ASYIFA PUTRI WINATA
Kehidupan Asyifa yang dikelilingi 3 kakak yang sangat Posesif. Keluarga yang Overprotektif membuat semua pergerakannya terbatas.
Termasuk teman yang terbatas. Karena tidak semua orang bisa berteman dengan Syifa. Tentu saja karena keposesifan ketiga kakaknya.
Kehidupan yang awalnya di Panti Asuhan, kini dia hidup dikeluarga berada, rumah mewah yang bisa disebut Mansion.
Dengan kemewahan dan keharmonisan keluarga, lengkap sudah keinginan Syifa untuk memiliki keluarga yang harmonis, walaupun dengan keposesifan ketiga kakaknya.
Posesif yang sudah di level atas.
Akankah alur hidup Syifa selalu berjalan mulus?
Jika tidak, rintangan seperti apakah nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chnslai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Setelah acara drama tadi siang, kini Syifa sedang asik dengan dunianya sendiri.
Apalagi selain bermain Ponsel.
Tak lupa dengan sepiring Kue di pangkuannya.
Untung Kue yang di buat Kakaknya enak.
Kalau enggak, Syifa bakal ngambek pokoknya!!.
...●●●...
Flasback On.
Vina melototkan matanya seolah olah matanya bisa keluar. Ia terkejut bukan main.
Ketiga putranya ini sama sekali tidak pernah memasuki dapur, maksudnya tidak pernah sentuh peralatan dapur.
Apalagi memasak.
Mereka hanya memasuki dapur ngambil cemilan atau minuman di kulkas.
Atau hanya duduk di meja makan lalu makan bersama.
Setelah itu, sudah.
Mereka akan masuk ke kamar mereka masing-masing.
Pantas saja kini keadaan dapur seperti kapal pecah atau terkena badai hebat.
Satu kata yang bisa menggambarkan keadaan dapur sekarang.
KACAU!!!.
KACAU BALAU!!!
"Apa yang kalian lakukan dengan dapur Mommy!"
Vina berucap tegas seraya berkacak pinggang.
"Kita sedang membuat Kue untuk Ifa Mom"
Adnan berusaha menjelaskan pada Vina apa yang sebenarnya terjadi.
"Lalu apa yang kalian lakukan. Sampai sampai keadaan dapur seperti kapal pecah. Kacau!!"
Tutur Vina bersungut-sungut kesal.
"Ya elah Mommy ini gimana sih!. Kan Kita lagi masak. Ya iyalah kotor!"
Revan berkata tak kalah nyolot.
"Ya tapi gak sampai kaya gini juga"
Keluh Vina sambil memijat pelan pelipisnya.
Pusing.
"Udahlah kalian buat Mommy pusing. Selesaikan dulu buat Kue nya. Setelah itu langsung bersihkan dapur dari kekacauan ini!. Titik!!"
"Tap-"
Bara ingin memprotes pun terpotong dengan ucapan Vina.
"Ga ada penolakan!!"
"Ayo sayang kita tunggu mereka diruang keluarga aja. Sambil nonton TV yuk" lanjutnya mengajak Syifa dengan lembut.
Merangkul Syifa untuk berjalan menuju sofa keluarga. Tempat Biasa untuk berkumpul keluarga.
Meninggalkan tiga pria yang hanya pasrah, terlihat jelas dengan helaan nafas yang dikeluarkan.
Flasback Off.
...●●●...
"Lagi ngapain si sayang?. Asik banget keliatannya"
Vina mengelus surai hitam panjang milik Syifa lembut.
"Ini Syifa lagi chatingan sama Ana Mom" menunjukkan Chatingannya dengan sabahatnya, alias Ana.
"Mana coba? Mom lihat"
"Nih"
...•••...
+6283....
Assalamualaikum Syifa🙏
Ini aku Ana.
Save oke👌
^^^Iya Waalaikumsalam^^^
^^^Ana Dwilaya??^^^
Iya.
Ana Dwilaya.
^^^Okey Ana👌^^^
Siip👍
...Ana Dwilaya | Saved done |...
Kamu udah pulang dari Rumah Sakit Fa?
^^^Syifa udah pulang Ana😊^^^
Kapan?
^^^Tadi siang.^^^
^^^Jam 1 siang kalo Syifa gak salah.^^^
Ouhh gitu.
^^^Iya.^^^
^^^Kenapa Ana?^^^
Ga papa.
Aku cuma mau ngabarin kamu.
Kalo besok ada PR Kimia.
^^^Hah?! 😨^^^
^^^Kimia?! ^^^
^^^Yah Syifa gak terlalu suka sama Kimia😳 ^^^
^^^Susah. ^^^
^^^Syifa gak ngerti-ngerti.^^^
Ya sama😣
Apalagi aku Fa.
Kamu tanya aja sama Kakak kamu.
Siapa tau bisa bantuin.
^^^Ouh iya yah.^^^
^^^Kok Syifa bisa lupa kalau punya Kakak.^^^
Dasar😥
^^^Haha😂^^^
Aku tanya sama siapa coba?.
Huhu~😧
^^^Jangan sedih Ana.^^^
^^^Nanti kalau Syifa udah selesai ngerjain. ^^^
^^^Syifa kasih tau sama Ana. ^^^
^^^Okey??😀^^^
Siap.
Thank you Baby😗
^^^Iyaa.^^^
^^^You are welcome.^^^
^^^Ana sekarang lagi ngapain sekarang?^^^
Aku lagi tiduran sambil dengerin musik.
Kamu lagi ngapain Fa?
^^^Lagi duduk di sofa sama makan Kue buatan Kak Anan, Kak Bara sama Kak Revan.^^^
^^^Enak deh🍰^^^
Hah?!😲
Emang bisa?!
Aku gak nyangka Kak Revan bisa bikin Kue.
^^^Itu juga Syifa yang suruh.^^^
Ouh pantesan.
^^^Yaudah PR halaman berapa Ana?^^^
Halaman 25 Fa.
^^^Makasih Ana.^^^
Sama-sama Syifa.
Read
...•••...
Setelah membaca isi chatingan Putrinya, Vina manggut-manggut mengerti.
"Yaudah mau dikerjain kapan PR nya. Sekarang atau nanti malem?"
"Emm.. sekarang aja deh Mom. Biar cepet selesai"
"Mau Mommy panggilin Kakak gak?"
"Ehh gak usah deh Mom. Biar Syifa aja yang bilang sama Kakak. Sekalian Syifa ke atas mau ambil buku Kimia dulu" jelasnya pada Vina.
Takutnya malah merepotkan Vina karena harus naik tangga.
Sedangkan ketiga kKkaknya memang ada di lantai atas.
Adnan berada diruang kerja miliknya.
Sedangkan Bara dan Revan sedang ada di kamar Revan.
Ngapain lagi selain main PS atau gak Mobile legend.
Syifa beranjak dari sofa sambil memegang Ponsel dan piring kotor bekas Kue.
"Mau kemana Sayang?"
Syifa menghentikan langkahnya.
Berbalik mengahadap Vina sepenuhnya.
"Mau ke dapur Mom. Taruh piring kotor"
"Ga usah Sayang. Biar Mommy aja yang taruh piringnya. Kamu ke kamar aja ambil bukunya"
Vina mengambil alih piring kotor milik Syifa.
Vina berjalan mendahului menuju dapur untuk menaruh piring kotor di wastafel.
Syifa memiringkan kepala lalu menggidikkan bahunya.
Syifa berjalan pelan menaiki tangga satu per satu. Membuka pintu kamar miliknya.
Langsung saja mengambil buku Kimia dan alat tulis.
Syifa Berbalik dan berjalan riang menuju kamar Revan.
Baru saja meraih handle pintu, ia sudah mendengar suara dua laki-laki. Ia mengintip dari celah-celah pintu yang sedikit terbuka.
"Yang bener woi! Lo bisa main game gak sih!"
Suara Revan terdengar keras.
"Ya jelas bisa lah!!"
Bara berbicara seolah-olah ia tak terima mendengar ucapan Revan padanya.
"Ya terus kenapa Lo kalah terus?!"
Ejek Revan terang-terangan.
"Itu Lo cuma lagi beruntung. Kan Gue ngalah dari Lo!. Sebagai Abang jadi Gue ngalah aja sama Adek"
Elak Bara pada Adiknya yang menyebalkan.
Lagi-lagi ia dikalahkan sama Adik laknatnya ini.
"Halah. Itu mah cuma alesan Lo doang! Bilang aja Lo gak pandai main game!"
Sewot Revan mendengar elakkan Bara yang tidak mengakui kekalahannya.
Karena Syifa tidak mau mengganggu kedua kakaknya.
Akhirnya ia menutup pintu kembali.
Berjalan santai menuju kamar kakaknya, Adnan.
Syifa Meraih handle pintu pelan, membukanya dan masuk ke kamar Adnan.
"Kak Anan"
Panggil Syifa pelan.
Ia menyusuri setiap isi kamar.
Di mulai kamar mandi, kosong.
Kamar juga sudah pasti kosong.
Balkon juga sama, kosong.
"Kak Anan kemana sih?! Apa ada diruang kerjanya yah. Syifa coba check deh"
Syifa masih dengan membawa tentengan buku dan alat tulis.
Syifa mendekati pintu ruang kerja Adnan.
Membukanya lalu melihat isi ruangan hanya dengan mendongolkan bagian kepala saja.
Syifa melihat Adnan sedang duduk di kursi kerjanya, dengan laptop menyala di hadapannya.
"Kak Anan"
Adnan yang merasa namanya dipanggil mendongakkan kepala, yang tadinya menunduk fokus pada laptopnya.
Yang Adnan lihat, ialah Adiknya.
Syifa.
"Ifaa. Kenapa Sayang. Masuk aja"
Syifa masuk ke ruang kerja Adnan tak lupa menutup pintu.
"Duduk sini"
Ucap Adnan seraya menepuk kecil pahanya sendiri.
Mengisyaratkan Syifa untuk duduk di pangkuannya.
Syifa menurut duduk di atas paha Adnan.
"Kenapa cari Kakak, hmm?"
"Syifa mau minta ajarin Kimia. Syifa ada PR Kimia, bantuin yah" Ucapnya dengan puppy eyes berharap Adnan akan luluh.
"Baiklah-baiklah. Kakak akan bantuin Ifa ngerjain PR"
Ucapan Adnan barusan berefek besar pada Syifa, yang sekarang sangat berbinar dan girang.
Seperti dapat hadiah saja.
"Asyikk" Ucapnya girang dengan mengepalkan kedua tangannya.
Adnan yang melihat binar bahagia Syifa ikut merasa bahagia.
Se-serdehana itu bahagianya Syifa.
"Mana coba PRnya. Kakak mau lihat"
Syifa membuka buku sesuai halaman 25 yang di sebutkan oleh Ana tadi.
Adnan pun mulai menjelaskan satu per satu materi kimia yang Syifa kurang paham.
Lalu juga membantu Syifa mengerjakan PR Kimia itu.
"Sudah paham Sayang"
"Belum.. Syifa udah coba berkali-kali. Tapi tetep aja gak bisa."
"Ihh.. Syifa yang tadinya gak suka sama Kimia. Jadi makin gak suka deh!"
Keluh Syifa dengan mengerucutkan bibirnya sebal. Adnan terkekeh mendengar dumelan Syifa.
"Ya udah gak papa. Pelan-pelan nanti pasti Syifa bisa"
Hibur Adnan untuk mengurangi rasa kesal Syifa.
"Ya tetep gak suka!."
"Kimia kan banyak tuh larutan-larutan. Bikin meledak!!."
"Ih serem."
"Takut!!"
Oceh Syifa panjang lebar.
Membuat Adnan meledakkan tawanya.
Ada-ada saja Syifa ini.
Meledak katanya.
Hahaha...
...■■♡■■...
1203 Karakter
Hai hai hai👋
Ketemu lagi sama aku😀 maaf ya Up nya kemaleman, ga kayak biasanya.
Lagi buntu ide. Jadi agak lamban.
Maafin aku yah😯
Jangan lupa Vote✔
Comment✔
Bye bye👋👋
Luv youu Readers ku😍😙😙
^^^Selasa, 22 September 2020.^^^
makanya, jangan menistakan orang lain kalau nggak mau di nistakan juga 😂😂
dan smngt trs thorrrr untk lnjt crtny dan thor jan lam2 bnget dong up ny sya kan jdi greget nunggunya dan klau thor ad wktu crazy up dong thor