Buat yang mau tau novel penulis lainya, cus liat di IG@putritanjung2020. Ada gratis juga di pf lain.
Syafira adalah seorang gadis yang sederhana baik dan
pintar disekolahnya tinggal dengan paman
dan bibinya di suatu desa yang jauh dari
kehidupan metropolitan, dikarenakan kondisi
ekonomi pamannya yang pas-pasan Syafira
tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan
yang sangat dia cintai karena dia ingin
sekali melanjutkan penididikannya sampai
sarjana tetapi sayang pamannya sudah tak
mampu.
Akhirnya dia memutuskan untuk merantau
ke kota agar bisa mendapatkan pekerjaan dan
mengumpulkan uang untuk melanjutkan
kuliahnya.
Saat di kota dia bertemu dengan seorang CEO. Apa yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Tidur
Syafira Alkatiri baru kembali dari shalat Maghrib, dia berjalan menuju kamar VVIIP tempat tuan Kevin dirawat. Tiba-tiba Fira tidak sengaja melihat gerak gerik yang mencurigakan, dia melihat 2 orang laki-laki yang nampak seolah memantau ke arah kamar Kevin.
Fira masih bertanya-tanya tentang siapa orang yang tadi dilihatnya.
Jangan-jangan orang itu mau mencelakai tuan Kevin berarti malam ini aku nggak boleh tertidur, Aku harus menjaganya sampai pagi agar tidak terjadi sesuatu sama dia.
"Assalamu'alaikum," ucap Fira sambil membuka pintu kamar.
"Wa'alaikumussalam." Jawab Kevin yang langsung meletakkan kembali handphone yang tadi dimainkannya.
"Apa Kamu lapar?" tanya Kevin sama Fira.
"Tidak, trimakasih tapi apakah aku boleh ijin tidur sebentar?" tanya Fira karena dia ingin menyiapkan dirinya agar tidak terlalu ngantuk dimalam hari.
"Oh ya tuan, tolong bangun kan saya ketika jam 10 malam nanti untuk shalat Isya ya, tetapi jika tuan ada keperluan sesuatu jangan sungkan untuk membangunkan Saya kapan pun itu" ucapnya menuju sofa yang ada diruangan itu.
Syafira Alkatiri menaikkan kedua kakinya dan menyenderkan kepalanya di tangan kursi sebagai pengganti bantal untuk kepalanya, tak butuh waktu lama dalam hitungan menit mata Fira sudah tertutup rapat dan terdengar dengkuran halus dari bibirnya.
Kevin bangkit dari tempat tidurnya berjalan kearah Fira, namun infus yang melekat ditangannya membuatnya kesusahan dalam berjalan. Akhirnya Kevin mencabut alat tersebut dan melangkah perlahan menghampiri Fira yang sudah tertidur pulas.
Kevin duduk di lantai rumah sakit dan menyandarkan kepalanya sebelah ke arah kursi dekat Kakinya Fira, Kevin memandang wajah gadis yang sudah membuatnya gila.
"Aku belum pernah bertemu gadis seperti mu. Fira, wajahmu imut, gayamu beda tanpa ada kebohongan. Ucapan mu membuat setiap hati menjadi bergetar ketika mendengarnya. Apa difoto aja kali ya ..." ucap Kevin bicara sendiri.
Kevin mengambil handphonenya yang ditinggal diatas nakas sebelah tempat tidur.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Kevin mengambil foto Fira dari atas, dari dia duduk di lantai dan dari samping. Dia tersenyum melihat betapa damainya tidur gadis itu, Kevin mendekati kepala Fira, dia ingin sekali menyentuhnya tetapi Kevin nggak berani karena takut si gadis terbangun.
Beberapa menit kemudian Kevin akhirnya nggak tega melihat tidurnya Fira yang sepertinya sangat tidak nyaman.
Kasian kalau waktu bangun nanti lehernya jadi sakit.
Kevin akhirnya mengambil bantal yang ada di ranjangnya dan mengangkat tubuh Fira agar bisa tidur dengan lurus sambil meletakkan bantal di bawah kepalanya.
Kevin tidak menyadari jika perbuatannya tersebut sudah dilihat oleh ke 4 sahabatnya dan Aldo iseng memvidiokan moment yang sangat romantis itu tanpa disadari oleh Kevin
Dia kembali duduk dilantai sambil memandangi wajah Fira, namun sekarang Kevin duduk dilantai persis dekat perutnya. Sekali-kali dia nampak tersenyum sendiri. Dan saat Kevin meluruskan tangannya yang hanya sampai sejajar dengan pipinya gadis itu tiba-tiba Fira menggigau.
"Maafkan aku paman ... Aku belum bisa membuat mu bangga padaku aku hanya bisa jadi beban untuk mu ... Maafkan aku bibi ..." Sebutir air bening keluar mengalir dari mata gadis yang dipandang Kevin.
Ucapan Fira ternyata membuat sang CEO sombong ikut sedih melihat gadis uniknya yang sedang berada di alam mimpinya, sambil bergerak akhirnya Fira miring kekanan dan tiba-tiba Fira mengambil tangan Kevin untuk dijadikan guling, jadilah tangan kekar itu berada di perut Fira sampai persis ditengah 2 lingkaran dadanya.
Kevin kaget bukan main, apalagi kawan-kawannya yang sedari tadi sengaja seolah menonton adegan film romantis di depan mata mereka, Aldo sampai membekap mulut Reyhan yang hampir mengeluarkan suara.
"Gue iri pingin rasanya tangan gue ikut dijadiin guling juga doo," ucap Reyhan berbisik kepada Aldo.
"Coba liat muka Kevin merah, pasti dia deg-degan tuh tangannya berada di tempat terlarang yang bikin enak hati," bisik Aldo pada Bintang.
Kevin masih bingung untuk melepaskan tangannya dari pelukan gadis itu, karena entah kenapa tiba-tiba suhu tubuhnya menjadi sangat panas dan ada sensasi aneh yang merambat ke seluruh tubuhnya.
Oh tidak ini nggak baik, aku harus melepasnya atau aku bisa nggak tahan untuk menyentuhnya, aghh sial.
Akhirnya Kevin mencoba lagi menarik tangannya perlahan-lahan namun Fira malah kembali bicara dalam tidurnya.
"Alif, jangan ambil guling kakak sayang." Ucap Fira sambil mengambil kembali tangan kanan Kevin dan meletakkan telapak tangan Kevin dibawah pipinya.
Rona merah sangat jelas terlihat di wajah sang penggila cinta, dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk menarik tangannya tetapi malah sang gadis menjadikannya bantal dan itu membuat para mengintip terkekeh tidak tertahan yang akhirnya diketahui simuka merah.
Sambil sedikit berbisik Kevin bicara dengan kesal terhadap kawan-kawannya.
"Dasar kalian sialan, jadi dari tadi kalian disitu mengintip Gue?" tanya sang pemilik MTL GROUP.
"Nggak sekedar mengintip bro, tetapi kami juga mengabadikan momen indah mu hehehe," ucap Aldo yang sudah merekam dengan vidio semua yang terjadi.
"Hussss jangan berisik!" Ucap Kevin sambil meletakkan telunjuk di bibirnya memberikan kode agar berhenti bicara supaya tidak membangunkan gadis pujaannya.
"Ok kita bicara terpaksa bisik-bisik nih," ujar Bintang.
"Nggak harus berbisik juga kali ... Yang penting kita jangan sampai membuatnya terbangun, Gue yakin melihat tidurnya Fira, sepertinya dia sangat capek, makanya tidurnya sangat nyenyak," ucap dokter Reyhan.
"Satu lagi. Asal nggak ada yang mengambil bantalnya." Ucap Aldo yang langsung membuat sahabatnya yang lain membekap mulut masing-masing untuk menahan tawanya karena ucapan Aldo barusan.
Secara yang jadi bantal dibawah pipi Fira adalah telapak tangan Kevin.
Kevin yang tidak bisa menjangkau Aldo dengan tangan langsung melayangkan kakinya ke kaki Aldo.
"Diam Lo berisik!" Ucap Kevin dengan muka merah.
"Kenapa muka Lo merah ...? Haa? Lo malu ama kita berempat?" tanya Aldo sambil menaikkan kedua alisnya ke arah Kevin.
"Udah woy. Kita sekarang bukan waktunya bercanda nih, kalian lupa tujuan kita kesini ngapain," ucap Rudi mengingatkan para sahabatnya ini.
"Eh lupa Gue, kita kesini kan mau jagain dedek bayi yang lagi jatuh cinta hahahah." Aldo sudah tak bisa menahan tawa nya, sedangkan yang lain membekap mulutnya masing-masing sambil matanya melongo ke arah gadis yang sedang tertidur pulas.
"Huffff hampir saja momen indah Gue terputus," ucap Kevin.
"Kalau putus disambung lagi aja vin," ucap Aldo nyengir.
"Lo kalau masih ngomong gue hajar lo," ujar Kevin yang mulai jengkel sama kawannya yang satu ini.
"Sekarang apa rencana kita?" tanya bintang.
"Kalian tenang saja, Gue sudah bawa pengawal sekitar 10 orang untuk malam ini, jadi tugas kita hanya menemani Kevin di kamar ini," ucap Rudi dan yang lain saling pandang.
"Kalau ada pengawal 10 orang ngapain kita diajak kesini, nyesel gue dateng," ucap Bintang.
"Bukan gitu, Kita kan nggak tau jika nanti malam terjadi sesuatu gimana?" tanya Rudi.
"Lo aneh ya Rud, makin aneh lo sejak berada sama Kevin terus, sekarang tuh udah malam masih ngomong nanti malam, emang malam menurut lo jam berapa?" tanya Aldo
"Uhhh" Fira nampak sedang menggerak gerakan tubuhnya dan akhirnya miring kekiri ke arah dinding kursi dan membelakangi Kevin sehingga dengan sendirinya tangan Kevin bebas dari pipi Fira.
Kevin langsung memijit mijit telapak tangannya yang terasa kebas karena menyangga 1 kepala begitu lama. Tak terasa hari hampir jam 10 malam dan Kevin ingat janjinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like, komen dan vote ya. Maaf Saya penulis baru, jadi harap maklum jika masih terdapat banyak kesalahan. Terima kasih.
Happy Eid Mubarak
minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏