NovelToon NovelToon
Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Angkringan Dewa Api Serba Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:536
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Lin Mo adalah seorang penjual angkringan dengan bakat tersembunyi yang amat sangat luar biasa, yaitu kendali api tingkat mistik untuk memanggag sate kikil dan usus hingga sempurna. Sayangnya, sebuah ledakan tabung gas nyasar mengakhiri hidupnya dan melempar jiwanya ke dunia fantasi sebagai Dewa Api Pengelana bersama Sistem Angkringan Ilahi. Kini berbekal gerobak terbang dan jurus sate ajaib, Lin Mo harus menjelajahi Kerajaan Aethelgard yang penuh intrik politik demi mengumpulkan Poin Arang, membuka cabang angkringan baru, dan menyelesaikan konflik kuno di negeri tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warung Kaki Lima Terbang Pertama di Alam Lain

Sleeessshhh!

Semburan cairan racun berwarna hijau pekat meluncur deras dari telapak tangan Du Chen menuju ke arah Lin Mo dan gerobaknya.

Aroma asam menyengat yang sanggup merontokkan bulu hidung langsung memenuhi udara Pasar Kumuh.

"Awas Senior Lin Mo!" jerit Fang Mei panik sambil berusaha menarik lengan baju jubah Lin Mo.

Namun Lin Mo hanya berdiri santai tanpa menggeser kakinya satu sentimeter pun.

Ia bahkan sempat menguap kecil sebelum menggenggam erat gagang kipas bambu tua miliknya.

"Aduh Paman Pucat, cairan racunmu ini baunya seperti cuka basi dicampur telur busuk," kata Lin Mo berkomentar datar.

Settt!

Jari telunjuk kiri Lin Mo menjentikkan percikan api keemasan ke arah tempat arang kayu di gerobak terbangnya.

Arang kayu mistik itu mendadak menyala hebat, memancarkan pendaran cahaya merah membara yang sangat pekat.

"Jurus Angkringan: Pemurnian Arang Mistik!" bisik Lin Mo santai.

Lin Mo mengibaskan kipas bambunya ke depan dengan gerakan memutar yang sangat gemulai.

Fwoooshhh!

Pusaran api keemasan meledak keluar dari panggangan gerobak, membentuk perisai angin berapi di udara.

Cairan racun hijau milik Du Chen yang menghantam perisai api tersebut mendadak menguap secara instan.

Csssss!

Bukannya melelehkan gerobak Lin Mo, racun mematikan itu justru menguap menjadi gumpalan asap tebal berwarna kehijauan.

"A-apa?!" mata Du Chen terbelalak lebar sampai hampir keluar dari rongganya.

"Serangan racun Tingkat Menengahku diuapkan begitu saja hanya dengan kibasan kipas bambu?!" jerit Du Chen tidak percaya.

"Sistem, apa uap racun ini bisa diolah jadi bumbu?" tanya Lin Mo dalam hati.

PING!

[Sistem Angkringan Ilahi: Proses Ekstraksi Uap Racun Terdeteksi]

[Menyerap Uap Racun Hijau... Mengubah Karakteristik menjadi: Bumbu Pedas Pahit Asam Mistik!]

[Poin Arang Bertambah: +100 Poin]

Lin Mo menyunggingkan senyum tipis melihat notifikasi layar biru di depannya.

"Wah, ternyata racunmu berguna juga ya Paman Pucat," puji Lin Mo mengejek halus.

Lin Mo kembali mengibaskan kipas bambunya, tapi kali ini dengan dorongan tenaga angin yang jauh lebih kuat.

Wushhh!

Gumpalan asap racun yang telah dimurnikan dan diubah menjadi bumbu pedas pahit itu berbalik arah secara mendadak.

Asap tebal berwarna keemasan kehijauan meluncur deras menerjang tiga puluh anggota Gangster Taring Hitam.

"Hati-hati! Asapnya balik ke arah kita!" teriak salah satu anggota gangster panik.

"Uhukkk! Uhukkk! Aaaarghhh!"

Begitu asap bumbu itu mengenai wajah para anggota gangster, mata dan hidung mereka langsung terasa sangat perih dan terbakar.

"Aduh! Pedas sekali! Tenggorokanku seperti disiram cabai rawit ditumbuk giling!" jerit seorang gangster sambil berguling-guling di batu jalanan.

"Mataku! Aku tidak bisa melihat apa-apa! Ibuuuu!" jerit gangster lainnya menangis histeris.

Tiga puluh pria berarmor kulit hitam itu mendadak tumbang berantakan di tanah, meratapi rasa pedas menyengat yang melumpuhkan mereka secara total.

Bahkan Du Chen sendiri terbatuk-batuk hebat sambil menutupi hidungnya dengan jubah hitamnya yang gemetaran.

"U-uhuk! Ba-bagaimana bisa racunku berubah jadi aroma pedas yang menyiksa begini?!" bentak Du Chen dengan mata merah berair.

Fang Mei yang berdiri di belakang Lin Mo melotot kagum dengan mulut ternganga lebar.

"Luar biasa... Senior Lin Mo mengalahkan puluhan gangster hanya dengan membalikkan racun musuh jadi bumbu pedas?!" bisik Fang Mei terpana.

Lin Mo melangkah maju beberapa langkah mendekati Du Chen yang berlutut sambil memegangi dadanya yang sesak.

Plak!

Lin Mo menepuk bahu Du Chen dengan gagang kipas bambunya pelan.

"Paman Pucat, lain kali kalau mau buat bumbu pedas pahit, bilang-bilang ya," kata Lin Mo ramah tanpa rasa bersalah.

"Ka-kamu... siapa sebenarnya kamu?!" bisik Du Chen dengan suara gemetaran penuh ketakutan.

Ia sadar betul bahwa pemuda di depannya ini bukanlah pedagang kaki lima biasa.

Seseorang yang sanggup merubah sihir racun menjadi bumbu masak secara instan pastilah seorang Master penyihir elemen api tingkat tinggi atau Dewa yang menyamar!

"Sudah kubilang, aku cuma Lin Mo, penjual angkringan keliling," jawab Lin Mo sambil terkekeh.

"Nah, karena kalian sudah mengganggu ketenangan lapak dagangku dan merusak suasana pasar, ada hukumannya," lanjut Lin Mo.

"Hu-hukuman apa?!" tanya Du Chen panik.

"Kalian bertiga puluh harus membersihkan seluruh area Pasar Kumuh ini sampai mengkilap!" perintah Lin Mo tegas.

"Hah?! Kami ini Gangster Taring Hitam yang ditakuti di kota ini!" protes Du Chen merasa harga dirinya diinjak-injak.

Lin Mo mengangkat kipas bambunya lagi, dan panggangan arang di gerobaknya langsung membara meledak-ledak.

"Mau menyapu pasar atau mau kubakar jadi sate manusia?" tawar Lin Mo dengan senyuman paling manis namun mematikan.

Sensasi panas yang membakar kulit langsung membuat Du Chen merinding ketakutan setengah mati.

"Kami sapu! Kami bersihkan pasar ini sekarang juga, Senior!" jerit Du Chen menyerah kalah sepenuhnya.

"Bagus. Ingat, sampah di bawah pohon beringin ini juga harus bersih ya," pesan Lin Mo puas.

Dalam hitungan menit, pemandangan paling aneh dan konyol terjadi di sepanjang jalan Pasar Kumuh Kota Valen.

Tiga puluh anggota Gangster Taring Hitam yang biasanya memeras dan memukuli pedagang, kini memegang sapu lidi dan pengki.

Mereka menyapu jalanan batu, mengumpulkan sampah, dan membersihkan selokan di bawah pengawasan ketat Fang Mei yang membawa pedangnya.

Para pedagang kecil dan warga pasar yang bersembunyi perlahan-lahan keluar dari toko dan rumah mereka.

Mereka menatap pemandangan ajaib itu dengan mata terbelalak tidak percaya.

"Gila! Gangster Taring Hitam menyapu jalanan pasar?!" seru seorang pedagang roti terperangah.

"Pemuda penjual sate itu benar-benar dewa penolong kita!" sahut pedagang buah bersemangat.

"Hidup Angkringan Dewa Mo! Hidup Senior Lin Mo!" teriak warga pasar bersorak-sorai riuh rendah.

Lin Mo yang mendengar sorakan itu hanya tersenyum canggung sambil menggaruk pipinya.

"Waduh, kenapa aku malah disoraki begini. Aku kan cuma mau jualan sate," gumam Lin Mo dalam hati.

PING!

[Misi Sampingan Selesai: Mengamankan Wilayah Pasar Kumuh]

[Reputasi di Kota Valen: Meningkat menjadi 'Pahlawan Kaki Lima']

[Hadiah Misi Diterima: 500 Poin Arang & Resep Baru: Sate Kikil Mistik Naga Air]

"Resep Sate Kikil Mistik?!" mata Lin Mo langsung membelalak gembira begitu melihat notifikasi Sistem.

Sate kikil adalah salah satu menu kebanggaannya di Bumi dulu.

Kini dengan resep variasi baru di dunia fantasi ini, ia sangat tidak sabar untuk mencoba membakarnya.

[Resep Sate Kikil Mistik Naga Air: Membutuhkan Bahan Khusus Daging Kikil Monster Air / Naga]

"Monster Air atau Naga ya? Mmm, nanti kucari bahannya di pasar atau guild," bisik Lin Mo merencanakan.

Setelah Pasar Kumuh bersih mengkilap tanpa ada sebutir debu pun yang tersisa, Du Chen dan anak buahnya kembali menghampiri Lin Mo.

Wajah mereka tampak sangat lelah dan penuh peluh, namun mata mereka memancarkan rasa tunduk yang luar biasa pada Lin Mo.

"Se-Senior Lin Mo... pasar sudah bersih total sesuai perintah Anda," kata Du Chen sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Bagus sekali, Paman Pucat. Kerja bagus," puji Lin Mo menepuk-nepuk pundak Du Chen.

Lin Mo mengambil beberapa potong sisa sate usus yang ada di gerobaknya lalu menyerahkannya pada Du Chen.

"Ini, hadiah karena kalian sudah rajin menyapu pasar," kata Lin Mo ramah.

Du Chen menerima tusukan sate usus itu dengan tangan gemetaran.

Ia ragu-ragu sejenak sebelum akhirnya memberanikan diri menggigit sate usus bakar buatan Lin Mo tersebut.

Krikk! Nyuttt!

Saat rasa gurih pedas manis meledak di dalam mulutnya, mata Du Chen mendadak membelalak lebar.

Kehangatan murni mengalir deras ke seluruh aliran darahnya, menyapu sisa-sisa racun berbahaya yang mengendap di hati dan paru-parunya selama bertahun-tahun.

"R-racun pengendap di tubuhku terbuang?! Luka dalam akibat sihir racunku sembuh?!" jerit Du Chen histeris memandangi tangannya.

Ia menatap Lin Mo dengan mata berkaca-kaca penuh penyesalan dan pemujaan.

"Senior... makanan Anda adalah obat ilahi penembus jiwa!" teriak Du Chen meluncur berlutut di tanah.

"Mulai hari ini, Gangster Taring Hitam dibubarkan! Kami akan berganti nama menjadi Pasukan Pembersih Angkringan Dewa Mo!" seru Du Chen mantap.

"Ehh?! Maksudnya bagaimana?!" Lin Mo kaget kaget mendengar pernyataan mendadak itu.

"Kami akan menjadi pengawal setia dan pembersih lapak dagang Senior Lin Mo di seluruh penjuru kota!" tambah anak buah Du Chen kompak berlutut serentak.

Fang Mei di sebelah Lin Mo hanya menepuk jidatnya sambil tertawa geli melihat kepasrahan para mantan gangster itu.

"Senior Lin Mo memang luar biasa, baru setengah hari jualan sudah punya pasukan pembersih pribadi," goda Fang Mei tertawa renyah.

"Aduh, pusing kepalaku," keluh Lin Mo sambil memegangi dahinya.

Namun sebelum Lin Mo sempat menanggapi aksi berlutut para mantan gangster itu, kerumunan warga di ujung jalan pasar mendadak terbelah kembali.

Suara derap langkah kuda berarmor emas dan tumpukan perisai besi menggemuruh memasuki Pasar Kumuh.

Sebuah kereta kuda mewah bermotif ukiran lambang Istana Aethelgard berhenti tepat sepuluh meter di depan gerobak Lin Mo.

Dua barisan prajurit kerajaan berarmor emas tebal langsung keluar dan membuat barisan pengamanan yang sangat ketat.

Seorang pria tua berambut putih dengan pakaian jubah sutra mewah pengawal istana melangkah keluar dari dalam kereta kuda tersebut.

Di tangannya, pria tua itu menggenggam sebuah gulungan kain sutra berwarna ungu berstempel lambang Kaisar Waktu Lin Dan.

Pria tua itu menyapu pandangannya ke arah jalanan pasar yang mendadak sangat bersih mengkilap, lalu matanya tertuju pada gerobak melayang milik Lin Mo.

"Apakah di sini tempat keberadaan Master Kuliner Lin Mo si Dewa Api Pengelana?" tanya pria tua itu dengan suara berat berwibawa yang menggema di seluruh sudut pasar.

Seluruh warga dan mantan gangster langsung menahan napas mereka ketakutan begitu melihat lambang istana kerajaan.

Fang Mei bahkan sampai menggenggam erat lengan baju Lin Mo dengan wajah pucat pasi.

"S-Senior... itu adalah Utusan Khusus Istana Kerajaan Aethelgard!" bisik Fang Mei bergetar ketakutan.

Lin Mo menatap pria tua berstempel istana itu dengan wajah polos tanpa beban sedikit pun.

"Iya, saya Lin Mo penjual angkringan. Ada apa ya Paman Tua? Mau pesan sate usus juga?" tanya Lin Mo santai.

Utusan istana tua itu tertegun sejenak mendengar nada bicara Lin Mo yang sangat santai tanpa ada rasa hormat atau takut sedikit pun pada simbol istana.

Namun bukannya marah, utusan tua itu justru membuka gulungan sutra ungu di tangannya dan membacakannya dengan lantang.

"Atas perintah Pengawal Kerajaan dan titah leluhur Kaisar Waktu Lin Dan..."

"Pemilik Angkringan Dewa Mo, Lin Mo, diundang secara khusus untuk hadir di Istana Utama Kerajaan Aethelgard!"

"Untuk menyajikan hidangan dalam Pesta Perjamuan Agung Para Bangsawan malam ini!"

Suara utusan istana itu membuat seluruh Pasar Kumuh mendadak heboh gila-gilaan.

Diundang ke Pesta Perjamuan Agung Istana Kerajaan Aethelgard adalah kehormatan tertinggi yang bahkan tidak pernah diimpikan oleh koki bintang lima mana pun di benua ini!

Fang Mei menatap Lin Mo dengan mata melotot tidak percaya.

"S-Senior Lin Mo! Anda diundang ke istana kerajaan?!" seru Fang Mei gembira campur kaget.

Lin Mo justru menunjukkan raut wajah malas dan mendesah panjang.

"Aduh Paman Tua, perjamuan istana?" tanya Lin Mo sambil menggaruk kepalanya.

"Jualan di pasar begini saja sudah capek, kenapa harus repot-repot masak di rumah orang kaya?" keluh Lin Mo jujur.

Utusan istana tua itu hampir saja tersedak air liurnya sendiri mendengarkan penolakan halus dari Lin Mo.

"Ma-Master Lin Mo... ini adalah perintah langsung dari istana! Jika Anda menolak, itu bisa dianggap sebagai penghinaan pada kerajaan!" peringat utusan tua itu panik.

PING!

[Misi Utama Arc 1 Terbuka: Menembus Pesta Perjamuan Istana Aethelgard]

[Tugas: Sajikan Angkringan Mistik di hadapan para bangsawan dan taklukkan lidah Pengawal Kaisar Lin Fan!]

[Hadiah Misi: 2.000 Poin Arang, Unlocked Peralatan Angkringan Emas, & Lahan Cabang Permanen di Kota Utama]

Lin Mo menatap Misi Baru di layar birunya lalu menatap utusan istana tua di depannya.

"Dua ribu Poin Arang dan peralatan emas ya? Mmm, lumayan juga untuk modal ekspansi angkringanku," batin Lin Mo menimbang-nimbang.

Lin Mo akhirnya tersenyum tipis dan mengibaskan kipas bambunya santai.

"Baiklah Paman Tua, aku terima undangannya," kata Lin Mo memberi keputusan.

"Tapi ada syaratnya!" tambah Lin Mo menunjuk kereta kuda mewah tersebut.

"S-syarat apa Master?" tanya utusan tua itu was-was.

"Gerobak angkringan terbangku ini harus ikut masuk ke dalam aula pesta perjamuan istana!" ujar Lin Mo tegas.

Utusan tua itu melotot kaget, namun demi membawa sang Master Kuliner ajaib ke istana, ia tidak punya pilihan lain selain mengangguk pasrah.

"Baik Master Lin Mo! Apa pun syarat Anda akan kami turuti!" jawab utusan tua itu membungkuk hormat.

Lin Mo melompat santai ke atas gerobak kayu melayang milik dasarnya.

"Nona Fang Mei, Paman Du Chen, jaga lapak di pasar ini ya selama aku ke istana!" pesan Lin Mo melambaikan tangan.

"Siap Senior Lin Mo! Kami akan menjaga tempat ini sampai Anda kembali!" teriak Fang Mei dan Du Chen kompak.

Sreeeeeshhh!

Gerobak sihir milik Lin Mo melayang perlahan mengikuti kereta kuda istana yang megah, bergerak menuju ke arah Istana Utama Kerajaan Aethelgard di pusat kota.

Aroma konflik politik, persaingan kuliner bangsawan, serta bayang-bayang sejarah kelam Kaisar Waktu Lin Dan kini menanti Lin Mo di balik tembok megah istana.

Namun Lin Mo tidak peduli sama sekali. Bagi sang Dewa Api Pengelana, istana megah itu cuma calon tempat cabang angkringan barunya saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!