikasi juga pasti sudah dimatikan dan jalur darat maupun udara sudah dirazia... Benar-benar orang yang merepotkan." Gerutu Yuki sambil menaikkan kecepatan helikopternya.

"Bagaimana dengan mama dan keluarga kita yang lain?" Nico bertanya pada ayahnya dari kursi belakang.

"Tenang saja, sudah ku-amankan mereka, kalau tidak pasti sudah diringkus ke dalam penjara." Jawab Yuki, dia menikung tajam helikopternya ke arah barat daya. Sehingga Nico dan Rei terhempas ke depan, dan pilot yang mengemudikan helikopter itu jatuh dari helikopter.

"WAAAAA!!" Pilot itu berteriak.

"Tidak berguna, orang seperti kau mati 10.000 orang juga tak jadi masalah!" Yuki mengabaikan pilot yang jatuh itu dan terus menaikkan kecepatan.

"Rin, dimana kau sekarang?" Presdir Akira menghubungi earphone Rin, sibuk memberikan perintah pada anak buahnya.

"Di gedung rahasia. Rei sekarang berada 452 km dari sini... Dia menuju bagian Utara provinsi Xinjiang, China." Ujar Rin, mengutak-atik laptop cadangan yang disimpan di gedung itu, "Akan kukejar..."

"Tidak, akan kuperintahkan anggota Organisasi di China untuk meringkusnya, tak perlu melibatkan diri dalam bahaya." Kata Presdir Akira, salah satu tangannya mengoperasikan woki-toki.

"Rei di sandera, kalau sembarangan mendekat Rei akan dibunuh. Kalian yang bergerak dalam jumlah yang besar sama sekali tidak efektif."

Rin mengamati titik merah yang bergerak semakin jauh dalam laptopnya, itu GPS dari jepit rambut setengah bintang Rei.

"Kau tahu posisi dan jaraknya, tapi kenapa mereka bisa membawa Rei sebelum kau menemukannya?" Presdir Akira bertanya kritis sambil memerintahkan pria berjas hitam di tempat itu membubarkan tamu undangan yang tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Yui.

"Aku tidak membawa laptopku! Jam tangan HP buatan Rei adalah alat gagal yang masih dalam pengembangan! Alat itu hanya bisa mencari lokasi dalam radius 50 meter!" Rin berseru dengan kesal.

"Kita tidak bisa buang waktu disini, helikopter itu maha karya terbaru perusahaan manufaktur industri otomotif Yukikun. Dapat bergerak dengan kecepatan 950 km/jam."

"Lapor! Ditemukan seorang mayat pria berpakaian pilot di pesisir pulau Natuna yang diperkirakan tewas 15-30 menit yang lalu. Tewas seketika karena kepalanya membentur batu karang." Tiba-tiba datang laporan dari anak buah lewat woki-toki di sebelah tangan Presdir Akira.

"Lihat? Biarkan aku pergi! Dia sangat kejam!" Seru Rin prihatin, dia memasukkan laptopnya ke dalam kantong jubahnya.

Rin memutus telepon Presdir Akira tanpa menunggu persetujuan lagi, dan melesat pergi dengan sayap lipat ciptaannya. Dulu sudah dimodifikasi dengan tambahan jet roket.

Rin melesat dengan kecepatan 1.070 km/jam, kecepatan maksimal sayap itu...

"Tutup provinsi Xinjiang, bilang pada mereka bahwa keadaan darurat, ada seorang pembunuh Psikopat yang menyandera anak-anak." Perintah Presdir Akira pada anak buahnya, "Razia semua helikopter yang mendarat. Siapkan pesawat pribadi, aku akan langsung terbang pergi ke sana sekarang juga, tak ada basa-basi dan laksanakan!"

"Siap!" Jawab anak buah Presdir Akira.

Dilain pihak...

"Yah... Kita tak mungkin mendarat diparkiran helikopter biasa... Kita akan mendarat di Gurun Gobi, sudah berdiri markas Rahasia disana." Yuki bersandar dikursi pengemudi.

Tak lama kemudian mereka tiba di Gurun Gobi. Ada sebuah bangunan di tengah-tengah Gurun Gobi tersebut. Bagunan itu tampak lusuh dengan warna putih keabu-abuan. Disana tidak ada siapa-siapa...

"Nah, ayo masuk!" Yuki menyeret Rei ke dalam bangunan itu, Nico mengikuti dibelakangnya. Yuki melempar Rei ke lantai bangunan itu.

"Lalu? Kau mau bagaimana lagi setelah membawaku ke sini?" Tiba-tiba Rei berbicara, sepertinya dia sudah siuman sejak terjatuh dari kursi helikopter saat menikung tajam ke arah barat daya.

"Mau tahu? Tentu saja membunuhmu." Yuki mendekati Rei sampai jarak mereka tak sampai 30 cm.

"Kenapa? Bukankah kau bisa meminta uang tebusan yang sangat besar untuk mengganti nyawaku?" Tanya Rei, memasang tatapan menghina pada Yuki dan Nico. Ayah dan anak brengsek ini benar-benar menjijikkan.

"Ide yang bagus, tapi kalau aku menukarmu dengan uang, aku pasti akan tertangkap juga, 'kan?" Jawab Yuki sambil menarik kemeja Rei, "Lebih baik langsung bunuh keturunannya..."

"Keturunan? Ohh, jadi kau dendam pada salah satu keluargaku, ya? Kalau dendam, ya balas langsung ke orangnya! Bukan pada orang yang ada disekitarnya! Pengecut!" Rei menendang Yuki dengan kakinya.

DUAKK! Yuki memukul Rei dengan tangannya.

"Kau jangan berlagak! Kau hanya anak haramnya!" Teriak Yuki dengan penuh amarah, "Dia sudah merebut semuanya dariku! Aku menikahi adiknya, Shiraishi, untuk mendapatkan harta perusahaan! Tapi perusahaan itu malah diwariskan pada Sakaki brengsek itu! Lalu aku menjalin bisnis yang hebat dan dia menghancurkannya juga! Aku hanya memasarkan obat itu! Keuntungannya sangat besar!"

DUAKK! Sekarang Yuki menendang perut Rei dengan kakinya, pelampiasan.

"Dia menemukan penawar obatnya! Padahal obat itu dapat membuat orang menjadi gila! Sangat luar biasa! Kami meraup keuntungan dengan memeras orang-orang CEO yang telah gila kecanduan obat itu! Tapi dia menghancurkan bisnis kami!"

DUAKK! Yuki menendang Rei lagi, Rei mengernyit sakit, andaikan aku tidak diikat...

"Tak sampai disitu! Dia juga menghancurkan bisnis narkotik yang kami lakukan! Waktu itu aku benar-benar bangkrut!"

DUAKK! Yuki menendang Rei sekali lagi, Rei benar-benar meringis sekarang... Brengsek...

"Kini saat yang tepat untuk balas dendam bukan? Sudah kutemukan anaknya! Dia punya skandal besar! Anak haram! Akan kusebarkan ini diseluruh dunia agar dia mengalami nasib yang sama sepertiku! Lalu kubunuh istrinya dan orang-orang di sekitarnya!"

"Jangan coba-coba sentuh mereka..." Rei menatap tajam Yuki dengan mata merah rajawali-nya, persis mirip Presdir Akira. "Kami akan membunuhmu..."

"Siapa takut! Butuh waktu paling tidak 3 hari untuk melacak kita! Dan saat mereka menemukan kita, kau sudah membusuk di makan belatung! Dan jangan tatap aku dengan mata kotor yang persis sama dengan dia!" Yuki menendang Rei sekali lagi, dia tertawa seperti hantu.

"Kau terlalu yakin... Padahal kami punya sebuah kartu AS yang akan membawa pada kemenangan." Kata Rei, mendudukkan dirinya di lantai ruangan itu.

"Ohh ya?! Mana bukti..."

DUARR!!!

Kalimat Yuki terpotong oleh suara ledakan. Setengah bagian ruangan itu hancur.

Kartu AS sudah datang! Rin menembak bangunan putih itu dengan senjata Amunisi F-8! Bebaskan Rei sekarang juga!

To be continued...

1
mellamello
gantung🥺
Kita_Yama
kalo adik lu dijual, siapa yang bakal nafkahin ente
Kita_Yama
Tiba-tiba keinget lagu LaoNeis
Kita_Yama
jangan bilang situ kalo dah nikah istrinya yang disuruh kerja
Gissa_Chieko
bagus
@Ay_k02
👍👍👍👍👍👍👍👍
Tara
Pengen dech punya anak jenis seperti ini.. Uhuy🤭😉🌹😱🥰🙏
Tara
Untung cuman 1 nyawa. Anyway, turut berduka cita. Sore sore gini enaknya ngopi Cantiq.. Here gift 4 ur kak.. Semangat🎁👍🥰🤭😱🙏💐🌹💕
Tara
Ingat jurit malam waktu itu ada ploncoan😅😱🤭
Tara
Ya lah.. Sing lish dipake.. Ini yg bloon siapa. Bujug bune😤
Gubrak!
Tara
Hadeuh.. Pusying aku Baca ini.. Huibat idenya.. Tapi bisa bisa kutintut guru nya Buat soal ancur Kaya gitu.. Hadeuh.. Gilingan😤😱🙈🤭😉😡🥺🤯
Tara
Gila. Soal apaan tuch.. Yg Buat soal lagi mabuk yach.. Ada Ada aja.. Hadeuh🙈😱😤🤭😉🤔🤯
Tara
Katanya Sultan. Kalo aku mah uda Buat gelang atau kalung dengan GPS didalamnya.. With money u can make it all.. 🤔🙈🤗😉👌
Tara
Betul.. Hajar Bozz...
Tara
Keren
Tara
Wah jadi selebriti terkenal dach🤭😱😉
kak, itu cover nya Soraru sama Mafu ya?
Aisyah Suyuti
seru juga
(◕ᴗ◕✿) CH
Ayo, kapan diupdate?
(◕ᴗ◕✿) CH
Ehem, apaan tuh? Aku aku benci dengan pikiranku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!