Ini Karya Pertamaku. Hasil ide pemikiran aku. Bukan plagiat. jika ada kesamaan itu adalah ketidak sengajaan. mengandung unsur 21++ karna tokohnya bukan anak remaja.
Menceritakan kehidupan empat bersaudara yang kaya raya tetapi sulit menemukan pasangan karena saudara tertua yang belum menikah walau sudah hampir 40 tahun, sehingga perjodohan pun dilakukan agar adik adiknya mau menikah.
Cinta segitiga pun terjadi antara dia dan adiknya. begitu juga saudara saudara yang lainnya mengalami apa yang namanya cinta segitiga dalam mendapatkan pasangan
Mohon dukungannya 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak rosesyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
Disudut ruang tamu kediaman Cahaya , tampak dua orang wanita paruh baya yang masih keliatan cantik sedang serius mengobrol. Entah apa yang mereka obrolkan hanya Author dan Reader yang tau, Wardah, Bara dan Chandra aja yang gak tau.
'' Jadi gimana Caca, Kamu dah kasih tau Wardah dengan rencana perjodohan ini?'' Tanya Anisa
'' Belum Nis, tadinya mau sekarang tapi ada kamu datang. lagian aku gak mau Wardah tertekan Nis. dia itu orangnya gak mau kalau dijodoh jodohkan '' Jawab Cahaya
'' Aishh...anak kamu itu sifatnya kayak Adik aku sih. Keras kepala. Untung sekarang aku bisa taklukan dia jadi dia mau nurut sama aku buat dijodohkan''
'' Tapi Nis...'' elak Cahaya namun perkataanya langsung dipotong Anisa
'' Cinta akan datang sendirinya Ca,kamu tau sendiri aku dulu dijodohkan papa aku, tapi aku dan almarhum suamiku buktinya bisa setia dan saling cinta.percaya lah Ca, ini adalah yang terbaik buat mereka.''
'' Tapi aku gak yakin Wardah bisa terima Nis, Apalagi ini mendadak.'' Cahaya pesimis
'' Kamu bisa pake cara aku Ca, beri sedikit ancaman. Atau aku ada cara agar lain biar Wardah setuju '' Anisa mulai tersenyum smirk, diotaknya selalu ada aja otak brilian yang buat orang orang takluk padanya.
'' Apa itu Nis ??''
'' Sini aku bisikin '' Cahaya mendekatkan telingan ke Anisa, Anisa mulai membisikan sesuatu dan Cahaya hanya mengangguk angguk.
'' Gimana Ca menurut kamu, bagus kan ?''
'' Bagus Ca nanti aku coba, tapi jangan besok yah, tar aja kalau libur.''
'' Ok, kamu latihan aja dulu''
Entah apa yang mereka rencanakan.disini biarlah Author yang tau, Reader tungguin aja kejutan yang mereka buat nanti.
ditempat lain, Wardah yang selesai ritual mandinya bergegas keruang tamu menemui Ibu dan Bos nya.kali ini Wardah memakai pakaian santai.celana pendek selutut dan kaos lengan pendek.Rambut dicepol ke atas. Tampak imut seperti anak ABG, berbeda dengan penampilannya kalau ke kantor yang memakai celana bahan dan kemeja. Saat akan ikut bergabung dengan Ibu dan Bosnya. Wardah melewati Chandra dan Bara yang sedang asyik bercanda. Bara tiba tiba bangun dari duduknya, lalu Bara meraih tangan Wardah. Wardah kaget namun, Bara menyuruhnya diam.
'' shuutt ...jangan berisik. Udah kamu temenin kita aja disini. Jangan ganggu mereka, mereka lagi serius ngobrol. Jangan gangguin.'' ucap Bara.
Wardah seakan terhipnotis ucapan Bara akhirnya menurut dan mengurungkan niatnya menghampiri Ibunya.padahal itu hanya akal akal Bara aja ingin dekat sama Wardah.
'' Sini duduk,'' Bara masih tetap memegang tangan Wardah mengajak duduk bersama. Wardah yang kesadarannya mulai datang pun kaget.
'' Ih om ngapain pegangin tangan aku '' Wardah melepaskan genggaman tangan Bara.Chandra yang melihatnya terkekeh.
'' eh maaf gak sengaja '' Bara sedikit gugup.
'' hmm..'' Wardah kesal, mulutnya udah mulai mengkerucut imut.Chandra yang melihat Wardah jadi traveling membayangkan sesuatu difikiranya.
'' Duuhh...Imut banget sih calon kakak ipar, mana itu leher sama betis mulus banget, bibirnya ga pake lipstik aja dah merah. jadi pengen abang cium neng '' chandra diam aja memperhatikan wardah sambil menopang dagu.
wardah tak mau lama lama dengan om om dihadapannya.ia pun segera pergi menghampiri Ibu dan Bosnya.Melihat Wardah datang Anisa malah berpamitan pulang.Ia pun memanggil kedua adiknya untuk ikut pulang.
Di kediaman Atmaja
Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam namun Anisa, Bara dan Chandra belum pulang.terlihat Dean mondar mandir di depan rumah.sementara Arya hanya duduk sambil memainkan Handphone.
'' Dean berhenti deh mondar mandir dihadapan kakak, udah kayak setrikaan. pusing kakak liatinnya.'' Ucap Arya
'' Kak Anisa mana yah belum pulang, kak Bara sama Kak Chandra juga.'' Dean cemas
'' emang kenapa sih De... mereka dah besar dah tua ngapain sampe cemas gitu''
'' Ih kak Ar..Kak Anisa itu kakak perempuan kita satu satunya.Dean ga mau kak Anisa kenapa2.''
Tak lama Anisa datang bersama Bara dan Chandra.Dean langsung tersenyum senang menyambut Anisa.
'' Assalamualaikum '' sapa Anisa
'' Waalaikum salam kak'' jawab Dean,
'' Kakak dari mana? katanya mau pulang sore.''sambung Dean
'' ada urusan sebentar'' jawab Anisa singkat sambil berlalu masuk kedalam rumah di ikuti ke 4 adiknya.Anisa langsung ke kamarnya. Arya dan Ketiga adiknya duduk diruang keluarga.
'' Kak Bara sama Kak Chandra kok bisa pulang Kak Nisa ? '' Tanya Dean yang selalu ingin tau.
'' Tadi mampir ke kantor kak Nisa trus pulangnya diajak kerumah Bidadari '' jawab Chandra
'' Iya bidadari turun mandi yah chan '' timpal Bara sambil cengengesan
'' Wah ...klo abis mandi berarti ada pelangi dong '' ujar Dean polos.
'' Bukan hanya pelangi De, sampai ada petasan sama kembang api yang bikin kakak kaget banget '' ujar Chandra asal
'' Hahaha...kak Bara sama Kak Chandra Lucu , bisa aja becandanya'' Dean tertawa seakan akan apa yang diceritakan chandra itu hanya cerita belaka.
'' yeahhh dibilangin beneran malah diketawain.kalau gak percaya sini kakak bisikin'' ucap chandra ,
Dean pun mendekatkan telinganya mendengarkan dengan seksama apa yang Chandra sampaikan. sampai sampai matanya melotot karna kaget.Arya yang sedari tadi hanya diam memperhatikan obrolan adik adiknya jadi penasaran.
'' Nah gitu ceritanya De, tadi juga kak Bara kaget De, Tapi Kak Bara beruntung De tadi dia pegang pegang tuh.'' jelas Chandra setelah selesai berbisik.
'' Ih kakak mah tadi kenapa gak ajakin Dean, Kan Dean juga mau tau '' ucap Dean
'' Tar juga tau De '' Bara menimpali
'' Kalian ngomongin apa sih? main Rahasia rahasiaan segala, pake bisik bisik lagi'' tanya Arya dengan sinisnya.
'' Kepo !! '' jawab mereka bertiga kompak lalu pergi kabur meninggalkan Arya. Mereka takut dengan amukan Arya.
'' Kalian bertiga awas yah...berani beraninya sama aku '' Arya sudah mengepalkan tangan dan mukanya udah seram sekali seperti wahana rumah hantu.Arya sangat geram dengan adik adiknya yang mengacuhkannya.