NovelToon NovelToon
Higanbana

Higanbana

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Contest / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:161.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pipit Otosaka

SEASON 6!

*Diwajibkan melihat seluruh deskrip, sebelum baca, ehe ^^

SINOPSIS:
Dennis dan teman-temannya pergi mengunjungi kampung halaman Mizuki sekaligus ingin berlibur di sana. Tak jauh dari rumah Mizuki, mereka menemukan rumah kecil di dalam hutan yang sudah tidak ditempati dan terdapat banyak bunga Lycoris Radiata, atau yang sering disebut oleh orang Jepang sebagai bunga Higanbana.

Bunga itu terlihat indah. Tapi yang membuat heran adalah kenapa bunga itu bisa mekar sebelum waktunya?

Tak hanya itu, salah satu dari mereka tiba-tiba jatuh sakit dan mulai saat itu, kematian aneh yang diakibatkan oleh bunga tersebut kembali bermunculan dan meneror satu desa. Bunga tersebut memang memiliki makna kematian, tapi tidak sebenarnya bisa menyebabkan kematian ketika menyentuhnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada bunga tersebut?
=============================

GENRE LENGKAP: Horor, misteri, supranatural, teen, romance, gore, action

COVER: ORIGINAL BUATAN AUTHOR!

JADWAL UPDATE: SETIAP HARI!! (Kalau up-nya bolong", positif thinking aja authornya sibuk ya :v)

[ PERINGATAN! Novel ini mengandung unsur kekerasan, pertumpahan darah, pembunuhan yang berlebih (gore). Yang tidak nyaman dengan hal itu, disarankan untuk membaca novel lain. ]

IG: @pipit_otosaka8

Terima kasih telah mampir ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pipit Otosaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11– Pengganti Sosok yang Sudah Tiada

*

*

*

"Brian kabur dari rumah!!" teriak Dennis setelah ia keluar dari kamarnya untuk memberitahu kabar buruk tersebut ke semua penghuni rumah. Tentu saja mereka semua kaget. Apalagi dengan Cahya dan ibunya Dennis.

"Brian kabur lewat mana, sayang?" tanya Cahya cemas. Ia menghampiri Dennis yang sedang menuruni tangga.

"Lewat balkon. Dia menggunakan tali untuk turun." Jawab Dennis. Ia bergegas menuju dapur untuk mengambil kunci motor yang digantungkan di tembok samping pintu belakang rumah. Lewat pintu itu langsung mengarah ke garasi samping rumah.

Dennis masuk ke sana untuk mengambil motornya. Tapi sebelum ia pergi untuk mencari Brian, Cahya sempat ingin ikut dengan Dennis. Tapi Dennis tidak mengizinkannya karena matahari akan terbenam sebentar lagi dan langit pun berubah gelap.

"Kalau begitu ... apa aku boleh ikut?" Zainal berdiri dari sofa. Ia ingin ikut membantu Dennis juga.

Dennis menggeleng. Ia tidak mengizinkan Zainal untuk ikut dengannya karena lelaki itu baru saja sampai di rumahnya dan harus istirahat sejenak.

Zainal pun menurut dan ia kembali duduk di sofa. Dennis akan pergi sendiri. Tapi sebelum itu, mereka semua sempat mendengar suara telepon rumah berbunyi.

Adel berlari kecil menghampiri telepon tersebut dan mengangkatnya. "Halo! Ini rumah kediaman keluarga Efendy. Ha? Siapa? ... Oh ... Kak Rei."

"Eh? Kak Rei?" Dennis tidak jadi membuka pintu garasi. Ia fokus mendengarkan pembicaraan Adel dengan Rei lewat telepon itu. Begitu juga dengan semua orang di sana.

"... ooh ... oke oke!" Adel mengangguk-angguk. Lalu tak lama, ia menjauhkan telepon itu dari telinganya, lalu menutup telepon tersebut. Ia kembali melirik ke Dennis dan berkata, "Kak Dennis tidak perlu khawatir lagi. Ternyata sekarang Brian udah ada di rumah Kak Rei, kok!"

"Eh? Jadi dia tidak kabur dan ternyata cuma mau main di rumah Rei?" tanya Cahya. "Kenapa kamu ga nyuruh dia pulang aja, Adel. Kan biar–"

"Udah, Cahya." Dennis menepuk-nepuk pundak wanita itu, lalu kembali menggantungkan kunci motor di tempatnya semula. "Kita tidak memberinya izin pas kemarin. Kayaknya dia lagi mau tinggal sama Rei jadi biarkan saja."

Dennis pergi meninggalkan dapur lalu ruang tamu. Ia ingin membereskan tali yang berserakan di halaman depan. Lalu setelah itu, semua orang kembali ke tempat dan urusannya masing-masing. Cahya masih berada di ruang tamu untuk menemani Zainal di sana.

Karena malam ini Brian tidur di rumah Rei dan kamarnya kosong, jadi untuk sekarang, kamar itu akan dipakai Zainal saja.

...****************...

Saat Brian sampai di rumah Rei tadi dengan membawa tasnya, ia tidak melihat satu orang pun di dalam rumah itu. Jadi karena Rei belum pulang, Brian memutuskan untuk menunggu sambil memainkan rumput di halaman.

Untungnya tak lama kemudian, Rei pun pulang akhirnya dan ia terkejut melihat Brian sudah seperti anak jalanan yang tidak punya tempat tinggal. Tapi nyatanya, dia kabur sendiri dari rumah tanpa bilang-bilang.

Rei sedikit kesal karena perlakuan Brian. Jadi sebelum ia mengurus Brian, dengan cepat Rei menelpon keluarga Dennis untuk memberitahu kabar anak mereka agar orang-orang di sana tidak cemas. Setelah itu, Rei mengajak Brian masuk ke dalam rumahnya.

"Hah ... Brian, lain kali jangan seperti ini. Kasian orang tuamu cemas kau mendadak hilang. Lagipula ini sudah malam. Kalau di jalan terjadi sesuatu bagaimana? Kan bisa gawat dan gak ada yang bisa menyelamatkan kamu lagi." Pesan Rei sedikit agak tegas. Ia berdiri di hadapan Brian yang duduk di sofa.

Brian yang menurut dengan Rei pun mengangguk. Ia memainkan jari, lalu kembali mendongak menatap Rei. "I–iya, kak Rei."

Rei sedikit melebarkan mata karena setiap melihat wajah Brian, ia selalu ingat dengan adiknya. Brian sedikit mirip dengan Lino yang sudah tiada. Maka dari itu, Rei sedikit nyaman jika Brian di dekatnya. Saat ini, rasanya seperti deja vu.

"Dulu Lino kalau habis diomelin, mukanya melas banget." Sekali lagi Rei menghela napas, lalu pergi berjalan menghampiri televisi. "Tapi itu dulu."

Ia mengambil remote, lalu memberikannya pada Brian. "Nonton tv aja dulu, ya? Aku mau mandi sebentar."

"O–oke, kak Rei!"

...****************...

Setelah selesai mandi, Rei kembali ke Brian untuk menemaninya sampai malam. Tapi Brian punya keinginan yang ingin ia lakukan ketika berada di rumah Rei. Jadi tanpa ragu, ia pun memintanya.

"Kak Rei! Kak Rei! Ajarin aku cara menembak, dong!" Kemudian ia mengeluarkan sebuah pistol sungguhan milik Rei. "Pakai pistol ini, ya?"

"Eh, jangan yang beneran! Ini bukan mainan, Brian." Dengan cepat, Rei langsung merebut kembali pistolnya dan menyimpannya. Lalu ia kembali ke Brian. "Jadi kau mau belajar menembak? Tapi untuk apa?"

"Aku ingin belajar sejak dini. Aku sudah bisa bela diri seperti yang Kak Rei ajarkan! Sekarang saatnya belajar menggunakan senjata. Karena bila sudah besar nanti, aku ingin jadi seperti kak Rei yang hebat!!"

"Aku ingin jadi seperti kak Rei yang hebat!"

Entah kenapa mendadak muncul bayangan suara Lino di kepala Rei. Ia sangat merindukan suara adiknya. Tapi sosok Lino yang sudah tiada kini telah tergantikan oleh kedatangan Brian di rumahnya. Walau suara Brian dengan Lino agak berbeda, tetap saja mereka berdua terlihat mirip. Bahkan dari keinginannya pun sama.

Rei menahan perasaanya agar tidak terlihat sedih di hadapan Brian. Ia menghembuskan napas panjang untuk meluruskan pikirannya sejenak, lalu berjalan mendekati mendiang Lino.

Brian yang penasaran pun menghampiri Rei dan bertanya, "Loh, itu siapa, kak Rei? Kenapa fotonya dipajang di situ dan dihiasi bunga-bunga?"

"Ah, iya. Aku belum memberitahu tentang adikku."

"Oh! Itu adiknya kak Rei?"

"Iya." Rei mengangguk pelan, lalu mengambil sebuah kotak yang isinya adalah pistol mainan yang sebelumnya dibelikan Rei untuk Lino. Tapi sayangnya, pistol itu tak pernah disentuh Lino karena saat Rei baru membelinya, Lino sudah pergi tanpa pesan apapun. "Adikku meninggal beberapa tahun yang lalu karena suatu insiden. Jadi ... jika kau mau belajar tembak-tembakan ... kau harus mulai belajar membidiknya dengan benar."

Rei meminjamkan pistol mainan itu untuk Brian. Lalu setelah itu, ia mengajak Brian ke suatu ruangan khusus untuk pelatihannya. Ada sebuah kamar kosong yang biasa digunakan Rei dan Lino untuk bermain di sana. Jadi malam ini, mereka berdua akan bersenang-senang dan belajar bersama.

...****************...

Di Jepang saat ini sudah hampir memasuki tengah malam. Akihiro yang baru selesai bersih-bersih rumah malah ketiduran di sofa kayu di ruang tamu. Keadaan sudah sangat sepi karena semua orang telah tertidur.

Namun tak lama, Akihiro terbangun karena mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya. Setelah membuka mata, ia melirik ke samping dan terkejut karena ada orang lain yang tidak jelas sosoknya.

Saat ingin berteriak, tiba-tiba orang itu langsung membekap mulut Akihiro dan menyalakan lampu. "To–tolong jangan berisik. Aku gak mau ayah tau kalau aku pulang malam."

Akihiro mulai tenang karena yang ada di hadapannya itu adalah Natsuki. Akihiro merasa tidak nyaman dan langsung menjauhkan tangan Natsuki dari wajahnya. "Ah, bau alkohol. Kau minum-minum lagi, ya?"

"Ti ... tidak, kok! Aku kan abis jaga-jaga desa sama orang luar. Aduh, capek banget."

"Bohong. Kau kelelahan karena mabuk. Sudah sana lebih baik tidur saja di kamarmu."

"Ah, ga bisa jalan lagi." Tubuh Natsuki mendadak lemas dan terjatuh di atas tubuh Akihiro. Akihiro yang tidak tahan dengan bau alkoholnya itu langsung menendang tubuh Natsuki sampai terjatuh. Lalu ia beranjak dari sofa dan menarik kedua kaki Natsuki.

"Nyusahin juga. Udah malem padahal." Akihiro menyeret tubuh Natsuki sampai masuk ke dalam kamarnya. Setelah di tempat, ia membiarkan orang itu tidur di lantai. Tapi saat ingin meninggalkan kamar, Akihiro melihat satu jendela kamarnya masih terbuka.

Ia pun naik ke tempat tidur Natsuki untuk menutup jendela tersebut. Keadaan di luar sangat gelap. Lampu dari engawa tidak akan bisa menerangi seluruh halaman rumah. Dari jendela itu bisa terlihat beberapa kandang ayam dan bebek milik keluarga Hanashita. Semuanya terlihat aman-aman saja, walau akhir-akhir ini sering terjadi fenomena ternak yang mati mendadak.

Semua orang percaya kalau desa mereka sedang dimasuki oleh satu youkai yang sedang mencari mangsa dengan memakan ternak mereka. Maka dari itu, semua orang dewasa suka berburu youkai tiap malam atau hanya sekedar berjaga saja untuk melindungi ternak tersayang mereka.

"Namun sepertinya malam ini aman-aman saja." Gumam Akihiro, lalu menutup jendela. Tapi sebelum menutup tirainya, ia sempat melihat seekor hewan seperti kucing lewat di halaman rumah itu. Badannya sempat terlihat berwarna oranye karena tersorot lampu jalan.

"Larinya kucing cepat juga." Sekali lagi ia bergumam setelah melihat kucing tersebut, lalu menutup tirai. Ia pergi ke kamar untuk tidur bersama Mizuki di sana.

Namun setelah Akihiro pergi, kucing tadi kembali melewati lampu jalan di samping halaman rumah. Kali ini terlihat berbeda. Sosok itu seperti anak manusia. Hanya saja tidak berbusana dan memiliki dua ekor. Ia menggigit leher seekor ayam, lalu membawanya pergi masuk ke semak.

*

*

*

To be continued–

1
Apriyan_Claymore280401
Cahya sama natsuki malah sibuk sendiri, padahal keadaan nya sedang tegang malah adu bacot🤣🤣🤣
Apriyan_Claymore280401
Dian masih sempet sempetnya melawak,sok buat rencana tau nya peta yang di bawanya aja salah.bikin ngakak🤣🤣🤣
dunia cerita
yaampun Dennis anak mu itu ingin ku bejek bejek rasanya
Mpit
Luar biasa
Karci Deka
ya bagus
Anak Emak
udah update nih
Dark Black
novel baru bulan januari tanggal berapa thor?
Mpit: 15 Januari
total 1 replies
Rosi
novel nya ada di apk apa kak author, penasaran mo baca yang collab antara Dennis dan Derrel soalnya karakter favorku
Mpit: tetep di sini,, ga pindah ke mana",, cuma nanti January mulai liris
total 1 replies
Rita Rahimah Bintang
novel si anonim ap judul ny. biar baca
Mpit: cek aja ke profilnya yang [ Anonim ]
total 1 replies
Aulia Lia
novel baru yeey(≡^∇^≡)
Alinnn
cakep cakep banget yak😌
Hyuka
terus chara berambut putih siapa? rada lupa
Mpit: ooh Alex itu,, ga masuk dia :v
total 3 replies
Hyuka
Dennisnya kagak reinkarnasi
Hyuka: :| Si Alam
total 2 replies
.SAID.
End juga akhirnya, gak yangka kak dennis bakalan pergi 😭😭😭.

di tunggu novel selanjutnya nya kak pipit, tetap semangat 💪💪💪
bian: Tetap mengharapkan denis ber rengkarnasi dari awal😭😭
total 2 replies
nata
Uda end?
Mpit: iya...
total 1 replies
♛ɢɪɴᴢᴢ☠♛
anak kls 5 SD pacaran 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣
♛ɢɪɴᴢᴢ☠♛: dasar bocil 😭🤣
total 2 replies
Mr.XXX
Update lagi thor penaran selanjutnya.Tetap semagat ya bikin karya karyanya!
Mr.XXX: iya sama sama thor
total 2 replies
Lely
wah like pertama ternyata😁
Mpit: nice ~
total 1 replies
.SAID.
Bawang bertaburan, auah 😭😭😭. akhirnya tamat juga novel, saya harap cerita selanjutnya Brian jadi tokoh utamanya .


Kak Dennis kau ialah pelawan yang sebenarnya. kau bisa menyimpan rasa sakit di relung hatimu, kau kuat untuk menerima takdir. kau ialah pahlawan sebenarnya 😭😭😭😭


Hiks... hiks... hiks... 😭😭😭😭


biasa akhir cerita menyenangkan, kali ini berbeda 😭😭😭
Angel Poerba
sedih😭😭😭Dennis udh pergi untuk selamanya
Angel Poerba: masih lanjut kk ?
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!