NovelToon NovelToon
My Bos CEO

My Bos CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / CEO / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:13.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yeni Erlinawati

Sejak cintanya di hianati. Aiden berubah 180 derajat dari Aiden yang dingin berubah jadi aiden yang super duper dingin dan cuek.

"Apakah ini karma saya yang sudah menyia-nyiakan jodoh yang di pilihkan orangtua saya dulu?" tanya Aiden yang tampak frustasi setelah ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa orang yang benar-benar dia cintai bermain yang tak senonoh di belakangnya.

"Maybe Pak. Banyakin sabar aja Pak toh nona Rara juga gak akan mau lagi sama Bapak yang sudah menolak dan merendahkan dirinya yang lebih membela dan memilih wanita yang salah. Terima nasib Pak." Della menenangkan Aiden yang tampak kacau di dalam apartemen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Erlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

Hari demi hari, minggu demi minggu sudah gue lalui, weekend tetep kerja gue lakuin berat banget kerjaan gue akhir akhir ini, pak Aiden tambah gak ada akhlak sekarang, sering ninggalin kerjaan di kantor yang menyebabkan kerjaan ke pending semua gara gara seenak jidatnya pergi gitu aja sama pasangannya yang kecentilan dan sok jadi penguasa kalau ngunjungin kantor kayak udah pasti aja dia jadi istrinya pak Aiden. Kayak hari ini nih, dokumen semua numpuk di meja gue sampai bingung mau naruh di mana lagi. Mau ke pak Reiki dianya tugas ke luar kota, mau ke Bisma dianya lagi cuti ahhh ngenes banget hidup gue.

Gue keluar dari ruang kerja menuju dapur khusus karyawan buat kopi dulu biar ngurangin puyeng gue.

"Hay kak," sapa sekertaris Bisma (Airin).

"Hay juga dek," gue panggil dia dek ya karena dia udah gue anggap adek gue sendiri cuma beda 1 tahun dari gue dan dia baru kerja beberapa bulan belakangan ini gantiin sekertaris Bisma yang keluar.

"Kopi buat pak Aiden ya kak?" Tanya dia.

"Enggak, buat diri sendiri, pak Aiden lagi minggat sama cabe cabeannya."

"What? Pergi lagi kak."

"Heem, gak tau lagi gue sama jalan pikiran dia, bisa bisa nih kantor bangkrut gak keurus gini apalagi tuh dokumen dokumen dia anggurin diruangan gue."

"Emang perginya sejak kapan kak?"

"Tadi sebelum jam makan siang."

"Lama juga, kok pak Aiden gak bertanggung jawab banget ya kak sama kerjaannya padahal ini kantor dia, dia pemimpin yang harusnya kan ngasih contoh yang baik buat karyawan dia eh dianya aja malah kayak gini."

"Yang sabar ya kak," sambung dia.

"Gue masih sabar kalau gue udah gak ada stok sabar paling paling gue ngikutin dia yang gak ngerjain tugas gue disini, tinggal leha leha aja mau pergi ya pergi tanpa memedulikan pekerjaan gue."

"Yah jangan gitu dong kak, gue do'ain kakak gue yang cantik ini stok sabarnya banyak."

"Amin, gue balik dulu ya bye," gue ninggalin Airin menuju ruang kerja gue.

Jam setengah 5 pak Aiden baru balik entah dari mana sama si cabe bodoamat deh gue panggil pacar bos cabe kan emang bener kelakuan kek cabe kalau pakai baju ketat kurang bahan pula pantes kan gue panggil cabe ya gak iya dong. Nanggung banget setengah jam lagi waktunya pulang, seenak jidat emang nih bos satu. Masuk ruangan dia sambil senyum senyum sendiri sumpah ini beneran perlu di ruqyah manusia satu ini.

Gue buru buru bawa separuh dokumen, separuh lagi nanti gue ambil lagi kalau sekalian sempor tangan gue. Gue ngetok pintu.

"Masuk," buka kenop pintu dan naruh dokumen dokumen ke meja kerja dia.

"Pak mohon di tanda tangani sekarang juga dan harus selesai sekarang, banyak dokumen yang masih terbengkalai bahkan ruangan saya sekarang sudah menjadi gudang dokumen," sindir gue.

"Kamu yakin dokumen sebanyak ini harus selesai sekarang," tanya dia.

"Iya pak, karena itu dokumen sudah satu minggu di ruangan saya dan hanya bapak abaikan."

"Baiklah kalau gitu kamu boleh pergi," titah pak Aiden.

"Maaf pak tapi masih ada lagi sebagian dan dokumen itu juga harus selesai sekarang juga, saya ambil dulu permisi," tanpa persetujuan dia, gue balik ke ruang gue ngambil sebagian dokumen tadi dan kembali ke ruangan pak Aiden. Tanpa ngetuk pintu gue masuk dan naruh lagi di meja kerjanya.

"What? Segini banyaknya," kaget pak Aiden.

"Iya pak."

"Kenapa bisa numpuk segini banyaknya?" Astaga pakai nanya lagi.

"Lah mana saya tau pak, kan belakang ini bapak ngilang terus dari kantor dan ninggalin pekerjaan bapak tanpa menyentuhnya sama sekali dan sampai terbengkalai di ruang kerja saya," bodoamat gue ngomong kek gitu.

"Kalau gitu saya pamit undur diri pak, udah waktunya pulang, permisi." pak Aiden masih dengan pandangan takjubnya dengan dokumen yang bertumpuk-tumpuk di mejanya.

"Mau kemana kamu?" gue balik badan lagi menghadap pak Aiden yang sudah mengalihkan pandangannya ke gue.

"Ya pulang lah pak, kan udah waktunya pulang," jawab gue santai.

"Siapa yang suruh kamu pulang, bantu saya disini."

"Pak itu kerjaan khusus buat bapak dan yang memerlukan tanda tangan bapak secara langsung ya masak saya palsukan tanda tangan bapak, toh kerjaan saya udah selesai dari tadi sebelum bapak berangkat ke sini," enak aja itu kerjaan dia ogah gue suruh bantuin lo pak.

"Hah sebelum berangkat pagi tadi."

"Lah kan bapak tadi pagi gak kesini dan baru kesini jam setengah 5 tadi dan saya anggap itu waktu berangkat bapak yang lain pulang bapak kerja, yang lain kerja bapak foya foya," jawab gue ketus.

"Mana ada foya foya, bantu saya cepat," perintah dia dingin, gak ngaruh pak gak ngaruh gue dah capek mau bobok cantik.

"Gak mau lah pak, orang itu tugas bapak, mangkanya jangan pergi pergi mulu sama si cabe eh maksud saya pacar bapak jadinya kan kerjaan terbengkalai, urusan kantor juga gak terkendali semua, bapak berdoa aja supaya perusahaan bapak gak bangkrut karena punya pemimpin yang gak bertanggung jawab sama sekali dan lebih mementingkan urusan diri sendiri saat waktu kerja tidak bersikap profesional sama sekali, dah ya pak saya permisi dan untuk kerjaan saya besok sudah saya selesaikan semua, selamat weekend pak dan selamat bekerja," unek unek gue keluar semua kan. Gue buru buru keluar dari ruangan pak aiden dan pulang.

**********

Author POV

Mentari menyinari bumi menggantikan rembulan yang semalaman berjaga bersama bintang. Memancarkan sinar remang remang masuk kedalam kamar seorang gadis yang masih setia dengan seperangkat alat tidurnya.

"Hoam," Della terusik dari tidur cantiknya, mengerjab ngerjabkan matanya yang mulai terbuka namun tubuhnya malas untuk beranjak. Terdiam untuk beberapa menit mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul sepenuhnya.

"Jam berapa sih?" tanya Della dengan dirinya sendiri, ia melirik jam yang ada di tangannya.

"Jam 9 ternyata pantesan laper," Della dengan enggan turun dari ranjang queen badnya berjalan gontai menuju kamar mandi, mencuci muka dan sikat gigi, pantang buat della hari libur mandi, mandi mandi kalau mau keluar itu juga terpaksa, perinsip Della hari libur kenapa harus mandi dua kali kalau satu kali aja bisa kenapa harus dua menghemat air tagihannya mahal (alasan).

Della turun ke bawah masih dengan baju tidurnya dan rambut yang ia kucir asal.

"Pagi mbak," sapa Della.

"Pagi juga non, udah bangun."

"Ya udah lah mbak, kalau belum bangun mana bisa aku nyapa mbak Rina."

"Hehe iya juga sih non, ya udah makan dulu non, masakannya udah siap semua tinggal hap," Della duduk di salah satu kursi makan.

"Wah enak nih," Della kemudian mengambil piring dan mulai mengisinya dengan nasi dan lauk pauk yang ada.

"Mbak Rina, makan sekalian tar sakit maagnya kambuh lho," mereka berdua sudah terbiasa makan bersama layaknya keluarga. Rina pun mengangguk dan menarik satu kursi yang berhadapan dengan Della.

Terimakasih semuanya yang sudah baca, mohon maaf jika banyak kekurangan, author baru latihan nulis, salam hangat dari author 🤗

1
kinkin
ok
anthy
Luar biasa
Yeni Erlinawati: terimakasih atas penilaiannya kakak ❤️🤗 jangan lupa baca ceritaku yang lainnya ya, aku tunggu❤️
total 1 replies
Indri Yudiawan
novel romantis dukungan terakhir novel my bos ceo dalam cerita romantis
Queen Za
👍👍👍👍👍
Tera Aquarty
Lumayan
yhoenietha_njus🌴
aduuh Delll realistis banget sih
yhoenietha_njus🌴
pake napas buatan aja pasti langsung bangun plus kabur
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
Yeni Erlinawati: terimakasih atas penilaiannya kakak 🤗 love you sekebon ❤️
total 1 replies
yhoenietha_njus🌴
the story of secretary...ga bos aja yang punya cerita..yang dibalik layar yang bikin cerita..
yhoenietha_njus🌴
dah setahun aja Della kerjanya ga kerasa ya...😄😄
yhoenietha_njus🌴
next
yhoenietha_njus🌴
si Della dah fasih bahasanya...
Yeni Erlinawati: si doi gedenya di indo kak jadi udah pasti fasih🤭
total 1 replies
yhoenietha_njus🌴
lanjooot
Yeni Erlinawati: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
yhoenietha_njus🌴
hai hai hai mampir thor
Yeni Erlinawati: terimakasih Kakak🤗 happy reading ya, semoga suka ❤️
total 1 replies
yuniayu
edann kabah 🤣🤣🤣🤣
Yeni Erlinawati: dan pembacanya dimohon untuk ikut edan🤣
total 1 replies
Nuryati Yati
gemes banget
Nuryati Yati
Ya Allah jd terharu,seneng aq juga prnh di posisi Della Alhamdulillah anakku udh umur 11 thn.
Nuryati Yati
😭😭😭😭
Nuryati Yati
suka 👍👍
Yeni Erlinawati: Terimakasih Kakak ❤️🤗
total 1 replies
Nuryati Yati
wis mulai gendeng 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!