Aku adalah seorang pemuda tampan. Hidup di keluarga sederhana yang sebenarnya keturunan bangsawan.
Dengan dukungan orang terkasih aku akan menghentikan peperangan di negeriku tercinta.
Meraih kekuatan setinggi-tingginya sampai titik darah penghabisan. Ditemani sebilah pedang nan agung yang sangat dahsyat. Aku akan membunuh siapapun yang aku anggap salah.
Hingga takdir menentukan jalanku sebenarnya. Sungguh aku tidak menyangka jika aku akan menjadi!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Puja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemalangan Feng Yang
Dan tiba-tiba...
Xiang Huo muncul di belakang Feng Yang.
"Asal kau tau, aku tidak akan pergi sebelum membuatmu berhenti menyepelekan para penduduk" bisik Xiang Huo di telinga Feng Yang
Feng Yang sangat terkejut, ia pun membalikan badannya dan seketika ia mendapat serangan yang mengerikan dari Xiang Huo.
Feng Yang terlempar dan mengenai dinding kedai tersebut.
Feng Yang merasa sakit di sekujur tubuhnya, terutama di bagian kepala, karena kepalanya terbentur cukup keras.
Feng Yang sudah tak kuasa menahan sakit, beberapa saat kemudian ia pun tak sadarkan diri. Para pengawal panik, mereka takut tuannya telah tiada, jika memang benar begitu maka sudah dipastikan mereka akan menerima hukuman berat dari keluarga bangsawan karena telah di anggap tidak becus menjaga putra mereka.
"Kalian tenang saja, kalian tidak akan terkena hukuman jika kalian berada di jalan yang benar. Pergilah, berhentilah bekerja di bawah keluarga bangsawan dan biarkan pria angkuh itu merasakan akibatnya." ucap Xiang Huo kepada para pengawal tersebut.
"Te terima Ka kasih Tuan" ucap mereka
Para pengawal tersebut pun pergi berlari meninggalkan kedai dan Feng Yang.
"Xiang'er, mengapa kau biarkan mereka pergi?" Qwin Zie
"Mereka tidak bersalah, mereka hanya korban pengendalian keluarga bangsawan." ucap Xiang Huo
"Ya sudah, karna hari sudah menjelang malam lebih baik kita bermalam di desa ini." ajak Qwin Zie
"Hmm." Xiang Huo
Xiang Huo dan Qwin Zie pun melangkah keluar setelah Qwin Zie menaruh beberapa tael perak di atas meja, tapi pemilik kedai(Yun Tie) tiba-tiba mencegatnya.
Xiang Huo menatap sinis kepada Yun Tie dan berkata
"mengapa kau menghalangi jalan ku?" ucapnya dingin
"Bukan begitu maksud saya tuan, saya hanya ingin bertanya. Mau di apakan mayat Feng Yang ini?" ucap Yun Tie
"Dia tidak mati, dia hanya kehilangan kesadaran karena lukanya yang terlalu parah. Cukup antar dia ke tempat dia tinggal, jika keluarga bangsawan itu bertanya, maka ceritakan semua yang kau lihat. Namaku Xiang Huo, katakan pada mereka akulah yang menyebabkan putranya terluka." ucap Xiang Huo
"Baiklah tuan, kalau boleh tau kemana tujuan tuan-tuan ini?" tanya Yun Tie
"Kau tidak perlu tau," ucao Xiang Huo dingin
"Baik tuan, hati-hati di jalan. Smoga sampai dengan selamat" ucap Yun Tie tersenyum.
"Ya" jawab Xiang Huo datar.
Xiang Huo pun pergi meninggalkan kedai tersebut dan menyusul Qwin Zie yang berada cukup jauh darinya.
"Apa yang di katakan pemilik kedai tadi?" tanya Qwin Zie penasaran
"Bukan apa-apa," ucap Xiang Huo tersenyum
"Huhhh" ucap Qwin Zie sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Dan pada akhirnya guru dan murid itupun melanjutkan perjalanan mereka mencari penginapan. Beberapa saat kemudian mereka telah menemukan penginpan yang tidak terlalu mewah. Mereka langsung pergi ke kamar mereka masing-masing.
Di dalam kamar, Xiang Huo membaringkan tubuhnya di kasur yang cukup bagus di kalangan rakyat biasa seperti dirinya.
Xiang Huo masih memikirkan kejadian siang tadi, dimana saat pertama kali ia menggunakan teknik manipulasi atau hepnotis yang ia pelajari dari kitab pebgetahuan.
Beberapa saat kemudian iapun terlelap dalam pemikirannya. Tapi tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya
tok tok tok...
"Xiang'er apa kau sudah tidur?" teriak Qwin Xie di depan pintu.
Cklekk...
"Ada apa guru?" ucap Xiang Huo menguap
"Maaf guru telah membangunkanmu, guru kesini hanya ingin bertanya dan bercerita." ucap Qwin Zie
Guru dan murid itupun masuk ke dalam kamar milik Xiang Huo, mereka duduk berdampingan di atas ranjang.
"Xiang'er, guru mau bertanya. Darimana kau mendapatkan ilmu menghasut orang?" tanya Qwin Zie yang masih penasaran tentang kejadian siang tadi, dimana dua orang pengawal Feng Yang tiba-tiba dalam pengaruh Xiang Huo padahal waktu itu ia tidak melihat Xiang Huo melakukan apa pun.