NovelToon NovelToon
Aku Jadi Miliarder Dalam Satu Malam

Aku Jadi Miliarder Dalam Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:21.3k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.

Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.

Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memohon!!

Udara dingin menerpa wajah Miles saat ia kembali melangkah keluar dari rumah itu.

Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana jins lusuhnya. Ia tidak memiliki tujuan. Ia hanya terus berjalan. Pikirannya terus berputar pada satu pertanyaan.

"Bagaimana cara aku menyelamatkannya?"

Kurang dari dua puluh empat jam.

Hanya itu sisa waktu yang dimiliki ibunya.

Ia telah mengetuk setiap pintu, memohon kepada setiap orang yang dikenalnya, bahkan mencoba mengajukan pinjaman ke bank. Namun tidak seorang pun bersedia membantu seorang kurir miskin yang tidak memiliki aset dan tak mampu menawarkan apa pun selain janji-janji penuh keputusasaan.

Ia benar-benar sudah kehabisan jalan.

Namun kemudian sebuah pikiran melintas di benaknya.

Mungkin pihak rumah sakit bersedia memulai operasi terlebih dahulu sementara ia terus berusaha mencari uangnya. Harapan itu memang sangat tipis, tetapi ia harus mencobanya.

Miles segera berbalik dan berlari kembali ke rumah sakit. Paru-parunya terasa terbakar saat ia menerobos pintu masuk rumah sakit sekali lagi.

Untungnya, ia berpapasan dengan Dokter Tyler di lorong rumah sakit.

"Tolong!" serunya sambil terengah-engah ketika berhasil menyusul Dokter Tyler di lorong.

Pria itu menoleh dengan terkejut, lalu mengernyit ketika melihat Miles berlari menghampirinya.

"Aku mohon," kata Miles sambil mencengkeram lengan jas dokter. "Tolong, segera lakukan operasinya. Aku akan menemukan cara untuk membayarnya... apa pun yang harus kulakukan. Aku bersumpah akan melunasinya."

Miles tidak peduli meskipun banyak orang sedang memperhatikannya.

Ekspresi Dokter Tyler sedikit melunak, tetapi suaranya tetap setegas sebelumnya.

"Tuan Sterling, aku mengagumi tekadmu untuk menyelamatkan ibumu. Namun kami memiliki peraturan. Untuk operasi sebesar ini, seluruh biaya—dua ratus lima puluh ribu dolar—harus dibayar di muka. Tidak ada pengecualian."

Tenggorokan Miles terasa tercekat. "Tapi ibuku sedang sekarat. Dokter sendiri yang mengatakan dia tidak punya waktu lebih dari dua puluh empat jam. Apa Dokter akan membiarkannya tiada sebelum aku berhasil mengumpulkan uang itu? Dokter harus melakukan sesuatu."

"Aku tahu," jawab dokter itu pelan. "Dan aku benar-benar minta maaf. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa."

Setelah mengatakan itu, ia pun pergi.

Miles berdiri membeku sesaat sebelum akhirnya melangkah sempoyongan menuju ruang tunggu. Kedua lututnya tak lagi mampu menopang tubuhnya hingga ia jatuh terduduk di lantai rumah sakit, bersandar pada dinding, sementara kepalanya tertunduk di antara kedua tangannya.

Orang-orang berlalu-lalang di sekitarnya, tetapi ia sama sekali tidak melihat mereka. Suara-suara di rumah sakit perlahan memudar, hanya menyisakan gumaman samar dari beberapa perawat yang sedang mengobrol.

Lalu… Sebuah suara memecah keheningan.

"Berita terbaru."

Suara seorang pembawa berita wanita terdengar dari televisi kecil yang tergantung di sudut ruang tunggu.

Miles mengangkat kepalanya perlahan. Kedua matanya memerah. Ia sendiri tidak tahu mengapa pandangannya tertarik ke layar televisi itu.

Judul berita berjalan di bagian bawah layar dengan huruf-huruf besar.

"NexaChain resmi diluncurkan dengan harga 800.000.000 dolar per koin NexaChain. Setelah beredar rumor bahwa aplikasi NexaChain adalah penipuan, dari total 997.000 akun penambang yang pernah ada, sebanyak 996.999 akun telah dihapus oleh para pengguna yang benar-benar percaya bahwa aplikasi tersebut adalah penipuan. Menurut pihak NexaChain, kini hanya tersisa satu pengguna, dan pengguna tersebut dikabarkan telah berhasil menambang lima puluh koin NexaChain. Demi alasan keamanan, identitasnya masih dirahasiakan."

Darah Miles seakan membeku.

Selama beberapa saat, ia hanya menatap layar televisi itu, tidak yakin apakah pendengarannya benar.

Lalu ingatannya kembali melayang.

Lima tahun yang lalu… Ia pernah mengunduh aplikasi itu hanya karena rasa penasaran, meskipun semua orang menertawakannya. Selama beberapa minggu ia sempat menambang koin NexaChain sebelum kerasnya kehidupan memaksanya berhenti. Setelah itu ia melupakannya begitu saja, tetapi ia tidak pernah menghapus akunnya.

Dan jika berita itu benar… Jika benar hanya ada satu orang yang masih memiliki lima puluh koin… Orang itu adalah dirinya.

Miles langsung berdiri. Jantungnya berdetak begitu keras hingga ia hampir tidak bisa mendengar apa pun.

Tanpa membuang waktu sedetik pun, ia berlari keluar dari rumah sakit.

Sampai akhirnya tiba kembali di kediaman keluarga Wycliff untuk kedua kalinya malam itu.

Ia menerobos masuk melalui pintu depan sambil terengah-engah.

Lily dan Kelvin masih bersantai di ruang tamu, mengobrol panjang sambil mengenang masa lalu. Mereka bahkan nyaris tidak melirik saat Miles bergegas melewati mereka.

"Jangan sampai tersandung," ejek Kelvin.

"Mungkin kalau kau berlari secepat itu mengejar lamaran pekerjaan, kau tidak akan semiskin ini," tambah Lily dengan nada datar.

Miles mengabaikan mereka.

Ia berlari menaiki tangga. Jantungnya berdetak kencang saat menuju kamar kecil yang kini menjadi tempat tinggalnya setelah Lily mengusirnya dari kamar mereka.

Ia segera membuka lemari lalu menarik keluar sebuah kotak kardus yang sudah penyok. Ia melempar buku-buku kuliah lama dan kabel-kabel kusut hingga akhirnya menemukan benda yang dicarinya.

Laptop lamanya.

Sudut layarnya retak, dan bodinya sudah penuh goresan serta pecahan kecil.

Namun laptop itu masih bisa menyala.

Miles menunggu hingga proses booting selesai.

Setelah beberapa saat, akhirnya tampilan desktop muncul.

Jari-jarinya bergerak cepat di atas keyboard saat membuka aplikasi NexaChain, sambil terus berdoa agar ia masih bisa masuk ke akunnya.

Setelah sempat mengalami sedikit gangguan, layar berkedip beberapa kali sebelum aplikasi itu akhirnya terbuka.

Di sanalah tampil antarmuka aplikasi NexaChain.

Miles mengusap wajahnya lalu menarik napas dalam-dalam.

"Aku harus memastikan ini," bisiknya.

Ia mengklik menu Withdraw pada aplikasi NexaChain.

Aplikasi itu mengarahkannya ke situs resmi NexaChain.

Ia kembali memasukkan informasi akun miliknya.

Jari-jarinya gemetar, berharap ia masih mengingat kata sandi yang benar.

"Ya!" serunya sambil mengatupkan rahang ketika kata sandinya langsung diterima pada percobaan pertama.

Hanya butuh beberapa detik.

Lalu dasbor akunnya muncul di layar laptop dengan ringkasan berikut.

Saldo: 50 koin NexaChain

Harga saat ini: 800.000.000 dolar per koin

Di bawahnya terdapat sebuah pilihan.

Konversikan NexaChain ke USD

Total nilai yang dapat ditarik: 40.000.000.000 dolar

Mata Miles membelalak.

Ia mencondongkan tubuh ke depan sambil menatap layar tanpa berkedip untuk memastikan dirinya tidak sedang berhalusinasi.

Total nilai… Empat puluh miliar dolar.

Ia segera mengklik tombol Konversikan ke USD.

Sebuah lingkaran kecil berputar di layar.

Beberapa detik kemudian… Sebuah notifikasi muncul.

Transaksi Berhasil.

Layar kembali dimuat ulang.

Lalu sebuah angka berwarna hijau muncul.

Saldo tersedia: 40.000.000.000,00 dolar.

Miles mengembuskan napas panjang. Ia tidak sanggup mempercayainya. Pandangan matanya menjadi kabur karena syok.

Uang itu benar-benar ada. Tersimpan di dompet digital NexaChain miliknya.

Tawa tiba-tiba keluar dari mulutnya sebelum sempat ia tahan.

Miles berdiri perlahan sambil mencengkeram sisi meja. Kedua matanya masih dipenuhi keterkejutan.

Tepat ketika ia mengira tidak mungkin ada kejutan lain lagi… Sebuah pesan muncul di dasbor NexaChain miliknya.

Halo Miles Sterling,

Selamat!

NexaChain Global telah memilih anda sebagai CEO baru perusahaan. Kesabaran dan dedikasimu telah diakui. Seorang perwakilan perusahaan akan segera menghubungi anda.

Mata Miles membelalak.

CEO baru NexaChain Global?

1
Was pray
miles mules kebanyakan Nelan duit dalam semalam... jadi gak berani muncul lagi .. 🤣🤣🤣
Aisyah Utami
..
ghani pro
masih lanjutkah ceritanya?
Wawan Supartono
lanjut thor
Was pray
aku kurang suka dengan cara miles membubarkan pesta ultah Lily dengan menghamburkan uang sia-sia. kurang elegan
Was pray
konyol si miles,
Was pray
miles malah sibuk mengurusi urusan ultah orang lain, tujuanmu datang ke ultah Lily itu apa ? kamu sok peduli sama orang lain padahal kamu aja masih kerepotan ngurusi urusanmu sendiri
Was pray
perkataan "TOLONG" terlalu sering digunakan, kata tolong memang memperhalus suatu perintah/permintaan, tapi kalau sering digunakan menandakan orang itu diposisi yg lebih lemah dan butuh bantuan yg amat mendesak. jadi perlu penempatan yg pas
Was pray
mau nyumbang kok alurnya muter2... dan anehnya ada staf panti asuhan yg arogan kayak jadi staf hotel bintang sepuluh aja
Was pray
belum beres miles, ucapan terimakasihnya ditunda dulu
Was pray
bebaskan dulu dirimu miles baru ngomong akan mencabik -cabik ryder, lah kamu aja gak bisa berbuat apa2 utk membebaskan dirimu.. 🤣🤣🤣
Was pray
orang lemah dalam strategi dan terburu buru dalam mengambil sebuah keputusan , bertindak tanpa berpikir, nalarnya mampet kok jadi CEO? ya amburadul lah perusahaan. itu, emang kamu gak bakat jadi CEO miles..
Was pray
ketololan miles muncul lagi, CEO pekok
Was pray
mencari orang yg belum dikenalnya sam sekali? aneh ni ajaib..... ciri2 orangnya gak tahu... cara berpikir miles ini kaya anak SD... 🤣🤣🤣🤣
Was pray
CEO perusahaan kok gak ada tim pengawal, hadeh.... gak profesional banget
Was pray
miles jadi orang kaya tetap sengsara , waktu miskin jadi bahan Bulian,setelah kaya tetap sama saja. sengsara
Wega Luna: bener ,,,,👍
total 3 replies
Was pray
party executive tapi mengatasi polah Kevin dan Lily aja gak becus... kayak party ultah anak SD aja...
Was pray
yah .. masih membahas hal yg sama.... kursi.... dan kursi lagi
@Lion_001
buat miles berdarah dingin,cuek, jarang berbicara banyak bertindak,
miles ceo dingin dn kejam,agar lebih menarik membacanya thorr👍👍
Wega Luna
entahlah jujur jadi agak bosan karena malam pesta butuh berepisode episode,nasib ibunya gimana,,,,
MELBOURNE: sabar guyss tunggu besok lagi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!